Soraya Foster seorang guru yang mencintai muridnya sendiri bernama Ryan Mattiew. Kisah mereka semakin rumit ketika Soraya tiba-tiba hamil anak Ryan.
Hal itu membuat Ryan dikirim oleh kedua orang tuanya ke luar negeri agar berpisah dari Soraya.
Lima tahun kemudian Ryan kembali, dia sudah melupakan masa lalunya dengan Soraya dan sudah memiliki tunangan.
Saat ia kembali ke negaranya di situlah Ryan bertemu kembali dengan Soraya guru yang dulu adalah cinta monyetnya, dan dia menyadari ada anak kecil yang tumbuh bersama Soraya.
Akankah Ryan bisa kembali mendapatkan hati Soraya dan anaknya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novi wu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bagian 30 • Regan adalah Calon Ayahku
Sora membawa Nora menjauh dari Ryan. Dia tidak mau jika lelaki itu mengetahui kebenaran jika gadis kecil yang memanggilnya dengan sebutan ibu, adalah darah daging Ryan. Buah cintanya terdahulu dengan muridnya.
"Kau pikir akan berguna jika kau menjauhkan gadis kecil itu dariku, Sora. Ternyata kau tidak mengenalku sama sekali. Apa yang aku inginkan pasti akan kudapatkan. Cepat atau lambat." Ryan bergumam lirih, menatap kepergian Sora yang mulai menjauh darinya.
"Halo, Tuan. Bagaimana? Bunga apa yang akan Anda beli?" Suara Regan membuyarkan pikiran Ryan.
Ryan memindai seisi toko, sembarangan ia menunjuk ke salah satu bunga berwarna putih tidak jauh dari dirinya.
"Itu." Ryan menunjuk bunga itu, dan ekor mata Regan mengikuti tangan Ryan.
"Calla Lily. Pilihan yang tepat."
Calla Lily adalah salah satu bunga terindah di dunia. Ini adalah tanaman asli Amerika Selatan dan merupakan tanaman tahunan di iklim tropis. Bunganya memiliki leher yang panjang, seperti angsa, dan kelopak bunga tunggal yang anggun berbentuk lonjong, dan terlihat seperti baskom.
Bunga ini dianggap sebagai simbol kepercayaan dan kesetiaan. Warna putih ini bisa menjadi sarana untuk menunjukkan bahwa pasanganmu serius untuk hubungan jangka panjang. Merespresentasikan kesucian dan ungu melambangkan gairah dan kekaguman dianggap sebagai simbol kepercayaan dan kesetiaan.
"Ya, aku pesan itu. Lalu antarkan ke kantor calon istriku." Ryan merogoh saku jasnya, mengeluarkan sebuah kartu berwarna hitam dari dompetnya. "Aku bayar dengan ini, bisa?"
"Tentu bisa, Tuan." Regan meraih kartu itu, dan melakukan transaksi pembayaran secepatnya. Dia hanya ingin pria itu segera pergi dari Sora. Dan ia tidak ingin lagi melihatnya berada di sekitar Sora apalagi Nora.
"Kali ini kau berhasil mengusirku dengan cara halus, Tuan Regan. Tapi ingat, aku akan kembali lagi, mengambil apa yang seharusnya menjadi milikku!" desis Ryan, dengan senyuman menyeringai ke arah Regan yang sedang menyerahkan kartu miliknya. Namun, pria itu bergeming seolah menolak berkomentar, dan tidak ingin terprovokasi oleh pria ini.
Ryan pergi membawa sebuket bunga, dan masuk ke dalam mobil. Setelah itu dia mensetater mobilnya pergi menjauh dari dari toko bunga milik Regan, setelah beberapa meter, dia menghentikan mobilnya lalu membuang buket bunga tadi begitu saja dipinggir jalan.
Pria itu mencengkeram setir mobilnya kuat-kuat. Dia menyadari jika anak yang dikandung oleh Sora kini tumbuh besar dan cantik layaknya sang ibu. Ingin rasanya ia menggndongnya. Namun, tentu saja itu tidak akan mudah baginya. Dia hanya harus menghapus pikiran negatif Sora pada dirinya.
~•°•~
"Dia sudah pergi?" tanya Sora pada Regan saat dia melihat pria itu masuk kedalam ruang kerjanya.
"Sudah."
"Ibu... Siapa paman tampan tadi? Wajahnya seperti artis," serobot Nora saat melihat Regan dan Sora tampak tegang karena kedatangan Ryan yang sangat tiba-tiba. "Mengapa kalian tidak menjawab? Apakah itu teman, Paman Regan?"
"Bukan, Sayang. Dia adalah pelanggan baru di sini."
"Ah... Begitu rupanya. Aku suka melihat paman tadi. Dia sangat tampan." Suara mungil itu terus mengomel tiada henti.
"Tapi lebih tampan Paman Regan, kan, Nora?" tanya Regan menggoda gadis kecil itu.
"Tentu saja, Paman Regan paling tampan sejagad raya. Makanya aku ingin Paman menjadi ayahku."
"Hahaha... Itu akan segera terlaksana, Nora. Paman akan menjadi ayahmu dalam waktu dekat ini."
"Benarkah, Bu? Apakah Paman Regan akan menjadi ayahku?" Suara mungil itu tampak antusias, dan Sora tanya menjawab anggukan pertanyaan yang terlempar dari bibir Nora.
Semangat, ditunggu up selanjutnya...
Semoga happy end ya, /Drool/
jadi korban