NovelToon NovelToon
Cerita Cinta Naina

Cerita Cinta Naina

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.7
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

Warning!!! 🚫 Bagi yang tidak suka adegan kekejaman dan penyiksaan, sebaiknya TIDAK USAH DIBACA!!! OK?! 🚫

Agar tidak meninggalkan komentar jelek diawal ❌❌❌

Cerita HAPPY ENDING 😍 jadi usahakan apabila ingin membaca, jangan dikasih komentar jelek sebelumnya!!! 🚫🚫🚫

Cerita penderitaan seorang gadis yang bernama Naina. Yang setiap hari disiksa oleh seorang Tuan Muda kejam (Arjuna Wijaya Kusuma).

Saran Author: Cukup baca season 1 & 2 saja.

Terimakasih 😍😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan dengan Bu Lita

Juna dan Romi sepakat untuk bekerja sama menemukan Naina. Romi memeriksa rekaman cctv tadi malam di rumah sakit sedangkan Juna bersama anak buahnya memeriksa rekaman cctv yang memantau jalan raya.

Romi melihat wanita itu keluar dari kamar dengan menggendong bayinya. Ia terus berjalan sambil terseok seok menuju halaman depan Rumah sakit. Kejadian itu terjadi tepat pada tengah malam disaat semua orang sudah mulai mengantuk.

Hasil rekaman cctv di jalan raya tidak memberikan titik terang kepada mereka. Naina menghilang tanpa jejak di sebuah jalan raya yang masih terlihat ramai.

Romi benar benar kecewa, perasaannya campur aduk sedangkan Juna marah marah tidak jelas, Ia bahkan menyalahkan bu Lastri karena tidak becus menjaga Naina hingga ia bisa melarikan diri.

" Jangan pernah menginjakkan kakimu di rumah besar, Aku tak ingin melihat wajahmu lagi!!! Mengerti!!!! " Juna menunjuk wajah bu Lastri. Kemudian ia dan anak buahnya pergi meninggalkan tempat itu.

" Tak apa bu Lastri... Ibu bisa bekerja dirumah ku..." Romi menenangkan wanita paruh baya yang sedang menangis itu. Romi tak menyalahkan Bu Lastri, Ia tahu wanita itu juga sangat kelelahan. Ia menjaga Naina dan bayinya sekaligus.

Di Rumah besar,

Juna tergesa gesa masuk kerumah itu. Ia mencari keberadaan Celline, Wanita yang menjadi dalang dalam kejadian ini. Juna menuju kamarnya, dia melihat kamar itu sangat berantakan.

Pakaian wanita itu sudah tidak ada sepertinya ia sudah meninggalkan rumah itu. Beruntung wanita itu tidak bisa membuka Brankas yang menyimpan semua perhiasan mahal dan surat surat berharga. Wanita itu pergi hanya membawa pakaiannya.

Juna merasakan kekecewaan untuk kesekian kalinya. Dulu ia kecewa karena Celline meninggalkan nya, sekarang ia kecewa karena ditinggalkan oleh Naina.

" Naina... kenapa kau meninggalkan aku... aku bahkan belum melihat bagaimana wajah anakku... Naina.... aku hancur tanpamu...." Juna menangis sambil terduduk disamping tempat tidurnya Naina.

Gabriel masih setia disampingnya, Lelaki itulah yang selalu berada disisinya jika majikannya itu dalam kehancuran.

Malam itu Juna kembali kedunia suramnya. Dunia dengan minum minuman keras.

Flash back on

Naina masih berbaring ditempat tidurnya, Ia melihat bayinya sedang tertidur lelap.

" Nak... Ibu tidur duluan ya..." Bu Lastri menyentuh kepala Naina.

" Ya bu... Naina masih belum ngantuk..." tersenyum.

Bu Lastri sudah tertidur. Naina melepaskan jarum infus yang ada di pergelangan tangannya. Ia mengambil salah satu daster bu Lastri dan memakainya. Naina meraih anaknya kemudian membawanya keluar dari tempat itu.

Tempat itu sudah terlihat sepi, sepertinya orang orang sudah mulai terlelap. Ia berjalan seolah olah ia hanya seorang pengujung ketika melewati para perawat yang sedang bertugas.

Naina berjalan sambil menahan rasa sakit dikepalanya. Ia masih belum sehat, Wajahnya pun terlihat sangat pucat.

Naina memantapkan hatinya, Ia ingin meninggalkan semua masa lalunya dan memulai kehidupan baru bersama anaknya nanti. Ia berjalan menyusuri jalan raya tanpa tau kemana arahnya. Hingga ia merasa menabrak seseorang, Kemudian ia tak sadarkan diri.

Seorang wanita cantik nan modis berusia sekitar 45 tahun. Wanita itu terkejut saat melihat wanita muda dengan seorang bayi yang baru lahir menabraknya dari belakang.

Ketika dia berpaling wanita muda itu sudah jatuh tak sadarkan diri.

Wanita itu sangat cemas ia meminta sopirnya untuk membukakan pintu mobil. Ia membawa wanita muda itu masuk kedalam mobil dan menyuruh sopir agar segera melajukan mobil itu ke apartemen miliknya.

......................

Naina membuka matanya, dia tidak tahu sedang berada di mana.

" Kau sudah bangun nak... " Seorang wanita cantik menyapanya. Naina Menatap lekat pada wanita itu.

" Saya dimana? Mana anak saya..." Naina masih kebingungan.

" Tenang nak... Kamu sedang berada di apartemen ibu dan anakmu sedang bersama bibi di ruang tamu. "

Naina ingin segera bangkit namun wanita itu melarangnya.

" Kamu istirahat saja, bibi akan membawa anakmu kesini. " Wanita itu pergi ke ruang tamu untuk menyuruh bibi membawa anaknya ke kamar.

Naina tersenyum melihat bibi itu membawa anaknya. Naina menggendong nya, Ia ingin memberinya asi. Wanita itu menatap lekat wajah Naina nan cantik dan manis.

" Nak... Maaf kalau ibu boleh bertanya, Kamu tinggalnya dimana? Kenapa malam malam begitu kamu masih keluyuran dengan bayi mu." Tanya wanita itu dengan penuh hati hati.

" Saya kabur dari Rumah sakit Nyonya... " Naina menunduk. Ia masih memberi anaknya asi.

" Rumah sakit? Tapi kenapa? " Wanita itu keheranan.

" Ceritanya panjang nyonya..." Wajah Naina kembali murung.

" Jangan panggil nyonya, panggil saja aku ibu. Apa kau mau menceritakannya sama ibu??? Wanita itu terlihat penasaran.

Akhirnya Naina bercerita semuanya dari awal dia bekerja dirumah itu, pertemuannya dengan Tuan Muda yang berujung dengan kehamilannya. Penyiksaan para wanita jahat itu, sampai akhirnya ia harus dirawat di rumah sakit. Naina tiada hentinya mengeluarkan air matanya di sepanjang ceritanya.

Wanita itu ikut menangis mendengarkan cerita Naina yang begitu menyayat hati. Ternyata wanita muda didepannya ini jauh lebih menderita daripada dia di masa lalunya.

" Ibu sangat salut padamu nak... Kau bahkan tak berniat membuang bayimu, padahal orang itu tidak pernah mau bertanggung jawab. " Wanita itu menyentuh wajah cantik Naina.

" Sekarang apa rencanamu? " tanya wanita itu iba.

Naina menggeleng, ia tidak tau harus kemana lagi setelah ini.

" Nak... Mulai hari ini jangan pernah menganggap dirimu sendirian. Sekarang ibu adalah keluarga mu... Kamu maukan menganggap ibu sebagai ibu kandungmu sendiri? " Tanya wanita itu.

" Aku tak ingin merepotkan ibu... " Naina

" Tidak nak... Ibu tidak merasa direpotkan. Malah ibu senang akhirnya ada seseorang yang akan menemani ibu, selain bibi. Dan... ada si tampan ini... dia akan jadi cucu ibu Sekarang... Oh ya siapa namanya? "

Naina menggeleng, Ia bahkan belum memberikan nama untuk anak nya.

" Kita akan pikirkan nanti nama yang bagus buat si tampan ini..." mengambil bayi itu dari pangkuan Naina dan menggendongnya sambil terus menciumi pipi bayi itu.

Naina masih takut untuk mempercayai wanita itu, Pengalaman nya terhadap orang yang tidak ia kenal begitu membuatnya trauma. Ya... Seseorang yang bahkan tidak ia kenal telah membuatnya sengsara seperti ini.

Pagi itu Bu Lita, Nama wanita itu, ingin mengajak Naina dan bayinya untuk ikut dia tinggal di kota X, Kota yang jauh dari kota yang ia tinggali sekarang.

Hal itu membuat Naina senang, Dengan seperti itu Ia bisa melupakan masa lalunya. Ia ingin memulai sebuah kehidupan baru. Bu Lita pun terlihat begitu bahagia karena Naina mau ikut dengannya.

" Bu... Boleh kah saya melihat makam ibu saya? sebelum kita berangkat... " Naina

" Tentu saja... Kita berangkat sekarang jadi nanti sore kita bisa berangkat menuju kota X. Bagaimana? " Naina mengangguk setuju.

Mereka memasuki Mobil mewah bu Lita. Sopir pribadi bu Lita segera melajukan mobil itu menuju kampung halamannya. Setibanya disana Naina memasang pashmina untuk menutupi kepalanya dan memasang kacamata hitam. Ia tak ingin siapapun mengenalinya.

Naina sedih menatapi puing puing sisa kebakaran yang melanda rumahnya. Satu satunya peninggalan dari sang ayah. Kini telah rata dengan tanah, Begitu banyak kenangan di rumah itu membuat air mata Naina menyeruak. Bu Lita memeluk Naina mencoba menyemangati wanita muda itu.

...****************...

1
Wahtu Saliga
buat yang ikhlas dan ridho di poligami ☺️ insyaallah jaminannya surga


kalau ikhlas
EndRu
setan
EndRu
cepet banget hamilnya..
perasaan baru beberapakali hari Lo
EndRu
mengerikan
EndRu
kejamnya melebihi hewan tuh Juna
EndRu
piring gelas kotor sebanyak itu siapa yang Makai. padahal Arjuna sendirian Lo. apa piring gelas oara pelayan yaa
EndRu
ya Tuhan.. sakitnya...
Lilis Rikawati
masa naina segitu cetek nya Thor rasa cinta nya SM romi.cepat banget dia luluh SM juna.kalau d lihat dr cinta nya naina ke Romi rasa" aneh dia SDH dapat menerima orang lain apalagi orang itu orang yg paling kejam.mesti nya naina bisa berjuang buat anak" nya tanpa juna.biar kan Juna menyesali perbuatan nya & menemukan wanita lain
Lilis Rikawati
ya ampun Thor ini mah ator halus nya yg jahat terlalu sadis.semoga d akhir cerita naina TDK bersatu dng arjuna.buat Arjuna menderita lahir & bathin
Nur Lizza
kapn bhgia nya naina.br mau bahagia dh ada aja penggangguny
Nur Lizza
sabar y naina sebentar lg amanda akn kenak karma ny
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
rsakn kamu junA
Nur Lizza
mantp
Nur Lizza
seru seru
Nur Lizza
bkn ny uda nikahy kok pulng
Nur Lizza
pasti juna.
ohy juna uda lht ankny blm y thor
Nur Lizza
lanjut
Nur Lizza
juna2 nunjuki rasa cintany sm naina dgn cr menyiksany aneh
Nur Lizza
kapn si juna sdr uds di tinggal sm naina pn gk sdr jg
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!