berawal dari sebuah kecelakaan mobil yang membuat Areya terjebak di dalam novel yang baru saja ia baca. namun yang lebih tragis Areya terjebak dalam tubuh Ranhy sang pemeran antagonis yang dihukum mati akibat perbuatannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RIAANI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KEMATIAN YANG DI SENGAJA?
Happy reading semua
Jangan lupa vote komen dan follow aku ya 😄
Seluruh pasang mata menyoroti kehadiran sosok Ranhy atau lebih tepatnya Areya yang bersembunyi di balik tubuh Ranhy, dirinya yang baru saja datang bersama dengan Harist sontak menjadi pusat perhatian. Perlahan terdengar bisik-bisik tentang dirinya yang menolak jemputan dari dua sosok yang begitu di gilai di negeri ini yaitu pangeran Lordias dan Duke Napios.
Ya, tidak perlu heran mengapa berita ini sudah sampai istana, sebab rumor mudah sekali menyebar hanya dalam hitungan detik, Ingat pepatah yang mengatakan bahkan dinding pun memiliki mata dan telinga.
Areya acuh tak acuh terhadap mereka yang saling berbisik mengatai sosoknya yang terlalu sombong, lagi pula mengapa bila dia menolak? itu bukan urusan mereka, toh bukan dirinya juga yang ingin mendapatkan hak istimewa di jemput oleh Pangeran Duke. Orang-orang itu sungguh hanya membuang waktu dengan iri terhadap apa yang Ranhy miliki tapi tidak mampu saingi.
Areya menyeringai kecil ketika tak sengaja melihat bagaimana ekspresi wajah yang Tyrese tunjukan ketika mendengar bahwa dirinya di jemput oleh pangeran Lordias dan Duke Napios. Ya, setidaknya ada hal yang membuat Areya senang dengan keributan bodoh yang di buat oleh para lady disini.
Tyrese, harusnya kau bisa mengontrol ekspresi wajahmu bila ingin tetap memiliki citra sebagai gadis polos yang begitu murni. Tapi, bukankah sebaik apapun kau menyimpan sebuah sebuah bangkai, pada akhirnya baunya akan tercium juga?
"Ranhy, kau tidak ingin bergabung bersama yang lain?" Tanya Harist, bukan dia tak ingin bersama dengan Ranhy atau ingin bersama lady yang lain, hanya saja dia takut si gadis merasa risih terus di perhatikan mereka sejak datang.
Harits pikir mungkin karena tindakan tidak sopan nya pada pangeran dan Duke yang menyebabkan perhatian mereka tertuju untuknya. Harits tidak tahu saja bukan dia yang di sorot melainkan si gadis Marquise Seagyr itu lah yang menjadi sumber utama.
"Kalau kau mau, kau bisa pergi bersama yang lain. Asal jangan tiba-tiba pulang tanpa memberitahuku, aku tidak mau ditinggal dan kebingungan mencari jalan pulang"
ucapan Areya membuat Harist tertawa kecil, tidak mungkin dia membiarkan si gadis yang membuat dia menjadi sosok yang begitu berani mengangkat kepala ke pangeran Lordias ini pulang sendiri.
Lain Harist lain pula Areya, sebenarnya ada hal yang harus Areya lakukan sekarang. Areya ingat kembali akan alur cerita novel yang ia baca. Banyak yang sudah berubah sejak dirinya datang ke negeri ini.
Maka Areya kembali mengulik ingatan tentang alur ceritanya, jika dia tidak salah pada saat pesta inilah Pangeran Lordias akan menegak racun yang diberikan oleh seorang Lady, memang bukan racun yang mematikan namun berhasil membuat Lordias tak sadarkan diri selama hampir dua Minggu lamanya.
Hal inilah yang membuatnya batal mengikuti perlombaan berburu yang di adakan oleh Raja, hingga pangeran kedua keluar sebagai pemenang.
Tentu bukan itu yang menjadi pusat utama Areya, melainkan bagaimana hubungan Tyrese dan pangeran Lordias yang menjadi semakin dekat setelah kejadian racun karena Tyrese yang selalu ada dan turut membantu pengobatan sang pangeran.
Dan itulah yang membuat Ranhy semakin tidak menyukai Tyrese lantaran seperti memanfaatkan situasi untuk merebut pangeran Lordias darinya, padahal dirinya juga turut membantu menemukan siapa dalang dari kejadian tersebut.
Ranny yang malang, meski sudah di campakkan berkali kali dia tetap berusaha untuk menjadi orang yang akan di lihat oleh pangeran Lordias.
Jika dilihat kembali Ranhy lah yang lebih banyak berkorban untuk Lordias di banding dengan Tyrese Tyrese seperti memanfaatkan situasinya saja.
Selain itu banyak kejadian yang membuat Tyrese seperti disengaja untuk dekat dengan pangeran Lordias, seperti wabah penyakit di wilayah Duke Napios tampak sekali itu disengaja.
Dari mana jalannya Tyrese tahu berita itu sedang dirinya tidak memiliki teman dan tidak pernah keluar rumah selain itu persiapan obat obatan yang buat Tyrese dari mana ia tahu padahal ia belum melihat gejalanya dan terakhir sumber dari wabah itu dari mana dia tahu sedangkan dirinya tidak pernah terlibat akan ilmu pengetahuan apa pun.
Semua seperti direncanakan dan di susun dengan rapi, namun sialnya mereka memiliki Ranhy jiwa sembrono yang tidak bisa mereka kontrol.
Areya pernah terpanah pada kalimat di dalam novel yang mengatakan bahwa 'Ranhy si jiwa gila yang tidak bisa mereka kendalikan '
Entahlah kesimpulan masih panjang, namun Areya yakin dalang dari kematian Ranhy itu disengaja, jiwa Ranhy yang bebas dan penuh misteri itu membuat mereka tidak bisa meraih kemenangan dengan cepat.
Maka untuk menuntaskan tujuan itu maka kematian Ranhy di perlukan.
Mungkin itu hanya kesimpulan dari Areya saja tapi akankah cerita sebenarnya bukan tentang kisah Upik abu yang jatuh cinta pada pangeran namun konflik kerajaan yang melibatkan sosok Ranhy yang menjadi dalang utama kisah ini di buat?
Entahlah yang terpenting ia harus melakukan sesuatu malam ini Meskipun enggan, tapi areya harus menghentikan hal itu terjadi sebab, sekecil apapun perubahan yang bisa la lakukan, itu akan berdampak besar pada ke berlangsungan hidup nya di dunia ini.
Pangeran Lordias dan Putri Ziyis memasuki aula, keduanya tampak serasi berjalan bersama. Keturunan Yang Mulia Raja dan Ratu memang tidak main-main, mereka memiliki paras yang rupawan dan mempesona. Namun, itu tidak berarti apapun untuk Areya yang mengetahui sifat keduanya. Cih Untuk apa memiliki paras rupawan jika menjadi karakter pincang?
Lamunan arey sontak buyar tatkala seorang wanita dengan gelas ditangan nya tiba-tiba menyenggol bahunya,
"Bukankah pangeran Lordias sangat tampan? Lihat, dia seperti menatap ke arah ku." Ujarnya dengan senyum sombong .
Areya yang melihat itu hanya tersenyum tipis sembari memutar matanya malas, matanya sempat bersitatap meski hanya sekilas tapi pangeran Lordias memang sempat mencuri pandang ke arah nya .
"Terserah dirimu saja," Balas Areya yang tampak cuek.
"Wah, padahal dulu kau akan langsung berlari melemparkan tubuhmu pada pangeran Lordias, menempel seperti lalat menjijikkan " ejek si lady dengan pongah
"Ya, sepertinya dulu aku telah kehilangan akal dan sekarang giliran mu kan?,"
Si lady dia seakan tak lagi mampu berkata-kata.
"Permisi" Suara yang datang menyapa mengalihkan atensi si lady dan areya.
Areya menghela napas pelan, kenapa dari sekian banyak orang yang datang pada acara pesta malam ini, harus Duke Napios lah yang datang menghampirinya.
Si Lady yang tidak berbicara dengan Areya sontak langsung tersenyum lebar sembari sedikit memperbaiki rambutnya, Areya tersenyum tipis dasar murahan mudah sekali berpindah padahal kata yang di ucapkan belum ada lewat lima menit.
"Bisa berbicara dengan anda Lady-"
"Bisa" potong si lady dengan semangat
"Ranhy " lanjut Napios membuat si Lady terdiam lalu menunduk mendengus kasar sambil remat gelas yang di genggam.
Sial dia mempermalukan dirinya sendiri di depan sosok Duke yang paling di incar di negeri ini
"Tentu" ucap Areya sembari tersenyum mengejek kearah sang lady yang menatap tajam dirinya.
Selepas itu mereka pergi meninggalkan si lady sendiri. Ada untungnya Napios datang setidaknya ia bisa melihat tingkah memalukan dari sosok pongah tidak tahu diri.
🤣🤣🤣🤣