Karya pertama kontrak 🌻 FipitFitria 🌻.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon FipitFitria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30. Terkunci Di Gudang
Pertanyaan dari Aasira membuat Faheel terbengong dan sedikit melirik Aasira.
"Kenapa!!" Tanya Aasira kembali dengan wajah yang menahan rasa takut.
"Sepertinya.."
"Kenapa!! cepat katakan!?" Terpotong cepat oleh Aasira yang benar-benar takut, lalu Faheel melepaskan Handle pintu itu dan berbalik pada Aasira.
"Sepertinya pintu nya di kunci dari luar"
"Apa!! gak mungkin, pasti gak pake tenaga kali bukanya" Ucap Aasira bener-bener tidak mempercayai perkataan Faheel.
"Udah, emang gak lihat tadi udah berulang-ulang kali" Ucap Faheel terkekeh, Aasira melotot sedikit takut dan kesal.
"Gimana sih, pasti bohong, awas minggir, [ menyingkirkan Faheel ], buka pintu aja gak bisa" Ucap Aasira sedikit kesal, lalu menggapai handle pintu nya dan meyakinkan dengan sendiri.
Clakk,, Clakk Clakk Clakk.
handle pintu itu dengan cepat Aasira goyangkan tapi tetap tidak bisa terbuka, dengan wajahnya yang sedikit bengong beralih menatap Faheel, lalu Faheel dengan datarnya sedikit mengangkatkan kepalanya meyakinkan perkataan nya tadi.
Aasira dengan sedikit malu berbalik menatap pintu itu dan terus mencoba membuka pintunya.
Clakk Clakk Clakk,,
Clakk Clakk Clakk,,
"Ihh,, kenapa sih gak bisa di buka, [ langsung berbalik kesal pada Faheel ], ini semua gara-gara kamu Faheel, kalo tadi kamu gak bawa-bawa aku ke sini, aku gak bakalan terkunci di sini juga" Teriak Aasira sangat marah dan matanya sudah berkaca-kaca akan menangis.
"Pokoknya harus bisa di buka pintunya" Sambung Aasira sebentar lagi air matanya turun, Faheel melihatnya hanya terbengong dengan Aasira yang akan menangis itu, karena baru pertama kali Faheel melihat wanita pemberani seperti dia menangis.
"kenapa malah bengong, cepat cari cara biar bisa keluar dari sini, cepetan Faheel" Ucap Aasira masih ketakutan dan sesekali air mata itu turun membasahi pipinya.
Faheel langsung mencari barang yang bisa membantu mereka keluar dari gudang tersebut, Aasira hanya terdiam ketakutan melirik-lirik gudang kotor itu.
"Cepat Faheel" Ucap Aasira yang sudah tidak kuat lagi di dalam gudang itu, lalu Faheel menghampiri Aasira dengan tangan kosongnya, ia tidak mendapatkan alat yang bisa membantunya untuk membuka pintu itu
"Aku tidak menemukan barang yang bisa membantu, semuanya hanya potongan kursi dan meja, ada juga alat-alat yang sudah tidak bisa di pakai"
"Hikss,, terus gimana!! kita gak bisa keluar!?" Tangis Aasira semakin menjadi, Faheel merasa kebingungan juga, ia merasa bersalah karena sudah mengajak Aasira bersembunyi dengannya, Faheel ingin menenangkannya namun Faheel takut Aasira semakin menangis, Faheel hanya mengatakan beberapa perkataan yang bisa membuat Aasira sedikit tenang.
"Sudah kau jangan menangis, biar ku cari cara lagi, kau bantu juga aku mencari cara" Ucap Faheel masih terbengong bingung menatap Aasira yang terus menangis ketakutan, lalu Aasira langsung menggapai handle pintu itu lagi dan terus mencoba membukanya.
Clakk Clakk Clakk
"Buka!. tolong siapa saja yang ada di luar tolong buka pintunya" Teriak Aasira menggedor-gedor pintu itu dan terus menggoyang-goyangkan handle pintu.
Dukk Dukk Dukk
"Buka!! hiks hiks hiks,, tolong buka pintunya" Teriak Aasira kembali dengan terus menangis ketakutan.
Jujur meski Aasira wanita pemberani tapi dia juga punya rasa takut, ia sangat takut dengan hantu dan rumah-rumah kosong yang sudah tidak lama huni, contohnya gudang, makannya kenapa Aasira sampai menangis terisak-isak seperti itu, dalam pikirannya semua berbau mistis horor, apalagi dia takut dengan hewan kecil seperti, Kecoa, tikus, belalang, dan hewan kecil lainnya, meski Aasira sangat suka kucing tapi tetap ada hewan yang menurutnya sangat menakutkan.
[ Aduh, bagaimana ini!! Aasira menangis gara-gara ku, aku harus berbuat apa!? ], Hati Faheel bergumam kebingungan melihat Aasira yang terus menangis.
"Sudah Aasira jangan menangis, aku bingung harus apa? coba kau tenang dulu agar aku bisa berpikir jernih mencari jalan keluarnya" Ucap Faheel terus membujuk Aasira agar terdiam menangis, lalu Aasira berbalik ke arah Faheel dengan terus mengusap air matanya yang terus mengalir dan terisak-isak.
ketika Aasira sudah sedikit terdiam dan masih terisak-isak, tiba-tiba seekor tikus melintas di belakang Faheel yang terlihat jelas oleh Aasira, Aasira yang melihatnya langsung terkejut.
"Ti. ti. kus" Teriak Sira sedikit terpotong-potong karena masih terdapat tangisan di wajahnya karena isakkan nya belum berhenti, Faheel yang mendengarnya langsung melirik tempat yang di tunjuk Aasira.
Bruakkk,,
Tikus itu menjatuhkan sebuah kardus yang berada di atas meja yang berisi background dan alat-alat kecil lainnya, kardus itu sampai terjatuh karena di simpan di atas meja berkaki tiga, jadi dengan mudahnya kardus dan meja itu terjatuh. Aasira yang mendengarnya sangat terkejut dan menangis kembali.
"Hiks hiks hiks,, bubu tolong Sira, [ menggigit jari jemarinya merasa takut ], Sira takut" Sambung Sira terus tegak dengan posisi berdekap dengan pintu itu.
"Sudah cukup, meski kau menangis terus seperti ini juga tidak akan bisa membuka pintunya, sudah berhenti, kita tidak bisa keluar jika tidak di buka dari luar, sudah kita tunggu saja orang membukanya kembali" Ucap Faheel yang membuat Aasira semakin kesal.
"Sampai kapan!! sampai mati kelaparan di sini? [ berhenti sekejap ], ayo jawab, Sampai kapan! " Tanya Aasira yang benar-benar sudah sangat putus harapan dan ia berfikir dia tidak akan bisa keluar dari sini, karena dia tahu kalo gudang ini sudah lama tidak di pakai dan jarang di buka karena mempunyai gudang baru.
"Kau tidak tahu, gudang ini sudah lama tidak di buka dan sekali di buka juga jika ada perlu saja, gudang ini sudah tidak berguna, karena sudah membangun gudang baru di sebelah kantin sekolah, maka dari itu kenapa aku menangis, karena aku takut jika aku tidak bisa bertemu dengan bubu ku lagi" Ucap Aasira yang sudah memikirkan dirinya akan mati di telan gudang tua ini.
Faheel yang baru tahu dari penjelasan Aasira hanya terdiam masih kebingungan, lalu Faheel menunduk meminta maaf pada Aasira.
"Aku minta maaf, aku tidak tahu jika gudang ini sudah tidak di gunakan, aku benar-benar minta maaf" Ucap Faheel yang sangat bersalah pada Aasira, Aasira yang mendengarnya sedikit terdiam bengong.
"Maksudku bukan seperti itu, aku hanya takut saja jika aku tidak bisa keluar lagi, aku juga minta maaf sudah membuatmu merasa bersalah" Ucap Aasira yang melihat Faheel tertunduk.
"Tidak apa, sudah bantu aku menyiapkan alas untuk duduk, jika duduk di teras akan kotor" Ucap Faheel meminta bantuan kepada Aasira, dengan sedikit rasa takut Aasira mengangguk dan membantu Faheel membuat alas untuk mereka duduk.
...
Mereka sudah membuat alas untuk duduknya lalu Faheel duduk pertama di alas kardus itu, Aasira yang hanya berdiri melihat Faheel terduduk di atas kardus itu hanya terdiam bengong.
"Kenapa!! cepat duduk, kau tidak merasa pegal?" Tanya Faheel yang sudah tersantai duduk di atas kardus itu, Aasira masih terdiam melihat di sekelilingnya yang sangat berdebu dan menakutkan.
"Cepet!! [ Aasira masih terdiam takut ], sudah kau jangan khawatir, tidak ada tikus juga, Cepat kita tunggu saja sampai ada orang yang lewat ke sini, lalu nanti kita minta bantuannya" Ucap Faheel terus membujuk Aasira, lalu sedikit ragu Aasira duduk di atas kardus itu.
Aasira masih merasa waspada dan terus menatap Faheel yang terdatar santai, Aasira terus bergumam dan berdo'a dalam hatinya.
...[ *Ya Allah, semoga dia tidak apa-apa kan aku dan tolong cepat selamat kan aku dari gudang ini],...
Trak,, Trak*,,
Suara dari luar terdengar jelas di telinga Sira dengan cepat Aasira bangkit dan langsung meliriknya dari jendela, namun anehnya tidak ada orang satupun di luar, pikirannya mulai aneh lagi dengan cepat Aasira duduk kembali dan sedikit dekat dengan Faheel.
"Eh,, kenapa kau!" Tanya Faheel yang baru membukakan matanya dan menyadari Aasira di sisinya, Aasira hanya terdiam dan menggelengkan kepalanya takut.
"Ada apa!! kayak ketakutan gitu" Tanya Faheel masih belum percaya dengan jawaban Aasira.
"Enggak" Ucap tegas Aasira, lalu Faheel sedikit terkejut dan bergumam, [ pasti dia ketakutan, aku kerjain ah, masih punya hutang ], Faheel berpura-pura kesurupan agar Aasira merasa ketakutan.
"Huwaa,, " Teriak Faheel membuat Aasira terkejut menjauh dari Faheel, Faheel terus mengaung seperti harimau dengan matanya yang tertutup.
"Hah,, kenapa dia, [ Ketakutan menepi di dekat pintu ], Faheel kamu kenapa!?" Teriak Aasira merasa takut mendekati Faheel.
"Argghh,, " Gumam Faheel membuat Aasira semakin ketakutan dan berusaha keluar tapi tidak bisa, Faheel yang sudah tau dengan perasaan Aasira sedikit tersenyum.
"Bwaa,, [ Aasira berteriak terkejut], haha"
Tawa Faheel yang sudah menjahili Aasira.
"Iishh, Faheel gak lucu tahu, kamu gak tahu kan di sini.." Terhenti karena merasa takut, tadinya Aasira ingin menceritakan cerita horor yang ada di dalam gudang ini yang sempat pernah di lihat oleh temannya sesosok wanita bergaun merah berambut panjang.
"haha maaf, di sini apa!?" Tanya Faheel sangat ingin tahu kata-kata selanjutnya, dengan muka datarnya Aasira langsung mengucapkan, "Tidak jadi, lagian tidak penting".
"Hmm,, tidak penting atau takut ceritanya" Tanya Faheel terus memancing amarah Aasira yang sudah hampir Reda, namun terbangkit kan kembali dengan ucapan Faheel.
"Cukup ya Faheel jangan bikin aku kesal dan marah, kamu mau aku makan hah,," Ucap Aasira sangat kesal pada Faheel.
"Hmm,, takut" Ucap Faheel pura-pura takut, lalu Faheel menidurkan badannya bersantai, sedangkan Aasira masih berdiri di dekat pintu dengan wajah kesalnya.
_
_
Lanjut Gaess..
mksudnya paan thor
trs aku penasaran sama kakek tua yg kasih tas hitam itu yg ada isi kalung ,dia siapa??