NovelToon NovelToon
Kekasih Yang Tak Akur

Kekasih Yang Tak Akur

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Romantis
Popularitas:314
Nilai: 5
Nama Author: I Putu Merta Ariana

Nono dan Ayu adalah sepasang kekasih yang unik. Mereka sering bertengkar soal hal-hal kecil—mulai dari soal baju, jalan mana yang lebih cepat, sampai soal makanan. Tetangga bilang mereka kayak air dan minyak, nggak pernah akur. Tapi siapa sangka, di balik setiap pertengkaran dan perdebatan, tersimpan rasa sayang yang besar dan perhatian yang tulus. Bagaimana kisah mereka bertahan dan tetap bersama meski sering beda pendapat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon I Putu Merta Ariana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rencana Baru dan Petualangan Keluarga

Tahun demi tahun berlalu dengan begitu menyenangkan. Sepuluh tahun pernikahan bukanlah waktu yang singkat, tapi bagi Nono dan Ayu, rasanya seperti baru kemarin mereka mengucapkan janji suci di depan penghulu. Kedai "Ombak & Senyum" terus berkembang pesat dengan beberapa cabang yang tersebar di berbagai kota, dan rumah tangga mereka pun selalu penuh dengan tawa, canda, dan tentu saja, perdebatan-perdebatan manis yang menjadi bumbu kehidupan mereka.

Kini, Nathan yang berusia delapan tahun sudah mulai masuk sekolah dasar, dan Nara yang berusia lima tahun juga sudah mulai bersekolah di taman kanak-kanak. Melihat anak-anak mereka tumbuh dengan sehat, cerdas, dan penuh rasa ingin tahu, membuat hati Nono dan Ayu selalu penuh dengan rasa syukur.

Pagi itu, saat mereka sedang menikmati sarapan bersama di ruang makan yang hangat, Nono tiba-tiba mengeluarkan sebuah ide yang menarik.

"Yu, aku lagi mikir nih," kata Nono sambil menyuap roti lapis buatan Ayu. "Kita kan udah sukses ngurusin usaha kita, anak-anak juga udah makin besar. Gimana kalau kita wujudin satu mimpi lama kita yang belum kesampaian?"

Ayu menoleh sambil menuangkan susu ke gelas Nathan dan Nara. "Mimpi apa itu, Mas? Coba dong cerita, aku dengerin."

"Aku pengen kita bikin perjalanan keliling Indonesia bareng-bareng sama anak-anak," jawab Nono antusias. "Aku pengen kita jalan-jalan ke berbagai pulau, lihat pemandangan indah, kenalan sama budaya yang berbeda, dan yang paling penting, kita bisa habisin waktu berkualitas bareng-bareng sebagai keluarga. Gimana menurutmu?"

Mata Ayu langsung berbinar kagum mendengar itu. "Wah, ide bagus banget, Mas! Aku juga udah lama pengen gitu. Tapi..." Ayu berhenti sebentar, lalu menatap Nono dengan tatapan sedikit serius. "Tapi ngurusin perjalanan sepanjang itu pasti ribet banget lho. Mulai dari rute, akomodasi, sampai kebutuhan anak-anak di jalan. Kamu yakin kita bisa ngatur semuanya?"

Nono tertawa lebar. "Ya ampun, Yu. Kita kan udah buktiin kalau kita bisa ngurusin dua kedai dan satu cabang bareng-bareng, kan? Masa perjalanan keliling Indonesia aja kita nggak bisa? Lagian, kan kita bisa diskusi bareng-bareng. Kamu yang ngatur bagian perencanaan dan kebutuhan, aku yang ngatur bagian logistik dan perjalanannya. Pasti bisa!"

Ayu mendengus pelan tapi tersenyum lebar. "Hmph, iya deh, iya deh. Kamu selalu aja bisa ngomong manis. Tapi oke deh, aku setuju! Ini bakal jadi petualangan yang seru banget buat kita semua. Tapi ingat ya, Mas, nanti pas di jalan, kamu harus dengerin aku soal jadwal istirahatnya. Jangan kamu malah maunya jalan terus sampai anak-anak capek!"

"Siap, Tuan Putri! Apa perintah Tuan Putri, pasti aku turuti," jawab Nono sambil tertawa bahagia, diikuti tawa anak-anak mereka yang ikut bersorak gembira mendengar mereka akan pergi jalan-jalan panjang.

 

Bulan-bulan berikutnya pun dipenuhi dengan kesibukan baru yang sangat menyenangkan: mempersiapkan perjalanan keliling Indonesia mereka. Mereka mulai meriset rute yang akan mereka lewati, mempersiapkan kendaraan yang nyaman dan kuat, dan membuat daftar barang-barang yang perlu dibawa. Tentu saja, proses ini tidak lepas dari perdebatan-perdebatan kecil yang khas dari mereka.

"Yu, aku bilang tuh bawa tas ransel yang ukuran besar aja biar muat banyak barang. Kenapa sih kamu maunya bawa banyak tas kecil-kecil? Nanti ribet bawaannya," kata Nono saat mereka sedang mengemas barang-barang di ruang tengah.

Ayu yang sedang melipat pakaian langsung menoleh dengan tatapan tajam. "Eh, jangan ngomong sembarangan dong, Mas! Kalau bawa tas besar satu, nanti barangnya campur aduk jadi satu, susah nyarinya kalau butuh sesuatu. Kalau tas kecil-kecil, kan bisa kita pisahin per kategori. Ada tas buat baju, tas buat obat-obatan, tas buat kebutuhan anak-anak. Kamu tuh ya, ngerti apa soal kepraktisan dan kerapian!" seru Ayu tegas.

Nono tertawa sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. "Ya ampun, Yu. Iya deh, iya deh. Kamu yang paling benar. Tas kecil-kecil emang paling bagus. Aku sih cuma nawarin aja kok."

Mereka pun tertawa bersama. Di tengah kesibukan yang melelahkan, momen-momen seperti ini justru membuat mereka semakin dekat dan semakin bersemangat. Mereka sadar, perjalanan ini bukan cuma soal jalan-jalan, tapi juga soal mempererat ikatan keluarga mereka dan menciptakan kenangan-kenangan indah yang akan mereka ingat selamanya.

Akhirnya, setelah semua persiapan selesai dan mereka sudah memastikan usaha mereka berjalan lancar di tangan manajer yang mereka percaya, hari keberangkatan pun tiba. Mobil van yang mereka siapkan sudah penuh dengan barang-barang, tapi tetap terasa nyaman. Di kaca belakang mobil, mereka menempelkan tulisan besar: "Perjalanan Cinta Keluarga Ombak & Senyum".

"Siap semuanya?" tanya Nono sambil duduk di kursi pengemudi, wajahnya bersinar penuh antusiasme.

"Siap!" jawab Ayu, Nathan, dan Nara serentak dengan suara yang ceria.

Mereka pun mulai menjalankan mobil mereka, meninggalkan rumah dan kota tempat mereka tinggal, menuju petualangan besar yang menanti mereka di depan sana. Di dalam mobil, musik ceria mengalun pelan, diiringi dengan obrolan dan tawa mereka berempat.

Nono melirik ke arah Ayu yang sedang menyanyikan lagu bersama anak-anak di kursi belakang. Hatinya terasa penuh dengan rasa syukur dan cinta. Dia menyadari bahwa perjalanan ini akan menjadi salah satu perjalanan terbesar dalam hidup mereka. Pasti akan ada banyak tantangan, pasti akan ada banyak hal baru yang mereka temui, dan tentu saja, pasti masih ada perdebatan kecil yang mewarnai hari-hari mereka. Tapi dia juga yakin, selama mereka berempat saling bergandengan tangan, saling mendukung, dan saling menyayangi, perjalanan ini akan menjadi perjalanan yang paling indah dan berkesan dalam hidup mereka.

"Ayo kita berpetualang, Yu," bisik Nono pelan dalam hati. "Ini baru awal dari banyak cerita indah lainnya buat kita."

1
Ayu Suryani
Bagus Banget Kak🥰
Ayu Suryani
Bagus kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!