NovelToon NovelToon
My Naughty Uncle

My Naughty Uncle

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Mafia / CEO / Tamat
Popularitas:3.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aysha Siti Akmal Ali

#Cerita ringan tanpa konflik berat. Yang nyari konflik berat bukan di sini tempatnya, hehe.


"Arghh! Dasar bujang lapuk, bujang karatan!" teriak Ze.

"What?!" Jimmy berjalan menghampiri Ze kemudian memperhatikan penampilan gadis itu dengan seksama sambil terkekeh pelan. "Tidak masalah menjadi bujang karatan. Dari pada kamu, body rata!" lanjutnya seraya melenggang pergi.

"E-ehm, kamu!" Ze menutup kedua aset berharganya yang memang berukuran mini dengan kedua tangan.

"Lihat saja nanti, Bujang Karatan! Aku akan buktikan bahwa kamu akan bertekuk lutut padaku!"

Ze (19) gadis biasa dengan kehidupan yang biasa-biasa pula. Tak ada yang istimewa dari dirinya. Namun, hal itu tidak menyurutkan semangatnya untuk mendapatkan seorang CEO tampan yang selama ini menjadi incarannya.

Jimmy (35) lelaki tampan rupawan, cukup mapan, serta memiliki bentuk tubuh nyaris sempurna dan siapapun melihatnya pasti terpesona. Namun, sayangnya kesempurnaan itu tidak dapat menjamin dirinya enteng jodoh. Buktinya hingga sekarang dia masih jomblo.

Hingga sebuah kesalahpahaman menyatukan keduanya dalam biduk rumah tangga. Rumah tangga seperti apa yang akan mereka jalani, adem ayem, atau malah sebaliknya pertempuran demi pertempuran terjadi dan mewarnai hari-hari mereka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aysha Siti Akmal Ali, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Akhirnya Ketahuan

"Baiklah, ajak aku ke sana. Aku ingin pastikan bahwa kamu tidak sedang membohongiku, Leonard." Jimmy menyeringai dan membuat nyali Leo sedikit menciut.

Namun, Leonard berusaha tetap tenang dan menyunggingkan sebuah senyuman hangat untuk lelaki dewasa tersebut. "Tentu saja, Tuan Jimmy. Dengan senang hati," ucapnya.

Leonard memang terlihat sangat tenang dan pandai menyembunyikan kegugupannya saat itu. Namun, sepandai-pandainya Leonard menyembunyikan kebohongannya, ternyata Jimmy lebih pandai lagi menyingkap kebohongan di mata lelaki itu.

Setibanya di ruang control, Leonard segera mengajak Jimmy menghampiri salah satu petugas di ruangan tersebut.

"Coba Anda tanyakan saja kepada mereka, mereka yang lebih tahu tentang masalah itu. Benar 'kan?" ucap Leonard sembari menepuk pelan puncak salah seorang petugas di ruangan itu.

Petugas itu menoleh kepada Leonard dan Leonard membalas tatapan petugas tersebut dengan lekat seolah memberi isyarat agar petugas itu mengikuti permainannya. Ternyata petugas tersebut mengerti dan ia pun menganggukkan kepalanya.

"Ya, itu benar, Tuan."

Lagi-lagi Jimmy menyadari akan hal itu. Ia menatap Leonard dan petugas tersebut secara bergantian. Untuk beberapa saat Jimmy masih bisa bersabar dan mengikuti permainan kedua orang itu.

Namun, kesabaran Jimmy pun ada batasnya. Akhirnya lelaki itu lelah mengikuti permainan mereka. "Ayolah, Leonard! Aku bukanlah anak kecil yang masih berusia 5 tahun. Yang akan percaya dengan kebohongan kalian berdua."

Jimmy menghampiri Leonard dan kini berdiri di hadapan lelaki itu dengan jarak yang sangat dekat. Bahkan Leonard bisa mendengar dengan jelas deru napas lelaki dewasa tersebut. Jimmy menatap Leonard dengan tatapan mengintimidasi.

Leonard ketakutan, bahkan sangat ketakutan. Entah mengapa tatapan Jimmy saat itu terlihat sangat mengerikan dan membuat nyalinya benar-benar menciut. Bahkan ia tidak berani menyunggingkan senyuman hangatnya lagi untuk lelaki itu.

"Sebaiknya lakukan saja apa yang aku perintahkan, Leonard. Dari pada sesuatu yang tidak diinginkan terjadi hari ini, di tempat ini," ucap Jimmy dengan tatapan dingin menatap Leonard yang begitu ketakutan.

"Ba-baiklah, Tu-tuan Jimmy. Maafkan saya, saya sudah membohongi Anda. Sa-saya terpaksa melakukannya karena saya sudah berjanji membantu Evan dan teman-temannya untuk tidak memberitahu Anda soal rekaman CCTV tersebut," tutur Leonard dengan wajah memucat.

Jimmy tersenyum tipis kemudian merapikan jas yang sedang dikenakan oleh Leonard. "Begitu lebih baik karena saat ini aku benar-benar tidak ingin membuat masalah, Leonard."

"E-ehm, sebaiknya Tuan duduk dulu dan kita bisa bicarakan hal ini secara baik-baik," tutur Leonard yang masih terbata-bata.

Leonard mengajak Jimmy untuk duduk di sebuah kursi milik petugas di ruang control tersebut. Setelah Jimmy duduk di kursi tersebut, Leonard pun ikut duduk di samping Jimmy.

"Apa yang dikatakan oleh Evan kepadamu? Kali ini aku berharap kamu berkata dengan jujur, Leo," tegas Jimmy, masih memasang wajah dingin menatap lelaki itu.

Dengan sangat terpaksa, Leonard pun akhirnya menceritakan semuanya. Semua yang diceritakan oleh Evan kepadanya tentang kejadian di malam itu. Di mana Evan dan kedua sahabatnya melakukan penjebakkan yang berakhir dengan penggerebekan tersebut.

Jimmy yang tadinya tampak tenang, setelah mendengar penuturan Leonard saat itu, tiba-tiba saja ekspresinya berubah. Ia kesal, bahkan sangat kesal dan juga merasa sangat kecewa atas perbuatan Evan yang benar-benar sangat memalukan.

"Evan sudah sangat keterlaluan!" pekik Jimmy dengan wajah memerah.

"Coba tunjukkan rekaman CCTV yang terjadi pada malam itu, di sekitar kamar tersebut dan juga di sekitar ballroom," titah Leonard kepada petugas di ruang control tersebut.

"Baik, Tuan."

Petugas tersebut mulai melakukan tugasnya. Ia membuka hasil rekaman yang terjadi pada malam itu. Mulai di sekitar tempat acara hingga ke suite room yang di tempati oleh Jimmy dan Ze.

Jimmy menggelengkan kepalanya saat melihat kelakuan konyol serta menjijikkan ketiga lelaki itu dari layar monitor. Ia tidak menyangka bahwa Evan yang selalu dibangga-banggakan oleh Mommy-nya (Oma dari Evan) bisa melakukan hal bodoh seperti itu.

"Ya ampun, Evan! Aku yakin jika seandainya mendiang Daddy-mu masih hidup, dia pasti akan sangat malu mengakuimu sebagai anaknya," gumam Jimmy sembari memijit pelipisnya.

Setelah mengetahui semuanya, Jimmy mengucapkan terima kasih kepada Leonard karena sudah bersedia membantunya dan Ia pun segera pamit dan kembali ke kediamannya.

...***...

1
juwita
si Daniel ini yg nikah sm dania ya Thor?
juwita
🤣🤣🤣🤣anaconda Jimmy di cekik
juwita
alah skrg blg bkn tipeku. tar lama" bucin km bujang lapuk 🤣
juwita
kasihan banget Zea. biar mrk dpt karna dari author
juwita
bener tu bu jd enak buat sarapan buburnya 🤣🤣
juwita
mampir suka cerita yg lucu gini
Purnama Esra
😂😂😆
sunshine wings
Luar biasa
Qaisaa Nazarudin
Waahh aku langsung go bacanya..
Qaisaa Nazarudin
Terimakasih thor,karya mu bagus,Aku juga suka karya yg alurnya gak berat2 amat,karna hidup ku di dunia nyata udah berat..Semoga otor sehat dan sukses selalu ya..🤲🤲🤲🙏🙏🙏
Qaisaa Nazarudin
Baru juga mau nanya apa anaknya mereka cuman satu doang?? Eh ternyata ada dua..Udah ku duga juga yg si cewek pasti lebih berani dr si cowok yg lebay kayak daddy nya..😂😂😂🤭🤭🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Ternyata buah jatoh gak jauh2 dari pohonnya ya..penakutnya sang daddy di embat si Jack Ternyata..🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Yup aku udah 4X merasa kan apa yg Ze rasakan saat di jahit..
Qaisaa Nazarudin
Aku udah gak nahan ngakak guling2..Jimmy jimmy badannaja yg gede,tapi nyali ciut🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Lah katanya banyak cewek2 yg pada antri mau jd pacar kamu,Kenapa malah jadi Jomblo akut,Ckck kasian,Karma is real..
Qaisaa Nazarudin
RALAT KAMU YG GAK AKAN MENIKAH2 JIMMY,DAN TENTUNYA GAK AKAN PUNYA ANAK,SEDANGKAN UMUR UDAH MENDEKATI SENJA..😂😂🤭
Qaisaa Nazarudin
Astaga Ze..lagi tgah greget2 nya aku langsung ngakak...😂😂🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Pasti Mei mau langsung kasih kabar ke mommy Martha..😂😂🤭🤭
Qaisaa Nazarudin
Ze yg Hamil,Jimmy yg mual2 dan Ngidam,Hamil simpatik..👏👏👏 Biar Jimmy g bisa deket2 lg dgn cewek lain selain Ze..👍👍😂
Qaisaa Nazarudin
Noh kan masih bisa KETAWA dia,Kenapa gak koma aja sekalian..🙄🙄🙄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!