NovelToon NovelToon
Sang Penakluk Playboy

Sang Penakluk Playboy

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Syifa Sifana

Info novel ada di ig syifa_sifana

Kelanjutan dari novel Terpaksa Menikahi Mantan

Niat kembali ke tanah air untuk melanjutkan kuliah, namun malah menguakkan sebuah rahasia besar.

Pertemuan yang tak disengaja membuat mereka saling memusuhi karena sebuah kejadian yang memalukan. Bersumpah tak ingin mengenal malah terjerat sebuah ikatan.

Inilah lika liku sepasang kekasih yang mejilat air ludahnya sendiri.

Bila cinta sudah berbicara, seberapa hebat dan sombongnya kamu maka akan tunduk pada orang yang kamu cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syifa Sifana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Marah

Kiano merasa sesal yang mendalam saat melihat Melisa termenung. Seharusnya ia lebih bisa mendidik Velly agar tidak mengungkapkan kata-kata kotor yang menyakitkan hati ibunda tercintanya. Berbagai sumpah serapah terlontarkan dari mulut Kiano membuat cairan bening lolos dari pelupuk mata Melisa.

“Mommy, kenapa menangis?” tanya Amel khawatir.

“Mommy, maafkan aku. Aku gak bermaksud berbicara kotor. Aku hanya kesal sama Velly,” ujar Kiano melas.

“Mommy, Mera minta maaf ya, seharusnya Mera bisa mengusir perempuan itu dari rumah kita,” timpa Mera merasa bersalah.

“Ini semua bukan salah kalian. Semua ini kesalahan Mommy. Tidak seharusnya Mommy kembali ke Indonesia,” ujar Melisa menyalahkan dirinya.

“Gak, ini semua bukan kesalahan Mommy. Tapi ini semua kesalahan papa. Kalau saja dia tidak mengkhianati Mommy, semua ini tidak akan pernah terjadi,” ucap Kiano menggepal tangannya. Emosinya kini sudah memuncak. Jika saja Raka ada pasti sebuah tonjokan melayang di wajahnya.

Melisa terdiam dan memegang dadanya. Perlahan ia mencoba tenang. “Kita sebaiknya pergi dari Indonesia.” Sebuah kata bersifat serius terlontarkan dari mulut Melisa membuat semua orang terkejut.

“Mommy!” sorotan mata serius tertuju pada Melisa dengan sebuah informasi meminta alasan yang logis.

“Mommy hanya ingin kita menghindar dari masalah. Biarkan kita hidup damai di luar negeri dan papa kalian hidup rukun dengan Velly dan mama Marisa. Sehingga Velly tidak merasa terancam dengan keberadaan kita lagi,” jelas Melisa memberi pengertian.

“Aku gak setuju, Mom. Enak saja dia yang bikin masalah kita yang harus lari. Pokoknya aku harus balas apa yang telah dia lakukan sama keluarga kita. Enak aja dia ngatain Mommy wanita ******, gak tau diri banget. Padahal ibunya itu wanita ******,” cerocos Mera kesal.

“Hentikan Mera! ... Meskipun dia berkata kasar kepada Mommy, tapi kamu jangan ikut-ikutan. Bagaimanapun Velly itu kakakmu juga dan ibunya itu juga ibumu. Papamu menikahi ibunya sah secara hukum. Jadi dia bukanlah wanita ******,” hardik Melisa membuat Mera terdiam seribu bahasa.

“Ya sudah, sebaiknya kamu obati memar di wajahmu. Mommy mau istrihat dulu,” ucap Melisa menyelesaikan percakapannya, lalu beranjak pergi.

Suara hening kini mulai terasa seiring dengan langkah kaki Melisa yang kian menjauh dari mereka.

“Bagaimana ini?” tanya Mera menatap Kiano dan Amel sili berganti.

“Apanya?” tanya Amel bingung.

“Kita gak mungkin dong balik tinggal di luar negeri?”

“Jujur aja sama Kakak, sebenarnya kamu gak mau balik karena kamu gak mau kelihatan kalah di depan Velly, kan?” ucap Amel langsung to the point.

“Iya dong. Aku kesal banget sama dia. Kalau bisa aku akan rebut semua yang dia miliki biar dia tau diri,” sahut Mera obsesi.

“Kamu mau rebut apa? Papa? Udah jangan deh, aku terlalu benci sama dia,” ujar Kiano.

Mera tersenyum licik. “Kenapa gak? Lihat aja, pokoknya aku akan bikin Velly dan ibunya membayar atas semua penghinaan ini.”

“Mera, kamu jangan bertindak aneh deh. Jika mommy tau, kamu malah dimarahi,” tegur Amel khawatir dengan Mera.

“Udah, santai aja. Kak, pinjam hpmu dong!” Kiano merogoh sakunya, mengambil ponsel dan menyerahkan pada Mera.

“Untuk apa hp Kakak?” tanya Kiano penasaran.

“Ada deh.” Mera tersenyum licik, lalu mengambil nomor hp Raka dan menyimpannya di ponselnya.

“Nah, ini aku balikin.” Mera menyerahkan ponselnya, kemudian beranjak pergi.

Kiano dan Amel saling menatap dengan penuh tanya. Namun itu hanya sesat, merekapun kini kembali ke kamar mereka masing-masing.

...****************...

Melisa duduk di tepi jendela dengan mata yang terus menatap langit biru. Air mata terus mengalir di pipinya dan kegalauan mengguncang sanubari.

“Ya Allah ... kenapa semuanya harus terjadi seperti ini? Apa salahku hingga aku harus merasakan kepahitan yang bertubi-tubi? Kenapa ya Allah?” gumam Melisa pilu, sesak di dada.

Kalimat demi kalimat kembali terlontarkan dari mulutnya. Ia hanya bisa menyesali dan menyalahkan dirinya sendiri. Mungkin saja ini sudah menjadi takdir baginya. Hidup dalam keadaan pengkhianatan cinta dan kini harus menerima segala sumpah serapah yang terlontarkan dari anak tirinya.

Tiba-tiba sebuah kata singgah di dalam pikirannya dan membuat semuanya berubah. “Iya, sebaiknya aku bercerai saja. Jadi aku tidak ada sangkut paut lagi dengan keluar mereka dan aku mungkin bisa hidup dengan tenang.”

Tenang? Itu sebuah kata yang bersifat semu. Dimana hati dan pikirannya sudah sejak dulu milik Raka. Seberapa keras ia mencoba untuk membohongi dirinya tetap saja sejujurnya ia masih mencintai Raka meskipun Raka telah berulang kali mengkhianatinya. Miris dan bodoh, itulah kata yang selalu terdengar dari mulut orang-orang. Tapi harus bagaimana lagi? Cinta yang terlalu dalam mampu membuat orang bodoh. Tapi sudahlah, kali ini Melisa kembali harus menyerah pada takdir. Mungkin saja perceraian menjadi jalan yang terbaik antara dua keluarga. Mengorbankan sedikit perasaan tentu tidak menjadi masalah asalkan mereka bahagia, meskipun harus ada harga yang dibayar untuk semua ini.

...****************...

Mendengar aduan dari Mera, Raka langsung pulang ke rumahnya.

“Velly! Velly!” teriak Raka saat memasuki rumahnya. Suara yang keras membuat mereka terkejut.

“Papa!” Velly berlari dan memeluk Raka.

“Papa, aku ditampar sama Kakak,” keluh Velly memperlihatkan bekas tamparan di pipinya.

“Anak itu sudah tidak terdidik lagi. Dia sudah melewati batas. Berani sekali dia memukul Velly,” ucap Talita kesal.

“Velly, ceritakan apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Raka dengan tatapan ingin memakan orang.

“Aku ke rumah tante Melisa cariin papa, terus mereka ngusir aku dan kakak tampar aku. Dia juga bilang Mama itu wanita ****** karena telah merebut Papa dari mereka,” jelas Velly dengan wajah melas yang sudah dibuat dengan sedemikian rupa untuk mengelabui semua orang yang ada di sana agar mereka membenci Melisa dan anak-anaknya.

“Nah, dengar sendiri, kan! Mereka sungguh sangat kasar,” ucap Talita emosi.

“Itu yang mereka katakan atau itu yang kamu katakan pada mereka!”

“Maksud Papa apa?” Velly bingung.

“Kamu belajar dari mana cara berbohong?”

“Ma−maksud Papa apa?”

“Sudah jangan berbohong di depan Papa. Papa tau kamu berbohong. Sekarang katakan yang sebenarnya!” ucap Raka meninggikan suaranya. Ia mulai kesal dengan sikap Velly yang sudah melanggar batas.

“Mas, tolong jangan meninggikan suaramu!” pinta Marisa memohon.

“Aku tidak akan meninggikan suaraku kalau saja anak ini tidak melewati batasnya,” ucap Raka kembali meninggikan suaranya.

“Kamu ini pasti sudah termakan hasutan mereka ya? Kamu gak lihat Velly sekarang sedang bersedih karena dihina oleh Melisa dan anak-anaknya itu,” ujar Talita termakan hasutan Velly.

Raka semakin geram dan menatap Velly dengan penuh murka. Velly tak berani menatap wajahnya dan seketika ia menundukkan kepalanya.

“Velly, Papa gak pernah mengajarkan cara berbohong padamu. Sekarang kamu jelasin apa yang sebenarnya yang terjadi atau Papa yang akan jelasin sama mereka,” kecam Raka terlihat serius.

“Aku gak bohong kok, Pa.”

Plak ... sebuah tamparan mendarat di pipi Velly hingga ia terjatuh.

“Raka!” teriak mereka kaget.

“Hiks ... hiks ...”

Marisa langsung mendekat dan memapah Velly.

“Kamu kenapa kasar dengan anakku? Apa ini balasan kamu? Aku berada di sampingmu bertahun-tahun tanpa menuntut apa-apa selain menyayangi Velly, anak yang lahir dari benihmu sendiri,” teriak Marisa emosi.

“Kamu tau, anak yang terlalu kamu manjakan ini telah berbohong. Hari ini dia telah melakukan kesalahan yang sangat fatal. Pertama dia datang ke rumah Melisa tanpa ada tata kerama. Kedua, dia menampar Mera, dan ketiga dia menghina mereka semua. Dia mengatakan Melisa dan putri-putriku wanita ******. Dan kamu tau kenapa dia sampai seperti ini? Itu karena Kiano yang menampar. Dia murka melihat Velly menghina ibu kandungnya,” jelas Raka secara detail.

Semua orang tertegun. Marisa menatap Velly. Velly terdiam dan menundukkan wajahnya.

“Meskipun Velly telah berbohong, tidak seharusnya kamu menampar dia. Setidaknya kamu bisa lebih bersikap dewasa saat berhadapan dengan Velly,” ujar Marisa membela Velly.

“Aku tidak habis pikir denganmu. Kamu masih saja membela Velly yang telah membuat kesalahan fatal.” Raka semakin geram dengan situasai saat ini. Ia langsung beranjak pergi.

Sorotan mata kekecewaan Talita terus tertuju pada Marisa dan Velly. “Oma tidak menyangka kamu bisa melakukan hal kotor ini,” ucap Talita mengakhiri, kemudian beranjak pergi.

1
Momed Wullur Dzaky
oq
Egik
Lumayan
Nispu Wati
Thor jadi kiano sama Amel,atau kiara
Itu bersaudara.
Tarwiyah Nasa
Fans Rico Mera hadirrr
YuWie
baju muslimah gaul itu yang seperti apa jal 🤔
buk e irul
padahal kangen banget ma kiano 😍😍😍
buk e irul
sehat sehat terus ya cah ayu Syifa 😘
buk e irul
kenapa yang bagus bagus pindah ke sana hiks hiks hiks
abc
kalo kisah ini menimpa another kayanya seru
Anonim
sangat menarik
Ridha Tamara
siska bilang kesalahan kecil ??? hello... yg sepemikiran dengan siska...masih waras ???😁
"honey and bee" panggilan itu mengigatkanku pada seseorang, seseorang yg tidak pernah mungkin kumiliki, seseorang yg kumiliki dengan wktu yg singkat, dan juga yg paling menoreh luka paling dalam.
"honey and bee" adalah panggilan paling terkesan in my life.
panggilan itu, aku tidak bisa melupakannya sampai sekarang.
jika aku merindukannya aku sangat berdosa, tp apa yg harus aku lakukan? maafkan aku tuhan, i really miss him:')
aku cuma syg marisa, disini dia korban keegoisan, peluk online marisaaa
jujur, disini marisa hanyalah korban, dan aku kasihan!
Tri Haryani
ini mah besty
mamah cantikk
rico sm mera aja thor
mamah cantikk
hohoho jalang teriak jalang
mamah cantikk
kpn ketauannya sih udh g sabar lg nih
mamah cantikk
apa kabar tmn² kampus 2K ya koq ngilang gtu ja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!