NovelToon NovelToon
AKU IBU TIRI MUDA

AKU IBU TIRI MUDA

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Miss Danica

Bailla adalah gadis muda berusia 20 tahun seorang putri tunggal yang memiliki karakter yang manja dan terbiasa hidup dengan kemewahan ia terpaksa menjadi ibu tiri muda dan menikah dengan duda beranak 3 yang terpaut usia 20 tahun. Pernikahan itu terpaksa terjadi idikarenakan perusahan orang tuanya diambang kebangkrutan akibat tertipu investasi bodong. Bagaimana Bailla menghadapi kehidupan sebagai istri dan ibu muda untuk anak-anak yang usia hampir sama dengannya ?? banyak hal lucu dan sedih yang terjadi degan Bailla si ibu tiri muda ini. ,🥰🥰

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miss Danica, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KHURSUS SINGKAT MEJADI ISTRI YANG JAGO DIDAPUR DAN DISUMUR*

Satu hal yang menjanggal hati Bailla. Menaklukkan anak-anak dengan perhatian dan rayuan sudah hampir berhasil. Selanjutnya menaklukan hati mereka dengan 'Masakan Penuh Cinta' ini yang berat. Mengingat mereka gak pakai pembantu jadi nanti pasti semuanya Bailla yang lakuin berberes rumah, mencuci, dan memasak. Walaupun pak Arya pernah bilang kalau Bailla mau gak repot biar mereka pakai Jasa mbok atau pembantu rumah tangga aja.

"Gue pernah baca dinovel laki-laki dan anak-anak akan bahagia jika perut mereka kenyang. Nah ini akan diterapkan dirumah. Biar mbok cukup berberes rumah, nyuci dan pekerjaan yang lain kecuali 'Memasak' ". Bailla berbicara sendiri dikamar.

"Ya Ampun Bailla sampai segitunya persiapan jadi ibu tiri dan istri pak duren". Bailla menepuk jidat sendiri.

Bailla nongol di dapur, pakai celemek gambar hello Kitty yang biasa ia pakai untuk masak Indomie

“Mami....Mami...ajari aku masak dong. Yang gampang. Yang kalau gosong, gak bikin Pak Arya cerai.”

Mami yang tengah asyik memasak terkejut mendengar teriakan anak gadisnya ini. "Mimpi apa aku semalam kok anak ini tiba-tiba mau belajar masak". Batin mami.

"Wah tumben anak gadis mau belajar masak biasa lihat dapur aja seminggu sekali kalaupun ada hehehe". Jawab mami sambil tersenyum geli.

"Mami.... Jangan gitu dong Bailla ini sudah mau jadi Mak Mak dan istri masak gak bisa memasak." Nanti kalau pak Arya kelaparan gimana kan mami ikutan malu juga dunk....". Balas Bailla dengan alasan klasiknya.

"Alhamdulillah anak mami sudah mulai dewasa. Oke kita mau masak apa dulu ini?". tanya mami

"eeemm Nasi goreng gak gosong mi ". Jawab Bailla sekenanya. Secara dia sudah janji dengan Ara untuk masak nasi goreng Gak gosong.

Mami lagi ngiris bawang. Ketawa. Tapi matanya sayu. Ini mungkin les masak terakhir dia sama anak gadisnya sebelum anaknya jadi istri orang.

“Ya udah. Kita mulai dari menu wajib istri,” kata Mami, ngelap tangan ke celemek. “Nasi goreng. Kalau nasi goreng kamu enak, Pak Arya betah. Kalau gosong... ya siap-siap denger ceramah.”

Bailla salutin buku tulis. Serius. Kayak mau UAS.

Pelajaran 1: Ngerasain Api*

“Kompor dinyalain apinya jangan besar-besardan jangan kekecilan “Kalau kegedean, cepet gosong. Kalau kekecilan, gak mateng-mateng. Harus pas. Harus dirasain.”

Bailla manggut-manggut. Nulis: Api \= Jangan besar-besar.

“Terus, Mi?”

“Terus dengerin. Nasi goreng yang enak itu bunyinya ‘ces... ces...’ bukan ‘krosak krosak’. Kalau udah ‘krosak’, berarti bawahnya udah jadi arang.”

Bailla ketawa. Mami juga. Tapi terus Mami diem.

“Mi?”

“Gak apa-apa,” Mami senyum, ngaduk nasi. “Mami inget ngajarin kamu bikin telor ceplok umur 9 tahun. Kamu nangis karena kuningnya pecah. Sekarang... sekarang kamu mau belajar bikin buat suami.”

Bailla gigit bibir. “Mi, aku takut gak bisa, Mi.”

Mami matiin kompor. Genggam tangan Bailla. Tangan Mami yang halus , tapi hangat. “Bailla, dengerin Mami. Masak itu bukan soal resep. Itu soal niat. Sarah, almarhumah istri Pak Arya, masakannya juga dulu biasa aja. Tapi Pak Arya habis terus. Kenapa? Karena ada ‘rasa’nya.”

“Rasa apa, Mi?”

“Rasa mau ngelayanin. Rasa mau bikin kenyang orang yang kita sayang. Mau sayang beneran, mau sayang pura-pura, kalau niatnya bener, makanan kerasa.”

*Pelajaran 2: Praktek Lapangan*

Mami mundur. “Sekarang kamu. Bikin satu porsi. Bumbu udah Mami siapin. Gak pake nanya.”

Bailla mulai panik. Tangan gemeter. Dia tuang minyak, masukin bawang, bunyi “ces”. Dia seneng. Terus masukin nasi, kecap, aduk.

Lima menit kemudian, wajan berasap.

“Mi! Gosong! Gosong!” Bailla jerit.

Mami santai. Matiin kompor. Ngorek nasi goreng item di wajan. Nyicip dikit.

“Ya... ini mah bukan nasi goreng, Nak. Ini nasi kebakaran,” Mami ketawa, tapi matanya berkaca. “Tapi...”

“Tapi apa, Mi?”

“Tapi usaha kamu gak gosong.”

Bailla meluk Mami. Celemek belepotan kecap. “Mi, kalau nanti Pak Arya marah gimana? Kalau Arbil buang makananku gimana?”

Mami elus punggung Bailla. “Kalau Pak Arya marah karena masakan, berarti dia bukan jodoh kamu. Laki yang baik itu, nasi gosong juga dimakan, terus besoknya ngajarin lagi. Kayak Papi kamu dulu. Inget gak? Mami pertama masak, sayurnya keasinan. Papi kamu habisin, terus bilang ‘kurang asin dikit, Mi’. Padahal dia minum air galon tiga gelas.”

Bailla ketawa, ingus meler. “Jadi aku harus nyari resep apa nyari sabar, Mi?”

“Dua-duanya, Nak,” Mami nyolek hidung Bailla yang item kena angus. “Ini, Mami kasih buku resep. Tulis tangan Mami. Dari sambel terasi sampai sop ayam buat Ara kalau demam. Tapi inget ya...”

Mami nyerahin buku lusuh, sampulnya gambar bunga. Di halaman pertama ada tulisan: Buat Bailla, biar tangannya gak cuma buat nulis skripsi, tapi juga buat ngangetin perut keluarga.

“Resep ini cuma pemandu. Bumbu utamanya kamu tambahin sendiri: sabar, ikhlas, sama jangan gengsi minta maaf kalau gosong.”

*Ujian Akhir: Nasi Goreng Jilid 2*

Bailla coba lagi. Kali ini apinya kecil. Ngaduknya pelan. Masukkin telor, diorak-arik. Masukkin bakso, irisan Dito, irisan Ara, irisan Bima — bukan, maksudnya bakso dipotong kayak nama anak-anak. Biar inget, dia masak bukan buat dirinya.

Jadi. Mateng. Gak gosong. Warnanya cokelat cantik.

Mami nyicip. Ngunyah. Diem.

Bailla nahan napas. “Gimana, Mi?”

Mami nodong sendok ke mulut Bailla. “Rasain sendiri.”

Bailla nyoba. Asinnya pas. Manisnya ada. Bau bakarnya dikit, tapi... enak. Enak kayak rumah.

“Mi...” Bailla nangis lagi. “Enak, Mi.”

Mami peluk anaknya. Kenceng. “Iya, Nak. Enak. Kamu lulus. Besok, kalau Pak Arya protes, suruh telpon Mami. Biar Mami yang marahin.”

Sore itu, Bailla bungkus nasi gorengnya. Dibawa ke rumah Pak Arya.

Bima makan lahap. Ara nambah. Dito... Dito nyicip, diem, terus ngomong, “Mendingan daripada kemarin. Gak kayak arang.”

Itu pujian tertinggi dari Dito.

Pak Arya habisin sampai butir terakhir. Terus dia bilang, “Yang masak siapa?”

“Mami yang ngajarin,” jawab Bailla jujur.

Pak Arya angguk. “Sampaikan ke Mami, rasanya... kayak rumah.”

Malamnya, Bailla buka buku resep Mami. Di halaman terakhir ada selipan surat:

“Nak, kalau capek, pulang. Mami masakin. Kalau berantem, pulang. Mami dengerin. Pintu rumah ini gak pernah dikunci buat kamu. Tapi Mami doa, kamu gak perlu pulang karena luka. Mami doa, kamu pulang cuma buat bawain Pak Arya dan anak-anak, nyicip masakan Mami. Jadilah istri yang kuat, Bailla. Kayak wajan, makin sering dipake, makin hitam, tapi makin enak masakannya.”

Bailla nutup buku. Naruh di koper yang udah setengah penuh.

Sebentar lagi dia menikah. Dia belum pinter masak. Tapi dia udah punya resep paling penting dari Mami: berani gagal, berani coba lagi.

Note : Tolong dicatat ya bestiee ini resep penting bagi seorang istri.😃😄

...****************...

...****************...

1
Yuliyana
ada bima n dito, siapa ya ?
Miss Danica: Maaf kak di Bab ini ada perubahan nama tokoh dan ada yang lupa edit ... Makasih atas koreksiannya. Selamat membaca kak 😍🙏
total 1 replies
Miss Danica
Hay gaeess sahabat NT mohon suportnya karya pertama ku ini ya. mohon bimbingannya juga semoga sehat sehat semuanya sukses untuk kita semua.😍😍😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!