NovelToon NovelToon
Dua Cincin Satu Cinta

Dua Cincin Satu Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: SunRise510k

Assalamualaikum...
Ini karya pertama ku dari penulis pemula seperti ku
Mohon bantuan kritik dan sarannya
Terima kasih


Dua wanita
Dua cincin
Tapi hanya ada satu cinta

Siapakah yang akan dipilih Sameer??

Humaira gadis hijab bercadar lulusan pesantren ataukah Elena gadis cantik dan modis??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

Adzan magrib berkumandang, menyerukan suaranya keseluruh pelosok kota. Sameer baru saja selesai menunaikan sholat magribnya.

Sameer menatap ponselnya, ditekannya nomor Humaira. Kekhawatiran mulai melanda Sameer, sejak tadi ia merasa begitu gelisah karena Humaira tidak kunjung mengangkat telponnya. Ada rasa sesal dihatinya karena ia tidak segera menyusul Humaira saat istrinya pergi.

Dan menyesali sikapnya yang pasti melukai hati istrinya.

Sameer bergegas menuruni tangga dengan buru-buru, Elena yang duduk dimeja makan mengalihkan perhatiannya pada Sameer yang tengah terburu-buru.

"Sam, kamu mau kemana?" tanya Elena dengan kondisi yang sudah lebih baik daripada pagi tadi.

"Aku mau menyusul Humaira, kalau aku tidak pulang kunci semua pintunya"

"Tapi Sam, aku takut sendirian. Kamu taukan bagaimana keadaan ku saat ini" jelas Elena memasang wajah melasnya.

Ia tidak ingin Sameer meninggalkannya, ia ingin Sameer selalu berada di sisinya dan melindunginya sampai akhir.

"Ele, aku tau dengan kondisi mu. Tapi Ele..kau harus tau aku juga memiliki istri lain yang juga harus aku perhatikan. Masih ada Bi Imah yang menemani mu. Mengertilah" Sameer memegang pundak Elena, meremasnya pelan. Memberikan Elena pengertian untuk memahami kondisinya.

"Jaga diri mu ya, makan yang banyak. Jangan tunggu aku, setelah ini tidurlah" Sameer mengecup kening Elena dan segera berlalu meninggalkan Elena.

Tangan Elena mengepal kuat, matanya memancarkan kebencian yang begitu kuat. Ia sangat benci dengan situasinya saat ini.

"Akghhhhh...pyarrr" Elena menyingirkan piring bekas makannya sampai pecah berserakan di lantai.

***

Mobil Sameer baru tiba di rumah Humaira. Sameer membuka pintu mobilnya terburu-buru dan berlari menuju ke dalam rumah. Ia tidak sabar bertemu dengan Humaira, ia sangat merindukan istrinya.

"Assalamualaikum" salam Sameer mengatur napasnya.

"Walaikumsalam" balas Bi Marni yang menyambut kedatangan Sameer

"Maaf Humaira ada?" tanya Sameer dengan raut wajah cemas.

"Tidak ada Tuan, tadi Nyonya bilang. Nyonya akan menginap dirumah besar"

"Baiklah Bi, makasih ya. Jaga diri bibi dan juga jaga rumah ya. Assalamualaikum"

"Waalaikumsalam, hati-hati Tuan"

Sameer bergegas mengendarai mobilnya menuju rumah besar. Cemas, Khawatir menyelimuti hati Sameer. Apalagi sejak tadi dia menghubungi ponsel istrinya tidak diangkat.

"Assalamualaikum" Sameer memasuki rumah besar.

"Waalaikumsalam" balas Abi dan Umi yang sedang menikmati waktu bersama sambil menonton tv.

"Maaf Abi, Umi. Apa Humaira disini?" tanya Sameer

"Untuk apa bertanya tentang Humaira? Ku kira kau sudah lupa tentang Humaira" kata Umi Iza ketus.

Sambutan yang diterima Sameer tidak sehangat biasanya membuat Sameer langsung menunduk diam. Hatinya sakit mendapati sikap permusuhan dari ibu kandungnya.

Menikah dengan Elena membuat masalah bertubi-tubi datang. Apalagi kebencian yang Umi tunjukan untuknya, sampai ia tidak tau lagi bagaimana harus menghadapi kebencian sang Umi.

Seandainya waktu bisa diputar kembali, ia tidak akan membuat keputusan bodoh yang terkesan tergesa-gesa kalau pada akhirnya menyakiti banyak orang.

"Maafkan Sameer, Umi. Apa yang harus Sameer lakukan supaya kebencian Umi pada Sameer menghilang"

"Apa kau bodoh? bukankah Umi sudah memberikan pilihan pada mu. Tinggalkan Elena maka Umi akan memaafkan mu. Apa kau sedang mati suri hah? sampai tidak bisa memahami situasi ini?" bentak Umi Iza menatap Sameer bengis. Ia sungguh membenci sikap sang putra yang lemah karena cinta. Cinta yang salah yang diperjuangkan.

"Apa kau tau seberapa banyak Humaira menangis karena diri mu? kalau kau tidak mampu menjaga Humaira maka ceraikan Humaira. Dan kalau kau masih tidak mau menceraikan Humaira biarkan Umi yang menceraikan kalian berdua. Umi muak dengan sikap lemah mu. Putra Umi yang penuh pertimbangan dalam mengambil semua keputusan telah hilang digantikan dengan putra Umi yang bodoh karena cinta yang salah. Kau salah mencintai orang Sameer" Umi Iza meledak. Sameer bungkam, lidahnya kelu. Ia tidak mampu membalas sepatah kata pun ucapan sang Umi.

"Kenapa kau diam saja hah? Apa kau sudah bisu?" hardik Umi Iza

"Umi, dijaga ucapannya" tegur Abi Ahmed menggelengkan kepalanya untuk menghentikan perkataan sang istri yang akan menyakiti hati Sameer.

"Aku tidak ingin menceraikan Humaira, Umi. Sameer mohon jangan pisahkan Sameer dengan Humaira. Sameer sangat mencintai Humaira, maafkan Sameer memilih jalan yang salah. Sameer mohon Umi. Bagaimana hidup Sameer kalau Sameer harus kehilangan cinta Sameer" Sameer bersimpuh dikaki sang Umi.

Air mata membasahi wajahnya. Ia tidak akan bisa hidup tanpa Humaira. Humaira hidupnya, Humaira nafasnya. Entah apa yang terjadi kalau separuh jiwanya pergi dari sisinya.

Umi Iza memalingkan wajahnya, air mata pun membanjiri wajah Umi. Didalam hatinya ia merasa tersiksa dengan kondisi ini. Membenci putranya adalah salah satu hal yang tidak bisa ia lakukan, tapi keadaan yang memaksanya membenci sang putra.

"Naiklah ke kamar mu dilantai atas, Humaira sedang tidur" kata Sang Abi Ahmed.

Perlahan Sameer kembali berdiri seraya menghapus air matanya. Ia melangkah menuju lantai atas dimana Humaira berada.

Cklek...

Sameer membuka pintu kamarnya, dilihatnya Humaira tidak berada di ranjang. Kakinya melangkah ke arah balkon kamarnya yang terbuka. Istrinya sedang berdiri disana sedang menikmati angin malam yang menerpa wajahnya, rambut panjangnya ia biarkan berkibar tertiup angin. Seulas senyum mengiringi langkahnya untuk merengkuh tubuh sang istri.

"Sayang" panggil Sameer tepat ditelinga Humaira. Humaira masih memejamkan matanya menikmati angin malam.

"Ayo kita masuk" ajak Sameer masih dengan posisi merengkuh tubuh Humaira dari belakang.

"Biarkan seperti ini Zauya" pintanya lirih

"Bisakah kita menghentikan waktu Zauya, waktu dimana hanya ada kita berdua" kata Humaira. Sebuah permintaan yang mustahil untuk terwujud.

"Kalau bisa Zauya, Dinda ingin menghentikan waktu dimana kita menikmati waktu berdua saat kita baru saja menikah. Walaupun dulu Zauya belum mencintai Dinda tapi Dinda bahagia karena menjadi satu-satunya prioritas Zauya. Kalau bisa memilih, Dinda tidak ingin dicintai Zauya tapi menjadi prioritas utama, daripada dicintai tapi menjadi prioritas kedua" kata Humaira panjang lebar mengungkapkan isi hatinya.

Ia merasa semakin hari, hidupnya semakin berat. Ujian hidup silih berganti berdatangan menguji kesabaran dan keikhlasannya.

"Sayang" Sameer mengeratkan pelukannya.

"Dinda tidak akan meminta Zauya memilih antara Dinda atau Mbak Elena. Karena Dinda tau, Zauya bisa tidak akan bisa memilih diantara kita berdua" Imbuh Humaira.

Sampai saat ini Humaira masih tidak paham mengapa sang suami masih sulit untuk memilih antara dia dan Elena. Humaira tidak bisa memahami jalan pikir Sameer yang sulit ia tebak.

Sameer terlalu penuh teka teki dan ia merasa seperti terjebak pada labirin yang tidak tau jalan keluar bahkan untuk berbalik pun juga sudah percuma karena sudah terlalu dalam masuk.

"Sayang bersabarlah, Zauya mohon tetap bersabar pada Zauya, tetap berdiri di sisi Zauya. Hanya Dinda yang mampu menguatkan Zauya, apa jadinya kalau Dinda pergi dari sisi Zauya" Sameer menyandarkan kepalanya di bahu Humaira, mencari tempat ternyamannya.

"Bagaimana kalau Dinda lelah Zauya? Dinda juga bisa lelah, saat Dinda lelah biarkan Dinda beristirahat"

"Tidak, Dinda tidak akan lelah. Zauya tau Dinda wanita yang kuat, jangan lelah untuk terus bersama Zauya. Zauya mohon sayang. Berdirilah bersama Zauya sampai akhir. Berdiri menggenggam tangan Zauya erat, jangan lepaskan Zauya" tegas Sameer

Humaira menarik napas dalam, lalu menghembuskannya secara perlahan. Hidupnya terlalu menguras tenaga, setiap saat ia harus menekan perasaannya seorang diri. Menahan rasa egois yang setiap saat menguasai hatinya.

Humaira melepaskan pelukan Sameer, membalikkan badannya menatap wajah Sameer saksama. Ada gurat kesedihan dari mata sang suami, ada sisa air mata dari mata indahnya.

"Zauya menangis?"

"Zauya takut" Sameer menundukkan kepalanya.

"Kenapa takut?" tanya Humaira mengelus surai Sameer perlahan.

"Zauya takut Dinda pergi meninggalkan Zauya, apa jadinya hidup Zauya kalau Dinda pergi? Sampai kapan pun Zauya tidak akan mampu untuk berpisah dengan Dinda. Dinda nafas Zauya, maafkan Zauya. Zauya sangat mencintai Dinda" Sameer menangis tergugu. Kata perpisahan tidak bisa diterima oleh nalarnya. Ia tidak tahan kalau harus kehilangan nafas hidupnya.

Humaira merengkuh Sameer, membiarkan sang suami menangis dipelukkannya. Mereka menangis bersama di heningan malam.

Abi dan Umi yang diam-diam menyaksikan perbincangan mereka berdua tidak bisa menahan kesedihan. Mereka juga merasakan kesedihan yang sama. Mereka tau kalau semua ini terjadi karena kesalahan Sameer yang memasukkan sendiri duri dalam pernikahannya.

Secara perlahan duri itu mulai menusuk mereka satu persatu memberikan luka.

***

1
LENY
GARA2 MAU MENYELATKAN ELENA AKHIRNYA HUMAIRA MENINGGAL KASIHAN ANAK KEMBAR. HUMAIRA TERLALU LEBAY GAK INGAT LG HAMIL BESAR MAIN NOLONG EKENA AJA AMPUN DEH🙈🙈
LENY
KALAU ELENA GAK MENINGGAL PASTI NGEJAR SAMEER TERUS BIARPUN SDH DITALAK. KASIHAN ERIK SUAMINYA.
LENY
BAGUSLAH ELENA MENINGGAL WANITA GAK TAHU DIRI ADA SUAMI ANAK MALAH NGEJAR SUAMI ORANG AMIT2. KASIHAN ERIK DAN ANAKNYA.
LENY
DUH SADARLAH ELENA KAMU PUNYA ANAK PEREMPUAN YG SDH JAMU ABAIKAN TINGGALKAN SDH JGN GANGGU SAMEER LAGI🙈
LENY
DIH JD NAKIN GILA JAHAT ELENA. SAMEER ITU ASLI WATAK WANITA YG KAMU CINTAI ELENA😡🤮
LENY
YA HUMAIRA YG TEGAS HRS KETEMU ORANG TUA DULU JGN LGSG JE AOARTEMEN. JD PEREMPUAN ITU HRS PUNYA PRINSIP DAN TEGAS JGN TERLALU LEMAH DAN NURUT AJA APA KATA SUAMI HRS TAHU MANA YG UTAMA HRS DILAKUKAN
LENY
BENAR2 GOBLOK BODOH SAMEER DITIPU WANITA JALANG MURAGAN ELENA MATRE LAGI WAJAR SIH TURUNAN DARI IBU NYA😡
LENY
ELENA MAKIN KURANG AJAR SAMA HUMAIRA DAN HUMAIRA GOBLOK TERLALU LEMAH GREGETAN LIHATNYA. SAMEER LAKI2 GOBLOK MAIN NIKAH AJA SAMA ELENA TANPA MENYELIDIKI DULU KEADAAN ELENA YG MSH ISTRI ORANG GOBLOK😡
LENY
AKBAR GANTENG BANGET LEBIH GANTENG DARI SAMEER😊
LENY
BILANG CINTA SAMA HUMAIRA BENTAR KL KETEMU ELENA LUPA DASAR LAKI2 PLIN PLAN😡
LENY
PERKAWINAN ANEH SEMUA NYA MANUSIA MUNAFIK SAMEER ELENA HUMAIRA😡🙈
LENY
ITU KENAPA KOK TIBA2 ELENA SDH DI HOTEL AJA GMN CERITANYA DIPERKOSA 🙈 BINGUNG ANEH
LENY
ELENA SDH MENUNJUKKAN WATAK ASLI NYA GAK SEBAIK YG KELIHATAN. HUMAIRA MIKIR KAMU KAN YG MAU SERUMAH SEKARANG RASAKAN KATA2 ELENA YG JAHAT 🙈
LENY
AKHIRNYA KAN ELENA KAN CEMBURU JG YA MANA ADA YG BENAR2 IKHLAS SUAMI MEN 2 APLG HUMAIRA PASTI LEBIH SEDIH.
LENY
GILIEAN HUMAIRA DEKAT SAMA AKBAR MARAH2 LAH KAMU SENDIRI MALAH NIKAH LG SAMA ELENA 🙈
LENY
DUH HUMAIRA BENAR2 MSH MAU TINGGAL SERUMAH LG SAMA ELENA DAN SAMEER MENDING IKUT ABI DAN UMI. JGN NYIKSA DIRI SENDIRI PURA2 KUAT DAN IKHLAS INGAT KAMU LG HAMIL.
LENY
IBU ELENA INI KAYAK IBLIS LBH KEHAM DARI BINATANG 😡😡
LENY
NIKMATI SAMEER PILIHANMU ELENA WANITA YG BENAR2 KAMU CINTA. EH MALAH BARU BERASA YA SETELAH HUMAIRA PERGI. HUMAIRA LEBIH BAIK DLM MELAYANI SUAMI 😛
LENY
LIHAT SAMEER MESRA SAMA HUMAIRA KAYAK GIMANA GITU YA GAK RESPEK 🙈NNT SAMA ELENA JG BEGITU
LENY
NNT KL TAHU HUMAIRA HAMIL SAMEER CURIGA PULA DIKIRA HUMAIRA SELINGKUH. KENAPA GAK TINGGAL SAMA MERTUA YG BAIK BANGET
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!