NovelToon NovelToon
Istri Kontrak Sang Presdir

Istri Kontrak Sang Presdir

Status: tamat
Genre:Contest / Nikahmuda / Cerai / Penyesalan Suami / CEO / Selingkuh / Tamat
Popularitas:26.6M
Nilai: 4.9
Nama Author: Asti Amanda

Demi balas dendam pada orang-orang yang sudah menjualnya, Aradella terpaksa setuju untuk menikah dengan Devandra, seorang CEO yang dingin dan arogan. Sebuah kisah pernikahan pilu tanpa adanya cinta.

Ketika cinta mulai menyatukan mereka, tiba-tiba saja seorang wanita lain datang mengaku sebagai tunangan Devandra.

~Follow Instagram @asti.amanda24
~Facebook : Asti Amanda

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asti Amanda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Butiran Air Mata

"Ahahaha!" Tawa Kalista meledak puas. Ia mengibas-ngibaskan setumpuk uang tunai di hadapan wajahnya. Tidak ada sedikit pun rasa bersalah di hati wanita paruh baya itu. Ia sangat menikmati kesenangan karena berhasil menyingkirkan anak tirinya, Aradella, dengan cara menjualnya kepada pria hidung belang.

Aline yang baru saja keluar dari kamar terkejut melihat ibunya. "Wah, Bu! Ibu dapat uang sebanyak itu dari mana?"

"Eh, Aline sayang. Lihat! Ibu punya uang banyak. Kita bisa bersenang-senang!" jawab Bu Kalista, menyombongkan hasil kejahatannya.

"Ibu kenapa pulang sendiri? Di mana Ella?" tanya Aline sambil menjatuhkan diri di sofa, mencari-cari saudari tirinya.

"Cih, Ella sudah Ibu singkirkan. Kau tenang saja, di rumah ini tidak akan ada lagi yang mengganggu anak kesayangan Ibu," jawab Kalista. Ia duduk di sebelah Aline, membelai wajah putrinya.

"Apa? Ibu menyingkirkannya? Ibu membunuh Ella?" tebak Aline, matanya membesar tak percaya.

Sontak Kalista mencentil kening putrinya. "Dasar anak bodoh! Mana mungkin Ibu seberani itu membunuh. Ibu cuma menjualnya kepada pria hidung belang di luar sana." Kalista menyeringai tipis, mengingat betapa mudahnya ia membius anak tirinya.

Aline langsung beralih fokus pada uang. "Kalau begitu, berikan aku uang, Bu. Aku mau keluar dengan teman-temanku. Masa aku harus pergi tanpa selembar uang pun." rayunya, matanya terpaku pada tumpukan uang di tangan Kalista.

"Cih, dasar! Ibu baru saja mau menikmatinya, kau sudah langsung meminta." Kalista mendengus risih.

"Yaelah, Bu. Cuma lima ratus ribu, kok," rengek Aline manja.

Sikap manja Aline membuat Kalista luluh. Ia mengalah dan memberikan beberapa lembar uang pada putri kesayangannya itu.

Aline bersorak senang. Ia tidak peduli bahwa uang itu adalah hasil penjualan Aradella. Ia mencium pipi ibunya sekilas, lalu bergegas keluar dengan tas mininya. Kalista hanya menggeleng-gelengkan kepala, lalu berdiri menuju kamar untuk menyimpan sisa uang tersebut. Kedua ibu dan anak itu benar-benar tidak peduli dengan kehancuran hati Aradella.

Di tempat lain, Devandra Welfin diliputi amarah. Gadis yang baru ia beli lima ratus juta rupiah telah melarikan diri.

"Hansel! Cari dia hari ini juga! Bawa dia ke hadapanku sekarang!" tunjuk Devandra penuh kemarahan ke arah luar jendela, seakan menunjuk seluruh penjuru kota.

Hansel menunduk patuh. Ia segera menghubungi anak buahnya untuk mencari Aradella, yang baru saja kabur dari pengawasan mereka.

"Argh, sialan!" umpat Devandra. Ia duduk di dalam mobil, rasa kecewa memuncak karena merasa dipermainkan.

"Sudah kuduga! Dia sama saja dengan wanita-wanita murahan di klub malam, hanya mengincar uangku!" geram Devandra. Ia menyandarkan punggungnya. Ekspresi wajahnya kacau. Ia ingin mengamuk. Lima ratus juta terbuang sia-sia demi gadis yang berani mempermainkannya.

Sementara itu, di jalanan yang jauh, terdengar suara napas memburu.

"Hah... hah... hah..."

Aradella berlari sekuat tenaga. Ia masih menangis, suaranya parau. Ia lari karena ketakutan setengah mati untuk ikut dengan pria yang membelinya.

"Aku benci! Benci kalian semua!" teriak Aradella dalam hati. Efek bius yang diberikan ibu tirinya membuat pita suaranya sulit bekerja. Ia hancur karena dikhianati dan dijual oleh dua wanita yang ia anggap keluarga.

"Apa salahku pada kalian, hiks!" tangis Aradella. Ia terus berlari, tujuannya hanya satu: rumah. Ia harus menanyakan pada ibu tirinya, apa alasan dia menyerahkannya pada dua pria bejat yang hampir melecehkannya sebelum pelelangan.

Brak!

Pintu rumah didobrak keras. Aradella akhirnya tiba. Wajahnya sendu, air matanya sudah habis. Hatinya yang sakit membuat ia tak lagi menangis. Matanya tertuju ke lantai atas, di mana Kalista sedang berjalan turun.

Kalista menghentikan langkahnya, terkejut melihat siapa yang telah mendobrak pintu. Anak tirinya, Aradella, berdiri di sana dalam keadaan mengenaskan: hanya balutan kain putih dan kemeja hitam yang kebesaran.

"Ibu, kenapa Ibu lakukan ini padaku?" Aradella mencoba bicara, namun hanya udara yang keluar. Ucapannya tidak bisa terbentuk.

Kalista menyeringai tipis, pura-pura tidak mengerti gerakan mulut Aradella. Ia berjalan mendekat.

"Ella, apa yang terjadi padamu, Nak?" tanya Kalista dengan nada penuh kepura-puraan, tangannya terulur hendak menyentuh kepala Aradella.

Plak!

Aradella menampar keras tangan Kalista, menepisnya. Ia menatap ibu tirinya dengan mata merah dan tatapan serius, meski kondisinya sangat menyedihkan dengan rambut acak-acakan.

"Ella, kamu bicara apa, Nak? Ibu tidak paham," ucap Kalista lagi, nada suaranya mengandung sindiran karena tahu Aradella tidak bisa bersuara.

'Dasar anak sialan! Berani sekali dia menepisku barusan,' gumam Kalista dalam hati, kemarahannya tersulut.

"A... aaaa..." Aradella berusaha bicara, namun yang keluar hanya erangan. Suaranya benar-benar hilang. Kalista tersenyum gemas, senang bisa mempermainkan anak tiri bodoh yang berani kembali ke rumahnya.

"Akan kubuat dirimu menderita, Ella." Kalista mencengkeram rambut Aradella yang kusut dengan keras.

Aradella mengerang kesakitan. Ia merasa kulit kepalanya ditarik hingga hampir tercabut.

1
Sitinjak Walida1979
Luar biasa
Laurentia Delimarta
Elisa pake jurus bunuh diri, biar Devan mau nikahin dia
Laurentia Delimarta
ella masa msh manggil Tuan !
Laurentia Delimarta
bgs Ella mulai berani
Enny Nuraeni
ok
Jarmini Wijayanti
nyimak dulu thor
tri kutmiati
iya...selimut atau bed cover
tri kutmiati
betapa kotornya masuk kedalam seprei....
yg bener masuk ke dalam selimut atau ke dlm bed cover...
tri kutmiati
bukan seprei....tp selimut..atau bed cover...
Angelia
Lumayan
Bara Athallah
𝗰𝘂𝗸𝘂𝗽 𝗺𝗲𝗻𝗮𝗿𝗶𝗸
Retno Elisabeth
kasian aradella
Retno Elisabeth
mampir thor
Muawanah
maaf Thor baru mampir nieh
Christina Dewi
siap melanjutkan
Yuyun Arianti
ini krymu yg ke tiga aku BCA Thor bgus ceritnya🥰🥰👍👍👍
Yuyun Arianti: kok pinter bnget sih bikin critany nglahin drm sinetron 🤭🥰🥰🥰🥰
total 3 replies
Sherlyn
ayoo kita jadikan devan bakso aja biar bisa di giling😴geregetan aq😤
Aprilia Rahmayanti
ko nama pemainnya sma di hasrat terindah istri kecilku.. apa in lanjutannya atau yg hasrat terindah yg lanjutannta
altanum
alurnya susah ditebak... semangat berkarya thor
Mariana Frutty
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!