Menceritakan tentang Anak Julian Lewis dari istri pertamanya, Celia Moon.
Jacob Lewis, dia mendapatkan Warisan System dari sang Ayah, karena Ayahnya sudah tidak mencari target Harem lagi.
System Harem berpindah pada Jacob untuk mendapatkan keindahan Cinta di dunia. Sayangnya Jacob tidak seperti Julian yang bisa mendapatkan cinta begitu mudah.
Jacob pria yang pemalu, sekaligus tidak bisa dekat dengan Wanita, karena sekali melihat wanita berpakaian seksi saja dia sudah mimisan.
Akankah Jacob akan menjadi seperti Ayahnya yang bisa menyatukan para Wanita dengan Warisan Systemnya?
Atau Jacob akan selamanya menjadi pecundang?
Ikuti kisahnya terus hanya di Noveltoon.
ig author : PeinAditya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Alveandra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Monster Baru?
"Apa itu Wan's?" tanya Jacob dengan sedikit ketakutan.
Laura juga terlihat begidik ngeri, tubuhnya bergetar saat melihat kerusuhan yang di sebabkan oleh seekor Binatang dengan penampilan yang aneh dan belum pernah dia lihat sebelumnya.
Jacob mendekap Laura, walaupun dia juga sama takutnya, tapi setidaknya dia harus memberikan sedikit kenyamanan pada Laura.
"Tuan Muda, anda tunggu di sini, jangan keluar dari Mobil!" Wan's memberikan perintah dan langsung keluar dari Mobil.
Jacob mengangguk mengerti, dia memeluk erat Laura yang sedang ketakutan dengan tubuh yang menggigil.
"Kamu tenang yah, Wan's pasti bisa mengurusnya." ucap Jacob menenangkan kekasihnya. Laura mengangguk, meskipun dia takut, tapi setidaknya ada tempat dia untuk bersandar di sana.
Wan's mendekati Monster yang sedang mengamuk di perempatan jalan itu. Monster dengan kulit tebal yang seperti di kota Mati, hanya saja bedanya dia memiliki sayap, tapi sayapnya bukan seperti burung, melainkan seperti sayap kelelawar yang tanpa bulu.
Bentuk tubuhnya seperti Monyet, hanya saja giginya sangat tajam dan ada empat taring panjang yang menyelip di selah giginya.
Semua orang berlari keatakutan, pihak kepolisian juga sedang menembakinya. Namun, usaha merek sia-sia, karena peluru tidak bisa menembus kulitnya yang tebal.
Groaarr
Monster tersebut meraung, dia sangat marah karena dari tadi terus di tembaki oleh polisi.
"Gila! Monster apa dia sebenarnya?!"
"Cepat hubungi Militer! senjata seperti ini tidak melukainya sama sekali!"
Para Polisi bingung karena ini pertama kalinya mereka melawan Monster seperti itu. Monster yang tidak bisa di kalahkan dengan senjata mereka.
Duak
Swuzzz
Bruaak
Monster tersebut menghempaskan sebuah Mobil ke arah Polisi yang menembakinya, sehingga mereka langsung berlarian.
Groaaarr
Monster itu meraung lagi, dia terbang mau menyambar para Polisi, tentu saja para Polisi panik, mereka mencoba melarikan diri. Namun, sayangnya Monster itu sangat cepat.
"Tidak!" salah satu Polisi yang akan di terkam Monster itu berteriak, dia memejamkan matanya karena tidak bisa menghindar.
Klap
Wan's dengan sigap menangkap Ekor Monster tersebut dan melemparkannya ke belakang.
Bruaak
Monster tersebut tersungkur jatuh di atas Mobil. Polisi yang tadi akan di terkam, dia membuka matanya, terlihat sosok Wan's yang berdiri di depan tidak jauh dari dirinya.
"Syukurlah ada bawahan Tuan Lewis." dia menghela napas lega sambil mengelus dada karena tidak jadi tewas di makan Monster.
Groaar
Monster tersebut bangkit kembali, dia menatap tajam Wan's yang tadi menghempaskannya.
Sayapnya mengepak, dia terbang dan menerjang ke arah Wan's dengan kecepatan penuh.
Swuzzz
Duaak
Wan's terhempas puluhan meter ke belakang, tidak sampai di situ, Monster tersebut menyerang Wan's kembali yang masih tergeletak di tanah.
Groaar
Brugg
Monster itu menginjak Wan's, dia terlihat seperti menyeringai ke arah Wan's layaknya manusia yang menunjukkan arogansinya.
Wan's yang notabenya sebuah Robot, dia tidak terusik sama sekali, tangannya dia rubah menjadi sebuah tembakan laser.
Slas
Pral
Groaarr
Bagian tubuh Monster sebelah kiri dan sayapnya langsung berlubang, tapi anehnya dia masih belum tumbang dan semakin marah pada Wan's.
Tangan Monster tersebut tumbuh cakar panjang yang terlihat sangat tajam, dia langsung mencabik-cabik Wan's yang ada di injakannya.
Wajah dan tubuh Wan's tercabik-cabik, sehingga wajah manusianya terkelupas dan menunjukkan wajah Robotnya.
Splas
Blarrr
Tiba-tiba saja kepala Monster tersebut menghilang ketika sebuah laser mengenainya, diapun langsung ambruk menimpa Wan's dan tewas di sana.
Wan's melemparkan tubuh Monster tersebut, tangan seorang wanita mengulur "maaf, aku terlambat Wan's."
Wan's menyambut uluran tangan Wanita tersebut yang tidak lain Bee, Robot pendamping Katrina, anak Resty.