Novel ini. Sekuel dari Novel (Mengejar Cinta Istri Yang Kabur)
Yang berfokus pada kehidupan anak-anak dari pada Tokoh-tokoh utama di Novel Mengejar Cinta Istri Yang Kabur.
Terutama Arga.
Dengan semua dendam yang menumpuk di dalam hatinya, karena suatu peristiwa yang merenggut seseorang yang ia sayanginya.
Arga pun terjebak dalam Cinta yang salah, semakin membuat rumitnya kehidupan yang harus ia jalani.
Arga juga memiliki kepribadian yang sama persis seperti Papahnya yaitu Kaisar. Kejam dan Sadis!
💮💮
Bagi yang belum membaca cerita Mengejar Cinta Istri Yang Kabur. Ntor sarankan untuk membacanya terlebih dahulu ya, agar tahu asal mula Arga dan seperti apa kehidupan waktu kecilnya.
Terimakasih 🙏
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini.
Mohon dukungannya 🤗🤗
Love banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon acih Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jason Tidak Bisa Menemukan Putrinya
Selamat! Membaca 🤗
"Cepat Ben, kenapa kau masih berdiri di situ?"
"Baik, Tuan."
BRAK!
Sebelum Ben melangkahkan kakinya, Arga menutup pintu terlebih dahulu.
"Mengganggu saja,"grutu Arga. Dan kembali pada sesuatu yang menjadi kesenangannya saat ini.
Yaitu mengganggu Shi, yang tengah menghayati hukuman yang di berikan Arga.
"Kau semakin santai saja, apa kau tidak menyadari jika waktu yang kau miliki semakin berjalan."
Shi diam, ia tidak memperdulikan ocehan suaminya. Yang Shi pikirkan, dia harus segera menyelesaikan semua tugas tidak masuk akal yang diberikan oleh Arga.
"Apa kau tidak mendengarkan ucapan saya?"
"Dengar,"sahut sih dengan malas.
"Lalu kenapa kau diam saja, padahal saya tengah mengingatkanmu jika waktumu semakin berjalan."
"Lalu saya harus apa, Tuan? Apa saya harus melompat-lompat! Ketika mendengar waktunya sebentar lagi?"
"Terserah kau saja, yang jelas waktumu hanya tersisa 14 menit."
Kata Arga lalu ia memutuskan untuk keluar dari Kamar itu.
"Dasar! Kejam! Manusia kejam,"umpat Shi yang menuangkan kekesalannya sambil melempar-lemparkan pakaian Arga, bukan hanya melempar. Ia juga menginjak-injak dengan kedua kakinya sambil terus mengumpat, dengan segala sumpah serapah yang ia ucapkan pada lelaki itu.
❄️❄️❄️❄️❄️
"Tuan Jason, Suster itu mati,"kata Piter menyampaikan berita pada Jason yang tengah melamun di depan cermin.
"Mati, apa dia sudah mengatakan sesuatu?"
"Belum Tuan."
"Dasar bodoh! Kalau begitu cepat urus mayatnya, jangan sampai ada orang yang mengetahui bahwa itu adalah perbuatan kita. Setelah itu, kau cari kembali, siapa yang menculik Shi."
"Baik Tuan, tapi. Ada satu berita lagi yang ingin saya sampaikan pada Anda."
"Apa?"
"Beberapa anak buah yang kita utus untuk menculik putri dari Jhon, berhasil dibekuk oleh anak buah Arga, Tuan,"kata Piter dengan ragu, karena ia sangat tahu jika berita ini pasti akan membuat Jason lebih murka lagi.
Terlihat Jason mengendurkan dasi yang melingkar di lehernya, sepertinya ia tengah memberi jalan untuk nafasnya yang mulai tersendat.
"Kenapa kau tidak berguna seperti ini Piter, hingga mengirimkan anak buah dengan kemampuan Nol besar. Padahal mereka hanya menghadapi cecunguk-cecunguk yang Arga miliki."
Piter hanya menunduk mendengar perkataan menghina dari Jason.
"Pergilah, biar aku yang memikirkan cara bagaimana menghadapi keluarga Kaisar terutama Putranya itu. Lebih baik kau cari di mana keberadaan Shi, dan urus mayat Suster itu."Titah Jason.
"Baik Tuan."
❄️❄️❄️
Sudah berbulan-bulan, Piter dan Jason mencari keberadaan Shi.
Namun mereka tetap tidak bisa menemukan di mana keberadaan Putri kesayangan Jason.
Arga benar-benar sukses menutup semua berita dan Informasi tentang keberadaan Shi, hingga membuat Jason kalang kabut dan Stres, di setiap harinya karena memikirkan keberadaan dan keselamatan Putrinya.
Setiap harinya Jason sudah seperti orang tidak waras, mengamuk ke sana kemari. bahkan ia juga tidak segan-segan membunuh semua anak buahnya yang ia anggap tidak berguna, karena tidak bisa menemukan keberadaan Shi dan melacak siapa yang membawa Putrinya.
Dan tentu saja, keadaan seperti itu sangat membuat Arga senang dan puas.
Tapi kepuasannya tidak cukup sampai di situ. Karena Arga akan melanjutkan aksinya, dengan berniat memberikan kejutan pada Jason suatu Hari Nanti.
Jhon.
Yang melihat beberapa Pria di hadapannya menjadi murka dan kesetanan, ia menyiksa habis-habisan para Pria yang mengintai Yolla, dan John lebih murka lagi ketika mengetahui pria-pria itu adalah utusan dari Jason.
Padahal Ia sudah menempuh Jalan damai, untuk melupakan semua kejadian masa lalu mereka, termasuk kejadian 10 tahun lalu. Yang merenggut nyawa Sintia dan membuat Farel frustasi.
Tapi sepertinya, Jason kembali membuat ulah dengan mengintai Yolla Putri sulungnya.
Karena kejadian ini pun, John mengumandangkan ke seluruh anak buahnya bahwa ia menyatakan perang dengan Jason.
"Katakan pada Tuan Arga, untuk menemuiku,"kata John, pada beberapa orang yang berada di bawah perintahnya.
"Baik Tuan."
🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️
Beberapa bulan berlalu.
Jason masih belum menemukan Putrinya.
Dan Arga masih memperlakukan Shi dengan sesuka hatinya.
Dan saat ini Jason kembali menabuh gendang perang dengan Arga, kali ini ia ingin menjatuhkan dan menghancurkan semua bisnis yang dijalani oleh Lelaki yang ternyata menantunya itu.
"Tuan, Jason telah mengambil alih semua Proyek yang seharusnya menjadi milik kita,"kata Ben.
Yang menurutnya ini kabar buruk.
"Lalu?"
"Jika terus dibiarkan seperti ini, Saya khawatir akan berdampak buruk pada Perusahaan kita Tuan."
"Biarkan saja, beri dia sedikit kesenangan sebelum ia mendapatkan hadiah istimewa dari Menantunya ini,"sahut Arga dengan santai.
Padahal semua orang tengah pusing dengan masalah ini, tapi ia masih bisa santai, dan terlihat seperti tidak ada masalah apapun di Perusahaannya.
"Apa ada sesuatu yang Anda rencanakan?"
"Tentu saja."
"Baiklah, saya yakin jika rencana Anda akan berjalan dengan baik sesuai yang anda inginkan, Tuan."
"Arga!"
Tiba-tiba Jessie, masuk ke Ruangan Arga tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
"Jessie!"geram Arga.
"Maaf aku, Ga. Ini darurat!"
"Apa?"
"Aku mendapatkan telpon dari Bi Ida, jika Om Farel kambuh, ia mengamuk di Mansion."
Arga dan Ben, segera beranjak mendengar kabar mengejutkan sekaligus mengkhawatirkan itu.
"Kalian mau ke mana?"
"Ke mana lagi! Tentu saja pulang."Sahut Ben, tanpa menoleh, karena ia tengah mengimbangi langkah kaki Arga yang sudah lebih dulu keluar dari ruangannya.
"Aku iku, Ben."
Jessie berlari mengejar Ben dan Arga yang berjalan tapi seperti berlari bagi Jessie.
Dan mereka bertiga pun bergegas menuju ke Mansion.
Beberapa saat yang lalu Bi Ida menghubungi Jessie, untuk mengabarkan jika Farel kambuh, ia mengamuk bahkan nyaris melukai dirinya sendiri.
Sebenarnya Bi Ida sudah menghubungi Arga dan Ben.
Tapi kedua ponsel Lelaki itu tidak aktif, karena beberapa menit yang lalu mereka tengah berada di Ruang Meeting dan belum sempat mengaktifkan ponselnya.
🕊️🕊️🕊️🕊️
Kepanikan terjadi di Mansion.
Bi Ida beserta beberapa pelayan dan pengawal Mansion, tengah menenangkan Farel yang mengamuk.
Sementara Shi. Dia hanya bisa menyaksikan kejadian itu dari ambang pintu Kamar Farel.
Sudah beberapa Bulan, Shi tinggal di Mansion. Tapi ia tidak pernah melihat Farel secara langsung.
Ia tahu jika ada Farel yang selalu mengrung diri di dalam Kamar itu, dan Bi Ida pun menceritakan tentang kondisi Farel.
Tapi Arga tidak pernah mengizinkannya untuk menemui Farel, bahkan hanya untuk memasuki Kamarnya saja Arga tidak pernah mengijinkan.
"Jangan halangi saya. Biarkan saya mati! Ini semua salah saya. Saya suami yang tidak berguna."
Itulah kata-kata yang keluar dari Farel yang mencoba melukai dirinya.
Shi hanya bisa memandang iba pada Pria yang terlihat kusut dan tidak berdaya itu, Bi Ida sudah menceritakan jika Farel seperti ini pasca ditinggal oleh Istrinya. Dan Shi bisa merasakan kesedihan yang di rasakan Farel. Ia pernah ditinggal oleh Ibunya, dan itu adalah sesuatu yang paling menyakitkan dalam hidupnya.
Tiba-tiba Farel menatap ke arah Shi, dan ketika melihat Shi, seketika Farel berhenti dari histerisnya.
Shi yang menyadari dirinya di tatap oleh Farel, tersenyum hangat pada Pria itu.
Entah apa yang ada di pikiran Shi, dengan berani ia melangkahkan kakinya memasuki Kamar Farel dan berjalan lebih mendekati Pria itu.
Bi Ida mencegahnya, ia takut jika Tuan Arga marah, kalau mengetahui Shi bertemu dengan Farel.
Ketika berada tepat di hadapan Farel, Shi jadi mengingat Jason, Papahnya.
Shi mengingat dengan jelas, ketika Jason Histeris dan hampir bunuh diri ketika mendapati Istrinya meninggal dunia.
Ya.
Ternyata, Jason pun pernah merasakan dan berada di posisi Farel.
Shi mengulurkan tangannya pada Farel, persis seperti apa yang dulu ia lakukan pada Papahnya ketika Histeris.
Dan Shi melakukan itu untuk menenangkan Papahnya.
Bi Ida yang melihat Farel, terdiam ketika melihat Shi, memutuskan untuk membiarkan Shi berada di dalam Kamar itu. Meskipun ia tahu resikonya seperti apa.
Bersambung...
🕊️🕊️🕊️🕊️🕊️
Terimakasih sudah berkunjung ke cerita ini 🙏
Minta dukungannya ya 🙏
Tolong koreksi jika ada Kesalahan dalam tulisan ini 🙏
Lope banyak-banyak untuk semuanya ❤️❤️❤️
tp up nya lambat bgt sih Thor ...
semoga bisa normal LG ya bisa up tiap hari LG
semoga cerita nya bisa sampe end
tp ko tumben dikit bngt ya Thor 🤭
padahal seru bgt nih cerita Arga dewasa