NovelToon NovelToon
Menantu Super Kaya

Menantu Super Kaya

Status: sedang berlangsung
Genre:Menantu Pria/matrilokal / Crazy Rich/Konglomerat / Mengubah Takdir / Romansa
Popularitas:293.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: rafizqi

Bagaimana jadinya jika dirimu di anggap sebagai menantu sampah yang tidak berguna dan bodoh di dalam keluarga?

Saga Amripradiga. Seorang pemuda sederhana dan miskin yang selalu mendapatkan hinaan dari keluarga Istrinya. Tidak memiliki pekerjaan tetap, dan bahkan menumpang hidup di keluarga istri, membuat Saga semakin dikucilkan.

Tapi, siapa sangka. Dia menantu yang selalu dihina dan diremehkan adalah seorang pewaris kerajaan Bisnis terkaya di dunia.

Dengan kekayaannya, Saga pun mengubah pandangan semua orang kepadanya, termasuk keluarga istrinya. Dia yang di remehkan, perlahan bangkit dan mengubah takdirnya.

Ig: @rafizqi0202

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rafizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

...🌵🌵🌵...

"Bagaimana? Kamu setuju?" Tanya Saga setelah mengatakan rencananya kepada Istrinya.

"Ya. Sepertinya rencana itu memang bagus untuk mereka!" Ujar Angelia menyetujui.

Mengingat kedua orang tuanya memang sangat keterlaluan selama ini, Angelia pun setuju akan rencana Saga yang ingin memberi pelajaran kepada semua keluarganya.

Pagi hari pun tiba. Pagi-pagi sekali Saga sudah berangkat bekerja. Dia sudah tidak peduli lagi siapa yang akan menyiapkan makanan di rumah mertuanya.

Kesibukannya bekerja pun menjadi permasalahan bagi mertuanya.

"Lihatlah menantu itu. Semula dia sangat rajin bekerja di dapur. Sekarang, dia membiarkan aku yang sudah tua ini melakukan pekerjaan. Apa dia sudah tidak waras berangkat ke kantor di jam 6 pagi?" Gerutu Morata di meja makan.

Siham dan Pak Wandi hanya saling menatap, "Aku bekerja di rumah seperti pembantu saja. Carikan asisten rumah tangga! Aku sudah lelah mengerjakan semua pekerjaan dapur. Pinggangku terasa sangat sakit" keluh Morata lagi.

"Suruh saja menantu mu itu untuk mencari Asisten. Dia kan orang kaya raya!" Ujar Pak Wandi.

"Kenapa harus Saga? Kenapa tidak Carikan sendiri saja Asisten rumah tangga?" Tanya Angelia cepat, setelah sesaat yang lalu, dia hanya diam mendengarkan ocehan ibunya.

"Angelia? Kenapa kau membentak?" Tanya Morata kepada putrinya itu.

Angelia terlihat sangat kesal, "Kalian tidak pernah berubah. Saga sudah sangat baik kepada keluarga kita. Kenapa kalian masih saja menyulitkannya?"

"Kenapa kamu peduli? Jangan katakan kalau kamu sudah mencintainya?" Tebak Siham segera yang membuat pandangan Angelia beralih kepadanya.

"Jika memang iya. Itu bukan urusan mu. Lagipula dia suamiku..."

"Sejak kapan?" Potong Siham mengejek.

"Sejak kapan kamu menganggapnya suami? Bukankah selama ini kamu sama saja seperti kami? Kamu juga sering menghina Saga dan meremehkannya. Jangan bilang setelah kaya, kamu mulai ingin menjadi istrinya. Jangan munafik Angelia. Kakak tau wanita seperti kamu pasti menginginkan hartanya. Setidaknya dia cukup kaya untuk menghidupi kita semua" lanjut Siham yang menatap Angelia dengan tatapan remeh.

"Siham. Kenapa kamu berbicara seperti itu kepada adikmu? Bagus dong jika dia dan Saga mulai saling menerima. Jika begitu, Saga akan ada di dalam belenggu kita semua. Benarkan sayang?" Tanya Morata kepada Angelia.

"Benar sekali. Angelia, Papa harap kamu bisa bekerja sama. Karena Saga itu bodoh, papa harap kedepannya kamu bisa mengendalikan Saga dan perusahaan miliknya. Jangan biarkan dia berpaling darimu atau meninggalkan mu. Setidaknya, buatlah dia merasa bertergantungan denganmu agar dia tidak pergi dari rumah ini" sahut Pak Wandi yang juga mendukung hubungan Angelia.

Angelia menggelengkan kepalanya kecewa. Dia tak habis pikir. Walaupun keluarganya mendukung hubungan antara dirinya dan Saga. Namun mereka memiliki niat yang lain. Angelia sudah bisa menebak maksud dari ucapan Ibu dan ayahnya yang hanya menginginkan harta kekayaan yang dimiliki Saga.

"Kalian sungguh keterlaluan!" Angelia pun beranjak dari duduknya setelah mengatakan itu. Dia benar-benar marah kepada semua orang saat ini.

"Kenapa dia marah?" Tanya Siham bingung.

"Sudahlah. Jangan pikirkan. Oh ya, papa kan sebentar lagi akan ulang tahun. Bagaimana kalau kita menyiapkan pesta untuk papa? Ya uangnya kita minta ke Saga!" Ujar Morata menyarankan.

"Boleh juga. Papa mau-kan pa? Kita akan buatkan pesta yang sangat meriah dan mewah. Sekalian kita promosi menantu kaya raya di rumah ini. Dengan begitu, keluarga kita akan selalu menjadi terpandang di seluruh dunia." Sahut Siham menyetujui.

"Boleh juga. Kita akan membahas ini nanti. Sebaiknya kita jangan minta uang ke Saga. Kita lihat saja, hadiah apa yang dia berikan kepada Papa. Papa yakin, orang sekelas dia akan memberikan hadiah yang sangat mewah!" Ujar Pak Wandi senang.

"Papa benar. Saga pastikan akan berikan hadiah terbaik yang akan membuat semua orang akan iri melihatnya" jawab Morata yang ikut senang membayangkannya nanti.

Sementara itu, di tempat lain. Lebih tepatnya Di kantor. Arya nampak berdiri di depan Saga.

"Tuan. Apa perlu saya lakukan sesuatu untuk membuat mereka tahu diri?" Tanya Arya.

Saga menceritakan semuanya kepada Arya tentang keluarga istrinya. Hal itu membuat Arya sangat geram mendengarnya.

"Tidak perlu Arya. Apa perintah saya sudah kamu lakukan? Kamu sudah menarik Saham di perusahaan Bumitama Grup?" Tanya Saga.

"Sudah tuan. Perusahaan Bumitama sudah tidak memiliki kerjasama lagi bersama kita." Jawab Arya.

"Tuan. Apa hanya memberikan hukuman ini akan membuat mereka sadar?" Tanya Arya kembali.

"Sebenarnya tidak hanya ini. Ada sesuatu hal lain yang akan aku lakukan kepada mereka." Jawab Saga.

"Apa itu tuan?" Tanya Arya kembali.

"Nanti kamu juga akan tahu. Sekarang, tolong carikan sebuah rumah untuk ku dan Angelia. Aku akan berikan rumah ini sebagai hadiah pernikahan untuk istriku!" Ujar Saga lagi.

"Baik tuan. Saya akan mengerti!" Jawan Arya.

Arya pun menunduk memberi hormat. Lalu pergi meninggalkan Saga.

Sementara, Saga tetap di tempatnya sambil diam berpikir. Tak lama, handphone miliknya tiba-tiba saja berdering.

"Siham!" Gumamnya heran.

Tak menunggu lama, Saga pun mengangkat teleponnya.

"Hallo kak. Ada apa?" Tanya Saga setelah mengangkat telepon.

"Saga. Bisakah kamu pulang lebih cepat? Malam ini ada pesta di rumah. Papa sedang ulang tahun dan jangan lupa untuk membawakan hadiah untuk papa ya. Dahhhh"

Belum sempat Saga menyahut, telepon itu sudah Siham matikan begitu saja. Saga nampak diam dengan sedikit berpikir.

Setelah sejenak terdiam. Kini Saga terlihat menyeringai, "Ya. Inilah rencananya. Aku akan berikan hadiah yang cocok untuk mereka!" Gumam Saga setelah memikirkan hadiahnya.

.

.

.

Bersambung.

Jangan lupa untuk memberikan like dan komen ya ☺️

1
Shaa Erahh
Luar biasa
Fano Jawakonora
bagus tapi lanjutkan jgn setengah"
Fano Jawakonora
lanhut author jgn setengah
Fano Jawakonora
author ini pengagum budak cinta
Fano Jawakonora
Sdh jelas hrs terima kamu koq bingung senang dihina terus pergi dan tinggalkan mereka
Zfsinbar Zfsinbar
lanjutkan author
Zfsinbar Zfsinbar
lanjutkan
nda bae nda
gx jlas amat up ny
Arman
good
Glastor Roy
up
Herry Yasin
pokoknya mantap deh...
Khidir Ali Syam
karya ini luar biasa, terus lanjutkan thor😁🙏
Aldi Suwarta
saga bodoh gak punya harga diri
Roni Yakub
semangat kakkkk
Simanole
lanjut
Simanole
Sambung
fransiskus hutabarat
mulai masuk akal ceritanya
fransiskus hutabarat
walah masih lanjut jg bertele2
fransiskus hutabarat
sampe disini masih muter2 dan bertele2
maulana bagus
hadir bang dari pasuruan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!