Selma adalah seorang janda dengan 3 orang anak. Dia berkerja di sebuah perusahaan swasta yg hampir bangkrut..
Dengan gaji pas-pasan dia berusaha mencukupi kebutuhan sekolah dan hari-hari mereka.. Tapi di kantor sudah tersebar surat edaran bahwa akan ada pengurangan karyawan,dia harap itu bukan dirinya. Karna jika itu dia,maka dia tidak tau harus bekerja apa lagi,di kota sebesar ini mencari pekerjaan bukanlah sesuatu yg mudah. Apalagi mengingat statusnya seorang janda yg memilikki dasar pendidikan yg rendah...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Audwibill, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertemuan Keluarga
Mobil terus berjalan. Keadaan dalam mobil pun senyap. Selma semakin ragu untuk melanjutkan perjalanan. Hingga ia berkata pada Andreas..
"bisakah kau menepikan mobilnya sebentar?"
"ada apa?" Andreas balik bertanya..
"aku sedikit ragu, tapi sudah lah" iapun kembali memalingkan wajahnya dari Andreas. Andreas menghentikan mobilnya.
"apa kau perlu minum??"
"tidak,lanjutkan saja perjalanannya,tidak enak membuat para Tetua menunggu"
"kau yakin?"
"hmm..."
Mobil pun di jalankan kembali, hingga akhirnya sampai pada sebuah rumah yang sangat besar. Penjaga gerbang langsung membukakan pintu gerbang,seperti sudah tau siapa yang datang. Mobil itupun melintasi gerbang dan akhirnya berhenti kembali. Selma terlihat beberapa kali menarik nafasnya. Begitupun Andreas..
"apa kau sudah siap?" Tanya Andreas meyakinkan Selma..
"kita sudah sampai disini,siap tidak siap ya harus siap" Jawaban Selma Seperti memasrahkan semua kepada keadaan. Tapi itu ada benarnya. Tidak tepat jika harus mundur sekarang. Karena mereka sudah berada di rumah utama. Ibunya pun sudah menunggu di pintu masuk ingin menyambut mereka..
Akhirnya mereka turun dari mobil,dan berjalan masuk kerumah. Selma menggandeng tangan Andreas layaknya sepasang suami istri. Tapi langkahnya terhenti saat melihat begitu banyak media berada di depan rumah itu. Melihat hal itu Andreas pun bertanya..
"ada apa?"
"mengapa banyak sekali media?"
"kurasa itu Ulah ibuku"
"apa karena itu kau menyuruhku untuk bicara yang sebenarnya kepada keluargamu?"
"tidak,aku hanya tidak ingin ada kebohongan lagi. Cukup satu kebohongan. Anak-anak tidak boleh terlibat disini" jelasnya membuat Selma maju beberapa langkah hingga ia iringi lagi langkah kaki mungil itu..
Hingga akhirnya mereka tepat berada didepan ibunya Andreas. Ibunya menyambutnya dengan senyum yang sangat gembira. Menarik tangan Andreas dan Selma. Mengisyaratkan untuk diphoto dan berada di tengah-tengah Andreas dan Selma. Setelah itu masuk kerumah dan berjumpa dengan tetua lainnya..
"Apakah perjalanannya lancar?" tanya ibu Andreas pada Andreas dan Selma. Selma hanya mengganggukan kepala dan mengikuti Mereka berjalan. Ibu Andreas tak henti-hentinya menggandeng tangan Andreas sedari pertama bertemu di luar rumah. Itu membuat Selma berpikir ibunya sangat menyanyangi andreas..
"Mari kuperkenalkan pada Tetua lainnya" kata Sang Mertua melepaskan tangan Andreas dan segera menarik tangan Selma. Mengenalkannya pada tetua lainnya.
"ini adalah Kakek,disana itu adalah bibi-bibi dan paman-pamanmu, beri salam pada mereka" Selma menurut dan menundukkan kepalanya..
"baiklah mari makan,aku sudah lapar sekali" potong Andreas yang diikuti mata Kakeknya Seperti ingin mengatakan sesuatu..
Mereka pun berjalan keruang makan keluarga. Disana terdapat meja makan yang sangat panjang. Dan dirumah ini pun tak kalah banyak pelayan dan penjaga. Hampir di setiap sudut ada pelayan dan penjaga. Selma berpikir sebenarnya apa pekerjaan keluarga ini hingga bisa menggaji puluhan pegawai tiap bulannya..
"Ada apa?" Tanya sang Bibi yang merupakan Adik tertua Sang Ayah mertua. Selma menggelengkan kepala dan hanya mengikuti mereka duduk d meja makan yang telah disediakan..
"Siapa namamu?" sang Kakek bertanya..
"Aku Selma Mandela" jawab Selma sopan..
"apa pekerjaanmu?" tanyanya lagi
"Ayah, mengapa terburu-buru,kita makan saja dulu" potong ibunya Andreas..
"tidak apa-apa ibu" Selma menyela membuat semua pandangan tertuju padanya..
"Kakek tanyakan apa yang ingin Kakek tanyakan,aku akan mencoba menjawabnya" jawab Selma masih dengan nada yang sopan..
"sepertinya kau sudah diajari banyak oleh Andreas" Kata-kata kakek membuat semua orang menghentikan aktivitas makannya dan semua serius memandang Selma..
"apa statusmu" tanya Sang kakek kembali..
"aku sekarang adalah istri dari Andreas Lu" Selma menjawab seadanya
"statusmu sebelum menikah dengan Cucuku?" tatapan sang Kakek berubah menjadi tajam membuat semua orang tak terkecuali Andreas menundukkan kepala.
Selma memandang kepada Andreas, Sepertinya ia tidak akan mendapat dukungan dari Andreas. Karena ekpresi yang ditunjukkan Andreas sangat lemah baginya. Tapi ia tidak ingin berbohong seperti yang di katakan Andreas padanya. Ia pun menegakkan kepalanya dan berkata..
"aku seorang janda,dengan tiga orang anak" Kata-kata dan tatapan Selma sama beradunya dengan Sang Kakek. Dan keadaan sekarang menjadi ricuh dengan suara seperti bertanya namun tidak ada yang berani menyampaikan sesuatu, hingga Sang ibu berdiri dan memandang kearah Selma juga Andreas...
Dengan wajah yang menahan amarah ia mulai bertanya..
"Iyas.. jelaskan ini pada ibu? katakan ini tidak benar nak?"
"ibu... aku.." tidak sampai Andreas menyelesaikan kata-katanya,sang Kakek sudah menyelahnya..
"semua yang Menantu Muda katakan adalah kebenarannya, aku telah menyelidikinya" Kata-kata Sang Ayah Mertua seperti ledakan yang siap menghancurkan telinga Ibu Andreas..
Semua kembali saling memandang dan bertanya satu dan yang lainnya. Hingga kini Selma maupun Andeeas hanya tertunduk tak bicara sedikitpun..