Novelia hidup berdua dengan adiknya Milea, Novelia sangat menyayangi adiknya itu hingga sesuatu yang menyakitkan menimpa adiknya. Adiknya dinyatakan defresi dan harus dirawat di rumah sakit jiwa dan itu membuat hati Novelia sangat hancur.
Novelia curiga kalau defresinya adiknya ada hubungannya dengan lingkungan sekolah, maka dari itu Novelia bekerja sebagai penjaga kantin untuk menyelidiki siapa orang-orang yang berada dibalik kejadian yang menimpa adiknya itu.
Akankah Novelia bisa menemukan pelakunya atau justru nyawa Novelia yang akan terancam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon poppy susan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
NOVELIA BAB 30
🍃
🍃
🍃
🍃
🍃
1 bulan pun berlalu....
Saat ini Milea sudah pulang ke rumah dan tinggal bersama Novelia, Milea sudah dinyatakan sembuh dan Angkasa pun mecarikan guru privat dan Milea menjalani home schooling.
Milea ikut belajar lagi mengejar ketertinggalannya, karena sebentar lagi ujian nasional pun akan segera di selenggarakan dan Milea ingin mengikuti ujian nanti.
Begitu pun denga Fatar yang sering datang ke rumah dan belajar bersama, Milea dan Fatar saat ini sudah semakin dekat.
"Hallo, Kakak bawakan cemilan untuk kalian," seru Novelia.
"Wah, Kak Novel memang paling the best tahu saja kalau aku lagi lapar," seru Fatar dengan cengengesan.
Fatar hendak mengambil pisang coklat yang dibuat oleh Novelia tapi Milea dengan cepat memukul tangan Fatar.
"Apaan sih Mil, kok tangan aku dipukul?" keluh Fatar.
"Belajarnya belum selesai Fatar, tinggal sebentar lagi jadi kita selesaikan dulu belajarnya baru makan," kesal Milea.
"Ah, kamu mah gak asyik, Mil."
Novelia hanya senyum-senyum melihat kelakuan Fatar dan Milea.
"Ya sudah, kalau begitu Kakak tinggal ke dapur dulu ya, mau masak buat makan malam soalnya Mas Angkasa tidak mau makan masakan orang lain, harus Kakak yang masak," seru Novelia.
"Oke Kak."
Novelia pun meninggalkan keduanya dan menuju dapur. Semenjak menikah dengan Angkasa satu bulan yang lalu, kehidupan Novelia pun sangat bahagia bahkan Angkasa jarang pulang ke rumahnya yang ditempatinya dengan Patricia.
Setiap hari Angkasa selalu pulang ke rumahnya yang ditinggalinya dengan Novelia, bahkan Angkasa tidak mau makan kalau bukan Novelia yang memasaknya.
Di saat Novelia sedang asyik memasak, tiba-tiba Novelia merasa sangat mual dan dengan cepat masuk ke dalam kamar mandi.
"Hoek..hoek..hoek..."
"Nyonya kenapa?" tanya Bi Laksmi dengan memijat tengkuk leher Novelia.
"Gak tahu Bi, tapi tiba-tiba saja aku merasa mual."
"Jangan-jangan Nyonya hamil."
"Hah...hamil?"
"Iya Nyonya, biasanya kalau tiba-tiba mual tanpa sebab itu tandanya Nyonya hamil, apa Nyonya sudah telat datang bulan?" tanya Bi Laksmi.
Novelia tampak berpikir, dan tidak lama kemudian Novelia melotot ke arah Bi Laksmi.
"Iya Bi, aku gak sadar kalau aku sudah telat satu minggu," sahut Novelia.
"Nah, sudah pasti Nyonya itu hamil tapi untuk meyakinkannya, lebih baik Nyonya periksakan kondisi Nyonya ke dokter."
"Iya Bi, nanti aku akan periksa ke dokter."
Akhirnya Novelia tiduran di sofa, hari ini Novelia terasa sangat lemah dan tidak bertenaga untuk masak jadi Novelia menyerahkan semuanya kepada Bi Laksmi.
"Loh, Bi, Kakak kenapa? Kok malah tiduran, katanya mau masak?" tanya Milea yang ingin mengambil air minum.
"Sepertinya Nyonya hamil, Neng."
"Hah...hamil?" teriak Milea terkejut membuat Fatar pun segera menghampiri Milea.
"Ada apa Mil, kok teriak-teriak?" tanya Fatar khawatir.
"Kak Novel hamil, Tar."
"Hah...serius kamu?"
"Bibi belum yakin Nona, tapi untuk meyakinkan bagaimana kalau Nona belikan testpack untuk Nyonya."
"Ya sudah, aku pesan dulu."
Milea pun dengan antusias segera memesan testpack via online, setelah beberapa lama menunggu, akhirnya pesanan Milea pun datang. Milea dengan antusiasnya membangunkan Novelia.
"Kak, bangun Kak."
"Ada apa Dek?"
"Aku barusan beli testpack ini, ayo sekarang Kakak coba untuk memastikan biar gak penasaran."
Novelia pun tersenyum dan melakukan hal yang diperintahkan oleh Milea. Milea, Fatar, dan Bi Laksmi berdiri di depan pintu kamar mandi menunggu Novelia mencoba alat itu.
"Aduh, kok aku deg-degan ya," seru Milea.
"Sama Nona, Bibi juga deg-degan."
Ceklek...
Pintu kamar mandi pun terbuka, Novelia keluar dengan menundukan kepalanya. Raut wajah Novelia terlihat sedih dan membuat semua orang merasa khawatir.
"Kenapa Kak? Tidak hamil, ya?" seru Milea sedih.
"Jangan sedih Nyonya, mungkin ini belum saatnya Nyonya hamil, lagipula Nyonya menikah baru satu bulan, masih banyak waktu untuk," seru Bi Laksmi.
"Sabar Kak," sambung Fatar.
Novelia mengangkat wajahnya, lalu menunjukan testpack itu dengan senyuman yang mengembang.
"Garis dua, aku hamil," sahut Novelia dengan bahagianya.
Milea berteriak saking senangnya, kemudian memeluk Novelia.
"Selamat Kak, akhirnya sebentar lagi aku akan menjadi seorang tante."
"Aku juga bakalan jadi seorang Om," sambung Fatar.
"Dan Bibi akan menjadi seorang Nenek," sahut Bi Laksmi dan membuat semuanya tertawa.
Novelia sangat bahagia, akhirnya dia hamil juga. Sementara itu, di sebuah restoran terlihat Patricia dan Joni sedang ngopi berdua.
"Sayang, aku heran akhir-akhir ini Angkasa jarang pulang ke rumah alasannya ada kerjaan di luar kota, bahkan sikapnya dingin banget sama aku. Aku coba menggodanya pun, dia sama sekali tidak tergoda dan dia selalu bilang kalau dia capek dan langsung tidur," keluh Patricia.
"Bagus dong, jadi kamu tidak perlu melayani dia," sahut Joni.
"Gak bisa gitu dong sayang, sudah satu bulan loh dia dingin sama aku kalau dia terus-terusan dingin kaya gitu, aku takutnya dia akan menceraikan aku dan akhirnya aku tidak bisa mendapatkan apa-apa."
"Ya terus kamu mau apa? Apa perlu, aku menyelidiki suamimu itu?"
"Iyalah, aku ingin tahu apa alasan Angkasa bersikap dingin kepadaku."
"Oke, nanti aku akan menyelidiki Angkasa."
Patricia terlihat sangat kesal, sebenarnya Patricia sudah curiga kepada Angkasa kalau Angkasa mempunyai wanita idaman lain tapi Patricia berusaha mengusir pikiran itu, karena memang selama ini Angkasa sangat mencintainya.
Berbeda dengan Patricia, Mami Wilona jadi sering melamun semenjak dia memergoki Angkasa bersama wanita lain tapi Mami Wilona belum berani menanyakan langsung kepada anaknya itu.
"Sepertinya besok aku harus ke rumah itu, dan menanyakan langsung kepada wanita itu, ada hubungan apa dengan Angkasa?" batin Mami Wilona.
***
Malam pun tiba...
Saat ini Novelia, Angkasa, dan Milea sedang makan malam bersama.
"Sayang, kok masakannya beda? Ini bukan masakan kamu, kan?" seru Angkasa.
"Maaf Mas, tadi aku gak sempat masak soalnya kepala aku pusing jadi aku menyuruh Bi Laksmi untuk memasak, maafkan aku ya, Mas."
"Kamu pusing kenapa? Mau ke dokter?" seru Angkasa cemas.
"Iya, besok aku mau ke dokter," sahut Novelia.
"Ya sudah, besok aku gak akan berangkat ke sekolah. Kita ke dokter sama-sama."
Novelia menganggukan kepalanya, sedangkan Milea hanya tersenyum melihat Kakak dan Kakak iparnya itu.
Setelah selesai makan malam, Novelia pun memutuskan untuk ke kamar dan ingin merebahkan tubuhnya yang terasa lelah itu dan Angkasa pun menyusul Novelia.
"Kamu kenapa sayang, kok bisa pusing segala sih?" tanya Angkasa dengan memijat kepala Novelia dengan lembut.
"Aku punya sesuatu untuk kamu, Mas."
"Apa?"
Novelia pun bangkit dan mengambil sesuatu dari dalam laci, Novelia membawanya kepada Angkasa dan memberikannya.
Angkasa memperhatikan benda kecil panjang itu dengan seksama, hingga akhirnya Angkasa pun membelalakan matanya dan menatap Novelia yang saat ini sedang tersenyum.
"Ka-mu ha-mil sayang?" seru Angkasa terbata.
"Iya Mas, aku hamil."
"Alhamdulillah."
Angkasa langsung memeluk Novelia dengan eratnya, kemudian menciumi wajah Novelia dan terakhir mengusap perut Novelia yang masih terlihat datar itu.
"Terima kasih sayang, kamu sudah hadir di dalam perut Mama kamu dengan cepat, sehat-sehat ya Nak di dalam perut Mama."
Angkasa menciumi perut Novelia membuat Novelia merasa terharu.
semangat buat Novelia,,😉😉
buat Authornya semangat juga,,🙂🙂
mksh k popy untuk sajisn yg bagus maaf lama nggak baca lg sibuk di rl... 🙏🙏🙏