Diusir dari rumah tak membuat Halley melemah. Justru sebaliknya, semenjak diangkat oleh sebuah keluarga kaya, gadis itu kini menjadi gadis lain yang sangat kuat, dingin, dan kejam apalagi sejak ia menjadi leader dari Black Devil. Dia menjadi BAD GIRL!
Lulus SMA, gadis yang mengubah nama menjadi Camilla itu malah mengulang sekolah lagi. Hingga takdir mempertemukannya dengan sahabat kecil, keluarga kandungnya, sekaligus musuhnya. Tak lepas dari itu, hadirlah seorang ketua OSIS tampan yang sangat Camilla benci nyatanya berhasil mengubah kehidupan gadis itu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rara Tania, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Tembakan pada Camilla!!!
Sore hari.
Camilla disibukkan dengan pekerjaan CEO-nya. Sejak awal peresmian, banyak perusahaan yang menawarkan kerjasama pada CBD Company. Camilla pun tak segan menerimanya, tapi sebelum itu ia pasti mengecek latar belakang perusahaan itu, semuanya.
Setelah asistennya mengirimkan ponselnya dari rumah, benda tipis itu terus saja bergetar. Ratusan panggilan telepon dari Welly, Camilla abaikan. Gadis itu benar-benar fokus pada pekerjaannya, tak salah jika perusahaannya kini berkembang pesat.
Karena sudah selesai urusan pekerjaannya, Camilla menyalakan ponselnya dan menerima panggilan telepon Welly. Ponsel itu dijauhkannya tatkala mendengar teriakan orang dibalik telepon.
"WOY AN*IRRR BARU DIANGKAT!"
"Apaan sih, cerewet!" Ketus Camilla kesal sambil membereskan berkas-berkas di atas meja.
"Lo kapan ke sini?! Cowok lo nyariin lagi!"
"Heh, dia bukan cowok gue!"
"Terserah lah! Mau dia cowok lu, atau punyanya cewek yang sekarang di ruangannya, pokoknya lu harus ke sini!" Welly mendadak mematikan sambungan teleponnya, memutuskan keinginan Camilla yang hendak berbicara.
"Cewek di ruangannya?"
***
Siulan Camilla terdengar bergema di kamarnya yang kedap suara. Gadis itu sedang memakai jam tangan hitam milik orang yang sampai sekarang belum diketahui identitasnya selama tujuh tahun ini. Style yang ia kenakan sangat simple, celana jeans biru, dan kaos warna merah. Tak lupa ia memakai jaket denim.
Camilla memasukkan ponselnya di saku celananya, lalu mengambil kunci mobilnya dan segera ke garasi. Ia langsung melajukan mobilnya ke Dharma Hospital. Ia tidak ingin repot sendiri, jadi ia ke sana dengan tangan kosong alias tidak membawa apapun.
Setelah diberi tau ruangan tempat Justin di rawat, Camilla melangkahkan kakinya ke ruang VIP.
Baru tujuh meter dari pintu ruangan tempat Justin dirawat, Camilla berpapasan dengan Jack yang sepertinya baru saja menjenguk Justin. Yang membuat Camilla sedikit waspada, laki-laki itu memandangnya datar.
Camilla segera mempercepat langkahnya setelah laki-laki itu berbicara satu kalimat. Dua kata yang tadi diucapkan Jack terngiang-ngiang di kepalanya.
"Jaga nyawamu!"
Camilla terus berpikir, apa maksudnya? Apa mungkin Jack akan membunuhnya di rumah sakit ini? Lalu tadi itu perkataannya sebelum mencabut nyawanya? Astaga, bahkan Camilla tidak membawa senjata apapun sekarang.
Saat hendak membuka pintu ruangan Justin, samar-samar Camilla mendengar percakapan dari dalam ruangan. Percakapan dari dua orang yang pasti Camilla tau siapa itu.
"Iya, sama-sama. Semoga lo cepet sembuh." Caitlin mengusap tangan Justin, itupun tidak ditolak oleh laki-laki itu. Membuat Caitlin senang bukan main.
"Ngomong-ngomong, dahimu kenapa? Sepertinya ada luka?" Tanya Justin dengan dahi yang mengkerut.
"Hanya masalah kecil. Tadi di kantin tiba-tiba Camilla membenturkan kepalaku, mengenai meja. Tapi sudah tak sakit lagi, hanya sedikit memar." Caitlin tersenyum.
Sementara di luar, Camilla menyatukan alisnya. "Hey! Tadi dia yang cari masalah, kenapa malah dia berkata bahwa gue ngelakuinnya mendadak!"
Mata Justin terbelalak, "Bisa-bisanya dia melakukan hal sekasar itu!" Caitlin cemberut, ia mengerucutkan bibirnya. Membuat Justin semakin geram dengan perbuatan Camilla.
"Sudahlah, biarkan saja, Tin."
"Tidak bisa. Pokoknya nanti gue bicarakan ke cewek itu. Nggak pernah bener dia itu."
Mendengar itu, Camilla segera menarik tangannya dari ganggang pintu. Ia mundur dua langkah dan berbalik badan. Camilla jadi tidak niat lagi untuk menjenguk Justin.
Baru tiga langkah ia berjalan, seorang perempuan yang tak lain adalah Caitlin memanggilnya. Tapi Camilla tidak membalikkan badannya.
"Hey hey, lihat ini. Ada si penggoda di rumah sakit. Apa kau sedang mencari om-om? Astaga benar-benar keterlaluan. Di sini adanya pasien, bukan client tubuhmu!" Ketus Caitlin lalu segera pergi meninggalkan Camilla yang sedang mengepalkan tangannya itu.
Ingin menyauti perkataan Caitlin yang sudah berjarak 15 meter darinya itu, tapi dering telepon mengalihkan perhatian Camilla.
Welly Si Asisten Genit
"Woy, lo kapan ke sini? Dicariin!" Tiba-tiba saja Welly langsung mematikan sambungan teleponnya.
"Ck! Kebiasaan!" Dengan langkah malas Camilla melangkahkan kakinya ke ruangan Justin.
Ceklek!
Pintu terbuka. Justin yang melihat keberadaan Camilla pun melototkan matanya. "NGAPAIN LO DI SINI?!"
Welly yang mendengar itu pun mengernyitkan dahinya, "Lah gimana sih? Ini orang yang lo cari dari kemarin! Yang udah nyelametin lo itu!"
Camilla menatap datar Justin yang sedang menatapnya dengan ekspresi terkejut. "Kenapa?" Tanya gadis itu dingin.
Baru satu langkah berjalan, suara tembakan di luar ruangan mengalihkan perhatian Camilla. Ia menghentikan langkahnya. Pandangannya kini teralih ke Welly yang juga mengernyitkan dahinya.
Camilla pun berbalik badan. Dibukanya pintu ruangan VIP itu. Teriakan seseorang yang tiba-tiba membuat Camilla terbelalak.
"LEYYY!"
DOR! DOR!!!
Dua tembakan yang tiba-tiba dilepaskan dari orang tak dikenal tepat mengenai paru-paru Camilla.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
Jangan lupa LIKE, KOMEN, FAVORIT, VOTE 🤩
---Rara Tania
Tapi kalo Cam sama Welly ntar judul novel nya outhor bukan Cewek bar2 sama Ketos ya, Pasti judul novelnya akan lain ya 😃😃