Siapa aku? aku adalah Yu Zhao seorang anak 12 tahun yang dianggap sebagai sampah klan yang tidak bisa berkultivasi.
Mendapatkan warisan Dewa Pedang dan menjadi pendekar pedang terhebat sepanjang zaman tersebut.
Bagaimanakah alur ceritanya? Kita lihat dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reyvaldo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CHP 30. SIAPA PENERUS 4 DEWA
"Kami pulang!" kata Xu Liu, Xu Xue dan Yu Zhao bersama.
Saat mereka didalam rumah, nampak Qing Linling kini sedang memakan Jambu monyet ditemani oleh Yu Ming yang penuh dengan luka cakaran beast.
Yu Ming yang melihat wajah putranya sangat kesal langsung bergumam," KESIALAN 2 PRIA"
Yu Zhao yang melihat kondisi ayahnya lebih buruk dari nya langsung tertawa keras.
"Hahaha, ternyata ayah lebih parah dariku" kata Yu Zhao dengan ketawa.
Yu Ming hanya mendengus kesal karena ditertawakan oleh ayahnya.
Yu Ming punya ide untuk membuat Yu Zhao dimarah i oleh kedua istrinya.
"Zhao'er kenapa kau sangat kesal begitu apakah kau tidak mencintai istrimu" kata Yu Ming berusaha untuk memancing kemarahan kedua istri Yu Zhao.
Xu Liu dan Xu Xue yang dari tadi tidak sadar kalau Yu Zhao sedang kesal lalu meminta maaf bersamaan.
"Maaf gege kami janji tidak akan merepotkanmu lagi" kata mereka dengan wajah menyesal karena telah menghabiskan banyak uang Yu Zhao.
"Hahaha, tidak apa kenapa kalian berdua meresa bersalah seperti itu" kata Yu Zhao sambil tertawa ringan seperti telah melupakan uangnya.
Yu Ming yang melihat kalau kejadian di depannya sangat berbeda dengan yang ia pikirkan, sekarang wajahnya tampak kesal.
Yu Zhao yang melihat hal tersebut tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk membalas ayahnya.
"Ayah kenapa wajah mu begitu kesal, apa kau menurut i ibu karena terpaksa?" tanya Yu Zhao.
"Apa benar yang dikatakan oleh Zhao'er" kata Qing Linling dengan marah.
"B*j*ng*n kecil kau Zhao, akan ayah balas kau!" batin Yu Ming sangat kesal dengan Yu Zhao.
"Ming gege! mulai sekarang jangan pernah menyentuhku lagi sampai bayiku lahir" kata Qing Linling dengan marah lalu pergi disusul dengan Yu Ming.
Yu Zhao tertawa gembira karena melihat ayahnya dihukum oleh ibunya.
"Makanya jangan macam-macam dengan ku yah, hahaha!" tawa Yu Zhao setelah kepergian ayahnya.
"Dan untuk kalian berdua aku mohon jangan minta yang aneh-aneh kepadaku, jika itu ada ditoko tak apa" kata Yu Zhao memohon kepada kedua istrinya.
"Baik gege" kata mereka berdua.
"Sudah Liu'er waktunya kau tidur, aku akan tidur dengan Xue'er!" kata Yu Zhao.
Xu Liu menurut dan akhirnya Yu Zhao dan Xu Xue melakukan hal itu lagi malam ini, dengan Xu Xue yang bertahan paling lama.
keesokan harinya,
Setelah mereka semua bangun, mereka semua makan di ruang makan dan setelah selesai mereka pun berbicara bertiga di halaman belakang rumah.
"Liu'er, Xue'er sekarang waktunya meningkatkan kultivasi kalian berdua karena masih ada waktu 4 hari sebelum turnamen kota Dameng dimulai" kata Yu Zhao kepada istrinya.
"Baik gege kami akan menurut i semua perintah gege!" jawab mereka berdua.
"Baiklah, aku sangat suka dengan kalian, sangat penurut, hahaha" kata Yu Zhao.
"Telan pil-pil ini untuk meningkatkan kultivasi kalian" lanjut Yu Zhao memerintah kedua istrinya untuk menelan pil-pil yang ia keluarkan dari cincin ruangan nya.
"Baik gege" kata mereka berdua bersama
Setelah menerima pil dari Yu Zhao mereka berdua langsung bersila dibawah pohon untuk melakukan kultivasi.
"Jadilah kuat, karena aku tidak akan bisa melindungi kalian berdua selamanya" gumam Yu Zhao dengan melihat kedua istrinya yang sedang mulai berkultivasi.
"Baiklah, karena mereka berdua sedang berkultivasi lebih baik aku jalan-jalan siapa tau ada yang berguna untuk ku" kata Yu Zhao lalu meninggal halaman belakang rumah.
Kini Yu Zhao sedang berada di pusat kota Dameng lagi, kini ia seperti pemuda biasa yang belum memiliki kekasih.
"Hahaha, aku seperti jomblo saja jika seperti ini" gumam Yu Zhao.
Setelah itu Yu Zhao pergi ke tempat makan, karena matahari sudah tepat di atas kepala yang menandakan bahwa saat nya makan siang.
Saat Yu Zhao berada di dalam tempat makan, Yu Zhao duduk di meja yang dekat dengan jendela karena ia ingin melihat suasana di luar.
Yu Zhao pun memanggil pelayan, kemudian pelayan datang dengan membawa buku menu.
"Anda pesan apa tuan muda?" kata pelayan tadi dengan ramah.
"Berikan aku makanan dan minuman terenak yang ada di tempat ini!" kata Yu Zhao kepada pelayan.
Pelayan tersebut langsung mencatat pesanan Yu Zhao.
"Apa ada lagi tuan muda?" tanya pelayan itu kembali.
Yu Zhao menggelengkan kepala, "tidak cukup itu saja!" katanya.
Pelayan tersebut mengangguk setelah itu pergi untuk menyiapkan pesanan yang diminta oleh Yu Zhao.
Saat Yu Zhao sedang menikmati hidup, kata-kata pengunjung lain terdengar di telinganya.
"Hei teman, apa kau mendengar bahwa paviliun kuno cabang kota Dameng akan mengadakan lelang 15 hari lagi?" kata pemuda yang duduknya tidak jauh dari Yu Zhao.
"Benar, aku juga mendengar berita itu dan bahkan dikatakan lelang tahun ini ada barang yang sangat langka, barang apakah itu tidak ada yang tahu kecuali pihak paviliun" kata temannya menimpali.
Yu Zhao yang mendengar pembicaraan kedua pemuda tersebut tentang lelang yang akan diadakan oleh paviliun kuno sangat tertarik.
"Hmm, lelang ya dan barang yang sangat langka, semoga saja kau sangat berguna untukku!" gumam Yu Zhao.
Setelah itu pelayan tadi datang dengan membawa makanan dan minuman ditangan kanan dan kirinya.
Setelah pelayan tersebut meletakkan pesanan Yu Zhao dia langsung kembali untuk melayani tamu yang lainnya.
Sebelum menikmati makanannya Yu Zhao berfikir tentang perkataan dewa pedang sebelum pergi.
"Hmm, 4 sahabat guru yaa dan SIAPA PENERUS 4 DEWA itu" gumam Yu Zhao.
Yu Zhao berfikir cukup lama karena masalah tersebut sampai membuat kepalanya pening.
"Aishh, semakin dipikir semakin pusing lebih baik setelah menikah dan adikku lahir, aku akan mencari mereka semua" kata Yu Zhao dengan lirih.
"Lagian dengan ingatan guru aku bisa sedikit lebih mudah menemukan mereka melalui ciri-ciri kekuatannya dan sekarang lebih baik aku makan keburu dingin" kata Yu Zhao lagi.
Yu Zhao pun makan dengan lahap hingga makanannya hampir habis.
Ketika Yu Zhao makan dengan tenang tiba-tiba suara seorang prajurit klan Meng terdengar.
"Tuan muda klan Meng datang!" teriak prajurit tersebut di depan pintu yang menandakan bahwa tuan muda klan Meng tersebut akan memasuki rumah makan.
"Hei, bukankah itu adalah tuan muda dari klan Meng yang sangat sombong" kata pengunjung yang tidak suka dengan kedatangan tuan muda klan Meng.
"Hei pelankan suaramu atau kau akan dalam masalah jika dia mendengarnya" kata temannya memperingatkan.
"Hei, kau yang ada di dekat jendela pergilah... "
...B.E.R.S.A.M.B.U.N.G...
...#LIKEE...
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...