Nyai sekar ayu hanindia dikenal sebagai dukun manten yang cerdas, cantik dan berhati suci di desa terpencil yang masih menganut budaya jawa kejawen yang kental.
Ilmu dukun manten merupakan ilmu ma'rifat yang turun temurun didapat sejak zaman kerajaan terdahulu. Tidak sembarang orang mampu mewarisi ilmu ma'rifat tersebut.
Dalam lingkungan masyarakat kerajaan terdahulu dukun manten memiliki tujuan membangun kerukunan sesama manusia melalui budaya, adat, wuku dan tahun.
Apa jadinya kalau keempat sahabat. Leo Radin Syah, Elang rahardika, intan champa dan Sundari harus mengalami hal supranatural sehingga melibatkan sang DUKUN MANTEN, Nyai sekar ayu hanindia harus turun tangan membantu konflik mereka??
Dapatkah mereka terbebas dari segala konflik BLACK MAGIC atau supranatural lainnya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Laura Hussein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah besar (alur masa lalu)
Kilau rembulan menerpa malam dan menyusup di sela-sela ventilasi jendela kamarnya.
Gelisah Ratna dewi menanti suaminya, Bima yang tak kunjung pulang. Sehabis perdebatannya dengan sang suami karena permintaan sundari, membuat Bima pergi dengan marah dan belum pulang hingga saat ini.
Malam begitu dingin menyesap seluruh tubuhnya, mengerutkan kukit dan sendi-sendi tulang. Ratna mengeratkan sweater nya lalu melangkah ke luar rumah memastikan, barangkali suaminya dalam perjalanan menuju rumah.
"Sebenarnya kau kemana, mas?? Mengapa sudah selarut ini, kau belum pulang juga??" Batin Ratna. Ia terus menatap ke arah luar rumahnya.
Ratna menuju kamarnya kembali. Tiba-tiba ia dikejutkan dengan bayangan lewat seperti baru saja keluar dari kamarnya menuju ruang tamu. Cepat ia memastikan siapakah orang yang baru saja lewat itu??
Ratna memeriksa sosok yang baru saja lewat. Ia berjalan menuju kamarnya, namun tak ada orang. Beberapa detik kemudian, ratna merasa ada sesuatu di belakangnya. Sekejap ia menoleh ke belakang, ternyata.
"Elang??" Tutur Ratna mendapati putranya berada dibelakangnya lengkap dengan baju koko dan sarung.
"Loh, ibu kenapa disini??" Tanya Elang seraya memandang wajah ibunya yang sembab seperti habis menangis. Ditambah bagian bawah mata ibunya yang menghitam, seperti kurang istirahat.
"K-kamu habis shalat, nak??" Bukannya menjawab pertanyaan elang, ratna justru balik bertanya. Jelas betul telah mengalihkan pembicaraan putranya.
"Elang baru selesai shalat tahajud, bu. Ibu habis menangis?? Kenapa bu??" Tanya Elang, khawatir.
"I-ibu hanya khawatir,nak. Babamu belum pulang hingga saat ini??" sahut Ratna terus saja memandang kearah daun pintu.
"APAAA, Baba belum pulang. Tidak biasanya??" Tanya Elang seraya mengusap alisnya berulang, kebiasaan yang Elang lakukan saat tengah bingung
PRANGGGG...
Suara pecahan kaca dari dapur. Membuat Elang dan ibunya terkejut.
"Ibu tenang ya, biar elang yang memeriksa.." tutur elang seraya melangkah kearah sumber suara.
Elang memeriksa ke dapur, ternyata hanya sebuah gelas pecah ke lantai. Sekilas ada kucing hitam meloncat dari jendela.
"Ah, ternyata kucing.."
"Suara apa itu, nak??" Tanya ratna yang menyusul ke arah dapur.
"Hanya suara gelas pecah, bu. Kucing liar yang melakukannya.." terang Elang
Sementara elang membersihkan pecahan gelas yang berserakan. Ratna mendengar suara ketukan dari daun pintu dan melangkah cepat membukakan pintu. Karena ia yakin, suaminya bima akhirnya pulang.
Ketika daun pintu terbuka, ratna kaget mendapati sudut bibir suaminya terluka.
Karena khawatir, Ratna mencoba memegang luka suaminya, namun dengan cepat bima menghalau tangan istrinya, kasar.
Ratna kaget akan perlakuan bima yang kasar padanya. Karena selama ini bima selalu memperlakukan istrinya dengan lembut dan santun. Bahkan saat berdebat hebat sekalipun.
Tanpa berkata apapun, Bima langsung menuju ke kamar belakang, Bukan kamar utamanya. Elang yang memang berada di dapur kaget mendapati babanya pulang selarut ini, bahkan beliau langsung masuk ke kamar belakang seperti menghindari ibunya.
"Mengapa baba, mengabaikan ibu. Ada apa??" Gumam elang dalam batin.
Ratna dewi mengucurkan air hangat di baskom dengan handuk kecil lalu bergegas menghampiri bima yang memutuskan masuk ke kamar belakang.
Ratna menemui suaminya yang berada di kamar belakang yang tak tertutup. Saat ratna tiba di depan pintu, tampak bima tengah meremas rambutnya frustasi.
"M-mas. Apa boleh aku masuk??" Izin ratna sopan.
Tak ada jawaban, Bima masih dengan posisinya, duduk di tepian ranjang sambil memegang kepalanya.
"Pergilah ratna jangan ganggu aku!!" Serunya jengah.
"Ada apa mas?? Apa ada sesuatu yang terjadi?? Pipimu luka, bahkan bibirmu berdarah. Aku ingin mengoba..."
Bima mengangkat kepalanya, menatap ratna dengan tatapan muak.
"Apa kau tidak dengar apa yang aku ucapkan tadi? Aku bilang pergi!!"
"Mas...??" Panggil ratna berjalan kearah suaminya yang tengah duduk dibibir ranjang. Ratna meletakkan baskom berisi air hangat di meja dekat ranjang lalu duduk berdampingan dengan bima.
"Minggir!!" Ucap bima dingin, perkataan itu membuat Ratna kaget, seketika saat melihat pipi bima tergores dan sudut kanan bibir bawahnya pecah juga sela-sela tangannya memerah dan terdapat luka. Seperti luka usai berkelahi dengan seseorang.
"M-mas apa yang..."
Belum sempat melanjutkan pembicaraan nya. Ratna dikejutkan lagi oleh teriakan bima yang kasar.
"Aku bilang minggir, wanita bodoh!!" Tangan bima bergerak menepikan tubuh ratna ke samping dengan kasar, lalu tanpa merasa bersalah.
Ratna mematung, ia tersenyum tak percaya dengan apa yang baru ia dengar.
"M-mas,,mas ucapanmu tidak terdengar seperti dirimu, kasar!!"
"Memangnya kalau bukan aku, siapa?? Pergi dari sini, kalau tidak aku bunuh kau?!" Mata bima berkilat tajam. Tatapan yang baru kali ini ia arahkan pada sosok ratna, istrinya.
"M-mas.." ratna terdiam sambil menggeleng tak percaya, suaminya bisa sekasar itu.
"B-baiklah, mas memang butuh waktu menyendiri. Panggil saya jika mas perlu sesuatu.." Ratna membalik tubuhnya hendak berjalan pergi.
"Tunggu!!" ucap Bima lalu berdiri dari posisinya duduk, menghentikan langkah istrinya.
Ratna menoleh, bima berjalan mendekati dirinya. Senyum aneh yang terpatri diwajah bima membuat dahi Ratna berkerut bingung.
"B-bagaimana kalau sekarang, kau layani aku??" Ucap bima dengan nada menjijikkan.
Sejenak ratna mematung hingga bima mulai merangkul pinggangnya. Spontan Ratna melayangkan satu tamparan pada pipi suaminya.
PLAAAKKKKK
"Kau ini kenapa?? Ini bukan dirimu, mas. Apa yang terjadi? Kenapa kau seperti ini??" Air mata ratna jatuh diakhir kalimatnya
"Aku tidak kenal Bima rahardika yang seperti ini. Bima rahardika yang kukenal sopan dan santun memperlakukan istrinya.." sambungnya berurai air mata.
Senyap.
Bima tak menjawab sepatah katapun, tatapannya tampak muak. Namun, ada air mata yang menganak sungai dipelupuk matanya.
"Pergi dari rumahku!!" Gumam bima, "Pergi dari rumahku, jalang keparat!!" Ulang bima dengan nada tinggi. Sekali lagi, perkataannya membuat Ratna mematung.
"Apa??" Meski jelas pendengarannya, ratna masih melayangkan pertanyaan. Tak ada jawaban, Bima memilih bungkam.
Air mata Ratna kembali mengalir namun tanpa suara atau isakan, ia masih menatap wajah bima yang berada tepat dihadapannya dengan lekat, berharap bima meminta maaf atas ucapan kasar sebelumnya.
"A-aku muak, aku bosan. Aku sudah bosan padamu, jadi pergilah sebelum aku menyuruhmu untuk melayani laki-laki lain.." bentaknya keras.
PLAKKKKK!!
Sebuah tamparan kembali mendarat di pipi bima, kali ini tamparannya begitu keras dan berhasil membuat pipi pria itu memerah.
"Cukuuuupp!!" Bentak ratna dengan suara parau.
"Melayani laki-laki lain, apa maksudmu mas. JAWAB!!" teriak ratna seraya menggoncang-goncangkan tubuh suaminya.
"Lihat video ini!!" Tutur Bima seraya menyodorkan ponselnya. Ratna menatap kearah bima bingung, mengapa bima malah menyuruhnya melihat video. Apa sebenarnya isi dalam video tersebut.
Tak ingin menduga-duga, Ratna meraih ponsel dari tangan suaminya dan mulai memutar video. Beberapa saat, Ratna kaget bukan main melihat isi di video tersebut.
Ratna menjatuhkan ponsel ke lantai lalu menutup kedua mulutnya dan terduduk shock di lantai.
"Terbukti, kan. Jatmiko lancang menjamah tubuhmu, bahkan didepan sundari yang saat itu juga dalam pengaruh obat bius. Sekarang jawab aku, apa sebelumnya kau juga bahkan melakukan hal tidak terpuji itu berulang kali??"
Pertanyaan Bima membuat, ratna mendongak kearahnya dengan tatapan tak percaya. Seharusnya bima menenangkan istrinya yang shock mendapati kenyataan yang terjadi dalam video syur itu. Bahkan Ratna baru mengetahuinya dari bima. Tapi sekarang, Bima justru menyalahkannya bahkan menuduhnya berselingkuh.
Ia langsung berdiri dan menggelangkan kepala menatap kearah mata suaminya lekat.
"A-aku tidak percaya mas. Dalam kondisi yang jelas-jelas, aku adalah korban dari tipu muslihat jatmiko. Tapi justru, mas malah menuduhku berselingkuh??" Teriak ratna menekankan kata-kata di akhir kalimat.
"Cukuuuup!!" Bentak ratna dengan suara parau, ratna mengelap air matanya kasar, lalu berlari meninggalkan kamar.
Bima masih dengan posisinya, beberapa saat setelah ratna pergi, bima meluruh jatuh bersama air mata yang mengalir turun ke pipinya.
kalau buah kutilayu mungkin d tempat ku namanya buah klayu x ya. jd penasaran gambarnya kekmana
kasian ibunya elang.
burung gagak petanda akan meninggalnya ibu elang.
kasian Ratnya jiwanya d bawa pergi sm s luman d jd kan ratunya.
mari saling dukung
Salken ya...
Mampir yuk di novelku
GADIS TIGA KARAKTER