"Jika kau tau aku akan menyakitimu? kenapa kau masih mau menikah denganku" ucap Agung
"Karena aku tau apa yang dilakukan Ayahku telah dipikirkannya dengan matang"
"Kalau begitu, selamat datang di keluarga RInjadi nona Sellly Atmajaya"
Selly pun tersenyum datar
Selly Anjani Atmajaya. Gadis muda yang harus menikah dengan mantan kekasih ibunya Agung Andhika Rinjadi. Pernikahan dilakukan atas permintaan sang ayah. Hal itu dilakukan sang ayah untuk melindungi putrinya dari jahatnya mantan kekasih sang ayah yaitu nyonya Alice Raharjo
Ia harus berjuang seorang diri menghadapi sadis dan dinginnya sang suami dan jahatnya Alice Raharjo padanya. Namun kecantikan wajah dan hati serta kegigihannya dalam banyak hal, membuat Ia mampu bertahan dari segala serangan yang ditujukan pada dirinya.
Bukanlah Selly Anjani Atmajaya jika Ia menyerah dengan keadaan. Dialah Selly Rinjadi
mari kita berkenalan lebih jauhhh
Ig @mrs.anna19
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rohana hartono, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masalah 2
“Tuan Agung, ada yang mencari”
“Siapa Bi”
“Katanya, namanya Imelia atau Amalia?” Sembari mengingat ingat
“Berani-beraninya wanita itu datang kerumah ini” dengan kesal Agung menuruni tangga rumahnya.
“Kenapa kau datang kerumah ini? aku sudah pernah bilang padamu jangan pernah kerumahku “
“Aku ingin kau menikahi ku”
Mata Agung langsung melihat ke arah perut Imelia yang sudah membesar, Meskipun hasil DNA yang diberikan Rian padanya menyatakan positif, sebenarnya hati kecil Agung masih meragukan hal itu. Tetapi karena Ia sangat percaya pada Rian yang telah bersamanya belasan tahun.
“Berapa usia kehamilan mu” ucap agung dengan membuang pandangannya dari muka imel
“lima Bulan “
“Sekarang pulanglah, nanti akan aku pikirkan”
“Ini uang, belilah vitamin atau apalah untuk bayi itu” sembari memberikan beberapa lembaran uang kertas dari dompetnya
Imel pergi melangkahkan kakinya menuju luar gerbang
“Arghhhhh !!! Bagaimana ini” sembari memegang kepala dengan kedua tangannya.
*******
Perlahan Selly membuka matanya, Samar Samar Ia melihat disekelilingnya yang tidak ada siapa-siapa
“Aduhh” sambil memegang lengan kananya yang terasa sangat sakit. Badannya terasa begitu kaku. Ia mencoba berdiri dan melangkahkan kakinya ke arah cermin
“Owhh sakit sekali” Ia berjalan terseok seok
Dipandangi seluruh badannya yang penuh memar, hampi tiada bersisa celah tanpa memar
“Tega banget sih “
Ia tak mampu berdiri terlalu lama, kepalanya begitu pusing, dan akhirnya Ia menjatuhkan tubuhnya di sofa.
“Bagaimana?Sakit?” Ucap Agung yang tiba-tiba muncul.
Selly hanya diam saja. Ia tak ingin lagi berkata sepatah katapun dengan suaminya yang bagai seorang psikopat.
“Kau lihat Sell, Apa yang akan aku lakukan kepada lelakimu itu”
“Haduhh, si fathir mau diapain dengan si gila ini?” ucap selly dalam hati
Agung melangkahkan kakinya duduk di balkon kamar
Selly dengan memaksakan diri menuju kamar mandi. Perlahan Ia membersihkan dirinya yang compang camping. Pipinya lebam membiru., tangan dan kaki penuh memar.
“hahhahhahaa” tiba-tiba Selly tertawa
“Dia pasti sangat sakit hatinya melihat aku dan Fathir bermesraan
“Kau lihat Agung, Aku atau kamu yang akan menyerah dengan ini semua” dengan Senyum sisnisnya Ia berdiri didepan cermin kamar mandi
*****
“Pergi kamu dari rumah ini!” dengan kasar Anggita mendorong suaminya
“Kau pikir ini rumahmu?” sambil menunjuk kening anggita
“Ini emang bukan rumahku tapi juga bukan rumah dirimu!”
“Kau tidur dengan mahasiswi,,,, terdengar menggelikan? Dengan nada sinisnya
“Baguss,, kalau kau tau aku dengannya saat ini”
“Kau pikir Agung akan melepaskan wanita itu begitu saja, terus saja kau larut dalam hayalanmu itu”
Anggita masuk ke dalam rumah dan menguncinya, Ia biarkan fathir diluar, Ia berniat mengusir suaminya dari rumah mereka. Karena anggita mengetahui apa yang telah terjadi antara suaminya dan Istri Agung Rinjadi.
Dengan berat hati fathir melangkahkan kakinya menunju mobil, Yang membuat Ia berat adalah berpisah dengan putrinya Abel. Jika benar perpisahan ada di depan mata. Maka Ia dan putrinya tidak bisa leluasa bersama. Ia sangat paham bagaimana keras kepalanya Anggita Larasati.
Ia melangkahkan kakinya menuju Safira Residence, Perumahan Sederhana miliknya pribadi. Fathir langsung masuk menuju kamar yang jarang Ia tempati. Kemudian membaringkan badannya, pikirannya kini tertuju pada Selly yang sudah dua hari ini tanpa kabar
“Apa Agung menyakitinya?”
“Bagaimana Ia saat ini?”
“Aku merindukan mu Sell?”
Fathir mencoba memejamkan matanya dan menarik nafasnya dalam-dalam
*****
“Tuan… ini makan siang untuk non Selly” Ucap bi timah dari balik pintiu
Agung langsung berjalan menuju pintu untuk membukanya
“Terimkasih Bi”
“Kau makan ini, mulai detik ini semua aktivitasmu ada di kamar ini?”
Selly hanya diam saja pura pura tidak mendengar
“Kau paham!”
Lagi lagi Selly hanya diam saja.
“kau makan sekarang juga, atau aku akan menggunakan caraku untuk memaksanya” dengan tajam agung menatap mata selly
Selly menggambil makananya dan menyuap secara perlahan. Agung yang melihat hal itu tersenyum dengan sinis. Setelah beberapa suap, tiba-tiba selly merasa sangat mual. Denagn cepat Ia masuk ke dalam kamar mandi dan memuntahkan apa yang telah Ia makan. Agung yang mendengat Selly muntah hanya diam saja.
Selly keluar dari kamar mandi dan tiba-tiba Brukkk. Ia terjatuh tepat di depan pintu kamar mandi. Agung yang melihat Selly terjatuh, dengan Cepat Ia menghampirinya. Agung menggendongnya dan memindahkannya ke tempat tidur. Ia biarkan saja Selly pingsan tanpa ingin membawanya ke dokter atau pun memanggil dokter untuk datang kerumahnya.
“Kalau aku ingat apa yang telah dia lakukan di kemarin, rasanya ingin aku bunuh wanita ini” sembari mentap selly yang tidak sadarkan diri
“Tuan Agung ada yang mencari”
“Siapa bi”
“katanya Fathir tuan’
“Usir dia, saya tidak mau melihat muka dia untuk saat ini!” ucapnya pada bi timah
“bak tuan”
Bi timah tidak berhasil mengusir fathir , dan akhirnya satpam terpaksa menariknya keluar dari rumah Agung andhika Rinjadi.
“Sialan kau fathir,, berani beraninya kau muncul di depan mukaku”
“Rian,, tolong kamu beli yayasan Bakti Insan Mandiri secepatnya” ucap agung pada Rian melalui telpon
“Itu yayasan yang di mana ya pak agung” sambil mengingat ingat
“Kampus Selly” jawab Agung singkat
“Oh baik pak Agung”
******
Sudah satu minggu Selly berada didalam kamar tanpa melakukan aktivistas apapun, tanpa handphone, Ia seperti terisolasi dari dunia luar, memar ditubuhnya mulai memudar, muka dan matanya kembali seperti sediakala.
“kau sudah normal kembali” ucap Agung dengan menatap kearah selly
“Mana handphoneku”
“Tidak denganku” ucap agung berbohong
“Percaya denganmu sama saja aku percaya dengan setan!” dengan keras Selly menyebut nama setan didepan muka suaminya
Plakkk…. Tamparan keras mendarat di pipi kanan selly
“Ini pipi kiriku tidak sekalian tuan Agung yang terhormat” sembari memberikan pipi kirinya
“Kau menantangku”
Plakk…
Tamparan mendarat di pipi kiri selly
Selly merintih kesakitan, tamparan yang ke dua terasa begitu sangat menyakitkan, karena Agung melakukannya dengan sangat kuat.
Entah setan apa yang merasuki selly, Ia melihat pisau buah yang berada di meja sebelah tempat tidur, dengan cepat Ia mengambilnya dan hendak menusuknya ke arah suaminya. Tetapi Agung berhasil merebut pisau tersebut dari tangan Selly. kali ini arah pisau berbalik kearah selly.
“kau diam atau akan aku bunuh detik ini juga” sambil mengarahkan pisau ke leher Selly
“Ayo bunuh aku Agung , bunuh,”
Dengan emosi Agung akhirnya terpancing emosi dan menusukkan pisau tersebut tepat di perut Selly. Selly terdiam melihat pisau itu kini telah menancap sempurna diperutnya, Ia pun jatuh tersungkur. Sadar apa yang telah dilakukannya, dengan cepat Agung membawa selly yang bersimbah darah ke Rumah sakit.
“Kenapa aku setega ini”
Pikirannya kusut tak karuan
“Ku mohon Selly bertahanlah, “
Selly langsung masuk Ruang UGD.
Kita butuh banyak golongan darah A pak ? ucap seorang suster
“Ambil darahku sus”
“kita butuh sangat banyak pak”
“Oke sus oke”
“Rian.. tolong cari siapapun, karyawan atau apapun yang memiliki golongan darah A agar kerumah sakit Harapan bunda sekarang juga” perintahnya via telpon’’
“Baik pak”
Sepuluh menit kmudian berdatanganlah para karyawannya yang memilikin golongan darah A. Mereka di cek satu persatu,. Dan pada akhirnya nyawa Selly dapat terselamatkan
“Keluarga pasien”
“Iya saya sus” sembari melangkah mengikuti suster
“Bapak keluarga pasien?”
“Iya saya suaminya”
“Mohon maaf bapak, kita sudah semaksimal mungkin, nyawa istri bapak terselamatkan namun calon bayinya tidak bisa pak” ucap dokter tersebut
“Ap dok.. Istri saya sedang hamil!!!”
“Iya pak, diperkirakan sembilan minggu”
Agung terduduk lemas mendengar apa yang barusan dikatakan dokter. Ia keluar ruangan dokter dengan pandangan kosong. Ia tidak menyangka jika Selly hamil
“Aku pembunuh”
“Aku membunuh bayiku”
Mari slng mendukung