NovelToon NovelToon
Penggoda King Mafia

Penggoda King Mafia

Status: tamat
Genre:POV Pelakor / Konflik etika / Selingkuh / Mafia / Balas Dendam / Romansa / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: DHEVIS JUWITA

Ellen merencanakan misi besar untuk menghancurkan pernikahan Freya dan Draco.

Apa yang sebenarnya terjadi diantara mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PKM BAB 30 - Penerima Bunga

"Pertandingannya dimulai!" gumam Ellen yang mengamati dari balik teropongnya.

"Apa memang permainannya tidak berbahaya?"

Ellen melihat tombak yang dibawa oleh peserta sangatlah besar dan kelihatannya tajam sekali. Terbukti saat pertandingan pertama yang kalah menderita pendarahan di kepala karena lawan menyerang helm besinya.

"Kenapa aku jadi khawatir!" Ellen jadi mencemaskan Draco.

"Cih, buat apa aku mencemaskan laki-laki yang tidak peduli padaku! Sadarlah Ellen, dia hanya ingin tubuhmu!"

Ellen membuang jauh-jauh kecemasannya yang tidak berarti, dia terus mengawasi sampai giliran Kerel tiba, lelaki itu benar-benar melakukan pertandingan sampai menang.

Kemudian giliran Draco yang membuat semua orang menyaksikan dengan seksama.

"Come on, Drac," batin Freya yang sangat mengharapkan kemenangan suaminya. Dia harus mendapatkan bunga kemenangan itu supaya semua orang tahu siapa Queen De Servant.

Dan sesuai harapan, pertandingan pertama Draco menang dengan mutlak karena lawan langsung terjatuh dari kudanya.

Pertandingan terus berlanjut sampai beberapa kali Draco dan Kerel menang.

Akhirnya mereka bisa masuk ke pertandingan final, di sini para klan lain mengakui kehebatan mafia De Servant.

"Sebaiknya, aku bersiap-siap," gumam Ellen seraya membuka pakaian yang dia kenakan. Ellen mengganti pakaian dengan pakaian terbuka yang seksi.

Ellen juga menggunakan mantel bulu yang biasanya Freya gunakan.

Setelah selesai, Ellen mencoba memberi kode pada Ruzel.

"Aku datang ke stadion!" lapornya.

Ruzel yang mengamati dari layar komputernya di perpustakaan segera meretas semua kamera yang ada di stadion. Bocah itu sekarang mengambil alih kamera.

"Tutup matamu, Kid," tambah Ellen.

"Jangan menganggapku anak kecil," protes Ruzel yang membuat Ellen tertawa.

Sebelum memulai pertandingan final, Draco mengelus kuda kesayangannya. Dia menempelkan keningnya pada kuda berwarna hitam itu.

"Sebentar lagi selesai jadi bertahanlah!" Draco kemudian menepuk kudanya dan naik.

Sementara Kerel sendiri sudah siap, dia akan membantu Draco mengembalikan nama baiknya supaya julukan king mafia boneka akan menghilang berganti menjadi the real king mafia.

Pembawa acara memanggil Draco dan Kerel untuk bersiap ke garis pertandingan. Keduanya saling berseberangan, saat ini mereka menatap sebagai musuh bukan teman seperti biasanya.

Saat lonceng tanda permainan dimulai, Draco dan Kerel maju dengan kencang dengan kuda mereka.

"Trang! Trang!"

Terdengar tombak keduanya saling beradu, Kerel memberikan perlawanan yang dengan cepat ditangkis oleh Draco.

"Lumayan, Drac," komentar Kerel.

"Diamlah!" Draco memberikan serangan balasan yang berhasil dihindari oleh Kerel dengan mudah.

Pertandingan itu begitu menegangkan sampai Draco mengangkat ke atas tombaknya kemudian dia putar untuk menyerang perisai Kerel dengan mengerahkan seluruh tenaganya.

"Brak!"

Perisai langsung retak ditambah tombak Draco yang mengenai helm besi Kerel.

Kerel terjatuh dari kuda yang membuat penonton bersorak.

"King Draco..."

"King Draco..."

Draco membuang helm besinya seraya mengangkat tombak kemenangannya.

"Akhirnya..." Freya berdiri di pagar pembatas bersiap menerima bunga kemenangan dari suaminya.

Pada saat itu, Draco sudah mengambil bunga kemenangan yang dari awal pertandingan sudah berada di sebuah tempat kaca.

Tapi, matanya teralihkan oleh Ellen yang tiba-tiba datang dengan penampilannya yang mencuri perhatian semua orang.

Draco menghentikan kudanya sejenak, dia menatap Ellen dan Freya bergantian. Karena dari awal niatnya supaya Ellen cepat pergi, dia mendekat ke arah perempuan itu.

"Selamat atas kemenanganmu, King," ucap Ellen seraya membungkukkan badannya.

Draco tidak menanggapi tapi dia menjulurkan satu tangannya untuk memberikan bunga kemenangan itu pada Ellen.

"Saya merasa terhormat!" Ellen menerima bunga kemenangan itu. Dan sesuai rencana, Ellen menarik tangan Draco sembari mencondongkan wajahnya.

Ellen mencium bibir Draco dari pembatas pagar dan Ruzel memusatkan kamera ke arah keduanya. Tidak sampai di situ, Ruzel menampilkan ciuman Ellen dan Draco di layar LED yang ada di stadion.

Satu stadion heboh melihat adegan ciuman itu.

"Oh, my eyes," ucap Ruzel karena melihat Ellen yang sengaja melumaat bibir Draco di sana.

1
arilias
bagus ceritanya
Novi Yantisuherman
Gila si Draco
Maa Yanti Maa Yanti
kridiiittt x dicicil 🤣🤣🤣🤣🤣
ros
ceritanya menarik 👍
bsjelfjbrndsabdvr
pertama thor
ayu cantik
suka
ayu cantik
suka
Scorpio💞💙💙💙
iya sama kak ak cari ceritanya Ruzel dan izzy gak ada kak the secret bathroom??
SLina
kok g da di listnya thor??
SLina
agak aneh ya, masak penjahat diobati ditempat y dijahatinya. istana y dikepung. apakah y merawatnya tdk tau siapa tuan mereka
Sya'wanah
kl yg ini sudah baca kak
nobita
itulah Ellen akibatnya kamu sering menggoda Drac...
nobita
oalah ternyata cuma acting to tadi...
nobita
akhirnya Draco sadar juga kan...
nobita
ya jelaslah Ellen melawan dengan anggunly
nobita
udah 2 kali baca tapi tetap menarik. ... alur ceritanya sangat apaikkk
nobita
para readers membela pelakor
nobita
ngakak aku dengan kalakuan Elllen.. berani sekalee diaa
nobita
hmmm besar juga nyali mu Ellen
Ai Rosita 😊🌿
wah baru kali ini aku baca cerita kecewa di akhir thor, kenapa harus ada selir /istri..kenapa gk anak asuh gitu
Ai Rosita 😊🌿: ending nya gantung gak sih thor
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!