NovelToon NovelToon
ALAM SEBELAH

ALAM SEBELAH

Status: tamat
Genre:Horor / Supernatural / Roh Supernatural / Dunia Lain / Penyeberangan Dunia Lain / Mata Batin / Tamat
Popularitas:4.1M
Nilai: 4.9
Nama Author: hendra dwi maulana

Namanya Darto.
Anak yang terlahir sungsang, bahkan matanya sudah terbuka saat baru keluar dari rahim ibunya.

Terlahir dari keluarga yang berbeda, membuatnya memiliki takdir yang tidak biasa.


Kisah perjalanan hidup penuh misteri, seorang bocah menuju dewasa hingga dia memenuhi takdirnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hendra dwi maulana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KELANJUTAN TEROR

Hujan tak kunjung reda. Jalanan bebatuan gelap yang sebenarnya hanya berjarak tiga kilometer, terasa sangat jauh untuk di tempuh.

Masih terdengar suara gebrakan dari atas mobil, semakin keras dan tidak kunjung menghilang. Hingga terhuyung mobil tersebut karena dentuman di atasnya sangatlah keras.

"Dar, Kamu harus keluar! roda mobilnya selip""

Ucap Kakung yang terus menginjak gas namun mobil tidak mau berjalan.

"Tapi Kung!" jawab singkat Darto dengan wajah pucat karena takut.

"Mari Dek! biar Bapak bantu dorong," ucap Pak Subhi menawarkan bantuan, dengan wajah yang sama pucat.

Setelah saling bertukar tatap, kedua lelaki itu memberanikan diri membuka pintu mobil meski hujan hebat terjadi di luar. Darto keluar pertama, dan di ikuti Pak Subhi di belakangnya.

Karena lampu penerangan hanya menerangi sisi depan mobil, Darto terus memicing mata untuk memastikan apa yang tengah berdiri di belakang mobil tersebut.

"Allahuakbar.!" teriak Darto yang sudah basah sebagian karena hujan, kemudian membuka pintu tergesa dan melompat masuk ke dalamnya.

Mendengar teriakan Darto, Pak Subhi yang tidak tau apapun langsung mengikuti gerakan Darto, dan turut meramaikan suasana dengan berteriak seperti Darto.

"Ada apa Dek?" teriak Pak Subhi setelah berhasil masuk kembali ke dalam mobil.

"Mobil kita bukan selip! mobil kita di angkat sama sosok itu! ban belakang enggak napak tanah!" teriak Darto panik setelah melihat mahluk yang mengejar mereka. Mahluk itu kini tengah mengangkat bemper belakang mobil hingga terangkat separuh badan mobil tersebut.

Suasana menjadi mencekam, keringat merambat turun dari pelipis. Mereka membisu di dalam mobil setelah mendengar penjelasan Darto.

"Grrr...dia milikku!" suara erangan dengan nada sangat tinggi juga berat menembus kaca mobil.

Wajah ketakutan mereka berubah menjadi wajah panik. Saking paniknya, bahkan hendak meneguk saliva pun amat sangat sulit. Nafas mereka memburu, bulu kuduk tak henti-hentinya meremang. Mereka hanya bisa menutupi telinga, menghindar dari suara yang memekakkan telinga itu.

Mobil masih terus bergoyang, Kakung dan Darto masih terus melafalkan ayat suci dari bibir mereka. Sedangkan Pak Subhi dan Istrinya hanya terdiam menahan kegelisahan hati mereka.

"Hua!" Teriak Harti yang baru tersadar. Kemudian kembali pingsan setelah melihat sosok mahluk hitam besar di belakangnya. Matanya mahluk itu merah menyala, dengan taring yang mencuat ke atas dari rahang bawahnya.

Mahluk itu kini berdiri di belakang mobil dan menggedor gedor mobil tersebut dengan kepalanya. Wajah orang tua Harti semakin panik, Darto hanya bisa memejamkan mata seraya terus berdzikir dan berdoa, begitu juga Kakung yang terus komat-kamit dan sesekali menginjak gas, meski mobil belum juga bisa berjalan.

Di tengah teror yang mereka alami. Tiba-tiba kalung yang di kenakan Darto kembali menyala. Sinar hijau begitu terang terpancar dari dada Darto, bahkan sampai bisa dilihat oleh kedua orang tua Harti di belakangnya.

"Itu kalungnya menyala Dek!" teriak Pak Subhi yang panik, ketika melihat kalung yang melilit leher Darto bersinar begitu terang.

Mendengar suara Pak Subhi, Darto spontan membuka mata yang sedari tadi dia pejamkan.

"Kek.. tolong kami"" Ucap lirih Darto ketika meraih kalung hijau tersebut ke dalam genggamannya.

Kembali Darto memejamkan mata dan membaca Doa. Angin bertiup kencang sekali di luar mobil, hingga berhasil menerbangkan dedaunan yang basah kuyup itu hingga menempel di kaca. Suara benturan terdengar beberapa kali dari luar. Kilat, guntur, petir juga tak henti-hentinya terdengar kala itu. Tak lama setelah suara gaduh itu, Mobil yang miring karena terangkat bagian belakangnya, mulai terasa rata. Tanpa membuang kesempatan Kakung langsung kembali menginjak Dalam pedal gas di bawah kakinya itu.

"Alhamdulillah.." Ucap Kakung lega, seketika mencairkan wajah tegang semua orang di samping dan belakangnya.

Mobil melesat kembali, kali ini dentuman tidak lagi terdengar, hanya menyisakan suara deru mesin mobil tersebut. dan tak lama mereka memasuki keramaian dekat pesantren. Hutan lebat yang memisahkan keramaian dan rumahnya berhasil di taklukkan, meski dengan susah payah dan penuh ketegangan.

Tanpa istirahat, mereka melanjutkan laju mobilnya hingga tiba di pesantren. Sesampainya di dalam pesantren, barulah lutut mereka semua terasa lemas ketika turun dari mobil tersebut

"Sebenarnya Apa tadi Pak Kyai?" tanya Bu Sumi yang sepanjang perjalanan terdiam membisu bak tuna wicara.

"Itu karena kalian sudah setuju menikahkan Harti dengan Juragan" Jawab Kakung yang di lanjut menyeka keringat di dahi keriput miliknya.

"Sudah mari bawa masuk dulu si Harti, Ada minyak telon di dalam, nanti kita bahas kalau dia sudah bangun," Sambung Kakung kembali.

Harti di gendong menuju rumah Kakung, kemudian tubuh lemas Harti dibaringkan di atas tikar pandan di ruang depan. Pak Subhi tak henti-hentinya memijit kening sembari menciumkan aroma minyak telon di depan hidung anaknya itu. sedangkan Ibu Sumi tak henti memijit kaki Harti.

"Ini dimana Buk?" tanya Harti setengah sadar setelah siuman.

"Kita sudah di pesantren Nduk, kamu Kenapa di WC tadi?"

Mendengar pertanyaan Ibunya, Harti seketika memasang wajah gelisah. Nafasnya tak beraturan, matanya menyapu seluruh ruangan dan tangannya tak henti gemetaran.

"Kamu sudah aman disini Nduk! ceritakan Saja," timpal Kakung yang duduk di sebelah Darto di ruang yang sama.

"Ada mahluk tinggi besar yang sama seperti mahluk di belakang mobil kita Buk, saking tingginya kepalanya sampai nyundul genting Buk, taringnya keluar dari rahang bawah mencuat ke atas. Tangan Harti di pegang sama dia, hii Harti enggak mau lihat lagi!" Harti menjelaskan sembari menyodorkan lengan miliknya. Dilanjut membuka sedikit baju yang menutupi lengannya. Mata semua orang yang menyaksikan lengan Harti kala itu seketika membelalak, tergambar jelas memar kebiruan berbentuk telapak tangan membekas di kulit putih lengan Harti.

"Astagfirullah..," Ucap serentak semua orang di ruang itu.

"Anu Pak Kyai, sebenarnya apa hubungannya kejadian ini sama Juragan Agam?" tanya Pak Subhi yang terus menyimpan rasa penasaran sepanjang perjalanan, diikuti anggukan kepala Darto.

"Sebenarnya..," ucap Kakung terhenti ketika terdengar suara seseorang mengucap salam dari depan rumah Kakung.

"Sebentar ya Pak, Buk, Saya pergi dulu sebentar" bergegas Kakung menghampiri sumber suara itu.

Rasa penasaran kembali menyelimuti mereka berempat. Padahal sebelumnya sudah memasang rapat-rapat telinga mereka, berharap cepat mendengar penjelasan dari rasa penasarannya. Namun mau tak mau, harus kembali masang dada tebal untuk kembali bersabar.

Tak berselang lama, Kakung sudah kembali membawa bungkusan makanan berisi nasi goreng. Rupanya sebelum masuk ke rumah Kakung sempat memesan lima bungkus nasi goreng untuk kita makan bersama. Mengingat acara makan bersama di rumah Harti sempat di gagalkan oleh mahluk hitam sore tadi.

"Jadi begini ya Buk, Pak. Karena sudah Seribu kata, di tambah malam minggu, authornya mau jalan-jalan dulu, sapa tau dia nemu gadis yang hilaf terus mau sama dia. Ceritanya saya sambung di episode selanjutnya saja ya?"

ucap Kakung menutup episode kali ini.

Bersambung,-

...jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya kak 😁...

1
Tini Nurhenti
/Sob//Sob//Sob//Sob/
Yunita chann
aku sampe sesek nangis.. bayangin jadi Darto... sedih banget sih ceritanya... sahabatnya diambil satu satu
Fitriputri
hadirr ,di perujung tahun 2025
kyknya seru nihh alur ceritanya 👍☺️
TN ZAKI
👍👍🙏🙏🙏🥰
TN ZAKI
🙏🙏🙏🥰🥰👍👍👍👍
Sweett SumMina
Lumayan
Puput Sundari
Luar biasa
mary dice
nunggu orang bermahkota sampai habis ternyata hanya mimpi hik
mary dice
thor ketika dapat melihat'mereka' tapi tak sebaliknya hantu terhipnotis gitu....merinding
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐
𝙸𝚗𝚗𝚊𝚕𝚒𝚕𝚕𝚊𝚑𝚒 𝚠𝚊'𝚒𝚗𝚗𝚊 𝚒𝚕𝚊𝚒𝚑𝚒 𝚛𝚊𝚊𝚓𝚒𝚞𝚞𝚗 ....
𝙳𝚊𝚕𝚊𝚖 𝚔𝚎𝚗𝚊𝚗𝚐𝚊𝚗: 𝙃𝙀𝙉𝘿𝙍𝘼 𝘿𝙒𝙄 𝙈𝘼𝙐𝙇𝘼𝙉𝘼. 𝙿𝚎𝚗𝚞𝚕𝚒𝚜 𝚑𝚘𝚛𝚘𝚛 𝚜𝚎𝚓𝚊𝚝𝚒: 𝘼𝙇𝘼𝙈 𝙎𝙀𝘽𝙀𝙇𝘼𝙃.
𝚃𝚐𝚕 17 𝘖𝘬𝘵𝘰𝘣𝘦𝘳 2024, 𝘱𝘶𝘬𝘶𝘭 19.00.

𝘚𝘦𝘮𝘰𝘨𝘢 𝘴𝘦𝘮𝘶𝘢 𝘢𝘮𝘢𝘭 𝘪𝘣𝘢𝘥𝘢𝘩𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢, 𝘥𝘪𝘢𝘮𝘱𝘶𝘯𝘪 𝘴𝘦𝘨𝘢𝘭𝘢 𝘥𝘰𝘴𝘢, 𝘥𝘪𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘥𝘪 𝘵𝘦𝘮𝘱𝘢𝘵 𝘵𝘦𝘳𝘣𝘢𝘪𝘬, 𝘬𝘩𝘶𝘴𝘯𝘶𝘭 𝘬𝘩𝘢𝘵𝘪𝘮𝘢𝘩. 𝙰𝚕𝚕𝚊𝚑𝚞𝚖𝚖𝚊 𝚊𝚖𝚒𝚗.

𝙎𝙚𝙡𝙖𝙢𝙖𝙩 𝙟𝙖𝙡𝙖𝙣, 𝙧𝙚𝙠𝙖𝙣, 𝙨𝙖𝙝𝙖𝙗𝙖𝙩, 𝙖𝙙𝙞𝙠, 𝙩𝙚𝙢𝙖𝙣 𝙗𝙚𝙧𝙘𝙖𝙣𝙙𝙖 𝙥𝙖𝙡𝙞𝙣𝙜 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙣𝙖𝙣𝙜𝙠𝙖𝙣.

𝘼𝙡𝙛𝙖𝙩𝙞𝙝𝙖𝙝 ....
Luis Refualu: adakah yang bisa cari tahu keluarga nya dan coba di bukukan karyanya ini, mau sekali koleksi karya beliau ini🙏🙏🙏
RIP Bang Hendra🙏
total 7 replies
Ricka Monika
kalo di Medan namanya beguganjang,kalo di Jawa gendoruwo
Karina
sutradara raden kian santang apa baca cerita ini ya,terlalu mirip untuk d katakan suatu kebetulan...
Karina
adikku lahir sungsang,jg udah d sunat dr dlm rahim,memang punya kelebihan,ba ngobati orang sakit,bs mengusir jin,ingat waktu SMP ada orng mau bersihkan mas batangan yg d isi jin,karna setiap mau d jual berubah jd batu kali,jd adek yg bersihkan,cm dia pesan,klw masnya d jual klw bs bawa polisi,orgnya ngeyel,plg jual mas langsung d rampok,dia meninggal...
Karina
ilmu baru,soalnya klw lagi ketindih seketika bernafas aja susah...
Sri Ningsih
aku baca min..aku jg ikut mendoakan plus ksih segelas kopi🙏🙏🫢
Sri Ningsih
asik alurnya..keren
Kusnaini Aini
hehehe bisa aja author nih...
Ira_87
menegangkan 😱
Kusnaini Aini
makin penasaran cerita nya thor
Andriani
🤣🤣🤣🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!