REVISI...!!
Ketika ketiadaanku menjadi angin segar untuk mu maka aku bersedia pergi dari sisi kehidupanmu.
Dan
Ada cerita yang sejak detik itu harus berubah menjadi kenangan.
Nama nya Azura, wanita ini terpaksa menikah dengan laki-laki yang bernama Elvan. Elvan berjanji akan membiayai semua biaya perawatan ibu Azura selama dia menjadi istri nya.
Laki-laki yang awal nya di kenal sangat baik oleh Azura ternyata seorang yang kejam. Wanita ini memutuskan untuk pergi di saat diri nya tahu bahwa Elvan dan ketiga sahabat nya hanya menjadikan nya seorang wanita taruhan.
Jangan Lupa Like Rate Coment And Vote.
Selamat membaca😊😊
Follow👇🏻
IG:Riani.Vii
FB:Ni R
Tw:Ni R
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ni R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30.Aku Merindukan Mu
Lumayan ramai, toko kue di akhir pekan lumayan membuat tenaga Zura dan Anya sedikit terkuras. Seorang pria yang duduk sedikit di pojok memperhatikan kerja Zura yang sangat cekatan.
"Apa yang lo lihat?" tanya teman pria itu.
"Apa lagi kalau bukan ciptaan Tuhan yang paling indah." jawab Daffa.
"Dasar..." umpat Haris.
Senyum yang tak pernah hilang dari wajah Zura membuat semua orang merasa senang, pelayanan yang memuaskan membuat toko kue milik Zura cepat berkembang.
"Zura, lihat pria yang di sana." bisik Anya lalu memberi kode dengan mata nya.
Azura mengikuti arah mata Anya," Kenapa dengan dia?" tanya Zura tidak mengerti.
"Aku memperhatikan sejak tadi dia selalu melihat ke arah mu."
"Jangan bercanda, aku sudah lelah." elak Zura.
"Istirahat saja, biar aku yang mengurus semua nya." ujar Anya.
"Nanti kamu lelah."
"Sudahlah, kau kan sedang hamil jadi kesehatan mu jauh lebih penting dari pada lelah ku."
Zura bahagia memiliki teman yang pengertian, wanita itu kemudian naik ke lantai dua untuk beristirahat karena kaki nya sudah sangat lelah seharian ini.
"Kemana dia?" ujar Daffa celingukan.
"Siapa?" tanya Haris.
"Wanita itu."
"Dia sedang beristirahat,karena dia sedang hamil." ujar Anya yang datang tiba-tiba.
Daffa dan Haris terperangah, terutama Daffa yang tertunduk lesu saat mendengar Azura sudah menikah dan hamil.
Sepi, semua pengunjung telah pergi, dengan cekatan Anya membereskan semua yang berserakan setelah selesai ia menyusul Azura yang sudah tertidur pulas.
"Bangun, bangun.....pamali tidur magrib-magrib." tegur Anya.
Cukup sulit membangun kan Azura, membuat Anya sedikit kesal "Ayo bangun." ujar Anya lalu menarik tangan Zura.
Mau tidak mau Azura bangun,"Aku sangat mengantuk." ucap nya dengan suara serak.
"Pamali Zura kau sedang hamil."
Azura kemudian bangun dan langsung pergi mandi, setelah itu mereka berdua makan bersama dengan lauk seadanya.
Berbeda dengan Elvan, pria itu sedang mengidamkan-idamkan makan tumis kangkung buatan istri nya. Malam itu semua pembantu bahkan bergantian memasak untuk menemukan rasa yang sama dengan buatan Zura. Begitu juga Viska dan Vilna yang tak luput atas perintah kakak nya. Ada delapan piring, namun tak satu pun yang masuk dengan lidah Elvan.
"Sebaiknya kakak masak sendiri." ujar Viska yang mulai kesal.
"Kakak mana bisa masak." balas Elvan.
"Maka nya, punya istri di sayang jangan di acuhkan." ledek Vilna yang juga kesal.
Elvan geram, kemudian pria itu mulai memasak sendiri tumis kangkung dengan arahan para pembantu nya. Tak butuh waktu lama, tumis kangkung akhir nya masak, Elvan kemudian menyicipi masakan nya sendiri.
"Lumayan." ucap nya.
"Gitu aja di bikin ribet." ujar Vilna.
"Ini karma buat kakak, Tuhan membalas dengan cara yang halus." ledek Viska.
"Kalian berdua bisa nya mengejek ku saja." ucap Elvan geram.
"Dah lah aku ngantuk mau tidur, malam ini gara-gara kangkung besok entah apa lagi." ujar Viska sepanjang jalan menuju kamar nya.
Elvan masih menikmati tumis kangkung nya, pria itu sebenar sedih saat mendengar ucapan kedua adik nya, namun ia berusaha menutupi semua nya.
Malam semakin larut, Elvan masih terbayang dengan ucapan adik nya, pria itu memilih berdiri di balkon. Udara dingin menusuk kulit tak ia hiraukan lagi.
"Kau di mana Zura, apakah kalian baik-baik saja?" ucap nya pada angin malam "Maafkan aku, pulang lah aku merindukan mu."
Menatap langit bertabur bintang tanpa sinar bulan, Elvan merasa ada yang kurang di dalam hidup nya saat ini.