NovelToon NovelToon
PENGASUH SANG TAIPAN

PENGASUH SANG TAIPAN

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Contest / Tamat
Popularitas:307.8k
Nilai: 4.9
Nama Author: Mbak_na

bagaimana jika seorang wanita mendapat kesempatan untuk berada dekat dengan seorang taipan berwajah tampan? mengasuh seorang CEO tampan yang pikirannya kembali ke masa anak umur 8 tahun? punya kepribadian aneh? dan kadang wajah tampan itu bertranformasi menjadi imut dan selalu meluluhlan hati seorang karin..... sampai sampai bisa menembus jiwa kejombloan karin, lalu bagaimana jika pria itu kembali ke pemikiran dewasanya? bagaimana kehidupan duo sejoli itu nantinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak_na, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

I HOPE

Devan pov

 

“Kau terlihat seperti gelandangan ketimbang seorang pemilik dari perusahaan ini” aku menatap tajam tidak suka pada Arthur yang mengambil posisi duduk di sofa ruang kerjaku.

 

Kali ini aku tidak terpancing oleh perkataan busuknya barusan. Tenagaku sudah habis untuk mengeluarkan emosi. “Hah.... Jujur, kau lebih menyeramkan diam begini daripada mengoceh dan marah-marah padaku”

 

“Bisakah kau pergi?” Tanyaku dengan menunjukkan tatapan tidak suka pada keberadaan lelaki ini. Seminggu lamanya Karin kabur dari rumahku. Selama itulah batin dan juga jiwaku bermasalah. Aku memang tipe laki-laki bertemperamen tinggi, namun marahku bisa dibilang masih wajar.

 

Tapi sekarang, aku hanya menunjukkan ekspresi mematikan pada setiap orang yang lewat. Rasa kesalku pada diriku sendiri karena tidak bisa membuat Karin tetap di rumah, terlampiaskan pada setiap manusia yang menyapaku.

 

Penampilanku kusut setiap saat. Ketika malam aku hanya tidur di meja kerjaku, berusaha untuk memenangkan perang dengan perusahaan Bramasta. Dan siangnya aku harus memeriksa pekerjaan anak kaki tanganku. Mereka semua ku tugaskan untuk mengawasi Bramasta dan juga mencari keberadaan Karin.

 

Aku memejamkan mata, pening rasanya selama 3 hari 3 malam aku hanya tidur selama 2-3 jam. Tanpa Karin... aku tidak bisa tidur lebih dari 4 jam.

 

Ku gelengkan kepala mengusir rasa sakitnya, kemudian kembali ku sibukkan diri melihat beberapa kertas yang tersaji. Persetan dengan keberadaan kecoak itu, aku hanya perlu memfokuskan diri untuk tidak terlalu memikirkan gadis itu.

 

“Hah.... Aku kemari ingin memberikan informasi terkait tentang karin”

 

Aku tersentak dengan perkataan Arthur barusan yang menjurus pada Karin. Aku yang awalnya duduk segera berdiri, dan membuang kertas yang ada di tanganku. Aku melangkahkan kaki dengan rasa penasaran tinggi untuk mendekat pada nya.

 

“kau tau keberadaan Karin dimana?!”

 

“Tenanglah.... Kau benar-benar membuatku takut kali ini. Aku tidak mengatakan jika aku tahu dimana Karin berada, tapi aku punya sedikit informasi mengenai nya”

 

“apa maksudmu! Cepat katakan padaku!” aku setengah berteriak, rasa tidak sabarku untuk mengakhir penderitaan batinku dan menemui Karin membuatku akhirnya mengguncang bahu Arthur kuat.

 

“Hei! Lepaskan bahuku!” aku menatap tajam Arthur seolah olah ingin membunuhnya. Rahangku mengetat dan tanganku meremas bahunya semakin kuat. Tak kuhiraukan racauannya yang bahkan sudah seperti teriakkan.

 

 

“katakan sekarang” gumamku padanya.

 

“bukankah Alfred sudah memperingatimu untuk tidak membuatku marah Devan Antonio?”

 

Hah..... Nafsu membunuhku memuncak lagi hanya karena dia mengatakan jika dia tahu mengenai Karin. Aku menghela nafasku lelah, kulepaskan cengkeramanku pada Arthur dan mundur memberikan jarak.

 

“maafkan aku, aku terlalu kacau belakangan ini karena memikirkan dimana Karin”

 

“kali ini aku memaafkanmu, tapi jika kau memamerkan tatapan ingin membunuhmu lagi padaku, aku tidak akan segan-segan mengubur tubuhmu di belakang rumahku”

 

“sekarang katakan informasi apa yang kau tahu” ujarku dengan suara setenang mungkin, namun kurasa dia masih merasakan sisa-sisa aura membunuhku. Jujur saat ini aku bisa membunuh siapa pun yang ada di hadapanku tanpa terkecuali.

 

“sebelum aku memberi tahumu, aku ingin menanyakan sesuatu” aku mengepalkan tanganku marah di saat seperti ini dia masih mengulur waktu untuk bertanya padaku!

 

“aku tidak akan menjawab pertanyaanmu sebelum kau menjawab pertanyaanku” ujar Arthur setelah kulihat dia tajam dan dingin. Ku amati pria itu dengan perasaan jengkel dan marah, apa lagi dengan pandangannya yang meremehkan ku itu, semakin membuatku muak.

 

“Apa pertanyaanmu” kataku dengan mengalihkan pandangan, tidak ingin terlibat dengan makhluk satu ini.

 

“aku sudah tau kenapa Karin kabur dari rumahmu.... Dan Lea sangat mencemaskan keadaannya sekarang.... Hah, sebenarnya aku tidak mau menanyakan ini padamu, tapi lea merengek padaku untuk menanyakannya, “ aku menaikkan alisku sebelah, penasaran dengan maksud dari Arthur barusan.

 

“Apa Karin bahagia bersamamu? Jujur, aku sangat yakin kau tidak pernah menanyakan pertanyaan ini padanya”

 

Aku membulatkan mata tersentak,  mendengar perkataan Arthur barusan. Kupijat sekali lagi keningku, pening dan juga rasa sakit kepalaku kembali lagi. Pertanyaan yang dilontarkan barusan oleh Arthur lebih kepada pernyataan yang di tunjukan untuk menyadarkanku.

 

“hah.... Sudah ku duga kau akan bereaksi seperti ini lagi, itulah kenapa aku sangat meragukan kesungguhanmu kemarin ketika bertanya hal apa yang harus dilakukan agar membuat wanita terikat dengan laki-laki selamanya.”

 

Aku diam seribu bahasa tanpa mau melihat ke arah Arthur. Di satu sisi aku kesal dengan perkataannya, tapi di sisi lain semua itu benar adanya. Apa Karin bahagia bersamaku? Aku tidak pernah menanyakan ini padanya sekalipun. Hal yang kukira selama ini hannyalah keegoisanku agar dia menetap di sisiku. Menjadi obat yang mampu membuatku nyaman dan bahagia.

 

Dan sialnya lagi, pertanyaan ini mulai muncul dalam benakku. Apa aku pantas untuk memilikinya? Membahagiakan Karin?

 

“aku menyarankan padamu sebelum kau melamarnya, tanyakan pertanyaan ini padanya dulu, apa dia bahagia atau tidak? Dan jika dia memang ingin bersamamu, tentu saja itu terserah kalian berdua, tapi jika dia tidak ingin bersamamu-“

 

“Maka aku akan melepasnya, terima kasih atas saranmu” aku mengatakan ini dengan pelan dan suara yang tertahan, amarahku terhadap diriku sendiri semakin menjadi. Ini semua salahku, Arthur benar, tidak seharusnya aku memaksa gadis baik seperti Karin untuk berdiri di sisi pria jahat sepertiku.

 

Aku melangkahkan kaki menuju pintu keluar dengan kepala yang di tekuk. “informasi yang kau janjikan, beri tau pada pak fet, aku akan mendengarnya nanti”

 

“hei! Tung-“ aku tak menghiraukan panggilan laki-laki itu lagi. Aku keluar dari ruanganku dan menutup pintu tanpa peduli apa pun. Aku perlu menjernihkan pikiran dengan sesuatu saat ini. Memikirkan apa yang terjadi pada Karin.... Mungkin saja sekarang dia sedang berbincang dengan seseorang,

 

Aku mengepalkan tangan marah, membayangkan jika Karin berbicara dengan seorang pria.

 

“apa kau bahagia bersamaku?” gumamku dengan suara lirih. Kepala dan jantungku sangat sakit dan sesak, kembali kupejamkan mata meredam rasa sakitnya. Memikirkan ini semua menguras emosiku selama ini, aku tak bisa berpikir jernih lagi jika ini sudah bertambah parah.

 

Aku menghentikan langkahku, ku tarik sejumput rambut yang ada di kepala dengan kedua tanganku. Rasa sakitnya, sedikit berkurang memang, namun masih terasa dan kali ini bertambah menggebu-gebu, seiring kulepaskan perlahan.

 

Ada 2 hal yang  membuatku berpikir keras kali ini. Dua jalan yang membuat kepalaku yang awalnya ingin pecah, sekarang mau meledak, jalan pertama jika aku memiliki Karin, maka sudah dipastikan aku adalah pria paling beruntung di dunia, membayangkan bagaimana hari-hari kami berjalan melewati fase kehidupan yang rumit bersama-sama.

 

Pastinya aku akan sangat bahagia memiliki wanita itu, tanpa kusadari sebuah senyum tergambar di wajahku yang kaku. Memikirkan bagaimana kehidupanku bersama Karin, melihatnya setiap hari dan tersenyum kepadaku layaknya dua orang yang saling menyayangi. Betapa aku sangat menantikan momen indah itu.

 

Namun di sisi dan jalan lain.... Bagaimana jika dia sebenarnya tidak menyukaiku? Dan beralih ingin pergi meninggalkanku? Bahkan dari membayangkannya saja membuat kepalaku berdenyut sakit, seolah olah setiap rasa sakit yang timbul dan pergi dari tubuhku sudah terikat oleh keberadaan Karin.

 

Rasa sesak yang sangat menyakitkan dan memuakkan memenuhi rongga dadaku ketika pikiranku membayangkan Karin menggandeng tangan pria lain. Dan sialnya.... bagaimana Karin mencintai pria itu?

 

“tuan? Anda tidak apa? Saya akan memanggil-“

 

“tidak perlu,” aku kembali melangkahkan kakiku dengan normal seolah-olah tidak ada yang terjadi. Ku abaikan pak fet yang berjalan mengikutiku di belakang. Untuk apa memanggil Jhon sekarang, yang ada dia hanya akan menceramahiku supaya melupakan Karin, karena secara tidak langsung Karin menjadi penyebab rasa sakitku bertambah. Aku benar benar ingin menggantung kepalanya karena mengatakan hal itu terang-terangan di depanku.

 

Bukan 1 atau dua kali memang dia mengatakannya, dan itu benar benar membuat darahku naik setiap kali melihatnya.

 

“tuan.... Tuan Arthur mengatakan padaku jika Jerry, temannya nona Karin satu satunya, di temukan tidak bernyawa di loteng rumahnya sendiri”

 

“Apa kau bilang?”

 

 

 

1
Katarina Sutirah
cerita menarik
Yuni Tri Hastuti
Pinisirin
Rhenii RA
Saran aja thor, setiap babnya banyakin dialognya biar yang baca gak bosen, soalnya di beberapa bab kadang hanya ada 9 dialog😌
Rhenii RA
Dialognya terlalu sedikit thor
Jero Metriani
😂😂al dan mark akan bertemu jodohnya
aquawomen
kayanya Jhon sengaja ngasih obat biar Devan sakit terus
Umi Salamah
bagus sebenarnya tp kurang percakapannya jd terkesan kayak baca diary
Made Widianti
bosan juga .kkelebiha bercerita .percakapan x kurang .nggk seru jadix.
Nana effendy
hadir🤭
susy sulistyaningati
bisa disalurkan menjadi dd. bedah tuh anak2nya Karin-Devan, drpd jd monster bgt..
susy sulistyaningati
bknnya awalnya musuhnya Bram, kok malah terakhir Bram gk dibahas, malah dr. Jhon..🤔🤔
hrsnya diceritakan jg gmn Karin diselamatkan, ungkapan cinta Devan, permintaan ma'af Karin, gmn bucinnya Devan..
lha ini tiba2 sdh punya anak usia 5 th..😢😥
susy sulistyaningati
ngeri sekali dr Jhon.. sadis man..
ternyata tokohnya semya menyukai Karin kecuali Arthur..
akhirnya Jerry mampus jg, pasti de. Jhon atau suruhannya yg membunuhnya..
susy sulistyaningati
ternyata Jerry jg suka sm Karin..🤔🤔
kasihan Devan, dia sdh berusaha berubah malah Karinnya salah paham & akhirnya pergi drnya..
yg sabar ya Devan..
susy sulistyaningati
coba dinikahin & adiknya diajak tinggal bareng, mungkin Karin mau..
Lis Manda Cel
ketiga2nya ja thor...
Lis Manda Cel
ternyata lbh berbahaya dr pd bram,devan atopun arthur😔😔😔
Lis Manda Cel
lha iya karin kok mlh ngira devan cinta ma bayangan...hahaha...item doang klo bayangan apa yg mo dicinta hahaha
Lis Manda Cel
tetap semangat ya thor...gk usah baca komen2 yg tdk membangun👍👍👍
Lis Manda Cel
untung karin gk prnh mau mandiin devan ya...
Lis Manda Cel
jd devan udah ada ht ke karin dr sejak sblum hilang ingatan...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!