Gea keluar dari taksi dan mulai melangkahkan kakinya menuju ke kamar kosannya. Gea melihat ada sepatu Sarah sahabatnya sekaligus teman 1 kamarnya. Apa Rendy ada di dalam?, sepatunya ada di sini juga. Gea bicara di hatinya.
Gea mendorong sedikit pintunya yang tidak dikunci, mendengar desahan Sarah sedang berhubungan intim Gea menarik kembali pintunya dan berniat untuk pergi.
Sarah memang sudah biasa melakukan itu dengan pacarnya. Tiba-tiba langkah Gea terhenti ketika mendengar suara pria tersebut tidak asing baginya.
Tubuh Gea gemetaran terlintas di pikirannya takut kalau yang dia dengar barusan itu adalah pacarnya.
Gak mungkin Rendy dan Sarah memiliki hubungan di belakangnya.
Perlahan-lahan Gea membuka pintunya, dan matanya terbelalak terkejut melihat pacar dan sahabat sedang hubungan intim di sofa ruang tamu.
Dada Gea terasa sakit, dan napasnya merasa sesak, hatinya sangat hancur tidak sanggup menerima kenyataan yang di lihatnya langsung.
"Apa yang kalian lakukan hah!!" teriaknya sambil menahan tubuhnya agar tidak jatuh ke lantai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Delita Shira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Halaman = 30
Bara memesan makanan di pinggir jalan, Gea menuggunya sambil melihat Bara yang sedang memesan makanan.
Melihat Gea sedang memperhatikan dirinya Bara merasa grogi.
" Kenapa, apa ada yang aneh di wajahku?". Gea menggelengkan kepalanya.
" Anda sangat lucu tuan" Bara mengerutkan keningnya sambil duduk.
" Lucu?".
" Ya lucu aja tuan". Gea tidak bisa bicara yang sebenarnya.
Makanannya datang, Gea melihat hanya satu yang di hidangkan.
" Anda tidak makan?”.
" Tidak, saya belum lapar".
Gea langsung melahapnya, Bara memperhatikan wajah Gea yang sedang menikmati makanan.
" Enak banget " Gea menutup mulutnya dengan tangan.
Bara melihatnya.
” Kalau kamu suka kamu bisa nambah" Gea seneng mendengarnya. Ia pun langsung memesan yang lainnya.
Bara menelan ludahnya sendiri melihat Gea makan ia jadi lapar tapi gengsi.
Setelah makan mereka pergi ke kamar hotel, Gea mandi lebih dulu, Bara menyusulnya.
Gea merebahkan tubuhnya di sofa, sedangkan Bara tidur di kasur yang empuk.
Bara melihat ada pesan masuk di ponselnya. Ia tersenyum sembari membacanya.
Bara segera membuka laptopnya, ia langsung mengecek semua email masuk, salah satunya dari Aksan.
💌
( Bar, kalian dimana?, saya lagi butuh Gea)
Bara segera menghapus pesannya lalu ia menutup kembali laptopnya.
Melihat Gea tertidur lelap Bara mendekatinya ia melihat wajahnya dari jarak dekat.
Apa yang membuat Aksan jatuh cinta kepadanya?, apa benar dia memiliki kelebihan yang tidak di miliki Risa?. Bara berpikir sebentar sembari menatapnya. Bara menyentuh wajahnya. Bibirnya tersenyum manis.
Gea bergerak, Bara cepat-cepat menjauh ia pura-pura tidur.
Merasa tidak ada suara lagi Bara membuka matanya sedikit, Gea tidak bergeming ia hanya bergeser dari posisinya saja.
Syukurlah dia tidak bangun.
Di tempat lainnya Aksan merasa gusar, ia mengecek email nya sudah di baca, tapi tidak ada balasan dari Bara.
Kamu dimana Gea, aku butuh sosok kamu saat ini. Aksan merasa sendiri.
" Aksan, kamu di kontrak jadi ambasador, dan bayaran mu luar biasa!" Aksan mendengarnya tidak seneng sedangkan karirnya lagi di atas saat ini.
Dahlan melihat wajah Aksan murung.
" Ayolah Aksan, lupakan gadis itu sementara, kamu dan Karisa kan hanya pura-pura pacaran.
Aksan terkejut,
" Apa, pacaran, saya tidak ada bilang seperti itu" Dahlan menunjukkan kompresi pers yang di lakukan Karisa.
Aksan merasa kesal mendengar pengakuan Karisa soal dirinya dan dia.
" Ini tidak benar, aku harus meluruskan semua ini!". Aksan hendak pergi menemui Karisa.
" Aksan tunggu!" Dahlan menghentikan langkahnya.
" Untuk kali ini kamu harus ikuti kata-kata saya, kalau kamu mengacaukan semua ini karirmu akan hancur!". Aksan jadi serba salah ia pun tidak jadi menemui Karisa langsung pergi ke kamarnya.
Keesokannya. Bara membuka matanya tidak menemukan Gea di sofa.
Di mana dia?. Bara langsung bangun dan mencarinya tidak ada, melihat jam sudah pukul 9 pagi ia langsung mandi.
Gea baru masuk ke kamar hotel ia membawa makanan dan jus. Bara baru keluar dari kamar mandi.
" Dari mana kamu?"
Gea menujuk makanan di atas meja. Bara tidak bertanya lagi ia segera ganti baju lalu sarapan.
Gea hanya duduk di teras sambil melihat sosial media di ponselnya, berita soal Aksan dan Karisa masih jadi bahan perbincangan dimana-mana.
Bara duduk di sampingnya, sembari mengintip sedikit ke arah ponsel Gea. Gea yang belum sadar ada Bara di sampingnya masih asiek lihat-lihat komentar pans nya Aksan dan juga Karisa.
” Kamu sedih ya liat Aksan pacaran sama Karisa?". Gea langsung melihatnya, ia menutup kembali ponselnya.
" Tidak tuan, lagi pula kami hanya berteman".
" Ayo siap-siap kita keliling di kota ini!" Ajak Bara.
" Oke" Gea segera berdiri lalu ganti baju.
Bersambung jika suka tolong bantu like dan VOTE terimakasih 🤗🤗