NovelToon NovelToon
Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Sekte Nomor Satu Di Alam Semesta

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Reinkarnasi
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Syahriandi Purba

Lin Chen, seorang pemuda modern, bertransmigrasi ke Benua Langit Bela Diri. Sialnya, ia terbangun di dalam tubuh Master Sekte "Puncak Awan" yang sedang sekarat. Sekte tersebut dulunya berjaya, namun kini hanya menyisakan gunung tandus, bangunan hancur, dan Lin Chen sebagai satu-satunya anggota yang tersisa. Saat sekte musuh datang untuk mengambil alih tanah tersebut, Lin Chen membangkitkan Sistem Pembangunan Sekte Terkuat. Mulai dari merekrut murid jenius yang dibuang, membangun fasilitas ajaib, hingga menaklukkan surga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syahriandi Purba, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 12: Badai Pedang Perak

​Matahari bersinar terik di atas Lembah Kabut Merah. Sesuai dengan namanya, lembah ini diselimuti oleh kabut tipis kemerahan yang berasal dari uap energi Tambang Batu Roh di bawahnya.

​Di pos penjagaan utama tambang, Pengawas Gu—seorang pria kekar dengan bekas luka bakar di separuh wajahnya—sedang meneguk anggur dengan kasar. Ia adalah salah satu ahli Pembangunan Yayasan Lapis ke-3 milik Sekte Api Biru, ditugaskan khusus menjaga urat nadi kekayaan sekte ini.

​"Cepatkan kerja para budak babi itu!" teriak Pengawas Gu sambil membanting cawannya. "Master Sekte mengirim pesan darurat pagi ini. Tetua Ma dan utusannya menghilang tanpa jejak di arah selatan. Firasatku mengatakan sesuatu yang buruk sedang terjadi. Kita harus mengamankan kuota Batu Roh bulan ini sebelum matahari terbenam!"

​Para penjaga sekte tingkat rendah buru-buru berlarian membawa cambuk, meneriakkan cacian kepada para pekerja paksa yang kelelahan.

​Di kedalaman tambang, Lin Tian merasakan gejolak energi di sekitarnya. Telinganya yang tajam menangkap kepanikan para penjaga.

​Ada yang tidak beres di luar, pikir Lin Tian. Tangannya terus mengayunkan beliung, namun fokusnya sepenuhnya tertuju pada liontin hitam di dadanya yang kini berdenyut semakin cepat, seolah menyedot rakus sisa-sisa energi Batu Roh di dinding tambang.

​Sial, aku butuh sedikit lagi energi untuk menghancurkan segel ranahku... Jika terjadi kekacauan sekarang, rencanaku bisa berantakan!

​Tepat pada saat itu, sebuah suara dentuman yang sangat keras mengguncang seluruh lembah!

​BOOOOOOOM!

​Gerbang besi raksasa yang menutupi pintu masuk tambang terlempar ke udara seolah ditendang oleh raksasa tak kasat mata, hancur berkeping-keping. Peringatan formasi pertahanan tambang melolong secara gila-gilaan.

​"Serangan musuh! Ada musuh!" jerit salah satu penjaga yang selamat dari ledakan pintu gerbang.

​Pengawas Gu melesat keluar dari posnya, seluruh tubuhnya diselimuti aura api yang berkobar. "Siapa yang berani mencari mati di wilayah Sekte Api Biru?!" raungnya hingga menggema ke seluruh lembah.

​Asap debu di pintu masuk perlahan menipis. Alih-alih pasukan besar dari sekte saingan, yang muncul dari balik debu hanyalah tiga sosok.

​Di depan, seorang gadis kecil berusia belasan tahun dengan jubah putih bersulam awan perak melangkah maju perlahan. Matanya tertutup kain putih, namun auranya setajam silet yang baru diasah. Di belakangnya, melayang di udara dengan santai, adalah Lin Chen dan Ye Fan.

​Pengawas Gu menyipitkan matanya. "Hanya seorang gadis buta di Lapis ke-5 dan dua orang—"

​Kata-katanya terhenti di tenggorokan.

​Su Yue tidak mengatakan apa-apa. Ia hanya mengangkat tangan kanannya yang mungil dan menjentikkan jarinya.

​Sring! Sring! Sring!

​Ratusan kilatan cahaya perak meledak dari dalam Cincin Penyimpanannya. Seratus bilah Pedang Dedalu Perak melesat ke udara, berdengung bagaikan sekawanan lebah pembunuh yang haus darah.

​"Formasi Seratus Bintang... Bantai," ucap Su Yue dengan nada sedingin es.

​Seratus pedang itu menyebar, membentuk jaring cahaya perak yang menyapu seluruh area pelataran tambang. Kecepatannya melampaui kemampuan mata manusia fana untuk menangkapnya.

​CRAT! CRAT! CRAT!

​"AAARRGH!"

​Dalam waktu kurang dari sepuluh tarikan napas, puluhan penjaga Sekte Api Biru di tahap Kondensasi Qi awal tumbang ke tanah. Lengan terpotong, senjata hancur, dada tertembus. Darah mewarnai tanah tambang yang berdebu menjadi merah pekat. Su Yue tidak membunuh semua dari mereka secara instan—Gurunya mengajarkan untuk memberikan rasa takut yang tertanam di jiwa.

​Para budak tambang yang melihat kejadian itu dari jauh menjatuhkan beliung mereka, ternganga dengan lutut gemetar. Sebuah pembantaian sepihak!

​"Bocah iblis! Berani kau!" Pengawas Gu mengamuk melihat bawahannya dibantai. Api di tubuhnya melonjak membentuk ilusi harimau raksasa. Ia menerjang maju, berniat menghancurkan Su Yue dalam satu pukulan.

​"Adik Su, biarkan aku yang mengambil kepalanya!"

​Ye Fan yang sejak tadi menahan gatal di tangannya langsung melompat dari langit. Pedang Pemutus Surga di punggungnya tercabut, memancarkan niat membunuh purba yang membuat ilusi harimau api Pengawas Gu bergetar hebat.

​"Lapis ke-8 Kondensasi Qi berani melawanku?! Mati kau!" Pengawas Gu memusatkan seluruh Qi Pembangunan Yayasan-nya ke telapak tangannya.

​Namun, sebelum Pedang Ye Fan dan Telapak Api Pengawas Gu berbenturan...

​BLAARRR!

​Sebuah ledakan energi yang jauh lebih gelap dan buas tiba-tiba meletus dari dasar lubang tambang!

​Tanah bergetar hebat seolah terjadi gempa bumi. Retakan raksasa muncul dari dalam lubang tambang hingga ke pelataran. Dari dalam retakan itu, pilar pusaran udara berwarna hitam pekat membubung ke langit, menyedot paksa seluruh energi spiritual di lembah tersebut—termasuk api Qi milik Pengawas Gu!

​"A-apa yang terjadi?! Kenapa Qi-ku tersedot?!" Pengawas Gu panik, menarik kembali serangannya dan melompat mundur. Ye Fan juga mengerutkan kening, menggunakan pedangnya untuk menahan tubuhnya dari pusaran angin hisap tersebut.

​Di udara, Lin Chen yang sedang duduk santai di atas kursi yang dibentuk dari Qi, langsung duduk tegak. Ia mengaktifkan Mata Evaluasi-nya dan menatap lurus ke pusat pusaran hitam di dasar tambang.

​Panel sistem di benaknya berkedip liar dengan peringatan berwarna emas.

​[Ding!]

[Peringatan: Fluktuasi Energi Super Massive Terdeteksi!]

[Target Potensial Ditemukan!]

[Nama: Lin Tian]

[Usia: 17 Tahun]

[Bakat: Fisik Penelan Surga (Heaven Devouring Physique) - Baru Bangkit!]

[Potensi: 6 Bintang (Tingkat Mitos!)]

[Kultivasi: Lapis ke-10 Kondensasi Qi (Sedang menerobos ke Pembangunan Yayasan!)]

[Status Khusus: Memiliki Aura Protagonis Pembalas Dendam (Darah Klan yang Terbantai). Target memegang Artefak Kuno (Liontin Kaisar Kegelapan).]

​Lin Chen hampir tersedak ludahnya sendiri.

​Enam bintang?! Mitos?! Fisik Penelan Surga?! Dan namanya Lin Tian?! Lin Chen mengusap dagunya, matanya berbinar penuh perhitungan. Jika Ye Fan adalah tipe protagonis jenius yang jatuh lalu bangkit dengan pedang (Tipe Terhormat), dan Su Yue adalah tipe jenius cacat dengan bakat mematikan (Tipe Tersembunyi), maka pemuda bernama Lin Tian ini adalah tipe Protagonis Pendendam yang akan membantai seluruh benua demi klannya (Tipe Anti-Hero)!

​"Dunia ini benar-benar tidak masuk akal. Semua bibit monster ini seakan diantarkan ke depan pintuku," gumam Lin Chen, sudut bibirnya terangkat membentuk senyum penuh antusiasme. "Klan Lin... marga kita sama. Ini pasti yang dinamakan takdir sekte."

​Di bawah sana, pusaran hitam perlahan menyusut dan ditarik kembali ke dalam sesosok tubuh.

​Dari balik kepulan debu tambang, Lin Tian melangkah keluar perlahan. Pakaian budaknya compang-camping, tubuhnya dipenuhi luka, namun kulitnya kini memancarkan kilau perunggu yang kuat. Di matanya, terdapat pusaran jurang hitam yang seolah mampu menelan cahaya.

​Segel pada liontinnya telah sepenuhnya terbuka! Energi murni yang tersimpan di dalamnya telah mendorong kultivasinya secara paksa menerobos Kondensasi Qi Lapis Puncak, dan kini ia memancarkan setengah langkah aura Pembangunan Yayasan.

​Pengawas Gu menatap budak itu dengan ngeri. "L-Lin Tian?! Kau... bagaimana kau bisa memiliki fluktuasi Qi sebesar ini?! Kau menipu kami selama tiga tahun?!"

​Lin Tian tidak menjawab. Ia mengangkat tangan kanannya yang masih memegang beliung tambang yang patah. Energi hitam pekat (Devouring Qi) mengalir ke beliung itu, mengubah besi rongsokan tersebut menjadi senjata gaib yang mematikan.

​"Pengawas Gu," suara Lin Tian parau dan berat, seakan berasal dari dasar neraka. "Kau pernah bilang padaku, bahwa darah Klan Lin adalah darah babi yang hanya pantas membasahi tanah tambang ini."

​Lin Tian menghilang dari tempatnya. Kecepatannya jauh melampaui logika Kondensasi Qi!

​WUSSH!

​Ia muncul tepat di hadapan Pengawas Gu, matanya menatap tajam ke dalam mata pria kekar itu.

​"Hari ini, aku akan menunjukkan padamu, darah siapa yang akan membasahi lembah ini."

​Lin Tian mengayunkan beliung hitamnya. Tanpa teknik mewah, tanpa teriakan. Hanya tebasan vertikal yang memuat kekuatan hisap yang secara paksa menelan energi pertahanan Pengawas Gu.

​"T-Tunggu—!"

​CRASH!

​Beliung patah itu membelah pertahanan api Pengawas Gu seolah membelah tahu, menancap dalam di bahunya hingga menembus tulang rusuk. Pengawas Gu menjerit histeris, namun jeritannya tercekat ketika ia menyadari energi Qi dan vitalitas darahnya sedang disedot dengan cepat ke dalam beliung tersebut, mengalir masuk ke tubuh Lin Tian!

​Teknik Penelan!

​Dalam sekejap mata, tubuh Pengawas Gu yang kekar menyusut menjadi mayat kering. Lin Tian menarik beliungnya, membiarkan debu mayat itu tertiup angin.

​Ye Fan, yang menonton dari jarak dekat, mencengkeram gagang pedangnya erat-erat. Darahnya mendidih melihat kekuatan buas dari pemuda sebayanya itu.

​Lin Tian berbalik, tatapannya yang sedingin es kini beralih pada Ye Fan, Su Yue, dan akhirnya, menatap lurus ke arah Lin Chen yang melayang di udara. Ia tidak tahu siapa mereka, tapi insting bertarungnya yang baru bangkit memperingatkannya bahwa pria berjubah putih di udara itu adalah ancaman yang jauh, jauh lebih mematikan dari seluruh Sekte Api Biru disatukan.

​"Kalian siapa?" tanya Lin Tian penuh kewaspadaan, energi hitam kembali bergejolak di sekitar tubuhnya. "Apakah kalian bala bantuan Sekte Api Biru?"

​Lin Chen perlahan turun dari udara, mendarat di antara Ye Fan dan Su Yue. Ia melipat tangannya di belakang punggung, memancarkan aura seorang Master Besar yang tak tersentuh debu duniawi.

​"Bala bantuan?" Lin Chen terkekeh pelan. "Pemuda yang menarik. Kami datang ke sini untuk meratakan tambang ini dan memotong akar Sekte Api Biru. Sepertinya, kita memiliki tujuan yang sejalan."

​Lin Chen memandang mata Lin Tian yang dipenuhi kewaspadaan dan dendam. Ia tahu, merekrut serigala penyendiri seperti ini tidak bisa dilakukan dengan paksaan atau sekadar melempar pil seperti pada Ye Fan. Ia harus memberikannya sesuatu yang mustahil.

​"Namamu Lin Tian, bukan?" ucap Lin Chen, suaranya tenang namun bergema dengan karisma mutlak. "Garis keturunanmu dibantai. Kau menyembunyikan dirimu sebagai budak selama tiga tahun di tempat kotor ini demi membalas dendam. Aku menghargai kegigihanmu."

​Mata Lin Tian menyipit. "Bagaimana kau tahu itu semua?!"

​"Tidak ada yang luput dari mata Sekte Puncak Awan," jawab Lin Chen arogan. Ia menunjuk ke arah utara. "Kau bisa pergi ke Sekte Api Biru sekarang dan membantai kroco-kroco mereka. Tapi kau tahu, dengan kekuatanmu saat ini, Master Sekte mereka yang berada di ranah Pembangunan Yayasan Lapis Puncak akan dengan mudah meremukkanmu."

​Lin Tian menggigit bibirnya hingga berdarah. Ia tahu pria berjubah putih ini benar. Ia butuh waktu bertahun-tahun lagi untuk bisa menantang Master Sekte Api Biru.

​"Lalu apa maumu?!" geram Lin Tian.

​Lin Chen tersenyum, mengulurkan tangannya. "Jadilah Murid Ketigaku. Bergabunglah dengan Sekte Puncak Awan. Jika kau ikut denganku, kau tidak perlu menunggu bertahun-tahun. Dalam waktu tujuh hari, aku berjanji padamu, kepalamu sendiri yang akan memenggal Master Sekte Api Biru."

​Hati Lin Tian bergetar hebat. Tujuh hari? Memenggal ahli Puncak Pembangunan Yayasan dalam tujuh hari?! Apakah pria ini gila, atau dia benar-benar seorang dewa?

1
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Amrye Jhon
semangat
Amrye Jhon
lanjut
Amrye Jhon
bagus
Amrye Jhon
mantap
Ress
Kurang ajar memang🤣/Sob/
Deevy Tresiyana
💪Thor karya mu sangat kereeen
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!