NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Fantasi Timur / Kultivasi
Popularitas:3.7k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Seorang siswa culun yang hidupnya selalu di warnai luka dan derita, ternyata memiliki garis keturunan dewa kultivator. Ia belum menyadarinya hingga suatu hari, ia nyaris tewas karena di keroyok oleh siswa lainnya yang tak suka kepadanya.

Di saat ia sekarat, seorang gadis cantik membawanya masuk ke dalam sebuah dimensi yang jauh dari peradaban manusia.

Namun, tentu saja hal itu membuatnya menjadi bingung saat tersadar, ia menganggap dirinya sudah mati, lalu bagaimana cara ia memulai kembali kehidupannya di dunia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Masalah baru

Nova yang sedang berada di kantin langsung menoleh begitu melihat Aruna datang bersama Kinan, dan begitu Aruna mendekat, Nova memperhatikan Aruna yang menutupi lengannya dengan jaket, ia menunduk dan menyembunyikan ekspresinya dari Nova.

Nova yang menyadari ada sesuatu yang aneh dengan Aruna, langsung menariknya untuk duduk di sebelahnya.

“Kamu kenapa Aruna?” tanya Nova.

Kinan menoleh ke arah Nova.

“Tadi dia hmmmffpptt!”

Belum sempat Kinan membuka mulut Aruna refleks menutup mulut temannya itu, tanpa sadar jaket yang menutupi memar di tangannya tersingkap, sehingga Nova dapat melihatnya dengan jelas.

Ethan dan yang lainnya saling bertukar pandang saat melihat ekspresi di wajah Nova berubah menjadi kelam.

Aruna langsung buru-buru menutupi lengannya itu.

“Kenapa dengan tanganmu?” tanya Nova dengan nada yang datar dan penuh penekanan.

Aruna mendongak, ia dapat merasakan aura kemarahan Nova. Ia menelan ludahnya lalu menjawab dengan suara yang bergetar.

“T-tadi... tadi aku...”

Nova refleks berdiri, dengan wajah yang sudah merah padam.

“Tunggu disini, jangan kemana-mana.”

Ethan berdiri mengikuti Nova, sementara Aruna hendak menyusul namun sayangnya kakinya sulit untuk di gerakan, semua itu sengaja di lakukan oleh Calista.

“Sebaiknya kamu diam, dan tunggu Nova kembali,” ucap Eveline.

Aruna hanya bisa menghela napasnya, ia hanya khawatir jika terjadi sesuatu kepada Nova.

Sementara itu, Nova melangkah dengan cepat dan melacak keberadaan Dion dan Alex, Ethan terus mengikutinya agar tidak terjadi sesuatu yang mengerikan.

Nova menuju halaman belakang, dimana biasa Dion dan teman-temannya berkumpul.

“Dion!” teriak Nova.

Suara Nova menggelegar bagaikan petir bagi Dion dan teman-temannya, mereka semua tersentak kaget dan bahkan membuat jantung mereka berdebar keras.

“Gawat! Ini pasti si Aruna ngadu,” bisik Alex.

Dion hanya bisa menelan ludah, saat melihat kedatangan Nova. Jantungnya terus berdebar saat Nova semakin dekat.

Ethan hanya menyaksikan itu sambil menertawakan Dion dan teman²nya, ia menyandarkan bahu kirinya sambil bersidekap dada.

“Dasar bocah bodoh, tamatlah sudah dirimu,” gumam Ethan.

Nova berdiri tepat di hadapan Dion, tak ada yang bergeming tak ada yang mengeluarkan suara. Hanya suara hembusan angin dan bahkan Nova bisa mendengar detak jantung semua orang.

“Sebaiknya hari ini kita tuntaskan urusan kita, jika kau memang laki-laki, aku tunggu di aula pertandingan!” ucap Nova dengan nada penuh tekanan.

Gleg.

Lutut Dion bergetar, begitupun dengan Alex yang berpura-pura sibuk menggaruk tengkuknya.

“Jika kau tidak datang, maka akan ku pastikan kau akan pulang dalam keadaan cacat!”

Setelah mengucapkan itu, Nova pergi meninggalkan mereka, Ethan tertawa saat melihat Dion hanya bisa diam dan mematung di tempatnya tanpa sanggup mengucapkan sepatah katapun.

***

Aula pertandingan kini di penuhi oleh semua murid dan guru, ajang beladiri dadakan ini atas izin pihak sekolah dan dalam pengawasan pihak berwajib. Dion merasakan aura kekalahannya begitu pekat, namun ia terpaksa harus menepati ucapannya sendiri.

Beberapa siswi dan siswa bersorak dan memanggil nama Dion, tak jauh di tribun yang satunya beberapa orang percaya dengan Nova dan yakin jika Nova bukanlah anak yang sesederhana yang mereka pikir.

Beberapa terlihat khawatir, karena tak ada yang tahu jika Nova bisa beladiri. Mereka berpikir bahwa Nova hanya bocah biasa yang akan kalah dengan satu tendangan dari Dion.

“Baiklah! Tarung bebas antara Nova Arvena dan Dion Wardana akan segera dimulai! Mohon kedua peserta memasuki arena pertandingan,” ucap Wasit.

Begitu keduanya masuk ke dalam Arena, suasana menjadi riuh pendukung kedua pihak memberikan semangat untuk keduanya.

Kini Nova dan Dion sudah berhadapan, Dion memakai baju taekwondo kebanggaannya, sementara Nova memakai seragam latihan karate milik Ethan.

“Sebaiknya kau menyerah, jika tidak ingin menanggung malu!” ucap Dion berusaha membuat mental Nova jatuh, padahal dia sendiri menyembunyikan rasa takutnya.

Nova hanya diam tanpa merespon apapun, matanya menatap tajam ke arah Dion tanpa sedikitpun berkedip.

Tangan wasit terangkat ke atas tanda duel akan segera dimulai. Dan...

Priiiittttt...

Tanpa basa-basi, Dion menerjang ke arah Nova dan langsung memberikan tendangan memutar. Nova tetap tenang dan hanya menggeser sedikit tubuhnya membuat Dion hanya menendang udara kosong saja.

“Sial! Jangan hanya bisa menghindar! Ayo kemari, lawan aku!” ucap Dion.

Nova tersenyum miring, tatapannya tertuju kepada Dion dengan satu hentakan kaki, Nova melompat tinggi dan memutar tubuhnya dengan cepat untuk memberikan tendangan ke arah bahu kanan Dion.

Semua orang menahan napasnya, dan akhirnya...

“Sial!”

Buughhh...

Tubuh Dion melayang dan jatuh menghantam matras, cepat, tepat dan akurat. Hingga semua orang terdiam membeku di tempatnya, hanya sekali saja Nova bergerak Dion langsung tumbang dan tak bergerak, membuat wasit dan tim medis yang di sediakan langsung mendekat.

Ethan tertawa puas, begitupun dengan yang lainnya. Sosok angkuh itu hanya di tumbangkan dengan satu gerakan saja oleh Nova.

“Semoga saja, anak itu akan kapok dan tak mengganggu teman kita lagi,” ujar Ethan.

Suasana aula pertandingan hening, tak ada yang bersorak mereka semua di bungkam oleh sosok Nova yang masih berdiri di tempatnya sambil menatap ke arah Dion yang sudah di angkut ke atas tandu.

“Nova, menjadi pemenangnya!” teriak wasit.

Baru disitu semua orang langsung bersorak, keheningan yang cukup lama itu bergantikan sorak sorai pendukung Nova, terlebih lagi para gadis yang mulai mengagumi sosoknya.

***

Di ruang ganti, Nova hanya duduk diam berusaha meredam amarahnya yang masih tersisa. Dan saat ia baru saja selesai berganti pakaian, Ethan datang bersama dengan yang lainnya.

“Nova, anak itu masuk rumah sakit dan mengalami patah tulang di bahu kanannya, kau terlalu keras teman,” ucap Ethan di iringi tawa singkatnya.

Nova tersenyum lalu ia berdiri menatap semua orang.

“Itu sudah cukup untuk menghukumnya,” kemudian ia melangkah keluar, Ethan dan Darius memberikan jalan.

Dan saat ia keluar Aruna sudah menunggunya dengan ekspresi yang penuh kecemasan.

“Nova, aku rasa kau dalam masalah,” ucap Aruna khawatir.

Nova hanya tersenyum sambil melangkah dan berkata. “Biarkan saja, aku tidak takut, lagi pula dia yang salah kan? Jadi apa yang harus aku takutkan,” jawabnya.

Tanpa disadari semua orang, Nova sudah memberitahu tuan Arga tentang kejadian Aruna. Dan tuan Arga sangat marah saat mendengarnya, dan tentu siapapun yang berurusan dengannya akan berakhir dengan penyesalan.

Semua orang yang melihat Nova memberikan jalan, tak ada yang berani menatap ke arahnya. Terlebih di belakang nya ada Ethan dan yang lainnya membuat semua orang tak berani hanya untuk sekedar menyapa.

“Nova, semua orang membicarakanmu,” bisik Aruna.

Nova menoleh sekilas.

“Biarkan saja, tidak terlalu penting.”

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!