NovelToon NovelToon
Say No To Drugs

Say No To Drugs

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintapertama / Cintamanis / Patahhati / Balas Dendam / Peningkatan diri-Perubahan dan Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:133.7k
Nilai: 5
Nama Author: Salsabila a.v

Kania Larasati adalah seorang gadis dari keluarga broken home.Kehormatannya telah direnggut secara paksa oleh kekasihnya saat ia memutuskan untuk melanjutkan studinya hingga dia hamil,dan setelah kekasihnya tahu bahwa ia hamil ia malah dikhianati dan dicampakkan olehnya.Saat Papanya mengetahui bahwa ia tengah hamil dia pun diusir dari rumah hingga hidupnya semakin hancur dan akhirnya tenggelam dalam narkoba.Apakah ia
bisa terbebas dari jerat narkoba atau semakin tenggelam didalamnya?Dan akankah ia kembali menemukan cinta sejatinya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Salsabila a.v, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30

...Hai reader tersayang bantu vote author dong biar author makin semangat nerusin ceritanya....

...buat yang mau kasih vote author doain biar rezekinya makin banyak🤗🤗...

...happy reading...

*

*

*

Selama beberapa hari setelah aku sadar Abhimana terus menemaniku,ia terlihat begitu perhatian padaku.

Sedangkan Dinda ia tak bisa lagi menemaniku karena di bar sedang ada masalah dan lagi selama beberapa hari ini ia sudah tidak masuk kerja karena menjagaku,dia terancam akan dipecat bila tidak masuk kerja lagi.

"Abhi kenapa kau begitu perhatian padaku?" tanyaku suatu hari.

"Karena aku ingin!" jawab Abhimana singkat.

"Maksudmu?" tanyaku masih tak mengerti dengan jawabannya.

"Tidak,tidak apa sudah jangan dipikirkan lagi!" kata Abhimana sambil tersenyum padaku.

aku pun tak lagi meneruskan pertanyaanku walau dalam hati aku masih ingin bertanya.

...****************...

Hari ini aku sudah diperbolehkan untuk pulang,aku sudah memberitahukan pada Dinda dan dia bilang akan segera datang untuk menjemput ku dan menyelesaikan biaya rumah sakit ku.

Sebelumnya Dinda pernah bilang jam tanganku itu laku sebesar enam puluh juta dan aku menyuruhnya untuk membawanya saja uang hasil penjualan jam tangan itu.

Aku segera mengemas barang-barangku dibantu oleh Abhimana.

"Apa semuanya sudah beres?" tanya Abhimana.

"Bentar tinggal dikit lagi!" kataku sambil memasukkan barang terakhirku kedalam tas besar.

"Nah semua sudah beres!" kataku sambil menutup resleting tasku.

"Oh ya kok Dinda belum juga datang" tanya Abhimana setelah kami selesai berkemas.

"Entahlah mungkin dia masih ada dijalan" jawabku sambil mengangkat sebelah bahuku tanda tak mengerti.

"Atau aku telepon lagi saja dia!" lanjut ku lagi.

"Tidak usah kita tunggu saja mungkin sebentar lagi dia datang" jawab Abhimana.

Aku pun memutuskan untuk bersandar ditembok dan memainkan handphoneku sambil menunggu kedatangan Dinda sedang Abhimana memilih untuk rebahan diatas sofa.

...****************...

Sementara itu Dinda langsung menuju bagian administrasi sesampainya ia dirumah sakit.

"Permisi mbak" kata Dinda

"Oh ya ada yang bisa kamu bantu!"

"Saya mau menyelesaikan administrasi atas nama Kania Larasati!"

"Baik tunggu dulu sebentar ya mbak,kami akan periksa dulu!"

dan petugas pun segera memeriksa data dikomputernya.

"Pasien Kania Larasati semua biayanya sudah lunas mbak!" kata petugas setelah selesai memeriksa.

"Lunas?,apa mbak nggak salah lihat,coba dicek lagi deh mbak !" kata Dinda sambil mengernyitkan dahi.

petugas pun mengecek data kembali

"Memang benar mbak biaya pasien Kania Larasati semua sudah lunas,bahkan masih ada kelebihannya" kata petugas kembali.

" tapi waktu itu saya baru ngasih DP saja mbak,bahkan saya meninggalkan KTP saya sebagai jaminan coba deh dicek lagi!" jawab Dinda masih tak mengerti.

"Ini menang. sudah benar mbak, semuanya sudah lunas!" jawab petugas kembali meyakinkan Dinda.

"Kalau begitu saya boleh tahu nggak mbak siapa yang sudah ngelunasin?" tanya Dinda akhirnya.

"Maaf mbak beliau tidak ingin disebutkan namanya!"

"Ya udah deh mbak makasih"

"Tunggu dulu mbak ini KTP mbak dan uang yang mbak bayarkan dulu!" kata petugas sambil menyerahkan KTP dan sejumlah uang.

Dinda pun menerima kembali KTP serta uangnya

"Tolong tanda tangan dulu disini mbak!" kata petugas sambil menyodorkan sebuah berkas.

Dinda pun membubuhkan tandatangan diatas berkas itu.

"Baik mbak terimakasih dan ini bukti pembayarannya" kata petugas sambil menyerahkan bukti pembayaran.

"Terimakasih mbak saya permisi dulu" kata Dinda.

Dinda pun berlalu dari bagian administrasi dengan berbagai pertanyaan yang masih bergelayut dihatinya tentang siapa yang sudah membayar biaya rumah sakit ku dan segera menuju ruang rawatku.

Sesampainya didepan ruang rawatku Dinda langsung masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.Aku pun menengok kearah pintu saat aku mendengar suara pintu yang dibuka.

"Dinda kau sudah datang,kenapa tidak mengetuk pintu dulu?" tanyaku terkejut melihat Dinda yang langsung masuk begitu saja.

"Eh maaf tadi aku tidak sadar kalau aku sudah ada didepan ruanganmu sampai

aku masuk begitu saja tanpa mengetuk pintu lebih dulu!" jawab Dinda.

"Sudahlah tidak usah dipikirkan lagi,oh ya kenapa kau baru nyampek?"

"Tadi aku langsung menuju bagian administrasi untuk menyelesaikan pembayaran baru kesini"

"Oh begitu" kataku sambil manggut-manggut.

"Apa kau sudah selesai berkemas?" tanya Dinda.

"Aku sudah selesai berkemas dari tadi dibantu sama Abhimana,tuh lihat" kataku sambil menunjuk kearah tas besarku.

Dinda pun menengok kearah yang ditunjuk oleh jariku dan tersenyum tipis

"Kania ada hal penting yang ingin aku katakan!" kata Dinda dengan nada serius.

"Apa? katakan saja!"

"Sebenarnya tadi saat aku ......"

belum selesai Dinda meneruskan ucapannya terdengar pintu diketuk dan masuklah seorang suster sambil mendorong sebuah box bayi.

"Maaf permisi ini bayi anda nona" kata suster sambil menyerahkan bayi itu padaku.

"Dinda tolong kau saja yang gendong bayi itu!"kataku menolak untuk menerima bayi itu dari suster.

Dinda pun mengernyitkan dahi mendengar ucapanku,lalu dengan segera ia mengambil bayiku dari tangan suster.

"Sini sus biar aku saja yang menggendongnya!" kata Dinda.

suster pun menyerahkan bayi itu pada Dinda.

"Kania lihatlah apa kau tak ingin melihat wajah bayimu?" tanya Dinda sambil memperlihatkan wajah bayi itu padaku.

"Tidak,aku tak ingin melihat bayi itu!" kataku sambil membuang muka.

"Tapi Kania ini kan anakmu sendiri!" sahut Dinda sambil tetap berusaha menunjukkan wajah bayi itu padaku.

"Dinda aku tak ingin melihat bayi itu,jangan memaksaku!" kataku dengan sedikit kesal melihat Dinda yang terus memaksaku.

"Tapi....."

"Sudahlah, lebih baik sekarang kita cepat pulang!" kataku cepat memotong ucapan Dinda sambil melangkah meninggalkan mereka berdua.

Abhimana dan Dinda pun tercengang melihatku yang pergi begitu saja tanpa memperdulikan mereka.Setelah sadar dengan ketercengangannya mereka pun bergegas menyusul langkah kakiku.

Kami bertiga pun melangkah menuju parkiran yang berada dibelakang rumah sakit.

"Abhimana bisakah kau saja yang mengemudikan mobil,aku tidak bisa karena harus menggendong bayi ini" tanya Dinda sesampainya kami diparkiran.

"Baik biar aku yang mengemudikan mobilnya,mana kuncinya?" jawab Abhimana sambil menadahkan tangannya.

"Ini!" jawab Dinda sambil menyerahkan kunci mobil pada Abhimana.

Kami bertiga pun segera masuk kedalam mobil Dinda dengan aku duduk di samping Abhimana sedangkan Dinda duduk dibelakang sambil menggendong bayiku.

Abhimana pun segera mengemudikan mobil membelah jalanan kota.

Sekitar empat puluh menit mobil pun sampai didepan rumah,kami pun segera turun dan masuk kedalam rumah.

"Dinda aku mau istirahat dulu,tolong kau jaga bayi itu!" kataku sesampainya didalam rumah.

"Tapi Kan...."

aku pun segera masuk kedalam kamarku tanpa memperdulikan ucapan Dinda.

"Dari gelagatnya sepertinya Kania tidak menginginkan bayi ini" kata Abhimana sesaat setelah aku masuk ke kamar.

"Sepertinya memang begitu,tapi bagaimana pun ini kan anaknya sendiri!" tukas Dinda.

"Biarkan saja dulu,mungkin saja dia sedang mengalami baby blues secara ini kan kelahiran anak pertamanya" jawab Abhimana.

"Iya benar mungkin saja memang begitu" jawab Dinda sambil mengangguk-anggukkan kepala.

"Semoga saja dia bisa mengatasi kecemasannya sendiri dan mau menerima kehadiran anaknya!" lanjut Dinda.

"Iya semoga saja,kalau begitu aku pamit pulang dulu ya!"

"Eh iya makasih ya Bhi sudah menjaga Kania selama dirumah sakit"

"Tidak usah berterima kasih aku senang kok bisa membantu!" jawab Abhimana sambil tersenyum.

"Aku pergi dulu!"

dan Abhimana pun pergi meninggalkan rumah kami.

1
Mukho Lisa
leren, penuh pembelajaran
bunda f2
penulisan bagus
Agus Setia budi
semangat terus.....
Follow ig : tinatina3627
semangat kak
Watilaras
♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️💐💐💐💐💐👍👍👍
El_Tien
lanjut semangat up nya
El_Tien
huwaaaa... sedih ih. sabar ya langit...
El_Tien
kebohongan atau apapun yang di tutupi itu suatu saat pasti akan terbuka hanya soal waktu
El_Tien
cieee.... yang lagi kasmaran
MAY.s
Mampir baca lagi thor...☺
Your name
Ramah ya kedua gadis itu, mungkin kedepanya mereka akan menjadi teman akrabnya Kania. Pelipur lara nya.
Your name: Iya, sama-sama Thor. Tetap semangat ya
total 2 replies
Conny Radiansyah
efek buruk narkoba ... pikirannya ga jelas ...
~🌹eveliniq🌹~
haii salam hangat dari find the Perfect Love support selalu
bunda f2: makasih banyak dukungannya...
total 1 replies
Anti Veryanty S
Kasihan Kania. Hidupnya yang dulu bahagia. Harus berakhir dengan penderiataan. Udah diperkosa ama kekasohnya sampai hamil dan tak ingin bertanggung jawab. Papanya satu-satunya keluarga yang dimiliki juga mengusirnya.

Kalaupun Kania tersesat di jalan yang salah. ini hukan salah Kania sepenuhnya. Orang" yang Ia sayangi sudah menghianatinya dan membuat hantiya hncur.
siappun yg ada di posisi Kania entah apa yang akan Ia Lakukan.

Tetap semangat Kania. Hidup tak selamanya sulit.

Novelmu Keren Thor.
Bikin sesak dan sedih.
bunda f2: bener banget kak....pelangi kan datang setelah adanya badai menerpa
total 1 replies
Anti Veryanty S
Jahat sekali oau Arsen. Mau aku gantung tuh si Arsen. Laki-laki pengecut. Mati aja kau di laut.
Emosi aku thor.
😠
bunda f2: gantung aja kak....😂😂
total 1 replies
Вet¡¡πа ♡
semangat Bundaaa aku mampir lagi yah.. salam sayang ~😘❤🙏
𝓐𝔂⃝❥Ŝŵȅȩtŷ⍲᱅Đĕℝëe_👻ᴸᴷ
hai kak.. mampir lgi ya
semangat
Alice
udah mampir kak dari kemaren 😭👍🏻 episode nya udah abis
✨Happy_wolf◖⚆ᴥ⚆◗🐺❤️
terus mangat kak❤️❤️
✨Happy_wolf◖⚆ᴥ⚆◗🐺❤️: ok❤️❤️
total 2 replies
Conny Radiansyah
udah disuguhin tehnya, diminum dong Abhi ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!