Mami mami,dimana papi?
mami mami, bawa kami kepada papi..
..
..
Melelahkan menjadi orangtua tunggal.
apalagi harus mengasuh dan merawat dua anak kembar.
mereka sudah tumbuh besar,aku harus siapkan banyak jawaban untuk mereka.
mereka selalu bertanya dimana papi? siapa papi? dan kenapa papi pergi?
sungguh aku bingung,mau jawab apa..
..
..
aku terkejut saat aku mendengar,anak anakku berdoa dan meminta agar papinya kembali kerumah hidup bersama sama dengan bahagia..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dea Anggie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MAD - CLYDK S2
♡♡♡♡
SEKOLAH
☆Karren☆
Hari pertama sekolah. Kami pelajar terpilih sebagai perwakilan negara memperkenalkan diri.
Sekolah memberi kesempatan pada kami untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah. Mengenal lebih dalam tentang sekolah.
Aku kaget, saat melihat Deric lah perwakilan dari Inggris. Dia termasuk pemuda yang pintar dan ber IQ tinggi. Tapi sifatnya sungguh kekanak kanakan.
Kami dipandu untuk melihat sekeliling sekolah. Kami berjalan beriringan. Kami sekarang ada di perpustakaan sekolah. Bangunan yang sungguh luar biasa. Kami dipersilahkan masuk. Aku berjalan cepat menyusuri rak buku. Mataku tak berkedip melihat buku buku berjajar rapi tanpa debu. Perpustakaan ini memiliki 2 lantai.
Bisa dibanyangkan sebesar apa. Aku mencari cari buku yang sekiranya menarik.
Aku menemukan buku yang menarik, aku mencari tempat duduk untuk membaca. Aku hanya asal mencari.
Aku mendengar di sebelahku dua orang wanita yang sangat cerewet. Dia bergosip, dan bahan gosipnya adalah pria. Aku merasa terganggu. Aku mencari tempat lain untuk membaca. Aku berjalan naik ke lantain2. Dilantain2 juga penuh. Aku melihat pintu, aku membuka pintu dan keluar. Wow.. pemandangan yang indah. Aku melihat ada tempat duduk dan beberapa buku. Aku tidak pedulikan, aku langsung duduk dan lanjutkan membacaku.
"Permisi nona, bukumu menindih bukuku"
Aku menutup bukuku dan berdiri. Aku menatap arah suara.
Karren: Young Jun?
Jun: Kao Kao?
Karren: kau sekolah disini?
Jun: ya. Kau perwakilan?
Karren: iya, senang bertemu denganmu lagi Jun. kau kelas berapa?
Jun: kelas 12, kau pasti kelas 10?
Karren: hahaha(tertawa) iya benar. Kau tidak masuk kelas?
Jun: hari ini kelas ku kosong. Jadi aku datang kesini. Nanti jangan lupa datang untuk melukis denganku.
Karren: pasti aku akan datang.
Aku berbincang dengan Young jun. Dia bercerita saat lulus akan kuliah di Amerika. Orangtuanya meminta untuk mempelajari bisnis.
Dia tanya tentangku, aku? Aku masih belum ada persiapan apa apa. Yang pasti aku akan mengikuti apa kata orang tuaku.
~~
☆Darren☆
Aku membaca beberapa buku. Aku kesal sih.. selalu ada penganggu. Beberapa gadis telah datang megangguku membaca. Hanya untuk meminta tanda tangan dan berfoto. Mereka tau aku model iklan terhits di eropa. Bahkan beberapa dari mereka mencoba menggodaku.
Aku mencari Karren, disaat seperti ini malah menghilang ntah kemana. Deric menghampiriku dan menyapa.
Deric: hai, kau juga perwakilan?
Aku tak menjawab. Apa dia pura pura bodoh? Atau memang bodoh? Sudah tau semua yang disini adalah perwakilan masih bertanya. Aku tak mebvhiraukannya.
Deric: dimana si cantik(menutup mulut dengan cepat) ahh.. masudku Karren(tersenyum kaku)
Aku tak menjawab. Aku metapnya tajam. Berani sekali memanggil putriku cantik. Memangnya dia pikir, dia siapa?
Aku mendengar beberapa gadis berbincang disebelahku.
"Hei kau lihat tadi di atap?"
"Young Jun berbicara bersama gadis"
"Ah.. aku kesal, dia saja tidak mau aku ajak bicara"
"Siapa siapa?"
" Dia kelas 10. Sepertinya perwakilan. Cantik sekali"
" apa Young Jun menyukainya?"
"Sspertinya begitu, mereka tertawa bersama"
Aku menutup bukuku dan berlari menuju atap. Deric mengikutiku. Aku membuka pintu dan melihat Karren bersama pemuda tampan. Aku mengakui ketampanan nya. Wajah khas orang korea dengan lesung pipi.
Derren: ehem.. Kao, ayo turun
Karren: Dao Dao, kau?
Aku tak banyak bicara aku langsung menarik Karren turun dan meninggalkan si tampan. Aku melihat Deric. Deric menatapku dengan gemetaran. Aku tak pedulikan mereka, aku menarik Karren. Semua mata memandang saat aku memegang tangan Karren turun.
" hei lihat, tampan sekali"
"Pemuda eropa"
"Dia kan gadis di atap, kekasihnya kah?"
" eh lihat Young Jun turun"
Tanganku dipegang oleh si tampan. Dia mengcegahku pergi.
Jun: kau siapa? Langsung membawa Kao Kao?(seirus)
Karren: eh dia.. (Darren menatap dingin ke arah Karren,Karren tak bisa bicara)
Darren: aku siapa? Apa pedulimu?
Jun: kau menyakitinya.(melepas tangan Darren dan Karren, lalu membawa karren keluar dari perpustakaan)
Aku melihat, adikku dibawa pergi orang asing. Aku kesal, aku keluar dan mencari. Kekiri kekanan. Aku tidak menemukan Karren. Aku memendam amarahku pada si tampan. Awas saja jika bertemu lagi.
♡♡♡♡
☆Karren☆.
Young Jun membawaku berlari ke belakang sekolah. Aku kehabisan nafas.
Karren: hei, apa kau gila? Kau membuat kakak kembarku marah.
Jun: apa? (Kaget) yang tadi? Kakak kembarmu?
Karren: ya, kau sudah membuatnya marah membawaku pergi. Dia pasti akan menggantungmu jika bertemu lagi.
Jun: maaf. Aku hanya ingin menolongmu. Aku kira dia ingin mengganggumu.
Karren: aku dan dia tumbuh bersama dan selalu bersama, mungkin karena itu dia merasa kesal saat kau dekat denganku. Selama ini aku tidak punya teman dekat selain kakak kembarku itu.
Jun: oh begitu, jadi aku hanya salah paham saja. Maaf Kao.(menunduk)
Karren: hei, tenang saja. Semua akan baik baik saja. Aku akan mengajaknya ke taman nanti sore. Dia juga pandai melukis sepertimu.
Jun: baiklah, nanti aku akan minta maaf pada kakakmu.
Aku bertemu kembali dengan Darren dan menjelaskan perlahan. Meski masih kesal dia sudah memaafkan aku. Aku harus merayu Darren demi mengajaknya ke taman.
♡♡♡♡
TAMAN
Karren mengajak Darren menemui Young Jun. Darren kesal, Karren merayunya hanya karena Young Jun. Jun, melihat Darren dan Karren. Jun mendekat san menyapa.
Jun: Hallo Kao Kao, Hallo Dao Dao
Karren: Hallo Young Jun.
Derren menatap dingin Young Jun.
Jun: maaf Dao, aku tidak tau jika kau adlaah saudara kembar Kao Kao.
Darren: jadi?
Jun: aku hanya ingin berteman dengan saudaramu. Itu saja, aku harap kau tidak dendam padaku.
Darren: apa kalian sering bertemu?
Jun: ya, jika sore Kao Kao datang membantuku mengajar anak anak melukis. Kau bisa ikut juga.
Darren: Tidak, aku akan pergi jalan jalan. Kau jagalah adikku baik baik.
Karren: thankyou so much! I love you.. (merangkul dan mencium pipi Darren)
Darren: kau bersikap baik jika ada maunya, hubungi aku jika sudah selesai (Darren pergi)
Darren meninggalkan Karren bersama Young Jun. Darren duduk di tempat biasa dia beristirahat. Ada tangan yang menjulur dengan memegang roti isi. Darren melihat si pemilik tangan. Eun Mi tersenyum cantik.
Eun Mi: makanlah (bicara lembut)
Darren: (menerima) terimkasih..
Eun Mi: kau kenapa? Ada masalah?
Darren: tidak, (Darren melihat luka ditangan Eun Mi) kau terluka lagi? Apa perlu lapor polisi?
Eun Mi: tidak, ayahku tidak mungkin percaya. Dia lebih berpihak pada istrinya dari pada aku.
Darren: kau sungguh berbaik hati. Maaf aku tidak bisa membantumu.
Eun Mi: tidak apa apa, mengenalmu saja sudah cukup bagiku. Aku belum pernah bertemu dengan orang asing sebelumnya.
Darren menatap Eun Mi. Darren merasa iba, melihat banyak luka luka di tubuh Eun Mi. Tak lama berbincang Eun Mi pergi. Darren mengiyakan Eun Mi pergi.
♡♡♡♡
RUMAH
Alberto, Jane, Darren dan Karren makan malam bersama.
Alberto: bagaimama sekolah kalian?
Darren, Karren: baik.
Jane: apa kalian ada sesuatu?
Darren, Karren: tidak.
Alberto dan Jane saling menatap. Alberto mengangkat ke dua bahunya. Jane bingung melihat Darren dan Karren. Tidak biasanya mereka bersikap dingin pada Alberto dan dirinya.
Makan malam usai. Darren dan Karren meringkas piring masing masing dan bergiliran mencuci. Setelah itu mereka berjalan naik ke atas.
Darren: mi, pi, aku naik dulu..
Karren: papi, mami, sampai besok..
Darren dan Karren pergi ke kamar mereka masing masing.
Jane: apa kau lihat?
Alberto: apa?
Jane: Darren dan Karren aneh. Ada apa dengan mereka.
Alberto memegang erat tangan Jane.
Alberto: sudahlah. Jangan terlalu mencampuri urusan mereka. Mereka harus bisa memcahkan masalah mereka sendiri.
Jane: ya, tapi aku tidak tenang.
Alberto: nanti aku akan cari tau, Jika ada waktu. Kau jaga lah kesehatanmu. Ingat kau mengandung 2 janin.
Jane: oke.
Alberto meringkas piring di meja dan mencuci piring. Jane membersihkan meja makan.
Alberto: kau istirahatlah dulu sayang. Aku masih ada pekerjaan
Jane: baik. Kau jangan tidur terlalu larut, oke?
Alberto: oke, sayang.
Jane masuk ke dalam kamar. Alberto masih sibuk di dapur. Setelah menyelesaiakan pekerjaan di dapur. Alberto masuk ke ruang kerjanya.
#sebenarnya tidak ada masalah antara Darren dan Karren. Mereka hanya larut dalam pikiran masing masing#
(Selamat Membaca😉)
novelnya bagus tapi yang kurang lagi2 susah benar buat pemeran utama wanita yang berjuang untuk dapat maaf dan kesempatan pada pemeran utama dalam pria
kebanyak novel pemeran utama pria dibuat kayak karakter bodoh ditolak dan disakiti tapi terus saja kejar pemwran utama wanita kayak tidak ada wanita lain saja