" Kenapa?"
Sebuah kata yang paling sering di gunakan untuk mempertanyakan banyak hal yang terjadi dalam hidup ini.
Seperti yang dialami oleh sepasang sejoli yang memulai hubungan dari keisengan saat masih duduk di bangku SMA.
Dan terus berlanjut meski hubungan tersebut tak pernah mendapat dukungan dari siapapun.
Hingga akhirnya mereka sampai di fase akan di bawa kemana hubungan mereka.
Jika Arya memilih untuk break sejenak , berbeda dengan Lia yang justru memilih mengakhirinya saja.
Arya lantas menyesal dan berusaha meyakinkan sang pujaan hati untuk mau kembali melanjutkan hubungan mereka lagi.
Arya bahkan mengajak Lia menikah.
Tapi dengan tegas Lia menolak.
Arya tak menyerah. Berulang kali ia mencoba dan selalu saja ditolak . Namun Lia tetap pada pendiriannya.Ia tak mau.
Akankah Arya berhasil membuat Lia kembali dan menjadi jodohnya ?
Akan ada banyak cerita tentang tokoh lainnya.
Dan mereka semua akan saling berhubungan satu sama lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Thata Embem, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Melindunginya
🌺hem... 🌺
* * *
' cklek ' Arya membuka pintu mobil depan, bermaksud agar Lia masuk dan duduk disebelahnya.
Namun Lia justru memilih untuk duduk di kursi belakang. Dibukanya pintu dan langsung masuk kedalamnya.
Tak ia hiraukan bagaimana Arya menatapnya dengan kecewa.
Arya menghela nafas, mencoba memupuk kembali sabarnya.
Ia tutup pintu , lalu memutar langkah untuk segera masuk ke dalam mobil.
Begitupun dengan Yona yang dipaksa Lia untuk menemaninya. Hingga ia pun harus meninggalkan sepeda motornya di hotel.
Yona pun menyusul masuk kedalam mobil dengan duduk di kursi penumpang bersama Lia.
* * *
Sepanjang perjalanan hanya ada diam di antara mereka.
Arya terlihat fokus menyetir dengan sesekali melihat ke belakang dari pantulan kaca yang menggantung di depannya.
Tatapannya tertuju pada Lia.
Gadisnya itu terlihat menempelkan tubuhnya pada pintu mobil. Sejak tadi Lia terus melihat keluar jendela.
Sedangkan Yona terlihat sedang mengusap layar handphonenya yang berbunyi.
Tanda jika ada pesan yang baru saja masuk.
* ini, aku Alex.
Yona mengernyitkan keningnya.
Baru sesaat lalu ia bertukar nomor handphone dengan mantan kakak kelasnya itu, dan sekarang pria itu sudah mengiriminya pesan.
' ting ' bunyi pesan masuk lagi, masih dari orang yang sama. Padahal ia belum membalasnya.
Yona mulai heran.
* jangan salah paham.
Seperti yang kubilang, tadi.
Handphone Lia hancur saat kejadian tadi.
Jadi tak aku tak bisa menghubunginya.
Maka untuk sementara waktu , aku mungkin akan sering menghubungimu untuk menanyakan keadaannya.
* Ya.
Sambil membalas Yona mengangguk.
Jika tadi ia sempat curiga pada Alex, namun kini tidak lagi.
Ia tau jika keperluan Alex menghubunginya adalah untuk memantau keadaan Lia. Sebagai pemilik hotel tempat Lia berkerja, Yona pun menganggap hal itu wajar.
Yona yang lugu, ia sama sekali tak menyadari jika ada maksud lain dari tujuan Alex bertukar nomor dengannya tadi.
* * *
Baru saja ia akan memasukan handphonenya kedalam saku, bunyi pesan masuk kembali terdengar.
* apa kalian sudah diperjalanan pulang ?
* ya
* baiklah kalau begitu, selamat malam.
* malam..
Yona terdiam.
Ini adalah pertama kalinya ia meladeni chat dari seorang pria.
Meski isinya sama sekali bukan tetangnya.
Yona mengukir sebuah senyuman diwajahnya.
Namun entah mengapa, seperti ada rasa menggelitik dalam hatinya.
Namun dengan cepat ia tersadar.
Tak lah pantas baginya tersenyum disaat kondisi seperti ini.
Yona lalu mengulum dalam kedua bibirnya. Mencoba menahan dan menyembunyikan senyuman yang masih dan tak mau berhenti mengembang.
* * *
Tak lama kemudian, mobil pun melewati gerbang dan memasuki lingkungan tempat tinggal mereka.
Lia menegakkan duduknya saat sudah dekat menuju rumahnya.
Namun mobil masih terus melaju dan melewati rumahnya begitu saja.
Lia melihat pada Yona yang terlihat sama heran dengannya.
Dan mobil berhenti tepat di depan rumah Yona.
Yona diam sesaat, melihat secara berganti pada Lia yang duduk disebelahnya lalu beralih pada Arya yang berada di kursi kemudi.
Sejak tadi keduanya bersikap tidak seperti biasanya.
Dan meski penasaran, Yona cukup tau diri untuk tidak bertanya dan ikut campur dalam urusan sepasang kekasih itu.
'' aku duluan ya.
Nanti kalo ada apa-apa kabarin aja aku '' Yona menusap lembut pundak Lia.
Namun saat akan beranjak dari duduknya ia teringat akan sesuatu. Ia lalu mencondongkan tubuhnya kedepan untuk lebih dekat pada Arya yang sejak tadi terlihat sama sekali tak bergerak.
'' kak Arya bisa tunggu sebentar ?'' ucap Yona .
Belum sempat dijawab, Yona langsung keluar.
Setengah berlari ia memasuki rumah, dan tak lama kemudian keluar dengan membawa sesuatu ditangannya.
' tok. tok. tok ' Yona mengetuk kaca jendela di mana Lia duduk.
Kaca jendela pun diturunkan.
'' pake ini aja dulu '' ucap Yona menyerahkan sebuah handphone dan menyodorkannya pada Lia.
'' makasi, na '' ucap Lia sembari tersenyum singkat.
Bagaimana mungkin, handphone yang baru beberapa hari yang lalu ia kembalikan kini harus ia pinjam lagi.
Setelah itu Yona pun berbalik dan kembali masuk kedalam rumah.
Diam sesaat sebelum akhirnya mobil kembali Arya jalankan.
Namun bukannya berputar balik, Arya justru memacunya hingga sampai di ujung jalan yang buntu.
Mobil lalu berhenti tepat di depan lapangan yang dulu pernah sekali mereka datangi.
'' pindahlah ke depan '' ucap Arya terdengar datar.
Lia menggeleng. Ia tau jika sejak tadi Arya terus melihat padanya. Karena itu, tak perlu bicarapun Arya pasti melihat apa yang baru saja ia lakukan sebagai bentuk jawaban.
Arya melepas safety belt nya dan memutar tubuh kebelakang.
'' mau sampai kapan kau akan bersikap seperti ini padaku ?'' kali ini suaranya terdengar meninggi.
Dilihatnya tangan yang sedang memegang sebuah ponsel, benda yang tadi Yona berikan pada Lia ternyata adalah itu.
Ia teringat jika handphone Lia hancur karena kejadian tadi.
Dan yang Lia pegang itu pasti benda yang Yona berikan tadi.
'' antarkan saja aku pulang '' ucap Lia dengan suara yang hampir tak terdengar.
'' tidak . Dampai kau mau pindah ke depan '' Arya dengan geramnya .
' cklek ' Lia membuka pintu dan keluar.
Namun bukannya untuk pindah kedepan, Lia justru berjalan meninggalkan mobil tersebut.
Arya kini benar-benar kesal. Ia tak habis pikir pada sikap Lia yang sejak tadi terus menguji kesabarannya.
Arya pun keluar untuk menyusul.
'' Lia , tunggu '' Arya yang sudah tinggal satu langkah lagi di belakang Lia.
Di raihnya tangan Lia untuk kemudian ia tahan.
Langkah Lia pun berhenti.
Arya lalu mengambil langkah maju untuk dapat berhadapan dengan gadisnya itu .
Lagi. Lia memalingkan wajah. Ia masih engga menatap Arya yang sudah berdiri dihadapanya .
Arya menarik nafas panjang dan juga sangat dalam. Mencoba tenang untuk tetap sabar menghadapi sikap Lia yang menurutnya sangat menyebalkan.
Beberapa detik setelah kekesalannya mulai surut.
'' Lia '' suara Arya melembut.
'' aku cuma mau pulang ''lirih Lia.
'' baiklah. Aku akan mengantarmu pulang seperti yang kau inginkan '' Arya menyerah.
Padahal sebenarnya ia ingin marah. Namun ia tak sampai hati melihat wajah sayu Lia.
Di tariknya tangan Lia untuk mengikuti langkahnya kembali ke mobil.
Dan kali ini Lia tak bisa menolak saat Arya membuka pintu depan mobil. Ia pun masuk dan duduk di sebelah Arya.
Mobil kembali Arya jalankan, namun dengan sangat perlahan. Arya hanya ingin sedikit lebih lama bersama Lia. Karena memang jarak untuk sampai di rumah Lia hanya memakan waktu lima menit saja.
'' ku maklum kau karena kejadian tadi.
Tapi besok, aku akan datang menemuimu.
Aku ingin penjelasan darimu.
Semuanya. Tentang kejadian tadi dan kejadian yang tidak pernah aku ketahui .
Aku ingin kau menceritakan semuanya '' ucap Arya menatap Lia sesaat .
Karena memang kondisi jalan yang sepi, ia tak khawatir jika ia tak begitu melihat kedepan.
Mobil berhenti di depan rumah Lia.
Melihat Lia yang kesulitan melepas safety beltnya, Arya pun bergerak. Ia mendekat agar dapat membantu Lia melepas tali pengaman itu.
Tiba-tiba keduanya membatu ketika tubuh mereka hampir merapat. Mata mereka pun terlihat saling beradu.
Sekian tahun pacaran, baru kali ini mereka berada di jarak yang sangat dekat.
Bahkan wajah mereka saja hampir bersentuhan, hingga mereka dapat merasakan hembusan nafas yang menyapu permukaan kulit wajah satu sama lain .
Jantung mulai berdetak tak karuan dan nafas mereka pun mulai tak beraturan.
'' Arya, safetynya '' ucap Lia terdengar sangat pelan.
Arya tak bergeming, ia menggelengkan kepalanya. Mendakan jika ia memang sengaja tak mau melepas safety belt yang menahan tubuh Lia agar tetap di posisinya.
Lia memalingkan wajahnya .
Dengan kedua telapak tangan ia letakan di dada bebalut jas hitam itu, ia mencoba menahan tubuh yang terasa semakin menekan padanya.
Entah apa yang mendorong Arya hingga bersikap di luar batasnya.Ia tak bisa mengontrol dirinya.
Arya tampak begitu memperhatikan wajah Lia yang mulai bersemu merah. Membuat Arya semkin tak dapat menahan diri untuk semakin mendekat.
kedua bola matanya bergerak menelusuri tiap sudut wajah itu hingga turun pada leher dan berakhir pada bagian tubuh paling berisi yang tertekan oleh dadanya.
' glek ' Arya menelan ludahnya dengan sulit. Seakan ada yang mengganjal di tenggorokannya.
Ada sesuatu dalam dirinya yang memaksanya untuk terus melanjutkan apa yang sudah lama ia tahan.
Tubuhnya sudah merapat, menekan hingga Lia tersandar dikursi duduknya.
Tak cukup sampai disitu, Arya juga memajukan wajahnya hingga ujung hidungnya menyentuh pipi mulus Lia.
Lia tersentak kaget. Ia pun memejamkan matanya.
Mungkin karena sakit di sekujur tubuh akibat kejadian tadi, Lia merasa jika tenaganya tak lagi mampu menahan tubuh Arya.
Lia pasrah.
'' Arya..'' suara Lia begitu pelan.
Namun yang di artikan oleh pendengaran Arya adalah sebuah panggilan lembut yang menyapanya.
Arya semakin mendekatkan dan kini mulutnya berada tepat ditelinga Lia.
'' Ar..Arya..'' Lia mencoba bergerak namun Arya tampak tak perduli. Ia justru semakin menekan tubuhnya untuk dapat merasakan benda kenyal yang selama ini selalu membuatnya penasaran.
'' Arya, sakit ''
' klak ' suara pengunci safety terbuka seiring dengan Arya yang mulai menjauhkan tubuhnya.
'' Lia..'' ucap Arya masih dengan jarak wajahnya yang cukup dekat.
Lia memutar lehernya untuk melihat Arya.
Kini tatapan mereka saling bertautan.
'' Lia .. bisakah, kau tidak bersikap seperti ini lagi padaku ? '' ucap Arya menatap dalam kedua mata Lia.
Lia diam. Ia agaknya masih tak begitu paham akan maksud ucap Arya. Dan Arya menyadari hal tersebut.
'' aku tidak suka kau tolak apalagi sampai menghindari ku seperti yang kau lakukan seharian ini ''
Arya lalu menarik mundur tubuhnya dan kembali ke posisi semula.
Dan Lia pun segera keluar dari mobil tanpa bicara atau mau melihat kebelakang .
Setelah memastikan Lia masuk kedalam rumah, barulah Arya kembali menjalankan mobilnya dan pergi dari sana.
* * *
Tak lama setelah Arya pergi, pintu rumah tersebut tampak kembali terbuka.
Lia dan Mina keluar dari dalamnya.
Dengan mengenakan helem dikepala mereka masing-masing, keduanya tampak bersiap untuk pergi.
Mengendarai motor, kedua kakak adik itu tengah dalam perjalanan menuju ke kantor polisi.
Sesampainya disana, Lia pun langsung melaporkan penganiayaan dan juga pelecehan yang telah menimpanya.
Usai laporannya di proses, ia lalu diberi
surat pengantar ke rumah sakit untuk melakukan visum.
* * *
Ditempat lain.
Alex terlihat mondar-mandir. Kedua matanya tak berhenti melihat pada handphone yang ia letakan di atas meja .
Setelah bergelut dengan pikirannya, ia pun meraih benda tersebut. Membawanya berjalan menuju ranjang berukuran king size yang diletakkan di tengah ruang tidurnya itu.
* apa kalian sudah sampai ?
Sebuah pertanyaan yang sudah bisa tebak oleh siapapun yang membacanya.
Karena memang saat ini jam sudah menunjukan pukul 12 malam.
Sudah sejam yang lalu sejak terkahir kali ia mengirim pesan pada Yona.
* ya.
Balasan singkat yang ia terima.
Alex tampak berpikir sejenak. Lalu kembali mengetik.
* kau sudah tidur ?
* ya.
Yang disebarang sana.
'plak' Yona reflek memukul jidat dengan telapak tangannya.
Terbiasa menjawab ' ya' ia pun tanpa pikir panjang menjawab hal yang tak masuk akal dengan pertanyaan Alex tadi.
Yona bingung. Ia tak tau harus bagaimana.Ia takut Alex akan salah paham atas jawabannya tadi.
* baiklah, kalau begitu. Aku hanya ingin memastikan kalau kalian sampai dengan aman.
Selamat malam .
Yona mematung, menatap bingung harus membalas atau tidak.
Karena tadi ia sudah terlanjur mengatakan iya.
Namun logikanya, siapa yang sudah tidur namun masih bisa membalas pesan.
" @ᒣ+-$7#(@9 '' Yona menutuk diri.
Sementara Alex , ia terlihat masih menatap layar benda pipih tersebut.
Ia tersenyum meski dalam hati ia merasa cukup bingung dan juga heran pada sikap Yona yang sulit di tebak.
Alex tertawa, mengingat jawaban terakhir yang Yona kirimkan.
* * *
Paginya.
Arya bersiaplah untuk berangkat kerja.
Karena seharian kemarin ia sibuk hingga pulang larut malam, ia tak mengetahui jika sang papa sudah pulang dari luar kota.
Arya pun tak menyadari jika sudah seminggu ia melewati sarapan pagi bersama anggota keluarganya.
Arya terlihat menuruni anak tangga dengan cepat dan bermaksud untuk langsung menuju pintu keluar rumah .
'' Arya '' suara Pak Handoko membuat Arya seketika menghentikan langkahnya.
Arya berbalik, dilihatnya sang papa yang sudah berjalan ke arahnya.
'' mau kemana kamu ?'' Pak Handoko yang menghentikan langkah kedua kakinya tepat dihadapan anak sulungnya itu.
'' Arya mau berangkat kerja, pa '' jawab Arya bernada malas.
'' sepagi ini ? Dan kamu akan pergi tanpa memberi salam atau menyapa keluargamu ''
Arya menghela nafas berat.
Ia sudah menduga jika sang mama pasti susah mengadukan tentang sikapnya.
'' Arya sibuk, pah '' jawab Arya enggan bertatap dengan Pak Handoko.
'' kamu kira papa gak tau kalau kesibukanmu itu karena perempuan itu ?''
Kali ini Arya harus membalas tatapan papanya itu.
'' apa maksud papa ?''
'' acara seminar itu di selenggarakan oleh Pak Prabono, kan ?
Dia itu salah satu teman relasi bisnis papa.
Dan papa tau apa yang terjadi semalam.
Alex juga tadi pagi sudah papa telpon.
Dia sudah menceritakan semuanya.
Dan lagi-lagi perempuan itu membuat masalah.
Tidak cukup dengan menjadi penyebab perdebatan di keluarga kita , sekarang dia membuat masalah ditempat kerja.
Entah perempuan seperti apa dia sebenarnya ''
Arya terdiam.
Tak lama kemudian bu Alin datang menghampiri keduanya.
'' Arya gak tau seperti apa yang sudah papa dengar tentang hal itu.
Tapi, Arya lebih tau dari siapapun tentang apa yang sudah terjadi dan apa yang tengah menimpa Lia.
Dan yang pasti, bukan Lia masalahnya .
Dan Arya minta sama papa, jangan pernah lagi memanggilnya dengan sebutan perempuan itu.
Dia punya nama, pah.
Namanya Lia.
Sebut dia dengan namanya saat kita sedang membiacarakannya '' tegas Arya tak terima .
'' Arya ? kamu masih berhubungan dengan perempuan itu ?'' tanya Bu Alin yang langsung terlibat dalam perdebatan antara suami dan anaknya.
'' kenapa memangnya, ma ? Apa ada sesuatu yang harus membuat kami untuk tidak lagi berhubungan ? '' Arya melemparkan tatapan penuh tanya.
Bu Alin tak percaya. Ia kira , ia sudah berhasil membuat hubungan itu berakhir.
'' Arya juga sudah tau, kalau dibelakang Arya kalian diam-diam menemui Lia , kan ?
Dan itu hanya untuk mengatakan hal yang gak penting.
Kalian memintanya untuk memutuskan hubungan kami, kan ?'' ucap Arya menatap secara berganti pada wajahnya kedua orang tuanya.
'' apa dia mengadukan kami padamu ?'' tanya pak Handoko membalas tatapan Arya dengan sama tajamnya.
'' bukankah jika ingin melangkah ke jenjang berikutnya, kami harus saling terbuka ?
Kami juga harus membahas banyak hal termaksud masalah apa yang ada diantara kami ? ''
'' apa maksudmu ke jenjang berikut nya ?'' bu Alin mulai meninggikan volume suaranya.
Ketakutan yang sudah biasa lupakan mulai menyeruak lagi.
'' Arya serius sama Lia '' tegas Arya.
' deg ' seakan jantung suami istri itu tercabut dari tempatnya.
'' Arya, sudah mama bilang kalau sampai kapanpun mama gak akan pernah bisa terima dia masuk ke dalam keluarga kita ''
'' maka Arya akan bawa dia ke tempat lain.
Arya hanya akan meminta restu pada kalian. Dan setelah itu Arya akan pergi dengannya ''
'' bicara apa kamu ? '' pak Handoko terlihat murka mendengar ucapan Arya barusan.
'' Arya mau nikahin Lia ''
Pak Handoko dan Bu Alin terperangah.
Mereka tak percaya jika Arya akan nekat.
'' kami tak bisa menerima perempuan yang jelas-jelas sudah dilecehkan dua kali oleh pria yang sama .
Apalagi jika jadi menantu !
Jadi jangan bermimpi kau akan mendapatkan restu dari kami '' tegas pak Handoko menatap tajam Arya.
'' seperti yang Arya bilang tadi.
Arya yang lebih tau apa yang sudah terjadi pada Lia.
Arya gak perduli apa kata orang.
Termaksud juga pendapat papa dan mama ''
'' Arya ! Sebenarnya apa kamu yang membuatmu sampai segitunya mempertahankankan dia ?
Kamu bahkan sama sekali gak mau mempertimbangkan perasaan kami.
Kami ini orang tuamu, Arya ''
'' Mama tanya apa yang buat Arya kekeh sama Lia ?
Karena Arya sayang, Arya cinta, Arya tulus sama Lia, ma ''
'' omong kosong dengan sayang, cinta dan tulusmu itu !!!
Kamu hanya belum mengenal perempuan lain saja, Arya.
Kalau saja kamu mau membuka hati, memberi kesempatan dirimu untuk dekat dengan perempuan di luar sana.
Papa yakin, kamu pasti bisa lupain dia ''
'' bukan Arya gak mau, tapi memang Arya gak bisa pah.
Arya gak bisa berpaling ke perempuan lain ''
'' Arya, nak..
Mama mohon sama kamu, jangan lakukan ini sama kami..Kami gak bisa biarkan kamu dengannya.
Kami benar-benar gak bisa menerimanya..
Dari segi apapun, dia tidak pantas buat kamu ''
'' jadi menurut kalian, perempuan seperti apa yang pantas buat Arya ?
Memang sehebat apa keluarga kita sampai harus mempermasalahkan status sosial untuk dapat menjadi bagian dari keluarga ini ?
Ingat pah, mah. Diatas langit masih ada langit.
Di luar sana masih banyak lagi yang jabatan dan ke kayaannya jauh diatas kita ''
'' tetap saja kami gak bisa terima dia.
Kalau kamu tetap nekat maka --''
'' maka apa ? Apa kalian akan menyebarkan gosip lagi ?''
'' Ar.. '' bu Alin tergagap-gagap , ia merasa seperti seorang pencuri yang sedang tertangkap basah.
Arya ternyata telah mengetahui apa yang sudah ia lakukan.
'' lakukanlah apa yang mau kalian lakukan.
Karena semakin kalian berusaha menjauhkan dan menyingkirkannya dari kehidupan Arya, maka Arya akan semakin tidak mungkin melepaskannya.
Dan jika kalian ingin menjatuhkan harga dirinya atau apapun lagi, Arya pasti akan pasang badan untuk melindunginya ''
'' ARYA !!!! '' suara pak Handoko begitu lantang terdengar.
''Arya pamit berangkat kerja '' pamit Arya yang langsung beranjak dari hadapan kedua orang taunya .
critanya ku tunggu muncul di Noveltoon tv ya thorr 😘😘😘😘
lanjut Thor😁
buat aku penasaran dan gregetan mau jitak Lia nih🤣🤣