SELAMAT MEMBACA🤗🤗🤗
Tentang perjodohan konyol yang dilakukan oleh kedua orang tua mereka membuat Raffa dan Kaila tumbuh dewasa lebih cepat
Raffa Arsenio mau tak mau menyetujui permintaan papanya untuk menikah karena terlibat janji dengan sahabatnya.
Kaila Leteshia diam-diam menyukai Raffa namun ia tidak bisa mengungkapkan perasaannya kepada Raffa dan entah keberuntungan apa yang ia dapat hingga suatu hari orang tuanya menjodohkannya dengan laki-laki yang ia cintai.
Awal pernikahan mereka saling berusaha untuk terbiasa satu sama lain dan Raffa berusaha untuk mencintai Kaila dengan hatinya.
Namun apakah cinta keduanya akan berjalan mulus? apa saja masalah yang akan dihadapi oleh keduanya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Listri Amanda Putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Parfum Siapa?
"Raff?" panggil Kaila.
"Hemm..."
"Udah dong ini kan di sekolah nanti kalo ada yang liat gimana Raff?" tanya Kaila.
Raffa mendesah pelan, "Sebentar La..."
"Raff, nanti lagi deh di apart ya? plis aku takut kalau ada yang liat kan bahaya."
Akhirnya mau tak mau Raffa mengalah, ia mengangkat kepalanya lalu menjauh sedikit dari Kaila.
"Lo keluar duluan aja, nanti gue nyusul dibelakang." ucap Raffa.
Kaila menganggukkan kepalanya, Raffa membuka pintu yang sebelumnya ia kunci lalu memperhatikan sekitar karena kondisi gudang dibelakang tidak banyak orang yang ada disana.
Kaila berjalan lebih dulu sedangkan Raffa berjalan sedikit jauh dibelakangnya sembari memperhatikan Kaila.
"Hai cantik ketemu lagi!" sapa Al.
Kaila menghentikan langkahnya saat tiba-tiba saja Al muncul di depannya sambil menyapa dengan senyuman cerah.
"Alvaro?" gumam Raffa saat melihat Al menghampiri Kaila.
"Mau apa dia?" gumamnya lagi.
Hampir saja Raffa mendekati Alvaro, namun sebuah tangan lebih dulu mendekapnya dan Raffa mengetahui siapa itu.
"Sayang!" pekiknya.
"Celine sayang, kamu dari mana?" tanya Raffa.
"Aku dari kantin nyari kamu tapi gak ada eh ternyata disini. Kamu abis ngapain?" tanya Celine.
"Emm... aku dari kamar mandi tadi." bohongnya.
"Ya udah yuk kita ke lapangan bola aja aku pengen ikut nonton juga." ajak Celine, ia merangkul lengan Raffa namun ia langsung menghentikan langkahnya.
"Wangi parfum cewek? sejak kapan Raffa pakai parfum cewek?" batin Celine.
Ia menghirup lamat wangi parfum yang bercampur dengan wangi parfum Raffa, wangi vanilla yang manis begitu jelas disana.
"Bukan parfum Raffa, tapi wangi parfum siapa?" batin Celine lagi.
"Kenapa Cel kok berhenti?" tanya Raffa.
Celine tersadar dari lamunannya, "Oh, gak ada kok.. yuk!"
Raffa dan Celine jalan berdua dengan Celine yang menggandeng tangan Raffa erat. Dengan sengaja Raffa berjalan ditengah-tengah Alvaro dan juga Kaila.
"Kalo mau pdkt jangan ditengah jalan dong, ngehalangi orang mau jalan aja." ucap Raffa saat melewati Kaila.
"Raffa? kenapa dia bilang begitu? trus kok tiba-tiba ada Celine?" batinnya.
"Ganggu aja tuh orang, ck." gerutu Alvaro.
"Yuk, kita cari tempat lain buat pdkt." ajak Al.
Kaila menatapnya sinis, "Bodo! pdkt aja sama tiang!"
Alvaro tersenyum miring menatap Kaila yang pergi berlalu begitu saja, dengan santainya ia mengikuti Kaila dari belakang.
"Gue mau tau dia ada di kelas mana." gumamnya pelan.
Kaila berjalan menuju kelasnya, orang pertama yang ingin ia beritahu tentang kemajuan pernikahannya dan Raffa adalah Elisa.
Namun Kaila merasa jika dirinya diikuti oleh seseorang saat melihat para siswi yang diikuti olehnya terlihat memekik kaget.
"Pasti dia ada disini." gumam Kaila.
Kaila tetap berjalan seperti biasa, ia tak melihat ke belakang sama sekali namun bukannya berbelok menuju ruang kelasnya Kaila malah menuju ke kamar mandi wanita.
"Ck, sial kenapa dia ke kamar mandi dulu!" gerutu Al dan langsung pergi setelahnya.
Kaila langsung cekikikan di dalam kamar mandi, "Mampus lo kan, suruh siapa ngikutin gue terus."
Kaila keluar setelah melihat Al yang sudah menjauh, ia langsung menuju ke kelasnya dan menghampiri Elisa yang berkutat dengan kebiasaannya, 'Berdandan'
"Udah Sa ntar lo kaya tante-tante." Kaila menahan tangan Elisa yang ingin memakai liptint.
"Kaila! gimana-gimana? dia bilang apa? dia ngajak lo kemana?" cercah Elisa.
"Emmmphhh!!" Kaila membekap mulut Elisa lalu dengan santainya ia duduk di kursi miliknya.
"Tanyanya satu-satu Sa..."
"Ya udah jadi gimana? dia ngomong apa ke elo?" tanya Elisa.
"Dia...." Kaila berhenti berbicara, ia mengingat lagi bagaimana perlakuan Raffa tadi kepadanya.
"Sayang." ucapnya tiba-tiba saat kembali memikirkannya.
Elisa bergidik ngeri saat melihat sahabatnya itu yang tiba-tiba saja tersenyum seperti orang gila dengan wajah memerah padam.
"Woi sadar! mikirin apa sih?" tanya Elisa.
Kaila kembali senyum-senyum sendiri, "Sayang Sa sayang...." ucapnya.
Elisa menepuk jidatnya, "Capek kalo ngomong sama elo La.."
...💜💜💜...
Malam harinya Raffa dan Kaila tengah menikmati makam malam bersama di meja makan, tadinya Kaila ingin memasak namun Raffa ingin memesan saja dari luar, entah kenapa ia ingin sekali makan ayam goreng berlogo kakek tua tersebut.
"Aku aja yang cuci piringnya, kamu tunggu di sofa aja La." ucap Raffa begitu Kaila selesai makan.
Kaila menganggukkan kepalanya, menuruti perkataan Raffa dan duduk di sofa menunggu suaminya itu.
Sambil menunggu Kaila memakan kue kacang buatan bundanya yang ia bawa pulang ke rumah. Kaila menyalakan televisi dan menonton salah satu sinetron favorit ibu-ibu dirumah terutama sang mama.
Saat tengah asyik menonton Kaila dikagetkan oleh Raffa yang tiba-tiba saja tidur di pangkuannya sambil memainkan ponselnya.
Bruk
"Raffa!" pekiknya.
"Sstt... aku pengen begini sebentar aja La, boleh ya?" ucapnya.
Kaila diam, dengan posisi seperti ini Kaila bisa melihat dengan jelas pahatan wajah tampan suaminya itu.
"Kaila... sayang?"
"I-iya?" jawab Kaila gugup.
"Aduh Raffa kenapa manggil aku sayang sih, kenapa juga tidur dipangkuan aku kaya gini."
"Iya aja La? kamu gak mau manggil aku sayang juga?" tanya Raffa.
"Astaga jawab apa?" batin Kaila.
"Kailaa..." panggil Raffa.
"I-iyaa.. Raffa sa-sayang."
Raffa mengulum senyum mendengarnya, dari bawah sana ia bisa melihat semburat kemerahan di wajah cantik Kaila, detak jantungnya yang berdebar kencang juga bisa Raffa rasakan.
"Ternyata kamu beneran suka ya La sama aku..." batin Raffa.
Raffa melihat wajah Kaila dengan lamat, memperhatikan mata indah milik Kaila yang tengah menonton tv demi menghindari Raffa.
"Kenapa mata kamu selalu bikin aku tergila-gila La?"
"Raffa, kamu gak mau makan buah?" tanya Kaila tiba-tiba, ia semakin salah tingkah saat melihat Raffa tengah menatapnya.
"Nanti aja, aku masih mau tidur disini dulu." jawab Raffa.
Mau tak mau akhirnya Kaila mengalah, ia memilih untuk menikmati kue kacang buatan bundanya sambil menonton tv dan membiarkan Raffa yang tengah tertidur di pahanya.
"La, kayanya aku bakalan putusin Celine secepatnya."
"Uhukk.. uhukk.." Kaila tersedak saat mendengar perkataan Raffa.
Buru-buru Raffa bangkit dan mengambil segelas air putih di dapur dan langsung memberikannya kepada Kaila.
"Kalo makan itu pelan-pelan sayang, kan jadi keselek."
"Uhukk... uhukk..." Kaila kembali tersedak air putih saat mendengar Raffa memanggilnya sayang.
"Kamu juga kenapa tiba-tiba manggil aku sayang? kan.. aku..."
"Kenapa La? kan aku mau belajar buat mencintai kamu, emangnya gak boleh ya kalau suami manggil istrinya sayang?" tanya Raffa lagi.
Kaila terdiam, ia jadi bingung sendiri harus menjawab apa pertanyaan Raffa tersebut.
"Bukan gak boleh Raff, maksud aku bilang dulu supaya aku gak kaget mungkin?"
Raffa mengernyitkan dahinya, "Apa maksud Kaila sih? bicaranya jadi aneh gini. Apa dia gugup ya?" batin Raffa.
"Aku pengen makan apel La." ucap Raffa tiba-tiba.
Kaila langsung menganggukkan kepalanya dan berjalan menuju ke dapur.
"Untung aja Raffa gak bilang macem-macem lagi." gumamnya, Kaila menghela nafasnya lega setelahnya.
btw siapa yg d'pesan raffa TF uang yyyy 🤔
moga aja celine g'ada niatan n rencana jahat buat misah'in kaila n raffa 😏