Menceritakan tentang perjuangan wanita untuk menahlukan hati seorang Pria dingin dan pendiam, cerita ini berbau humor yang bisa membuat para pembaca cekikikan, tetapi juga ada beberapa part yang bikin naik darah.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Muhammad Yunus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
" mas Ray Nia lapar, apa ada bahan makanan yang bisa di masak??" tanya Tania mengalihkan topik.
Rayhan berdecih.
" Ayo!! ajaknya
" kemana??" tanya Tania polos.
" cari makan sebelum badan mu makin mengkerut, karena lapar!!" ucap Rayhan asal, yang membuat Tania tak mampu menahan tawanya.
Rayhan menyergit.
" kenapa ketawa??"
" mas Ray jangan terlalu membenci Nia, ntar jatuh cinta loo!!" selonoh Tania masih dengan kekehan kecil.
Rayhan menatap nyalang.
" sorry aku ngak tertarik sama bocah pendek!!"
" pendek begini aku juga wanita Lo mas, jadi wajar kalo mas Ray, bisa jatuh cinta pada ku, kecuali situ ab normal, terong makan terong!!" cibir Tania membalas ejekan Rayhan.
Rayhan mendelik sejurus kemudian.
Tania cuek, dan memilih menggamit tangan Rayhan, menempelkan pipinya di lengan lelaki pujaan hatinya.
" jangan seperti ini Tania!!" peringatan Ray tak di hiraukan oleh Tania, membuat Rayhan menghentikan langkah nya.
" ada apa??" tanya Tania
melihat Rayhan yang membuka tutup bibirnya membuat Tania tak mampu menahan libido nya.
dengan gerakan cepat Tania segera berjinjit dan mencium bibir Rayhan.
"cup"
Rayhan terpaku, dengan bibir terbuka, matanya berkedip beberapa kali karena kaget, sementara itu Tania mundur menjauh dengan tawa gelinya.
" berhenti melakukan itu!!" geram Rayhan.
" kalau aku tidak mau??" tantang Tania, yang Menganti kata saya menjadi aku.
jemari Rayhan mengepal geram, Tania orang paling bebal yang pernah Rayhan temui, gigi Rayhan bergemeletuk sangking kesal nya.
" ayo mas Ray Nia udah lapar!!" protes Tania
" apa kamu semurahan itu jadi wanita??, harusnya kamu menjaga bibir mu itu tetap suci untuk pria yang menjadi suami mu kelak!!" hardik Rayhan beruntun.
Tania nyengir
" kalau gitu mas Ray yang harusnya nikahin aku, karena mas Ray sudah mencuri banyak hal dari aku!!"
ucapan Tania menghentikan langkah Rayhan yang hampir mencapai pintu.
" kau bilang aku mencuri banyak hal??" tanya Rayhan menyergit kesal sekaligus penasaran apa yang telah Ia curi dari Tania.
" hmmm!!"
" apa??"
" hatiku, cinta ku, ciuman pertamaku, dan nanti malam sepertinya mas Ray bakal jadi pria pertama yang tidur dengan ku!!" ucap Tania berbinar.
jantung Rayhan berdebar keras, ini pertama kalinya ia dekat dengan seorang wanita, rasanya aneh, di satu sisi ia merasa nyaman, namun disisi lain nya ia gelisah, terlebih wanitanya seperti Tania yang sifatnya bar-bar.
" isi otak mu benar-benar menyeramkan!!'
" kok jadi bahas isi otak sich mas Ray??" tanya Tania tak faham.
" kamu fikir aku seorang pria yang gampang tidur dengan seorang wanita??" tanya Rayhan menatap tajam Tania.
sementara Tania sama sekali tak merasa terimindasi, Tania justru mengangguk polos.
Rayhan mendelik.
" bocah gila....!!". pekiknya. " aku mempunyai seorang adik perempuan, se bejatnya aku, aku tak akan merusak anak orang!!" geram Rayhan.
Tania menatap bingung Rayhan, merasa aneh dengan sikap Rayhan yang tiba-tiba terlihat marah dan kesal.
"memangnya aku ngomong apa??"
batin Tania.
" jadi kamu berfikir bahwa aku ini pria cabul??" tanya Rayhan masih dengan emosional nya.
Tania refleks mengeleng, memang bukan begitu kan maksud Tania, Tania juga berfikir tidur biasa malam ini, tidur dalam arti sebenarnya.
Tania mengaruk keningnya yang tidak gatal.
" kok mas Ray sewot?? kan Nia hanya bilang kalo mas Ray nanti malam akan menjadi pria pertama yang tidur dengan ku, nyatanya kita tidur bersama dalam satu rumah ini kan??, entah mas Ray di sofa, Nia di kamar, atau Nia di sofa, mas dikamar, pada dasarnya kita satu rumah kan tidurnya?? ada yang salah??'
pertanyaan Tania membuat wajah Rayhan bersemu merah, Rayhan sudah berfikir yang tidak-tidak.
" CK' mas Ray suka katain Nia otak kotor, nyatanya mas Ray sama me**m nya!!" Skakmat, ucapan Tania membuat Rayhan bungkam seribu bahasa.