Ingin adalah karya yang sebelumnya dan Sudah direvisi di beberapa bagian.
Naura menerima tawaran kakak sahabatnya dengan imbalan tiga puluh juta rupiah. Tugasnya juga mudah hanya membatalkan pernikahan seseorang. Tanpa bertemu, hanya berbicara melalui telpon, dan uang muka juga sudah dia terima, Tentu saja gadis itu bersedia, dan pergi ke acara pernikahan dengan cara menyamar.
Tapi siapa sangka aksinya itu justru membuat dirinya terjebak pernikahan dengan pria yang dia batalkan pernikahan nya. Pria itu memaksanya, jika tidak mau di laporkan ke polisi. Tentu saja dia menolak karena takut identitas nya ketauan,
Bagaimana Naura menghadapi suaminya?
Bagaimana pernikahan nya?
Apakah akhirnya rahasia dia terbongkar?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mamie kembar, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benarkah
"Ini tidak adil Pa?"
"Keputusan Papa sudah bulat, suka atau tidak, terima atau tidak, Papa akan tetap pada keputusan Papa, titik.
"Pa, Naura itu anak kita, bukan anak buah kamu,"
"Aku tau, makanya aku buat keputusan seperti itu,"
Seorang pelayan masuk dengan tergopoh, "Maaf pak diluar ada seseorang yang menyebut nama nona, dan dia memaksa masuk."
Adiwijaya tersenyum, dia tahu siapa yang datang mengunjungi nya saat ini, "Baik, biarkan dia masuk,"
Lagi dia melirik Nissan tertunduk "kalian berdua tetap di sini jangan coba-coba keluar atau aku akan menghukum kalian berdua,"
"Dan kau" ucapnya ke arah sang Istri, "jangan pernah coba-coba untuk membantu Naura,"
Tanpa menunggu jawaban pria itu pun berbalik dan berjalan menuju keluar kemudian dengan senyum remehnya dia melihat Siapa yang datang bertamu ke rumahnya.
"cih cucunguk rupanya yang datang ke rumahku, katakan Ada perlu apa kau ke sini?" tanya pria paruh baya itu dengan tatapan sengit.
"Lepaskan dia," ucap Adi Wijaya kepada pengawal yang memegangi tangan dan bahu Dewa, Dewa pun segera mengibaskan tangannya dan merapikan pakaiannya kembali.
Dia juga tersenyum mendengar sambutan sang ayah mertua, serasa tak mau kalah pria itu justru menantang, "Anda pasti sudah tahu tujuanku datang ke sini, aku datang untuk mengambil istriku dan membawanya pulang."
"Hahahah," tawa Adiwijaya menggelegar di seluruh ruangan beberapa anak buahnya tersenyum kecut dan mereka tahu jika sedang tertawa seperti itu pasti Adiwijaya sudah sangat marah.
"istri istri mana yang kau maksud? tidak ada istrimu di sini kau bermimpi anak muda jadi sekarang angkat kaki dan pergi dari rumahku."
"Aku datang menjemput Naura?"
"Naura, dia tidak akan kemana-mana karena di sini rumahnya,"
"Tapi-" ucapannya terhenti karena Adiwijaya mengangkat tangannya kemudian menatap pria itu dengan tajam.
"istri mana yang kau maksud? wanita yang kau nikahi tanpa wali yang jelas,;itu tidak sah di mata agama, kau tahu dia masih mempunyai orang tua, aku ayahnya masih hidup, jadi pernikahanmu dengan putriku dianggap tidak sah. Sekarang juga angkat kaki dari rumahku dan jangan pernah menunjukkan wajahmu lagi di sini."
"Tapi..."
"Pengawal!" panggil Adi pada para anak buahnya
"Bawa dia keluar dari sini,"
"Baik!"
Para pengawal membawa pria itu keluar dengan paksa, "Naura...Naura aku tau kamu di dalam, Naura...." panggil Dewa
Naura yang berada di pelukan ibunya pun bangkit dan mengintip para pengawal ayahnya membawa paksa pria itu keluar.
Dia sudah mendengar semuanya, muncul pertama dihati gadis itu, apakah benar pernikahan mereka tidak sah?
"ah andai yang dikatakan Papa itu semuanya benar, maka itu artinya aku masih gadis, Yes!!!!!" gadis itu bersorak kegirangan di dalam kamarnya. Sudah sejak tadi dia memikirkan apa yang dimaksud oleh ayahnya, dan akhirnya gadis itu membuat kesimpulan, Tentu saja dia bersorak kegirangan.
"Baiklah aku akan meminta Papa mengembalikan uang tersebut, dan aku, aku akan kembali bebas, yes, jungkok kita berjodoh, tunggu aku..." ucapnya sambil memajukan bibirnya seolah dia mencium idolanya itu.
Dewa tengah membaringkan tubuhnya di dalam kamar, dia tidak pulang kerumah orangtuanya padahal sang ibu sudah menelponnya berkali-kali.
"Apa yang di ucapkan Pak Adiwijaya itu benar?" tanyanya dalam hati.
"Kenapa aku tidak membantahnya tadi, bahkan kami sudah memiliki buku nikah, bodoh sekali aku, harusnya aku lawan tadi, baiklah besok aku akan datang lagi." ucapnya pelan.
nggak usah bikin cerita yang banyak tapi gantung 😔
ceritanya nanggung nih...