true story....
Noviant Juan adalah seorang pria yang tertutup, dia seakan punya dunia sendiri tapi semua berubah karena kedatangan seorang gadis di hidupnya.
Meyda Shakira harus mu hidup bersama orang yang tak mengharapkan kehadirannya.
Naira putri Noviant adalah cahaya cinta keduanya.
akankah mereka bahagia?
atau Vian akan kembali pada cinta lamanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon meidina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
hadiah untuk istriku..
Bu Ageng membangunkan Vian, karena ada yang mengirim barang.
Vian pun bangun dan langsung keluar, dan ternyata sepeda motor sudah datang, Bu Ageng melihat kearah Vian.
"Vian kenapa beli sepeda motor lagi, punya mu yang di gudang saja tak pernah kamu pakai," kata Bu Ageng.
"ibu, ini bukan but Vian tapi buat Akira, kalau di gudang kan motor CBR kesayangan Vian, lagi pula itu kenang-kenangan dari ayah kan," jawab Vian.
"kamu sudah bisa menerima Akira," kata Bu Ageng senang.
"insyaallah Bu, dia begitu baik, bahkan aku kadang heran dengan dia itu, masak aku yang salah malah dia yang minta maaf, tapi aku makin yakin hari ini, karena dia begitu menyayangi Aira, bahkan dia bisa melawan Rini demi Aira," kata Vian merangkul Bu Ageng.
"benarkah, ya Alloh berarti pilihan ku tepat ya nak," kata Bu Ageng.
"iya Bu, sekarang aku mau memanggilnya dulu, sebelum kita Guyangan," kata Vian.
"harus dong, biar mbok Ijah yang panggil anak-anak kecil buat brayakan(berebut)" kata Bu Ageng.
Vian pun masuk ke dalam kamar Aira dan melihat Akira yang begitu pulas, Vian pun malah mencium bibir Akira.
"emmpp.." gumam Akira.
Vian malah melotot karena Akira ternyata tak bangun juga, "dek bangun atau aku akan memakanmu habis sekarang," bisik Vian.
dug... Akira bangun dan malah berbenturan dengan kepala Vian yang berada di depannya.
"maaf... sakit ya," kata Akira melihat dahi Vian.
Vian pun malah melihat Akira yang panik malah tersenyum, "sudah tak apa-apa, sekarang ikut aku keluar, ada sesuatu yang ingin aku tunjukkan padamu," ajak Vian.
Akira pun mengikuti Vian,saat berada di samping rumah Vian memperlihatkan sebuah motor matic.
bukan ekspresi senang, Akira malah melihat Vian denhan tatapan biasa, Vian binggung.
"kenapa? tak suka dengan hadiahnya?" tanya Vian.
"bukan, tapi mas kenapa harus mengeluarkan uang begitu banyak untuk membeli motor ini, dan lagi tadi ponsel pun juga begitu," kata Akira.
"dek, mulai sekarang apa yang aku miliki juga milikmu, jadi jangan merasa kau merepotkan diriku, ini semua pantas kau miliki," kata Vian.
"baiklah, terima kasih mas," kata Akira.
tak lama rombongan anak-anak kecil berkumpul dan ikut brayakan koin yang di campur bunga, lalu di siram ke sepeda baru itu.
setelah itu Vian juga menambah dengan sepuluh ribu per orang, dan makin senanglah semua anak.
Akira pun memutuskan untuk mandi karena tubuhnya begitu lengket, setelah itu Vian dan Akira melaksanakan sholat dhuhur.
setelah selesai sholat Vian melihat Aira yang masih nyenyak tidur, Vian pun kembali ke kamarnya.
tapi dia malah melihat Akira sedang berganti baju, Vian pun mengunci pintu dan memeluk Akira.
Vian mencium tengkuk Akira, Akira pun gemetar karena ingat kejadian terakhir.
Vian pun membalik tubuh Akira dan menatap mata Akira dengan dalam, "aku boleh memintanya, aku akan melakukannya dengan lembut," kata Vian menahan nafsunya.
Akira hanya mengangguk, bagaimana pun itu hak Vian, jadilah siang itu Vian bisa kembali meminta hak nya.
Akira di buat terlena oleh kelembutan yang Vian berikan, bahkan Vian juga mengajarkan beberapa gerakan.
sesuai kepuasan, keduanya pun tertidur sambil berpelukan, bahkan kamar itupun sudah berantakan.
Aira bangun dari tidurnya, dan menghampiri Bu Ageng yang berada di depan rumah, Aira duduk sambil melihat eyang nya itu menyiram bunga.
"wah Aira sudah bangun," kata Bu Ageng melihat cucunya itu.
"eyang, bunda sana ayah mana?" tanya Aira masih sedikit mengantuk.
"mereka sedang tidur mungkin,Aira mau makan atau mau mandi, yuk sama eyang," kata Bu Ageng.
"Aila mau mandi, telus Aila pingin maem mie ayam pak to ya eyang," kata Aira.
"oke, nanti kita beli ya, tapi telpon ibu kecil dulu yuk, tadi ibu Anis nyariin Aira," kata Bu Ageng.
"iya eyang," jawab Aira.
Anis sedang bersiap menuju rumah Vian, dia akan menginap beberapa hari, karena Fandi harus pergi ke Banjarmasin.
seharusnya Vian, tapi karena kejadian akitayang masuk rumah sakit, akhirnya Fandi yang berangkat.
"sudah dek, gak ada yang ketinggalan?" tanya Fandi.
"gak ada mas, lagi pula rumah Deket ini, kenapa aku harus nginap di rumah bang Vian sih," protes Anis.
"ini mas lakukan untuk kebaikanmu, mas gak mau saat mas pergi kamu di ganggu orang," kata Fandi.
"baiklah, tapi mas juga awas aja kalau di Banjarmasin nanti macem-macem, aku potong tuh burungnya," kata Anis.
"mas tak akan tergoda dengan wanita lain,karena di hati mas cuma ada kamu," kata Fandi memeluk Anis.
"huh gombal, kalau kucing di kasih ikan asin gak mungkin nolak, awas aja, kamu kan kucing garong," kata Anis.
"tapi kamukan pawangnya," jawab Fandi.
Anis sudah membalas pelukan suaminya itu, apalagi mereka akan berpisah selama dua Minggu.
Fandi dan Anis menuju ke rumah Vian, saat sampai mereka melihat Aira duduk bersama Bu Ageng sambil bermain.
"putri ibu kecil, kok sana eyang, bunda mana?" tanya Anis saat menghampiri Aira.
"bunda lagi tidul, jadi jangan belisik ya om," kata Aira memperingatkan.
"tumben mbak tidur jam segini?" binggung Anis.
"biasa di Kuring sama Abang mu, tadi habis sholat dhuhur, Vian melihat Aira terus gak keluar dari kamar," jawab Bu Ageng.
"ya elah di abang, gak tahan betul," kata Fandi.
"kamu juga gitu, jangan resek ya, biarin kenapa, mereka juga termasuk masih pengantin baru tau," kata Anis.
"iya sayang, gak usah ngegas gitu, terus ini ada motor belum ada plat nomornya, punya siapa?" tanya Fandi.
"punya Akira, hadiah dari Vian tadi sih kata nya," jawab Bu Ageng.
"aduh kak Akira dapat motor, aku dapat apa nih, nasib punya suami tak peka," kata Anis pura-pura sedih.
"sayang, uangku kan tak sebanyak bang Vian, jadi belum bisa beliin kamu motor baru,maaf ya," kata Fandi.
"aduh kok jadi sedih sih, aku cuma bercanda kok, aku sudah seneng banget punya suami kamu mas," kata Anis.
"Aila masih kecil," kata Aira menutup matanya.
semuanya tertawa bersama, tak di duga Vian datang dan langsung memangku Aira.
"ayah sudah tidulnya, bunda mana?" tanya Aira.
"bunda lagi buat minuman, kalian berdua berisik sekali ya," kata Vian sambil mengikat rambutnya.
"biarin habis siang-siang kalian malah bermesraan, gak panas apa," kata Fandi.
"biarin, istriku ini, dek es sirupnya sudah," panggil Vian.
"sebentar," jawab Akira.
tak lama Akira dan mbok Ijah datang membawa air sirup dingin dan juga camilan, Aira begitu senang melihat cemilan itu datang.
"wah ini tadi yang kita beli ya yah,blonis," kata Akira.
"iya Aira, kan kamu tadi yang pilih, oh ya dek, boleh minta tolong ambilkan bungkusan di meja rias mu ya, tapi yang ada namanya Anis ya," kata Vian.
"iya mas," jawab Akira.
Kalau berkenan boleh mampir dan support karyaku yang berjudul Sungguh Mencintainya 🙏😉☺️
tegas mirip Romo Jalal
pernah suatu waktu anaknya nangis g mau diam.lsg dibawanya kerumah.alhamduliah begitu kami gendong si baby lsg tenang.
aku sarankan untuk mencari ustadz yg berpengalaman.krna anak ini ada yg jagain.jdi klo ada yg niat g baik dg mengirimi sesuatu, penjaganya marah. itu yg buat si anak rewel..
alhamdulillah..skrg si anak sdh balita.
semangat Thor..🤩🤩
cerita ini sesikit banyak mengingatkan tentang kampung halaman.
pohon rambutan kembar di depan pintu. dijaga macan loreng putih. begitu diceritakan banyak yg tak oercaya dan beranggapan hanya bualan.
giliran surup (menjelang magrib datang) ada balita yg membagikan jajanan beng-beng ke maung di dwpan beberapa ibu2 tetangga.
padahal mrka tak melitah apapun didepan balita itu.
begitu ditanya,si balita bilang..jajannya buat miong yg duduk baik.
nah loh.. kicep lsg para emak2 yg denger.auto bubar masuk rumah masing2..😁😁
apakabar akira selama ini vian..??
hempaskan susukk..😆😆😆
g ada yg nyangka klo jenasah blm mau pulang tanpa maaf dri orang tsb.
jagalahblisan dan perbuatan. krna kadang tanpa kita sadari kita menyakiti orang lain tanpq sengaja dan meninggalkan luka yg mendalam.