NovelToon NovelToon
Lelaki Pengganti

Lelaki Pengganti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:43.1k
Nilai: 5
Nama Author: Gilva Afnida

Dua insan yang sama-sama masih memiliki hati yang terluka disatukan karena suatu keadaan yang mendesak.

Tak pernah terbayangkan oleh Lily, hamil di luar nikah dan menikah dengan pria lain yang bukan ayah kandung dari si janin. Pria itu bernama Azril.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gilva Afnida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 | Bocornya Rahasia

Di pagi hari yang masih terasa dingin, Meyda menyesap secangkir cokelat hangat sambil memandang jendela rumah yang menampilkan hamparan berbagai jenis bunga, koleksi milik ibunya. Mata Meyda terpaku pada salah satu bunga, namun pikirannya melayang pada kejadian semalam saat dirinya tak sengaja bertemu dengan Azril.

Sangat menghibur bagi Meyda saat kemarin dia mendengar Lily yang ternyata pergi meninggalkan Azril. Meyda sedikit memiringkan kepalanya sambil bergumam, "Apa mereka sedang bertengkar?" Asumsi negatif masih menggerayangi pikiran Meyda karena sejujurnya ada perasaan senang jika memang Azril sedang bertengkar dengan istrinya.

Meyda meletakkan gelas yang isinya masih tersisa sedikit. Dia menyandarkan punggungnya disandaran kursi, menatap bunga-bunga sambil tersenyum kecil. Benaknya memikirkan, masih ada kemungkinan baginya merebut hati Azril karena Meyda terus-menerus berpikir bahwa sejatinya Azril ditakdirkan untuknya, sekarang Azril hanya mampir pada wanita lain sebelum kembali pada pelukannya.

Terdengar memaksa memang, tapi tak mudah bagi Meyda menghapus bayang-bayang tentang Azril yang namanya saja masih bertengger di daftar impian yang harus Meyda capai. Hanya impian itu yang masih belum Meyda capai, selagi semua impian besar lainnya sudah lama ia coret.

"Ngalamun lagi?"

Meyda membalikkan tubuhnya, mendapati sepupunya bernama Ersa yang tengah berdiri di ambang pintu. "Ngapain kamu disini?" tanya Meyda cuek, ia kembali memutar badan dan fokus menatap bunga mawar.

Ersa melangkahkan kakinya mendekati Meyda sambil berkata, "Kamu gak bosen melajang terus?"

Meyda memutarkan kedua bola matanya, inilah hal yang tak ia suka ketika bertemu dengan Ersa. Selalu pertanyaan pribadi yang ditujukan untuknya. "Apa gak bisa, sekali... aja kamu gak mengungkit itu kalau bertemu denganku?"

Senyuman terbit di wajah Ersa, ia menyandarkan bokongnya di tepi meja dan menatap Meyda dengan licik. "Apa kamu mau kuberitahu sebuah rahasia?"

"Nggak, aku gak tertarik main rahasia-rahasiaan, kayak anak kecil aja!" Meyda menjawab dengan cepat, yakin rahasia yang Ersa maksud hanyalah sebuah omong kosong untuk sekedar lelucon yang garing di telinganya. "Udah pulang aja sana!" usirnya sambil melambaikan tangan sebagai isyarat untuk pergi.

"Yakin gak pengen tahu?" bujuk Ersa. Dia menampilkan wajahnya di depan Meyda yang sedari tadi enggan untuk menatap wajahnya. "Ini tentang mas Azril loh," bisiknya dengan tersenyum licik.

Mata Meyda membulat sempurna, lalu menggeser manik kecoklatannya ke arah Ersa. "Apa maksudmu tentang mas Azril?" Tatapannya berubah mengintimidasi. "Jangan macam-macam denganku, Er!"

Ersa hanya tertawa kecil, membalikkan tubuhnya lalu melangkahkan kaki mendekat ke jendela. "Aku tahu alasan mas Azril menikah secara tiba-tiba."

"Bagaimana kamu tahu kalau mas Azril sudah menikah?"

"Dari sumber terpercaya." Tentu saja Ersa tahu karena Safira adalah teman sekaligus adik tingkat di kuliahnya. Waktu itu Safira tak sengaja mendengarnya bercerita tentang alasan Azril menikah kepada salah satu temannya yang lain. Ersa dengan senang hati mengulik lagi kisah Azril dengan bertanya pada Safira.

Mata Meyda menyipit, berusaha menyelidik kebenaran dari ucapan Ersa. "Jangan berbohong, Ersa!"

Ersa menoleh pada Meyda tanpa membalikkan badannya. "Apa aku itu seorang penipu dimatamu? Sampai kau tidak begitu percaya padaku?" Ersa tersenyum lebar dengan mata yang membentuk bulan sabit. Tak ada rasa gentar pada kakak sepupu yang usianya beberapa tahun diatasnya.

Apapun yang terlihat dari Ersa hanyalah sebuah tipuan, termasuk senyuman yang ditampilkan Ersa sekarang hanyalah kepalsuan. Untuk itu, Meyda selalu tak percaya akan apa yang dikatakan Ersa. Sudah berulang kali Meyda tertipu dengan ucapan Ersa yang pada akhirnya Ersa sebut dengan 'prank'.

"Katakan padaku apa yang kamu tahu tentang pernikahan mas Azril, lalu aku bisa mempertimbangkan kamu sedang menipuku atau tidak." Sebenarnya Meyda tak terlalu berharap apa yang akan dikatakan Ersa tentang mas Azril, tapi bagi Meyda pembahasan tentang mas Azril akan selalu menarik untuk dibahas meskipun itu hanya cerita sepele.

"Tapi ini tidak akan kuberitahu secara gratis, kakakku tersayang." Ersa kembali mendatangi Meyda. "Harus ada imbalan yang setara."

***

Dentingan gelas ketika diletakkan di atas meja kaca membuat lamunan Meyda membuyar, ia menoleh mendapati ibunya yang mengenakan daster panjang tersenyum menatapnya. "Ibu lihat, daritadi kerjaan kamu kok ngalamun terus?"

"Oh ya?" Meyda menundukkan kepala, menatap lantai. "Memangnya keliatan ya bu? Kalau aku daritadi ngalamun?"

Kening Melani mengerut, mendapati pertanyaan aneh yang dilontarkan putrinya. "Kamu kenapa sih? Lagi ada masalah?"

Meyda menggigit bibir bawahnya, sedikit ragu untuk menceritakan pada sang ibu perihal fakta mengejutkan yang diucapkan Ersa tadi pagi di kamarnya.

"Ayolah, cerita saja pada ibu. Barangkali ibu bisa bantu," ujar Melani seolah mengerti tentang kegalauan Meyda. "Apa ini soal urusan kantor?"

"Bukan, Bu." Meyda menarik napas dan menghembuskannya pelan. "Ini soal mas Azril."

"Ada apa dengan dia?"

Kepala Meyda menunduk, tangannya memainkan ujung baju yang ia kenakan. "Dia.. sudah menikah lagi."

"Menikah lagi?" tanya Melani tak percaya. "Gak mungkin, Mey. Kalau Azril menikah lagi, pasti ibunya memberi kita undangan resepsi."

Meyda menatap ibunya dan memberi penjelasan. "Dia menikah karena terpaksa, sudah pasti ibunya tak akan menyebar undangan karena memang-."

"Tunggu!" Tangan Melani memberi isyarat pada Meyda untuk berhenti. "Ceritakan pada ibu secara jelas dari awal sampai akhir, apa yang sebenarnya terjadi." Melani menatap serius ke arah putrinya.

Dengan pelan, Meyda bercerita perihal Azril sesuai yang disampaikan oleh Ersa secara detail. Meyda dapat melihat jelas, mimik wajah ibunya yang semakin menggelap ketika cerita sudah mulai berakhir.

"Hmm." Geraman rendah dari Melani membuat Meyda yakin jika ibunya itu sedang menahan amarah yang bergejolak. "Aku tak menyangka kalau Aminah berani sekali berbuat seperti itu dibelakangku."

"Aku rasa... bukan salah ibunya Azril, tapi salah wanita ****** itu yang sudah berani menerima tawaran ibunya Azril!" ujar Meyda bersungut-sungut. Meyda kembali teringat wajah polos yang ditampilkan Lily membuatnya begitu muak, karena dibalik wajah itu ternyata dia sudah berani berhubungan dengan pria lain sampai mengandung.

"Kamu benar." Melani ikut merasakan luapan emosi yang dibisikan Meyda. "Tapi ibu tetap akan membuat perhitungan pada Aminah besok! Dulu dia bilang kalau dia bersedia menjodohkanmu dengan Azril, terus kenapa sekarang malah dia menjodohkan anaknya pada wanita tak jelas yang hamil di luar nikah? Ini benar-benar penghinaan untuk keluarga kita!"

Meyda memasang wajah melas di depan ibunya. "Aku sebenarnya juga tak menyangka kalau ibunya Azril malah menerima wanita tak jelas itu dibandingkan aku." Meyda bahkan mulai meneteskan air mata. "Apa aku ini lebih buruk dari wanita itu, Bu?"

Melani menggelengkan kepalanya dan mengusap lembut anak rambut putrinya. "Tidak sayang, kamu adalah wanita sempurna. Jangan pernah membandingkan dirimu yang berharga ini dengan wanita pelacur sepertinya."___"Kamu tenang saja, akan ibu pastikan Azril bisa lepas dari cengkraman wanita itu, lalu bisa kembali ke pelukanmu secepatnya."

Tangis Meyda semakin pecah lalu memeluk ibunya dengan erat. Sedetik kemudian masih dalam pelukan ibunya, ekspresi Meyda berubah menjadi tersenyum penuh kemenangan.

1
🌹 Mommy caeeeem 😍
author yg Baek hati,,yg cantik,,yg ramah dan yg penting rajin menabung,,,
tolong donk,, kalo up yg banyak" 🤭😂😂
mamak"e wonk
semangat Author 💪💪💪🥰🥰🥰
mamak"e wonk
Alhamdulillah hubungan azril & lilly menjadi lebih naik lagi..🥰❤️❤️
semoga tambah cinta ❤️❤️
mamak"e wonk
semoga ada hikmah nya 😊
semangat thor 💪💪💪
Dina Sutarlim
bagus
mamak"e wonk
Rasain~ sakitkan...belum seberapa di banding kan rasa malu& sakit yg lili alami 🥴😌
mamak"e wonk
nah..ke pergok mama mertua dah...😁
mamak"e wonk
semoga permasalahan antara lilly.dan azril cepat melumer...agar rumah tangga nya rukun dan penuh cinta 🥰🥰
mamak"e wonk
🤣🤣🤣
dasar kulkas so romantis...
mamak"e wonk
helleh preett lah~ 😁
mamak"e wonk
lama betul Up nya thor~ apa kabar??
mamak"e wonk
lancar betul mulut mu bicara...
mamak"e wonk
Isti yg hamil bukan darah daging nya haram untuk menunaikan kewajiban nya...tunggu masa nifas selesai baru izab qabul kembali baru sah di mata agama menunaikan hak dan kewajiban seorang istri...
mamak"e wonk
Cieeeee..... udah cemburu..😁
cemburu tanda cinta,marah tandanya sayang 🥰🥰💃💃💃💃
mamak"e wonk
sirubah licik berubah jadi anggora...tapi jgn lupa mereka mempunyai kuku & taring yg sama...😤
ochie wegiftproject
lanjut thor.... hihi
ochie wegiftproject
waduh.... gimna ni akhirnya
mamak"e wonk
penasaran
ochie wegiftproject
apa alasannya thorrr
mamak"e wonk
kasihan juga di cuekin suami..walau gak cinta tapi wanita hamil butuh d perhatikan juga..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!