MASUKIN RAK FAVORIT DULU DAN JANGAN LUPA LIKE JUGA KOMENTAR YAH 🥰
Riskana Anjani Baskoro merupakan korban pelecehan saat masih di bawah umur. Menyisakan trauma terdalam, sehingga merasa diri selalu kotor dan tak pantas untuk perjaka.
Suatu ketika dia disuruh menikah oleh orang tuanya dan Riska patuh sebab dia mengutamakan kebahagiaan orang tuanya.
"Baiklah, aku akan menikah, tapi, Ayah yang cari jodoh buat aku!" tegas Riska membuat wajah ayahnya bersinar terang.
"Oke, kamu mau pesan jodoh yang seperti apa? Kaya raya, pengusaha, pebisnis, CEO atau apa?" tanya sang ayah semangat.
"Yang duda rasa perjaka!" tukas Riska lantang membuat seluruh keluarganya melongo.
*
*
Di malam pengantin,
"Mas, beneran duda, 'kan?" tanya Riska genit seraya mencolek dagu suaminya.
"I-iya," jawab pria itu malu-malu kucing.
"Aaa, pasti lebih hot, karena Duda lebih berpengalaman!" tambah Riska membuat pipi pria itu merona.
"Tapi, a-aku masih perjaka," cicit pria itu pelan membuat Riska melongo.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon kisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Nomor Tak Dikenal
Ah …
Riska mengeluarkan suara indahnya saat Zayyan mengecup tengkuk lehernya. Sang suami tersenyum tipis, dia mengecup pipi Riska dari samping. Tidak ingin menggagahi istrinya, karena tahu kalau Riska pasti kelelahan.
"Mandilah … aku tahu kamu capek, malam besok saja kita hoho hihi nya," bisik Zayyan membuat hati Riska menghangat. Sejujurnya dia menginginkan rudal balistik Zayyan. Namun, sadar dengan kemampuan tubuhnya yang sudah lelah, karena terlalu banyak memforsir tenaga untuk acara resepsi pernikahan mereka.
"Terima kasih, karena sudah mengerti aku, Mas." Riska melengos ke samping lalu memberikan ciuman manis pada bibir sang suami.
Zayyan menahan tengkuk Riska guna memperdalam ciuman sesaat itu.
"Kenyamanan kamu yang paling utama," balas Zayyan lembut.
Riska tersenyum kecil, dia segera masuk ke dalam kamar mandi. Pakaian pengantinnya ia masukkan ke dalam keranjang kotor. Begitupun dengan Zayyan, pria itu tampak kelelahan.
Dia segera merebahkan tubuhnya atas ranjang. Menatap langit-langit kamar, pikirannya tertuju pada gadis kecil yang memanggilnya papa.
Ada rasa hangat menjalar dalam hatinya, meski ada rasa kesal juga dalam hati, karena Rina mencampakkan nya begitu saja setelah melahirkan.
"Syila … nama yang bagus," gumamnyw pelan.
Tak berselang lama ponsel Zayyan berbunyi membuat pria itu segera meraba ke atas meja nakas. Dia mengambil ponselnya, terdapat nomor tak dikenali menghubunginya.
"Halo." Zayyan menyapa dengan nada dingin.
[Halo, Zay … ini aku Rina]
Suara wanita itu terdengar oleh Zayyan. Membuat pria itu terhenyak, dia segera bangkit duduk lalu melihat layar ponselnya kembali. Seingatnya dulu Zayyan sudah memblokir nomor Rina. Mengapa wanita itu bisa menghubunginya lagi?
"Ada apa?" tanya Zayyan dengan nada dingin.
[Bisa kita ketemu lusa? Ada hal penting yang ingin aku bicarakan padamu.]
Rina berbicara dengan nada lembut membuat Zayyan merenung. Pria itu tidak langsung menjawab, Zayyan sadar kalau sekarang dia sudah bukan miliknya sendiri, ada Riska juga yang punya hak atas dirinya.
"Aku minta izin pada istriku dulu," balas Zayyan datar membuat Rina tersenyum kecil di seberang sana.
[Ternyata kamu tidak berubah ya, Zay. Selalu menjaga perasaan istrimu. Beruntung sekali gadis yang menjadi istrimu.]
Zayyan tersenyum sinis mendengarnya. Ada amarah dalam hati yang tak bisa diungkapkan dengan kata-kata, karena takut menyakiti lawan bicaranya.
"Tidak! Aku yang beruntung punya istri sepertinya, karena dia tidak pernah pacaran dan aku adalah laki-laki asing pertama yang masuk ke dalam hidupnya."
Zayyan menyanggah dengan sarkas. Dia menyindir secara halus membuat Rina yang diseberang sana terdiam.
Halus tapi tajam, begitulah kalimat yang keluar dari mulut Zayyan.
"Sudah tidak ada lagi, 'kan? Kalau begitu aku tutup, karena aku tidak mau istriku salah paham nantinya," tambah Zayyan semakin membuat Rina berkecil hati.
[Iya, nanti kalau jadi, kabari aku ya!]
"Hemm." Zayyan hanya berdehem samar lalu segera mematikan ponselnya. Sang pria memegang dadanya yang tak lagi merasakan debaran saat mendengar suara Rina.
Padahal dulu, mencium aroma parfum Rina saja sudah membuat jantung pria itu nyaris lepas dari tubuhnya.
Zayyan tersenyum tipis. Dia bersyukur hatinya bisa move on, dia telah selesai dengan masa lalunya, sehingga cintanya pada Riska takkan terbagi nantinya.
Tak berselang lama Riska keluar dari kamar mandi. Dia telah memakai piyama tidurnya yang ia bawa.
Giliran Zayyan yang masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri. Riska sedang mengeringkan rambutnya dengan hairdryer.
Suara dering ponsel Zayyan berbunyi membuat gadis muda itu mengalihkan atensinya pada ponsel Zayyan.
Terdapat nomor asing menghubungi Zayyan melalui via WhatsApp video call.
Awalnya Riska mengabaikan panggilan video tersebut, namun saat panggilan yang ketiga kali, terpaksa dia menerima panggilan dari nomor tersebut, karena takut ada hal penting yang ingin dibicarakan di penelepon.
"Papa … eh … Tante siapa?"
Degg.
Riska termangu melihat wajah menggemaskan memenuhi layar ponsel Zayyan.
"Tante di mana Papa Syila?" tanya gadis kecil itu lagi membuat Riska kalang kabut, karena tak tahu harus menjawab apa.
"I-itu …"
"Siapa yang telpon, Sayang?" tanya Zayyan yang baru saja keluar dari kamar mandi.
Mata pria itu menahan saat melihat ponsel yang dipegang oleh Riska adalah miliknya.
"A-anu, Mas," balas Riska terbata-bata.
"Anu apa hemm?" tanya Zayyan dengan nada genit seraya membelai bagian intinya uang tersembunyi di balik handuk.
"Ih, apaan sih, Mas. Ini ada telpon dari anaknya Mbak Rina! Dia tanya kamu di mana," celetuk Riska pelan seraya memberikan ponsel pada Zayyan membuat pria itu terkejut.
Dia menerima ponselnya dan melihat wajah Syila memenuhi layar ponselnya.
"Papa?!" teriak gadis kecil itu membuat Zayyan langsung menatap ke arah Riska.
*
*
Guys, maaf nggak bisa yang hot hot yah karena bulan puasa dan author takutnya kena pelanggaran kalau nulis yang itu 🙏🙏🤭
Bersambung.
Jangan lupa like coment vote dan beri rating 5 yah kakak 🥰🥰
Salem Aneuk Nanggroe Aceh ❤️
bikin ngakak