NovelToon NovelToon
Lelaki Berkacamata

Lelaki Berkacamata

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Tamat
Popularitas:644.3k
Nilai: 4.9
Nama Author: tompealla kriweall

Suyitno merubah namanya menjadi Alex, semua bermula dari ketidak sengajaan yang terjadi disebuah persimpangan jalan.

Seiring berjalannya waktu Suyitno menemukan jati dirinya yang sebenarnya, rahasia yang tidak pernah dia ketahui sepanjang umurnya. Bahkan ibunya yang selalu menutup cerita darinya tentang masa lalu yang terjadi sehingga dirinya hadir di dunia ini.

"Kamu bukan orang lain untuk diriku, tapi ada hubungan darah yang lebih dari itu" kata tuan Ali suatu hari pada Alex.

"Ibu bukannya tidak mau bercerita yang sebenarnya, tapi ada hal yang harus ibu lakukan untuk melindungi dirimu" ucapan ibu Suyitno semakin membuat Suyitno penasaran tentang siapa dirinya yang sebenarnya.

Mungkinkah Suyitno adalah takdir dan karma lain dari kehidupan dimasa lalu, mampukah Suyitno menerima segala hal yang tidak pernah dia bayangkan sebelumnya?

Lalu ke mana cintanya akan berlabuh setelah semua terbuka dan mengetahui siapa dirinya ?

"Cinta tidak memandang dari apa yang ada, tapi lebih dari sebuah rasa untuk selalu ada bagaimana pun keadaanya."

Siapa yang berkata demikian saat Suyitno tidak mempercayai cintanya?
Mirna, Meilan atau mungkin mis Lina?

Waktu memang membuat rahasianya sendiri untuk kehidupan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tompealla kriweall, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tuan Ali Menghilang

Manusia-manusia urban masih sibuk dengan kepentingan masing-masing untuk mempertahankan hidup dikota metropolitan seperti Jakarta. Semua masih sama, pagi mengejar waktu agar tidak terlambat karena urusan macet yang tak pernah punya solusi di ibu kota seperti Jakarta yang terlalu padat penduduknya ini.

Sore hari pulang dengan kelelahan yang membuat emosi terus naik. Rutinitas kehidupan dengan kesibukan yang tiada habisnya, begitulah gambaran manusia-manusia pada umumnya dikota metropolitan ini.

Dalam keseharian Alex tidak ada bedanya dengan mereka, para penduduk yang sama mengantungkan masa depan dengan kesibukan masing-masing.

Pagi ini diruang makan saat sarapan, mereka bertiga makan dengan hikmat. Menikmati menu sarapan buatan mbok Narti seperti biasa. Om Tio hari ini sudah siap untuk ke kantor polisi dan pengacara yang sudah dimintai tolong oleh tuan Ali untuk menangani kasus ini meskipun masih tertutup dari sorotan umum.

Tuan Ali menyerahkan segala urusan tersebut pada om Tio agar ditangani secara tuntas namun tetap terjaga dari endusan media, dia percaya jika sahabatnya ini bisa menangani dengan baik.

"Kami berangkat sekarang, nanti siang aku akan menyusulmu ke kantor pengacara Yo." Tuan Ali pamit pada om Tio setelah dirinya dan Alex selesai sarapan.

Om Tio yang sudah selesai pun mengangguk dan segera ikut bersiap dengan tujuan yang berbeda.

"Aku menunggu kabar dari mu saja." Kata om Tio setelah tidak lagi di lihatnya tuan Ali akan berbicara.

"Baiklah, aku akan mengabari mu nanti." Jawab tuan Ali sambil mengangguk paham. Alex masih terdiam dengan berbagai pertanyaan yang dia simpan sedari kemaren, ingin dia segera bertanya tapi belum mendapatkan kesempatan yang tepat. Mungkin saat diperjalanan menuju kantor akan ditanyakan pada papanya jika suasana memungkinkan.

*****

"Sedari tadi aku perhatikan ada hal yang ingin kamu sampaikan Lex, ada apa?" tanya tuan Ali saat sudah masuk ke dalam mobil. Pak Min seperti biasa, duduk takzim mengendalikan kemudi agar tuannya yaman sepanjang perjalanan ke kantor.

"Apakah Alex boleh bertanya sesuatu pa?" Akhirnya Alex membuka suara untuk bertanya juga setelah beberapa menit tidak menjawab tanya tuan Ali, papanya.

Tuan Ali menarik nafas panjang dan mengangguk sebagai jawabannya.

"Aku tahu aku bukan siapa-siapa, tapi bolehkah aku di libatkan dalam kasus ini?" Alex bertanya lirih dan hati-hati.

"Bukannya papa tidak ingin melibatkan dirimu, tapi papa tidak ingin kehilangan dirimu lagi." Tuan Ali menjawab dengan mata yang berkaca-kaca, membuat Alex semakin bingung.

"Suatu saat jika situasi sudah kondusif dan kamu sabar, semua pasti akan terjawab." "Papa harap kamu tidak membenci apa yang sudah terjadi, papa minta maaf untuk itu." Tuan Ali mengucapakan semua kalimatnya dengan nada bergetar, seperti ada yang membuatnya sesak dalam dada.

Alex semakin bingung namun tidak lagi bertanya, mungkin memang belum saatnya dia tahu apa yang sebenarnya terjadi. Namun firasat Alex mengatakan jika dirinya dan tuan Ali ada ikatan yang dia sendiri tidak tahu apa, tapi ini sedikit membuatnya nyaman atas perlakuan tuan Ali selama ini yang terkesan melindungi dirinya. Alex sangat bersyukur dengan itu, apa lagi sedari kecil bahkan sejak lahir dia tidak mengenal sosok papa sama sekali. Sekarang Alex bisa merasakan bagaimana rasanya punya papa yang peduli dan menyayangi dirinya, sesuatu yang dia impikan sedari dulu.

*****

"Papa berangkat dulu menyusul om Tio, jika ada hal yang terjadi yang mendesak dan kamu tidak bisa mengatasi selama dikantor segera hubungi papa." Tuan Ali pamit pada Alex selepas makan siang.

"Ya pa, diantar pak min?" Alex bertanya bukan tanpa sebab, supir sekaligus pengawal bribadi papanya itu tadi ijin pulang karena istrinya kecelakaan.

"Papa nyetir sendiri, jangan kuatir papa masih kuat." Jwab tuan Ali sambil terkekeh. Ditepuknya pundak Alex pelan untuk meyakinkan kemudian berlalu.

"Hati-hati pa." kata Alex sebelum tuan Ali menghilang dari pandangan, sedangkan tuan Ali hanya mengangkat tangan kanannya tanpa menoleh kebelakang kearah Alex. Ada perasaan khawatir yang sulit dikatakan Alex saat ini, karenanya dia segera menghubungi om Tio untuk mengabarkan keberangkatan papanya.

Setelah dua kali panggilan yang Alex lakukan, om Tio baru mengangkatnya.

"Ya Lex, da apa?" tanya om Tio diseberang sana, kemudian Alex pun menyampaikan kekhawatirannya dan mengatakan untuk mengabari jika papanya telah sampai.

"Segera kabari Alex om jika papa sudah sampai." Diseberang sana tampak om Tio mengiyakan permintaan Alex dengan sedikit heran, dia memang tidak tahu jika tuan Ali menyusulnya seorang diri karena pak Min sedang ijin.

*****

Suasana jalanan sedikit lebih legang karena waktu sudah menunjukan lebih dari pukul dua siang yang berarti jam makan siang telah lewat. Sebab karena itulah lalu lintas dijakarta tidak terlalu macet meskipun tidak bisa dibilang sepi. Tuan Ali mengendarai mobil dengan hati-hati karena sudah lama dirinya tidak memegang kemudi mobil dalam perjalanan.

Dia sudah sangat ketergantungan dengan pak Min, apalagi pak Min memang merangkap pengawal pribadi untuknya. Namun, tanpa tuan Ali sadari sedari tadi ada dua mobil mengikutinya sejak dirinya keluar dari area perkantoran miliknya. Satu mobil menyalib kedepan begitu lalu lintas lengang dan sekarang mobil yang di kendarai tuan Ali diapit dua mobil dengan jarak dekat.

Tuan Ali baru sadar ketika dirinya akan membelok ke arah kiri, namun dihadang dari depan secara mendadak sehingga dirinya harus membanting setir sedemikian rupa agar tidak terjadi kecelakaan.

Di saat tuan Ali masih syok dari keterkejutannya, dari arah belakang mobilnya diseruduk agar lebih ke tepi dan ternyata mobil di depannya tadi telah berhenti. Penumpang mobil di depan berjumlah tiga orang dengan ukuran badan layaknya bodyguad berpakaian bebas, sedangkan mobil dibelakang tampak keluar dua orang dengan badan yang sama kekar.

Tuan Ali sadar dirinya adalah target mereka, sehingga dengan cepat diraihnya telpon genggamnya di dasbord mobil. Tuan Ali memencet tombol panggilan cepat yang kebetulan adalah nomer hape om Tio, namun belum tersambung jendela mobilnya sudah digedor dari luar sehingga telpon terlepas masih dalam keadaan on.

"Keluar cepat, atau aku pecahkan jendela mobilmu!" teriak salah satu dari mereka. Entah kenapa lalu lintas mendadak sepi dan tidak tampak seorang pun melintasi area tersebut. Bahkan polisi yang kadang ada area jalan ini juga sedang tidak bertugas.

Tuan Ali tidak tahu jika sebelum dirinya melitas di tempatnya sekarang, beberapa jam sebelumnya sedang terjadi kecelakaan yang memang di setting sedemikan rupa agar polisi ikut disibukan.

Kini dirinya tidak dapat berbuat apapun selain mengikuti perintah orang-orang yang menginginkan dirinya. Dirinya berpikir mungkin sekarang adalah waktu dimana dirinya bisa mengetahui apa yang sebenarnya diinginkan musuh, meskipun dia tidak tahu apa yang akan terjadi pada dirinya sendiri nanti.

Tuan Ali hanya berharap ada campur tangan Tuhan yang akan memberinya pertolongan dari rencana kejahatan musuh kali ini.

1
Herliani Lilis
jadi Suyitno ana pak Abram🤦, oaalhhhhh pie toh Sri Sri
TK: piye to, Sri.... 😁😁
total 1 replies
Herliani Lilis
haduhhhh ceritanya ngegantung,,,, udah penasaran sama faktanya,tapi di loncat loncat bikin penasaran, seru sih tapi capek Thor udah harap harap cemas
Rohad™
Izin jejak thor, 😄
30-10-2023 | 14.40
TK: ok, kakak.
silahkan dilanjutkan 👍
total 1 replies
Rohad™
Cihh, dasar freak si Meilan 😡
TK: huh 😑😑😑
total 1 replies
Rohad™
Kasihan si Alex (Suyitno), rupanya selama ini dia di khianati. 😓
TK: yah beginilah 😑
total 3 replies
Rohad™
Parah si Melan, Freak bener 🤦‍♂️
Rohad™: sama-sama 😄
total 2 replies
sasip
lah ini pemerannya tau ya dia tokoh dalam novel? 😉😅
TK: hahaha
lucu-lucuan aja 😎
total 1 replies
Mustaqim Namaqoe
kok berulang2 ya?
TK: iya, maaf gan.
ini novel pertama, dan tidak tahu caranya menghapus bab yang doble.
sengaja dibiarkan begitu untuk pengalaman. terima kasih
total 1 replies
dementor
up terus sampe tamat ceritanya..
TK: udah tamat kak ini 😁😁✌️
total 1 replies
dementor
banyak typo ya author.. tolong perbaiki typonya.. terima kasih.. 🙏🙏🙏
TK: iya kak terima kasih 🙏🙏

ini karya pertama TK
sengaja untuk pengingat bahwa TK juga belajar dari nol 🙂🙂
total 1 replies
Sri Bayoe
😭😭😭😭
TK: duh, sedih ya kak 😥😥
maaf 😭😭😭
total 1 replies
Sri Bayoe
masih ambigu
TK: semoga bisa dimengerti.
maaf, ini novel pertama TK yang masih awam tentang penulisan 😁😁🙏
total 1 replies
A.dinart
jempolan
EkaYulianti
kurang satu huruf ini Thor, bikin traveling 😂
TK: eh, hahaha 😂😂✌️
total 1 replies
Yuli Kohunussa
bagus👍
TK: makasih Kakak 😍😍
total 1 replies
Mariana Frutty
✅✔️
TK: thanks kak 🙏😍
total 1 replies
Dyah Oktina
haduh... d pancing u tanya.. tp d gantung jawabannya...
TK: ehhhh
total 1 replies
Dyah Oktina
aamiin yra
Dyah Oktina
wah...kasihan mb sri... d senengin/d pakai bapak & anak... mana masih menyimpen trauma 😢😢😭😭😭
TK: huwaaaa 😭
total 1 replies
Dyah Oktina
wah... punya ayah... tanam bibit d mana aja... kan jd bingung... mana ada yg dendam... haduh
TK: ihsss
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!