Di kehidupan keduanya Melvin diberikan sebuah bonus oleh dewi, tak hanya dikirim ke dunia lain dia juga diberikan status tinggi untuk menjalani kehidupan barunya, menjadi petualang lalu bersantai setiap saat dengan uang sedikit adalah keinginannya.
Sayangnya semua itu sesuatu yang lebih sulit dibandingkan melawan raja iblis.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isekai Fantasy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 30 : Menuju Ibukota Termisia
Pagi hari itu Vista tersenyum puas dengan beberapa sapi yang dia bawa bersama bawahannya, ini sudah beberapa hari semenjak aku memintanya pergi.
"Bagaimana Melvin, tugasku sudah selesai dengan baik bukan... mereka sapi-sapi dengan kualitas terbaik, jika mereka diberikan pakan bagus mereka bisa menghasilkan 15 liter susu setiap harinya, diperas pagi dan sore, bagaimana?"
"Itu bagus, Arline juga pasti bisa menghasilkan susu sebanyak itu."
Dia yang berdiri di sebelahku segera mencekikku.
"Jangan anggap aku sapi perah."
"Uwah."
"Kejadian seperti ini yang membuatku kangen dengan desa, lalu kudengar bangsawan Eren datang kemari?"
"Dia sudah lama kembali dan sejujurnya aku juga akan pergi sekarang."
"Bukannya itu tidak sopan karena aku baru kembali."
"Mau bagaimana lagi, mereka mendesakku untuk pergi ke Menara surga."
Aku menunjuk ke arah di mana itu berada, sebuah ibukota kerajaan Termisa.
Ngomong-ngomong nama Arline juga memiliki nama keluarga Termisia.
Aku melanjutkan selagi berjalan melambaikan tangan.
"Selama aku pergi aku serahkan desa ini pada kalian berdua, para Kunoichi akan selalu menjaga tempat ini juga."
"Kau jadi terlihat seperti orang penting sekarang," kata Vista yang kujawab "Itulah aku," kemudian disusul Arline.
"Berhati-hatilah, jika kau kembali mari menikah."
"Kau seperti sedang mengibarkan bendera kematian untukku, aku akan mencari cincin yang bagus nanti."
Setelah berjalan sedikit jauh dari desa rombongan party Noa sudah duduk di sana bersama kereta yang akan membawa kami pergi.
Mereka terlalu bersemangat hingga sudah berada di sini walaupun masih pagi.
"Kau terlambat Melvin, kakiku sakit karena menunggumu."
"Bukannya kalian yang terlalu pagi."
"Benarkah."
Aku memeriksa status mereka secara mendatail. Job telah ditambah pada status mereka.
Job bisa didapatkan saat kamu sudah mencapai level 10.
Nama : Alice
Ras : Demi-human kucing Lv 30
Job : Hunter
Elemen : Wind
Skill unik : Wind Slash, Wind Arrow. Wind Cutter, Wind Blade. Wind Strom.
Skill uniknya banyak dan juga malah terlihat seperti skill biasa.
Nama : Noa
Ras : Dewi Lv 27
Job. : Arc Priest
Elemen : Cahaya suci ilahi.
Skill unik : Purification, Heal, Cure, Blessing, Get Home Undead, Return Spell.
Kalau ada skill Kachou Fuugetsu ataupun Explosion, tak hajar lu.
Elemennya cahaya suci ilahi, aku tidak yakin ada orang lain yang memilikinya juga.
Nama : Latisha Arfurarus
Ras. : Human Lv 22
Job. : Thief
Elemen : Kegelapan
Skill unik : Blade dance, Walk Silent, Steal, Back Dash.
Dari awal aku sudah mengira jobnya memang pencuri. Dan terakhir.
Nama : Selbi.
Ras : Demi-human kucing Lv 23
Job :Tanker
Element : Earth
Skill unik : High wall, Counter Shield, Hater.
Skillnya jelas sangat berguna pada pertahanan khususnya Hater yang membuat seluruh monster membencinya dan menargetkannya sebagai target utama.
Dengan kemampuan ini aku yakin mereka akan baik-baik saja jika harus memanjat menara surga, dari kami semua belum tahu monster seperti apa di sana tapi dari yang kudengar tempat itu sama seperti sebuah Dungeon, bahkan Dewi Noa yang membuatnya juga tidak ingin membocorkannya padaku.
Yang jelas tempat itu juga bisa berfungsi sebagai tempat leveling, hanya modal awal level 20 kau akan bisa meraih level tiga digit jika berniat terus naik.
Aku memecut tali pengekang, dan kereta mulai berjalan perlahan.
"Tapi Melvin, Anda yakin tidak ingin ikut bertarung? Jika Anda ikut aku yakin kami bisa naik dengan mudah," ucap Silbe.
"Itu memang mudah tapi kalian tidak akan berkembang, namun jangan khawatir jika kalian dalam bahaya yang mampu mengancam hidup kalian, aku pasti akan bergerak untuk membantu."
"Kami merasa lega, namun jatah uangmu tetap paling sedikit Melvin."
"Kalian harus membaginya sama rata meskipun aku hanya bersantai di dalam," balasku pada Noa.
"Jika urusan uang kau benar-benar tak berubah."
Aku membiarkan perkataan Noa berlalu begitu saja.
Ceritanya santai dan komedinya juga lumayan, untuk bagian geludnya juga oke walaupun setiap gelud ada aja gtu komedinya kayak bagian awal2 si Alice lawan slime.
Overall keren lahh