Jika ada yang mengatakan cinta pada pandangan pertama itu mustahil, itu tidak benar, karena Flora memang mengalaminya, saat ia di jodohkan dengan seorang pria yang berada di kursi roda dan tidak dapat berbicara, Flora tidak perduli, senyuman manis dan tatapan mata yang lembut tetapi tajam dibalik kaca mata minusnya, membuat Flora langsung jatuh cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Banyak jalan menuju Roma
Seharusnya Lukas dan Dewi ,sedang cuti karena baru menikah, tetapi mendadak mereka berdua membatalkannya,
buat apa cuti kalau tidak bisa ngapa ngapain ? yang namanya pengantin baru , masa cuma liat liatan dan ngobrol. doang ? itu kan cuma di novel. lebih baik kerja biar pikiran tidak terfokus ke hal yang sangat diinginkan dan sudah dihalalkan tetapi tidak bisa , teramat menyakitkan .
Flora lebih dahulu sampai ,dan sudah duduk manis di kursi nya, segala hal yang diperlukan untuk tugasnya hari ini dalam pelayanan pada nasabah juga sudah tersusun rapi diatas meja.
mata Flora membulat melihat Dewi yang muncul di pintu kantor, lalu duduk di kursi nya dengan wajah sedikit pucat dan badan lesu
" berapa ronde tadi malam ? lemes amat ? eh bukankah kau sedang mengambil cuti ? kenapa masuk ? uang kalian kandas buat pesta semalam ? " cerocos Flora panjang .
" berapa ronde ? kau kira pertandingan tinju , aku sedang datang bulan tahu , jadi untuk apa aku cuti ? menghitung berapa senti kumisnya yang tumbuh ? " Dewi cemberut .
" kapan tamu bulanan mu datang ? " tanya Flora yang sudah menahan tawanya.
" kemarin sore "saut Dewi dengan mencebikkan bibirnya
tawa Flora langsung meledak .
"diam Flo ! kau mau kusumpal mulutmu dengan pembalut ? " ujar Dewi judes mengeluarkan pembalut dari dalam tasnya.
Flora menutup mulutnya dengan telapak tangan.
" maaf maaf ! " ucap Flora
" kasihan suamimu ya ,Wi ? sudah buru buru menikah, saat mau belah duren , durennya masih belum mateng ckckck...." Flora ikutan prihatin .
" padahal kau mau menggunakan. gaya bebas bukan ? sabar ,Wi , seminggu lagi kau akan sepuasnya menggunakan berbagai macam gaya , mau gaya batu , gaya kelelawar ,gaya ....."
" stop stop stop ! " potong Dewi
" gaya batu seperti apa ? " tanya Dewi dengan kedua alis yang menyatu karena bingung .
" diam tidak bergerak " jawab Flora pasti .
" memang bisa pada saat seperti itu , diam tidak bergerak ? " tanya Dewi penasaran .
" bisa dong ? eh Wi....sebenarnya dari tadi kita membicarakan apa ya ? " Flora kadang kadang datang onengnya.
" apa lagi jika bukan urusan 21 tahun ke atas , kasurlah , memangnya apa lagi ? " Dewi berdecak.
"oh ..aku kira kita sedang berbicara masalah gaya berenang ? aku salah dong " ujar Flora dengan wajah pura pura tidak bersalah
Dewi mendengus kesal
" kalau bukan karena kamu temanku , sudah aku cekik sedari tadi ,Flo " sembur Dewi melangkah keruang briefing yang diikuti dengan Flora dibelakangnya .
*
*
tanpa membuat janji , Lukas sudah nongol didepan kantor Ginta ketika jam istirahat siang.
" istrimu tidak masak dirumah , sehingga di hari pertama pernikahanmu , kau justru mengajakku makan siang di luar " ucap Ginta mengejek .
Lukas tidak menanggapi ocehan dari Ginta.
"aku merasa seperti selingkuhanmu , Luk " Ginta berucap pelan kala keduanya sudah mulai makan di kantin dekat kantor Ginta.
" kau berisik seperti motor tua , Gin ,diamlah ! makan dengan benar " Lukas berdecak.
" kau kenapa ? mengajakku makan siang bersama tetapi kenapa kau marah marah tidak jelas , seperti perempuan yang sedang PMS saja "saut Ginta.
" kau membuat hatiku menjadi buruk dengan mengatakan PMS ,Gin , aku jadi teringat kan ? " Lukas seakan menyalahkan Ginta.
Ginta menyipitkan kedua matanya menatap Lukas dari balik kaca mata minusnya . sepertinya ia tahu kenapa Lukas menjadi uring uringan tidak jelas ,seperti ada sesuatu yang mengganjal tapi tidak terlepas .
" kenapa ? pedangmu sudah bengkok ? atau landasan sedang banjir sehingga pesawat tempur mu tidak bisa mendarat ? " Ginta menahan tawanya agar tidak meledak .
Lukas hanya cemberut tidak menjawab
Ginta yakin jika tebakannya benar.
" kau baru akan menunggu sepekan saja sudah seperti menunggu setahun " Ginta berdecih.
" kau kan sekarang sedang cuti , kenapa tidak menemani istrimu dirumah ? "
" kami berdua memutuskan untuk membatalkan cuti kami " jawab Lukas.
" kenapa ? "
" untuk apa cuti jika tidak ada yang bisa dilakukan , hanya bermesraan seperti dua orang yang sedang pacaran gitu ? setelahnya bisa membuat aku jadi sakit kepala ? menyiksa diri " Lukas menjawab sebal
Ginta terkekeh
" banyak jalan menuju Roma ,Luk , kau kenapa bodoh sekali ? " Ginta berdecak lalu menggelengkan kepala
Lukas ikut tertawa kecil
" beda memang yang sudah berpengalaman " ejek Lukas tetapi wajahnya sudah tidak suram lagi .
▫️
▫️
▫️
💞💞💞💞💞