NovelToon NovelToon
Bidadari Untuk Daddy

Bidadari Untuk Daddy

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Ibu Pengganti / Cerai / Percintaan Konglomerat / Tamat
Popularitas:137.5k
Nilai: 5
Nama Author: Marina Monalisa

Pernikahan bagi seorang Karlyn adalah ikatan yang begitu sakral dan suci. Pernikahan yang ia idamkan sejak duduk di bangku SMP adalah pernikahan bak di negeri dongeng. Gaun indah serta delman yang menggiringnya.

Siapa sangka akibat ayah tirinya, ia harus merelakan semua mimpi indahnya untuk menikahi seorang pria yang sama sekali jauh dari kriteria impiannya.

Pernikahan yang penuh derita terus mengusik tidur malam hingga memilih nekat keluar dari zona menakutkan itu.

Berharap akan dapat ketenangan. Justru dirinya di hadapkan dengan nasib yang jauh lebih menakutkan.

Menikah terpaksa dengan seorang duda beranak satu membuat air mata seorang Karlyn tak hentinya mengalir.

Pernikahan yang di dasarkan dengan paksaan dari bocah kecil yang tengah berjuang melawan sakitnya.

Akankah pernikahan kedua Karlyn akan berbeda nasibnya dengan pernikahan kedua? Akankah Karlyn wanita yang tepat menggantikan sang mommy untuk Jesslyn!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marina Monalisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Seminggu Sedingin Salju

Seminggu telah berlalu, namun kepergian Jesslyn masih teramat sulit di terima. Bagaimana suara ceria anak itu memenuhi rumah yang kian hari kian sepi sungguh membuat Gavin tak bisa bersemangat melakukan apa pun. Tubuh pria itu semakin kurus bahkan perusahaan ia biarkan begitu saja pada tangan kanannya tanpa khawatir terjadi sesuatu.

Pagi yang masih gelap sebab mentari belum terlalu jelas menampakkan sinarnya, tampak sepasang mata milik dua wanita mengintip punggung pria yang tengah duduk di kursi taman. Kepalanya menengadah ke langit entah melihat apa. Sebab di atas sana masih tak ada sesuatu yang terlihat.

"Tuan masih waras kan, Nyonya?" tanya Elis berbisik pada Karlyn yang seketika membuat Karlyn menutup cepat gorden putih yang ia singkap barusan dengan tangannya.

"Elis, kamu sejak kapan di belakang saya? bikin kaget aja sih? katanya tadi mau cucian di belakang?" tanya Karly kesal sebab ia takut jantungnya tiba-tiba berhenti berdetak.

Tak langsung menjawab, Elis justru menampakkan giginya dengan lebar di hadapan sang nyonya. "Maaf, tadinya saya kepo kok Nyonya ngintip-ngintip keluar. Kan nggak mungkin mau maling. Eh rupanya mau maling hati Tuan yah?" godaan yang terdengar receh namun Karlyn seketika merasa malu luar biasa.

Seminggu ini ia merasa sepi sedih sebab meski berada satu kamar dengan sang suami, tak sekali pun pria itu mengeluarkan suaranya. Jujur Karlyn merasa bingung dengan ini semua. Ia merasa kehilangan akan sosok Jesslyn, begitu juga dengan sosok pria yang akhir-akhir sebelum kepergian Jesslyn selalu berkata dengan hangat meski tak menunjukkan bagaimana ia memiliki perasaan pada sang istri.

Dengan adanya Elis bersama Karlyn di rumah ini, ia merasa harinya sedikit lebih berwarna dengan segala ucapan yang frontal.

"Lis?" pelan Karlyn memanggil.

"Iya, Nyonya? Jangan ngomong mau cerai yah?" ucap Elis yang tak ingin mendengar kata buruk itu dari bibir sang majikan.

"Bukan," ujar Karlyn menghela napasnya kasar.

"Aku ingin tanya, apa Tuan Gavin akan seperti ini selamanya? Apa mungkin hubungan kami akan seperti ini terus atau..."

Tak ingin mendengar penuturan sang majikan lebih jelas, Elis justru sudah menutup telinganya kuat-kuat.

"Stop, Nyonya. Stopid!" pekik Elis yang mendapat kerutan alis dari Karlyn.

"Hah? Stopid? apa itu, Lis?" tanya Karlyn bingung.

"Kamu ngatain saya bodoh?" tanyanya yang menyangka Elis sedang mengumpat dirinya yang bodoh lantaran berandai yang bukan-bukan saat ini. Bukannya mengiyakan justru Elis sendiri tengah berpikir dengan satu kata yang baru ia ucapkan.

"Bodoh? Bukan, Nyonya. Itu berhenti, tapi yang kata-katanya sama kayak tadi." Helaan napas Karlyn hembuskan saat mengerti kemana arah pembicaraan sang teman yang berstatus pelayan.

"Stop it,bukan stopid. Kamu ini ada-ada saja. Sudahlah pusing bicara sama kamu. Aku mau bawain minum buat Tuan Gavin dulu." Karlyn melangkah meninggalkan Elis seorang diri.

Pelan-pelan sinar mentari mulai menampakkan cahayanya. Sepasang suami istri kini duduk dengan tenang di kursi taman. Tak ada perbincangan sama seperti hari-hari sebelumnya. Elis pun tampak masih setia menonton drama nyata di depan sana.

Hingga tak berapa lama kemudian, Gavin pun mengambil gelas yang sejak tadi setia Karlyn pangku. Pria itu meneguk setengah gelas dan menoleh saat melihat gerbang bergeser dan menampakkan sebuah mobil yang tak asing bagi mereka.

1
MommaBear
Luar biasa
Wiek Soen
si Elis cerdas juga
Wiek Soen
Elis pembantu setia betul
Wiek Soen
Elis mantap
Wiek Soen
Erik itu manusia kah iblis
Wiek Soen
astagfirullah
Iges Satria
👍👍
Queen Tdewa
kasian ... ku tak sanggup membayangkan sakit ny jess
Queen Tdewa
Elis bener2 setia pda sang nyonya
Queen Tdewa
wah Elis hebat
nisa
msih kk ok critanya...
Sulfia Nuriawati
bkn manusia tp binatang berwujud manusis
Nur Awiyah Suriadi
mantafffff gavin, ihhh si Mantan asli tidak tau diri
Nur Awiyah Suriadi
kasian ma jess
Kanza Teodora
panas dong hati rachel
Kanza Teodora
happily ever after to karlyn and gavin
Anonim
semoga bahagia terus karlin dan gavin
Anonim
gitu dong Gavin jngn sedih terus, semangat menjalani hidup...semangat thor..next
meng
Next semangat Thor ❤️❤️
Kanza Teodora
seneng kalo toloh utamanya udah bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!