NovelToon NovelToon
Obsession Of Jayden

Obsession Of Jayden

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Bad Boy / Idola sekolah
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Alyssa Kim

Bagi Jayden Xeno Frederick, perempuan hanyalah makhluk rumit yang membuang waktu. Sebagai ketua VULTURES—geng motor paling disegani di Jakarta—ia punya segalanya: kuasa, ketampanan, dan pengaruh. Namun, sepulangnya dari program pertukaran pelajar di London, prinsip hidup Jayden runtuh dalam semalam. Ia bertemu dengan Elleanor Catleena Smith, murid baru pindahan Amerika yang barbar, gemar membuat rusuh, dan sama sekali tidak mempan dengan pesonanya.

​Elleanor—sang Queen Racer tersembunyi—berpindah ke Indonesia bukan untuk mencari cinta, melainkan karena didepak dari sekolah lamanya akibat merusak fasilitas sekolah. Sifat liar dan tak terkendali milik Elle justru memicu rasa penasaran Jayden. Rasa penasaran yang lambat laun bermutasi menjadi sebuah obsesi gelap dan posesif. Jayden menginginkan Elle, mutlak untuk dirinya sendiri.

​Namun, mengurung seekor burung hantu yang hobi berontak tidaklah mudah. Apalagi di belakang Elle, ada Alkana Putra Adhytama, ketua geng WOLFANGS.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alyssa Kim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 30: Garis Batas dan Akhir Sebuah Ilusi

​Suara serak Jayden yang menyusup lewat interkom helm mengirimkan sensasi dingin yang kontras dengan panasnya hawa mesin di bawah selangkangan Elleanor. Di atas kecepatan 180 km/jam, di bawah sorot lampu Sentul yang temaram, kalimat itu terdengar seperti vonis absolut.

​Smartband di pergelangan tangan kiri Elle bergetar hebat, mendeteksi lonjakan adrenalin yang seketika menembus angka 135 BPM.

​"Gua gak bakal kalah dari lo, Jayden!" balas Elleanor lantang melalui mikrofon helmnya, suaranya sarat akan keliaran yang menolak diredam.

​Dengan sentakan kasar, Elle memuntir tuas gas Yamaha YZF-R1 miliknya hingga habis. Mesin 1000cc spek Open Class itu melengking dahsyat, melontarkan bodi karbon hitam VÈRUNE melesat ke depan, memotong tipis moncong Kawasaki H2 Carbon milik Jayden tepat sebelum memasuki tikungan S besar.

​Jayden tidak panik. Dari balik visor helmnya, sepasang netra hitamnya justru berkilat memancarkan kepuasan yang pekat saat melihat mangsanya kembali berontak dengan cara yang begitu indah. Sisi obsesifnya membakar akal sehat. Jayden ikut memuntir gasnya dalam-dalam, membiarkan raungan supercharger motornya membelah malam, menempel ketat di belakang roda belakang Elle tanpa memberikan jarak satu jengkal pun.

​Vroooammm!

​Dua monster besi itu saling mengejar, membelah tikungan demi tikungan Sentul bagai dua bayangan hitam yang tak terpisahkan. Elleanor menggunakan seluruh kemampuan terbaiknya sebagai Queen Racer—melakukan late braking ekstrem, merebahkan tubuhnya hingga batas terbawah, dan mengambil jalur dalam yang berbahaya. Namun, sekeras apa pun ia mencoba membuat jarak, bayangan Kawasaki H2 Carbon itu selalu ada di sana, mengurungnya dari arah belakang seperti jeruji berjalan.

​Begitu mereka memasuki lintasan lurus utama menuju garis finis khayalan sesi latihan malam itu, Jayden mengambil jalur luar. Kecepatan motornya melonjak drastis melewati angka 260 km/jam. Dengan kontrol yang kelewat presisi, Jayden kembali menyejajarkan motornya, lalu dengan sengaja sedikit menggeser bodi motor tegapnya ke arah kanan, memojokkan jalur Elleanor hingga gadis itu terpaksa menurunkan kecepatan jika tidak ingin melebar ke area gravel yang bisa membuatnya celaka.

​Ckit!

​Elle mencengkeram rem depannya dengan rasa frustrasi yang memuncak saat motor Jayden melesat melewati garis finis terlebih dahulu, sebelum akhirnya melambat dan berhenti dengan mulus di tepi lintasan.

​Elleanor menurunkan standar motornya dengan sentakan kasar, membuka helmnya, dan menatap Jayden yang kini juga sudah turun dari motor dengan pandangan berapi-api. Napasnya memburu, membasahi dahi cantiknya dengan peluh keringat.

​"Lo bener-bener gila, Jayden! Lo hampir bikin kita berdua mati di tikungan tadi!" amuk Elle, sifat barbarnya meledak sepenuhnya di bawah langit malam Sentul.

​Jayden melangkah mendekat, melepaskan helm full-face-nya dan melemparkannya ke atas jok motor tanpa beban. Wajah tegasnya tampak begitu dingin, namun sorot matanya sarat akan kerapuhan gila yang terselimuti obsesi kepemilikan yang mutlak. Ia terus maju hingga tubuh tingginya kembali mengurung Elle di samping bodi motor karbonnya.

​Tangan kanan Jayden bergerak cepat, mencengkeram pergelangan tangan kiri Elle, lalu mengangkatnya ke atas di antara dada mereka. Layar smartband hitam itu menyala terang di kegelapan malam, menampilkan angka digital yang bergerak konstan.

​142 BPM.

​"Gua udah bilang, Elle," bisik Jayden, suaranya parau, rendah, dan begitu pekat. Jemari panjangnya mengusap pelat baja berlogo VULTURES yang melingkari tangan halus Elle. "Gua gak bakal pernah kalah, dan gua gak bakal pernah membiarkan lo lepas. Sejauh apa pun lo lari pake nama VÈRUNE, aspal ini... dunia ini... semuanya ada di bawah kuasa gua."

​Elleanor tertegun, menatap langsung ke dalam pusaran kegilaan di netra hitam Jayden. Di bawah siraman lampu sorot sirkuit yang mulai meredup, Elle menyadari satu hal yang mengerikan dari balik dadanya yang berdegup kacau: gelang biometrik ini bukan sekadar alat pelacak fisik, melainkan sebuah simbol bahwa pertahanannya telah runtuh. Kebebasan yang ia susun bersama Alka di markas Wolfangs semalam ternyata hanyalah sebuah ilusi yang sengaja dibiarkan hidup oleh sang predator sebelum ia benar-benar mengunci sangkar emasnya untuk selamanya.

1
Davina Aurora
lanjutt ka ceritanya seruu🤩🩷
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!