Fitnah keji membuat Selia harus menerima cacian dan hinaan yang begitu menyakitkan. Ia dicerai karena kedapatan tidur dengan kakak iparnya bahkan penjelasannya hanya dianggap omong kosong.
Apa yang dilihat belum tentu itu yang terjadi dan dibalik kejadian itu ada seseorang yang bertepuk tangan penuh kemenangan.
Harta, Tahta, Wanita. Tiga hal sensitif itu lah yang melekat pada diri Selia yang justru menjadi bumerang untuknya. Siapa pun yang menjadi suami Selia ialah yang akan menempati posisi CEO diperusahaan.
"Semakin kamu berusaha memilikiku, semakin aku membencimu!" Selia Salsabila.
"Aku hanya menginginkan Tahta, bukan dirimu!" Hiro Barayav.
Mampukah Selia membuktikan bahwa dirinya tidak bersalah?
Lalu apakah Hiro berhasil memiliki Selia dan memiliki apa yang dia inginkan?
Simak ceritanya hanya di novel Naik Ranjang : Terjerat Sang Perebut Tahta
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 30 Benci tapi Cinta
Selia mengusap air mata yang membasahi pipi saat melihat pintu kamar rawat ditutup Hiro yang keluar dengan sendirinya tanpa ia minta pria itu pergi.
Perasaan Selia kini tak menentu setelah mengingat kembali kenangan lama yang begitu menyakitkan. Dinodai pria yang dicintainya dan kehilangan kedua orang tua yang ia sayangi dalam waktu yang berdekatan sungguh membuatnya sangat terpukul.
Kini ia mengerti mengapa Hiro sangat berambisi menjadi CEO. Semua itu karena Hiro ingin memiliki dirinya karena harta, tahta dan wanita semuanya melekat pada dirinya. Hiro masih mencintainya padahal ia tidak mengingatnya.
Tidak bisa ia pungkiri bahwa dilubuk hati yang paling dalam ia juga masih mencintai pria itu hanya saja kebencian menyelimuti hatinya dan membuatnya tidak bisa berpikir dengan baik selain membenci pria itu.
Meski selama ini tidak mengingat Hiro tapi ia selalu merasakan hatinya bergetar saat didekat pria itu.
Mendudukkan tubunya, Selia mengusap perutnya yang masih rata. Ia tertegun mengingat penjelasan dokter beberapa saat yang lalu bahwa dirinya saat ini sedang hamil. Sesuatu yang sangat ia harapkan saat menjadi istri Harry namun tidak pernah terjadi.
"Aku membencimu, Hiro, tapi kenapa aku bisa mengandung anakmu?" lirih Selia bertanya pada dirinya sendiri.
*
*
Mama Mona dan papa Louis yang membesuk Selia kerumah sakit kini baru saja tiba dikamar rawat wanita itu dan langsung menghampiri Selia dan memeluk wanita itu penuh kekhawatiran.
"Gimana keadaanmu, Nak, apa kamu baik-baik saja?" tanya Mama Mona setelah melepas pelukannya pada Selia dan menangkup kedua sisi wajah wanita itu.
Selia menatap mama Mona kemudian menganggukkan kepala dengan seulas senyum yang ia paksakan terbit di bibirnya.
"Aku baik-baik aja, Ma, makasih sudah mengkhawatirkan aku."
Mama Mona menganggukkan kepala dengan perasaan lega. Mengedarkan pandangan ke penjuru kamar, ia tidak melihat putra sulungnya ada di kamar itu.
"Kamu sendirian di sini, Selia, Hiro kemana?" tanya mama Mona yang merasa kesal dengan putranya yang tidak menjaga Selia dan membiarkan wanita itu sendirian.
Selia terdiam tanpa menatap mata sang mertua namun kepala menggeleng.
Mama Mona menatap Selia dengan lekat dan mengarahkan wanita itu menatapnya. Ia merasa ada sesuatu yang terjadi antara Hiro dan Selia yang tidak ia ketahui.
"Selia ada apa? Kamu nggak lagi bertengkar sama Hiro, kan?" tanya Mama Mona membuat Selia kembali menitikan air mata dengan perasaan sesak didalam dada.
Mama Mona yang melihat Selia menangis semakin mengkhawatirkan wanita itu dan berfikir yang tidak-tidak.
"Selia ada apa?" Mama Mona terus mendesak Selia untuk bicara.
Awalnya Selia tidak ingin bicara dan hanya diam namun pada akhirnya wanita itu pun bersuara.
"Aku sudah mengingat semuanya, Ma. Masa laluku yang kelam bersama Hiro dan kematian kedua orang tuaku," jelas Selia dengan lirih membuat Mama Mona dan Papa Louis terkejut mendengarnya.
Mama Mona takut dengan kembalinya ingatan Selia wanita itu semakin membenci Hiro dan meninggalkan pria itu. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana terpuruknya Hiro saat kehilangan Selia.
"Selia, tolong maafkan, Hiro, Nak. Dia nggak salah. Dia saat itu dijebak Erina sampai bisa menodaimu. Mama mohon maafkan lah dia dan jangan pernah meninggalkannya," lirih Mama Mona.
"Aku membencinya, Ma. Dan setiap kali bersamanya aku merasakan sakit," kata Selia membuat Mama Mona semakin ketakutan sang menantu pergi meninggalkan putranya.
"Nak ...."
Mama Mona tak bisa berkata-kata lagi. Ia ingin Selia terus bersama Hiro tapi ia tidak bisa memaksakan kehendaknya bila Selia memang ingin pergi dari sisi putranya.
"Aku membencinya, Ma, tapi aku juga mencintainya. Aku ingin pergi darinya tapi aku juga ingin bersamanya."
*
*
Jangan lupa dukungan ya..😍
smga kedpan nya Harry mnemukan cinta sejatinya. 😊