NovelToon NovelToon
Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Universitas BERDARAH (Dendam Cempaka)

Status: tamat
Genre:Horor / Eksplorasi-misteri dan gaib / Horor/Misteri / Dendam Kesumat / Roh Supernatural / Tamat
Popularitas:167.8k
Nilai: 5
Nama Author: Neng Syantik

WARNING!
NO BOOM LIKE! HARGAI KARYA ORANG!


“Permisi! Maaf saya mengganggu, kenapa kamu malam-malam sendirian disini?” tanya Radit.

Wanita itu berhenti bernyanyi, ia sedikit mengangkat kepalanya. Tapi, ia tidak menjawab pertanyaan Radit.

“Hey, Mbak. Kenapa diam saja? Kenapa mbak berada di kelas ini sendirian? Apakah mbak tidak takut?” tanya Radit.

“Saya gak bisa pulang!” sahut wanita itu dengan suara pelan.

“Kenapa?” tanya Radit. Wanita itu hanya menggeleng pelan.

“Saya antar, ya!” tawar Radit. Wanita itu menjawab lagi dengan anggukan kepala.

Radit segera mengulurkan tangannya, wanita itu menyambut tangan Radit yang hangat. Radit terkejut setelah meyentuh tangan wanita itu, tangan yang begitu dingin.

“Kenapa tangannya begitu dingin? Apakah dia sakit?” batin Radit.


.
.
.

Cerita ini hanya fiktif belaka, apabila ada kesamaan tempat dan nama tokoh. Itu semua hanya kebetulan semata. Dan karya ini hasil imajinasi saya sendiri, bukan PLAGIAT!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Neng Syantik, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 4

“Radit, kamu ngapain di sini sendirian?” tanya Sarah yang baru saja memasuki perpustakaan itu. Di belakangnya ada Lidia dan Farhan juga Toni.

“Lagi nyari buku, kebetulan aku ketemu sama cewek yang semalam,” kata Radit.

“Mana orangnya?” tanya Sarah.

“I-i-iya, ma-ma-mana orangnya?” Farhan ikut bertanya.

“Lagi nyari buku ke sebelah sana!” Tunjuk Radit ke pojokan rak buku. “Tunggu di sini, aku mau nyusulin dia.”. Radit menyusul Cempaka yang sedang memilih buku di rak perpustakaan itu.

“Cempaka!” panggil Radit. Cempaka menoleh kearah sumber suara Radit.

“Kenalan sama teman-temanku, yuk! Kamu tenang aja, mereka orang baik kok!” ujar Radit. Cempaka mengangguk sembari tersenyum samar.

Radit pun menggandeng tangan Cempaka berjalan ke arah teman-temannya.

“Kenalin, ini yang namanya Cempaka!” dengan bangga, Radit mengenalkan cempaka kepada keempat temannya.

“Ke-ke-kenalin, na-na-nama aku Fa-fa-farhan!” Farhan yang gagap mengulurkan tangannya lebih dulu kepada Cempaka.

“Cempaka!” balas Cempaka dengan suara datar.

“Gi-gi-“

“Gimana?” terka Lidia memotong perkataan Farhan.

“Bu-bu-bukan, bu-bu-bukan gimana, ta-ta-pi gila tangannya dingin banget!” jelas Farhan. Ia berbicara dengan cepat setelah Sarah menepuk punggungnya.

“Hahaha, kirain gimana kalo kita jadian!” Lidia tertawa terbahak-bahak.

“Dih! Ka-ka-kata Ibuku, ga-ga-gak bo-bo-boleh pacaran dulu,” kata Farhan dengan susah payah.

Setelah Farhan, Sarah, Toni dan Lidia bergantian bersalaman dengan Cempaka.

“Senang berkenalan sama kamu!” ujar Sarah. Gadis itu lebih ramah dari Lidia. Lidia yang tomboy, sepertinya tidak begitu menyukai keberadaan Cempaka di samping Radit.

“Kita keluar, yuk. Cari cemilan!” ujar Lidia.

“Kalian aja, ya. Aku mau nemenin Cempaka nyari buku, lagian dia gak suka keramaian!” ujar Radit cepat. Membuat Lidia semakin tidak suka pada Cempaka.

“Oke, deh! Nanti kita balik lagi kesini,” kata Toni. Akhirnya keempat teman Radit, keluar dari perpustakaan itu.

Cempaka memandang kepergian Lidia dengan tatapan tajam. Matanya berubah merah, seperti api.

“Kau tidak menyukaiku. Jadi, jangan salahkan aku!”

“Kok, Cempaka keliatan gak sehat ya?” Sarah berbicara pada Toni, Lidia dan Farhan.

“A-a-aku ju-ju-juga mikirnya begitu!” ujar Farhan. Ia akan berbicara cepat jika punggungnya di tepuk. Kali ini, Toni lah yang menepuk punggungnya.

“Tangannya dingin banget, mukanya juga pucat,” kata Sarah.

“Peduli banget sih. Baru juga kenal!” sahut Lidia, ia menujukan ketidak sukaannya pada Cempaka.

“Kamu gak boleh gitu, gimana juga dia temannya Radit. Berati teman kita juga,” kata Toni. “Iya, gak. Far, Sar?”

“Iya,” jawab Sarah.

“Be-be-betul!” sahut Farhan juga.

.

.

.

Malam harinya, di Kampus Garuda itu.

“Pelan-pelan, Beb. Kalau ada orang yang datang, gimana?” bisik seorang mahasiswi pada kekasihnya.

Kedua orang itu nampak sedang bercinta, mereka masih mengenakan pakaian meski sudah tidak lengkap.

“Pelan sedikit,” bisik mahasiswi.

“Ini udah pelan, yank. Bentar lagi juga keluar!” balas kekasih mahasiswi itu sambil terus memompa tubuh kekasihnya itu.

Brak!

Tiba-tiba ada sesuatu yang terjatuh di dekat sepasang kekasih ilegal itu. Kedua orang yang sedang memadu kasih itu terkejut.

“Beb, ada orang,” bisik mahasiswi.

“Kamu tahan dulu, biar aku cek!” kekasih mahasiswi itu bangkit lalu membenarkan celananya. Ia berjalan ke arah sumber suara.

Mahasiswa itu terkejut saat melihat sesosok putih berambut panjang sepunggung sedang menatapnya.

“Si-si-siapa kamu?” tunjuk mahasiswa itu.

“Malaikat yang akan menjemput ajalmu dan juga wanita itu!” sosok itu menujuk ke arah mahasiswi yang sedang berbaring di atas meja yang ada di ruangan itu. Setelah itu, sosok itu tertawa nyaring. “Hihihihihihi!”

“Ka-ka-kamu se-se-setan!” teriak mahasiswa itu panik. Ia berniat kabur, tapi sosok putih itu mengangkat tangan kanannya.

“Tolong!” teriak mahasiswa itu, saat tubuhnya melayang di udara.

“Beb, kamu kenapa? Siapa yang datang?” tanya mahasiswi yang berbaring di atas meja itu. Ia tidak mengetahui apa yang terjadi pada kekasihnya, karena ruangan itu cukup gelap.

Brak! Tubuh mahasiswa itu terhempas ke meja kaca yang ada di ruangan itu. Seketika tubuh mahasiswa itu di penuhi luka dan juga darah.

“To-lo-ng!” teriak mahasiswa itu dengan suara yang putus-putus. Tapi bukan gagap seperti saat dia ketakutan di awal.

Sosok putih itu, mendekat dan mencekik leher mahasiswa itu hingga mati. Setelah itu, ia mendatangi mahasiswi yang tertinggal.

“Beb, kamu gak apa-apa? Siapa yang datang?” tanya mahasiswi itu pada sosok yang baru saja mendekatinya. Ia kira, yang datang adalah kekasihnya.

“Aku yang datang!” suara sosok itu, membuat bulu kudu si mahasiswi seketika merinding.

“Siapa kamu?” tanya mahasiswi itu di dalam kegelapan malam.

“Pasangan seperti kalian pantas mati!” tanpa aba-aba, sosok itu mengangkat tangannya. Hingga, lampu hias yang ada di plafon atap ruangan itu bergerak.

Mahasiswi itu ketakutan, tapi ketakutan itu tidak lama. Karena setelah itu, sosok putih itu menjatuhkan lampu hias itu ke atas tubuh mahasiswi itu. Hingga akhirnya, mahasiswi itu tewas dengan perut yang tertancap pecahan lampu, bahkan gadis itu mati dengan keadaan busana yang tidak lengkap.

BERSAMBUNG!

1
secreinz
Luar biasa
Dtyas Aldric
muncrat2 yang baca Thor ... pengen lihat dech wajah x Farhan
Dtyas Aldric
yah 😱😱😱
terbongkar dech persembunyian x
Dtyas Aldric
aku mampir Thor ..
walau telat sih 🥺
Qillah julyan
namanya juga fiksi yaa..suka2 yg nulis..😅..
Pitri Komariah
Biasa
Anisa Zahra
menurutku gara" pengalaman yg sudah d lalui Radit skrg Radit jadi bisa liat hantu dh alnya dia udh msk k alam lain dan lainnya
Anisa Zahra
semoga cempaka GK slh paham lgi y
Anisa Zahra
tuh kan jadi kasian anak mereka yg jadi korbannya😭
Anisa Zahra
maaf ini kok jalan ceritanya kaya judul film sih namanya lentera merah pemerannya LCB laudya Chintya Bella. sama" membahas dendam kepada teman se fakultas dengan menjadikan anak mereka sebagai umpan 🙏🙏
maaf bukannya sok tau hanya menyampaikan sja mungkin endingnya beda ya kn. saya harap seeprti itu
ega cempluk
kok Cempaka muncul lg sih ....?ga TAMAT dong jadinya
Anisa Zahra: klo menurutku itu bkn cempaka dh. menurutku itu hantu lain yg menyadari klo Radit skrg bisa liat
total 1 replies
ega cempluk
apa mungkin Ayah Lidia yg membunuh Cempaka? berarti Cempaka ini pacarnya ayah Radit dulu yg menghilang tanpa kabar...
Anisa Zahra: kn mmg iy emgnya kmu GK nyimak
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝓹𝓪 𝓡𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓳𝓭 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓵𝓲𝓪𝓽 𝓼𝓮𝓽𝓪𝓷 𝔂𝓪🤔🤔🤔
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓡𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓴𝓪𝓶𝓾 𝓱𝓻𝓼 𝓴𝓾𝓪𝓽💪💪💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓪𝔂𝓸💪💪💪💪💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓼𝓮𝓶𝓸𝓰𝓪 𝓽𝓮𝓶𝓪𝓷" 𝓻𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓫𝓲𝓼𝓪 𝓫𝓪𝔀𝓪 𝓵𝓰 𝓡𝓪𝓭𝓲𝓽 𝓴𝓮 𝓪𝓵𝓪𝓶 𝓷𝔂𝓪𝓽𝓪 𝔂𝓪💪💪💪💪💪💪
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓴𝓮𝓷𝓪𝓹𝓪 𝓒𝓮𝓶𝓹𝓪𝓴𝓪 𝓳𝓭 𝓳𝓪𝓱𝓪𝓽 𝔂𝓪🤔🤔🤔
Anisa Zahra: sebenernya cempaka GK jahat cuma sepertinya dia TDK terima kalau cintanya slama ini sia sia. dia kesepian karna itu dia menginginkan Radit yg notabennya anak Harun kekasihnya dgn bgtu dia pikir bisa mengobati rasa dkt hatinya pda harun
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓷𝓰𝓪𝓴𝓪𝓴 𝓵𝓲𝓪𝓽 𝓹𝓸𝓵𝓲𝓼𝓲 𝓼𝔂𝓸𝓴 𝓵𝓲𝓪𝓽 𝓒𝓮𝓶𝓹𝓪𝓴𝓪🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓲𝓷𝓲 𝓹𝓸𝓵𝓲𝓼𝓲 𝓴𝓮𝓶𝓪𝓷𝓪 𝔂𝓪🤔🤔🤔🤔🤔
Anisa Zahra: kemana mna hatinya senang nnti jadi pahlawan kesiangn
total 1 replies
💕𝘛𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘒𝘪𝘵𝘢𝘯𝘢💕
𝓷𝓰𝓮𝓻𝓲 𝓪𝓷𝓭 𝓼𝓮𝓻𝓮𝓶😱😱😱😱😱
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!