Zahra awalnya hanya mengagumi sosok lelaki tampan yang selalu bersikap dingin, namun sering sekali ia merasa kesal kepadanya karena sikapnya itu. Siapa sangka kekesalan itu akhirnya berubah jadi cinta.
Sama halnya dengan Zaidan yang juga tertarik dengan Zahra tetapi tidak berani untuk mengatakan karena status mereka, dan menganggap itu adalah sesuatu yang mustahil untuk di gapai.
Bagaimana perjalanan Cinta Zahra dan Zaidan ?
Penasaran gimana ceritanya ?
Langsung baca aja ya !!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dian Kartika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peringatan Untuk Tania
~Malam hari dikamar Zahra,
Zahra yang sedang berbaring diatas tempat tidur tiba-tiba teringat akan Zaidan, hari ini ia sama sekali belum bertukar kabar dengan Zaidan. Lalu Zahra memutuskan mengirim pesan duluan kepada Zaidan.
"Zeze sayang.."
"Iya Rara sayang"
"Kamu lagi apa ? Kamu tinggal dimana dan sama siapa ? Gimana disana kerasan nggak ?" Tanya Zahra secara beruntun lewat pesan yang ia kirimkan.
"Aku ngekos sendirian, lumayan agak dekat dengan Universitas. Ya Alhamdulillah kerasan yang"
"Terus kalau makan giman, kamu beli yang ?"
"Iya begitulah, nggak ada kamu disini nggak ada yang masakin deh hehee"
"Hm, nanti kalau luang aku kesana ya"
"Jangan khawatir, kamu cukup bantu doakan aku supaya cepat selesai dan cepat pulang"
"Iya, aku mah selalu doain kamu Zeze, yang terbaik"
"Alhamdulillah"
Kemudian saat Zahra sedang asyik berbalas pesan dengan Zaidan tiba tiba ada pesan lain yang masuk dari nomor yang tidak dikenalnya.
"Temui aku besok siang di Cafe X, ada yang ingin aku bicarakan denganmu. Tania." Pesan tersebut dikirimkan oleh Tania, Zahra sempat bingung kenapa Tania mempunyai nomor telepon Zahra.
"Ada apa si Tante ini ngajakin gue ketemuan ?" Batinnya.
"Iya, aku akan datang" Balasnya melalui pesan tersebut.
Esoknya, Zahra berangkat ke kampus bersama Rena pagian karena ada kelas pagi. Dan seperti biasa tema teman Genia Squad sudah menunggu mereka di tangga gedung dekat parkiran.
"Eh gue presentasi nih nanti saka Ibu Icha, ke kelas terus yuk gue mau baca baca bentar lagi sebelum masuk." Ucap Yike yang bangun dan berdiri dari tangga tersebut.
"Semangat Yi" Ucap Genia Squad berbarengan.
"Ya sudah, ayuk kita ke kelas" Lanjut Rena.
Setiba di kelas mereka duduk seperti biasa bersebelahan dan ada juga yang dibelakang sesama agar tetap bisa berbisik ketika ada sesuatu untu dikatakakan. Sedangkan Yike duduk di pojokkan kelas membaca catatan untuk bahan presentasinya nanti. Beberapa menit kemudian Ibu Icha masuk ke dalam kelas, membuat Yike sedikit panik.
"Kelompok Siapa yang dapat presentasi hari ini silahkan maju kedepan ya" Ucap Ibu Icha.
"Kami Bu" Ucap Yike mengangkat tangan yang di ikuti 3 teman kelompoknya yang lain. Iya, Yike tidak sendirian.
Tak menunggu lama, Yike bersama rekannya yang kain maju kedepan untuk memulai presentasinya. Dalam beberapa menit Yike serta teman kelompok yang lain sudah selesai menjelaskan materi materi presentasi mereka.
"Apa ada yang ingin bertanya ?" Ucap Yike.
Namu tidak ada yang mengangkat tangannya untuk bertanya, mungkin saja mereka semua sudah paham atau mungkin juga sebakiknya, pikirnya.
"Bagus Yike, terimakasih sudah memaparkan materi kalian hari ini dengan lancar. Dan beruntung sekali tidak ada yang bertanya pada kalian." Ucap Ibu Icha.
"Ibu harap kalian semua sudah mengerti ya karena tidak ada yang bertanya, sekarang kalian boleh kembali ke tempat duduk semula." Lanjut Ibu Icha.
"Baik Bu" jawab anak anak sekelas bersamaan.
Siangnya, Zahra pergi menemui Tania karena sudah mengatakan padanya kalau ia akan datang. Ketika Zahra tiba disana, sudah terlihat Tania yang duduk di meja diluar cafe menunggu Zahra.
"Maaf membuatmu nenunggu Tante" Ucap Zahra.
"Siapa yang kamu panggil Tante ? Aku tidak setua itu." Ketusnya.
"Cih, Galak bener ini orang, udah ngajak gue ketemu juga. Tau gini mending nggak usah aja gue datang biar dia nunggu sampai berjamur disini" Batin Zahra kesal.
"Hm, ada apa kamu ajakin aku ketemu disini Ka-Kak?" Tanyanya Santai sembari duduk tepat didepan Tania.
"Hey gadis kecil, kamu jangan sombong karena sudah jadi pacarnya Zaidan. Dia itu masih mencintaiku, aku sudah bersamanya selama 7 tahun. Mungkin kamu hanya dijadikan pelampiasannya saja. Tapi sekarang karena aku sudah kembali lebih baik kamu meninggalkannya." Ucap Tania membuat Zahra menatapnya tajam.
"Maaf, dimana kamu setelah 7 tahun itu ? Meski dia masih mencintaimu, aku tidak perduli. Yang aku tau sekarang dia bersamaku dan dia mencintaiku sekarang. Sebaiknya Kakak sadar diri, jangan merusak hubungan orang" Ucap Zahra ketus karena pernyataan Tania sebelumnya membuat ia kesal.
"A..Aku tidak merusak hubunganmu. Aku hanya mau mengambil kembali yang seharusnya jadi milikku. Lebih baik kamu tinggalkan Zaidan sekarang" Ketusnya lagi.
"Lagian, bukankah kamu memiliki laki-laki lain ? Aku sudah melihatmu hari itu bersama seorang pria bermesraan. Bahkan aku sudah menunjukkan foto kalian kepada Zaidan. Bersiaplah untuk ditinggalkan olehnya jika kamu tidak mau meninggalkannya duluan" Lanjutnya.
Zahra kebingungan mendengar ucapan Tania, Ia berpikir foto bersama laki laki mana yang Ia perlihatkan pada Zaidan. Bahkan Zaidan saja tidak pernah membahas ini padanya sama sekali.
"Foto? Apa maksudmu?" Tanya Zahra keheranan.
"Kamu sudah jelas-jelas berselingkuh, lebih baik kamu bersama laki-laki ini aja. Dia lebih keliatan cocok denganmu" Ketus Tania sembari memperlihatkan foto tersebut diponsel miliknya itu. Zahra yang melihatnya hanya tertawa terbahak-bahak.
"Apa kata Zezeku waktu kamu perlihatkan foto ini sama dia kak ?" Tanyanya yang masih saja tertawa.
"Di..Dia, ya dia marahlah mengetahui kamu berselingkuh. Hey gadis kecil, aku peringatkan kamu untuk segera tinggalkan dia" Ketusnya.
"Oh. Sayangnya aku nggak akan pernah meninggalkannya gimana dong? Dan lagi, aku dan dia baik-baik saja, bahkan dia tidak membahas soal ini sama sekali. Kakak tau kenapa?" Tanya Zahra.
"Bagaimana bisa Zaidan tidak marah, bahkan nggak membahas masalah besar ini sama sekali. Dulu aja waktu kejadian masalah kami dia bahkan marah besar padaku" Ucap Tania dalam hati dengan ekspresinya seolah bertanya 'kenapa?'
"Kenapa?" Tanya Tania penasaran.
"Karena dia adalah ABANG kandungku !" Ketusnya membuat Tania tercengang.
"Aku peringatkan kamu juga, JANGAN pernah ganggu hubunganku dengan Zaidan lagi. Kalau kamu masih bersikeras dan tak juga menyerah, aku tidak akan tinggal diam. Sadar diri kak, Zaidan sudah jauh-jauh hari menghilangkan kamu dari hidupnya" Ucap Zahra tegas dengan nada tinggi dan tatapan matanya yang tajam sehingga membuat seorang Tania jadi terdiam.
"Ingat perkataanku ini kak, aku tidak main-main dengan ucapanku barusan. Jangan mengangap remeh peringatanku barusan itu. Meski aku lebih kecil darimu, tapi jika kamu macam-macam aku bisa berlaku kejam loh Kak. Jangan mengganggu serigala yang sedang tidur, jika Kakak nggak mau menanggung resiko" Lanjutnya.
"Kamu menyuruhku kesini hanya mau membicarakan ini ? Maaf, aku sungguh tidak punya banyak waktu.Aku permisi" Lanjut Zahra.
Setelah mengatakan apa yang seharusnya dikatakan Zahra saat ini, lalu dia pergi meninggalkan Tania dengan segera. Bahkan minuman yang sudah diantar oleh pelayan cafe tak sempat ia meminumnya lagi.
"Ck, Sialan. Sombong sekali dia" Ucapnya.
"Pantas saja Zaidan biasa aja melihat foto ini" Batin Tania.
~Di dalam Taksi menuju perjalanan pulang,
"Ngajakin gue ketemu cuma buat ngomongin ini. Sialan, perkataannya sungguh membuatku ingin meledak disana tadi. Untung saja masih bisa tahan" Ucap Zahra.
"Semoga saja dia mengindahkan peringatanku barusan. Wanita itu benar-benar membuatku sakit kepala memikirkannya" Lanjutnya sembari menepuk jidatnya.
Setibanya dirumah, Zahra segera hendak pergi mandi karena hari sudah sore. Namun sebelum itu, Zahra melihat Bunda sedang berada di dapur yang memasak untuk makan malam nanti. Dan Zahra membantunya sebelum ia akan pergi mandi.
Setelah mandi ia kembali ke kamar, lalu mengambil ponselnya yang diletakkan dimeja rias tadi dan duduk mengambil posisi yang bagus kemudian menyenderkan punggungnya dengan bantal ditempat tidur. Setelah itu ia membuka ponselnya, Terlihat beberapa pesan dan panggilan tak terjawab dari Zaidan, saat hendak membuka pesan tersebut tiba-tiba panggilan telepon dari seseorangpun masuk. Zezeku, begitu nama yang tertera dilayar ponsel miliknya. Dengan segera Zahra menjawab panggilan vidio tersebut.
"Hey, Rara sayang"
"Iya, Halo Zeze"
"Habis dari mana? Dari tadi di hubungi nggak dijawab-jawab"
"Ah, Maaf Zeze. Tadi selesai dari kampus bantuin Bunda masak, terus ini baru selesai mandi" Jelasnya.
"Oh kirain kemana. Hmm, beberapa hari nggak disisi masih setia nggak nih?" Tanya Zaidan bercanda.
"Masih dong" Sahutnya dengan cepat.
"Syukurlah, Jaga terus kesehatan ya. Zeze mau mandi dulu, baru dari kampus juga tadi belum mandi nih"
"Ihh bau dong hehee, Yasudah sana mandi yang" Ucapnya yang bercanda.
"Hehee, pake parfum nanti yang. Iya sayang, Muuacchh"
Seketika Zahra tersenyum memikirkan Zaidan, lalu ia rebahan hingga tak sadar ia sudah tertidur dengan memeluk sebuah boneka dan ponsel yang terletak diatas badannya.