Menceritakan seorang gadis yang berusia 22 tahun yang bernama ASKIA PUTRI HUMAIRA, seorang muslimah cantik yang hidup dengan kesederhanaannya, memiliki sifat yang ceria dan ramah pada setiap orang.
Kehidupannya berubah saat dirinya dijodohkan dengan seorang pria yang tak pernah menganggap dirinya sebagai tempatnya pulang.
Berharap Cinta setelah menikah, malah poligami yang ia dapatkan.
Tiada hari tanpa Air mata.
Akankah dirinya bisa bertahan dengan pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yurnalis Lidar0306, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter-29
Happy reading............
Jangan lupa tinggalin jejak kalian ya zayaaang..
__________
Hari ini adalah hari dimana Askia akan menjemput Dimas di bandara dan di sinilah dia berdiri di balik pagar pembatas dengan berbalut pakaian gamis berwarna pink sof dan pasmina yang senada.
ia sedang celingukan mencari keberadaan calon suaminya itu,
hingga netra nya yang berwarna hitam menangkap sosok yang selama hampir satu minggu ini ia rindukan.
Ya.. dia adalah Dimas,
pria itu dengan gagah berjalan menghampiri diri nya dengan senyum menawan nya yang mengembang di bibir nya dan beberapa pengawal mengikuti nya dari bekalang.
"Assalamu'alaikum" ujar Dimas saat sudah berada di hadapan sang pujaan hati, yang hampir satu minggu ini selalu membuat ia gagal fokus.
"wa'laikumsalam, mas" ujar Askia tersenyum.
"Udah lama sayang?" tanya Dimas.
"Belum kok mas, baru aja ayo" Dimas mengangguk.
kemudian mereka berjalan bersama keluar dari bandara dan di ikuti pengawal pengawal tadi.
Sekitar 25 menit mobil itu sampai di depan rumah Askia, ya sebelum kembali kerumah Dimas menyempatkan dirinya dulu untuk berkunjung ke rumah calon istri nya untuk meminta izin pada sang calon mertu untuk membawa Askia kerumah nya untuk di pertemukan dengan orang tua nya.
"Eh ada calon mantu Ummi ternyata, kapan sampai Dim??" tanya Ummi ikut duduk di depan Dimas.
"Baru saja Ummi" jawab Dimas seraya menyalami tangan Ummi Rini.
"Yang lain mana Ummi ??" tanya Dimas lagi.
"Ooh Abi lagi ada di lembang untuk mengecek keadaan pesatren mungkin dua hari lagi baru pulang, sedangkan kak Nor dan bang Samir udah keluar ngajak Rara jalan jalan" jawab Ummi.
Tak berapa lama Askia muncul dari arah dapur membawakan satu nampan yang berisi minuman dan cemilan.
"Eh ada Ummi" ucap Askia saat melihat Umminya.
"Di minum mas," ujar Askia.
"Makasih sayang" sahut Dimas tersenyum dan meminum jus yang di bawa Askia sampai tandas.
"Jadi kenapa kamu ngak pulang dulu Dim kerumah?" tanya Ummi.
"Oh iya, karna ngak ada Abi sama Ummi aja yah, jadi gini Dimas mau minta izin mau bawa Kia kerumah buat ngenalin sama Papa Mama" ucap Dimas memberi tahu kedatangannya.
"Oohh kalau cuma mau minta itu sih udah Ummi izin kok, bawa aja Kia nya, lagian ngak lama lagi kalian kan akan menikah" jawab Ummi.
"Kalau begitu tunggu sebentar ya mas, Kia ganti baju dulu"
Askia masuk kedalam kamar nya untuk berganti baju, namun saat sedang merapikan pasmina nya ponsel milik nya berdering, ia melihat siapa yang menelpon nya.
"Mama Dinda" gumam nya.
Lalu ia menggeser ikon berwarna hijau itu.
"Assalamu'alaikum mah"
"wa'alaikumsalam, sayang kamu lagi di mana??"
"Kia lagi di rumah mah, kenapa??"
"Sayang, hari ini anak mama udah pulang dan kata nya ia juga akan membawakan tunangan nya, pas banget mama juga mau kenalin Kia sama mereka, Kia bisa ngak kerumah mama??"
"Aduh gimana ya mah, maaf banget Mah bukannya Kia nolak tapi Kia ngak bisa mah, karna hari ini Kia juga mau kerumah calon mertua Kia"
"Benarkah? Sayang sekali, padahal mama pengen banget Kia ada di sini, yasudah kalau begitu salam dari Mama buat calon mertua Kia ya??"
"Iya, insya Allah mah, kalau begitu Kia tutup ya, assalamu'alaikum"
"Wa'alaikumsalam"
Setelah mematikan panggilan, Askia turun kebawah ia melihat Dimas masih mengobrol dengan ummi nya.
"Mas, ayo Kia udah siap" ujar Askia.
Sejenak Dimas tak berkedip menatap seseorang yang ada di hadapannya, membuat Askia menjadi salah tinggah.
"Ehem.. udah dong acara liat liat nya" goda Ummi.
Dimas langsung gelagapan di buat nya, " baikalah ummi Dimas dan Kia pamit dulu, assalamu'alaiku" ujar Dimas kembali mencium punggung tangan ummi dan di ikuti oleh Askia.
Beberapa saat kemudian mobil Dimas berhenti tepat di hadapan rumah nya, ia membawa Askia masuk kedalam, namun saat di pintu utama Askia menghentikan langkahnya,
Dimas yang melihat itu ikut menghentikan langkahnya.
"Kenapa sayang??" tanya Dimas.
"Mas aku gugup" cicit Askia yang masih di dengar oleh Dimas.
Dimas tersenyum mendengar itu ia mendekat ke arah Askia, "ngak usah gugup kan ada aku, ayo masuk mama dan papa udah nunggu di dalam" ujar Dimas meyakinkan.
Sejenak Askia menarik nafas dan membuang nya perlahan, kemudian ia mengangguk dan mengikuti Dimas dari belakang masuk kedalam.
"Assalamu'alaikum mama papa Dimas pulang" ucap Dimas sedikit berteriak saat sudah berada di ruang keluarga.
"Loh Dim kamu sendiri?? dimana calon mantu papa??" tanya papa Bayu saat melihat Dimas hanya datang sendiri.
"Mama mana pah??" bukan menjawab ia malah bertanyak.
"Mama di sini" sebelum Bayu menjawab Dinda muncul dari dapur.
"Mana tunangan yang kamu bilang itu Dim ?? kok ngak ada??" tanya mama.
"Ada mah, tadi injin ketoilet bentar mah, nah itu dia" ujar Dimas sambil menunjuk kearah Askia yang baru datang.
Bayu dan Dinda langsung menatap kearah yang di tunjukkan oleh Dimas , sedangkan Askia sedang asik membetulkan pasmina nya tanpa melihat kedepan.
"Kia....!!!!" ujar mama Dinda saat melihat orang yang dia kenal itu.
Merasa namanya di sebut Askia dengan reflek melihat kearah suara, "Mama" seru Askia.
Wanita setengah baya itu langsung berlari kecil dan memeluk gadis yang sudah ia anggap seperti anak nya itu.
Askia juga membalas pelukan itu, kedua orang itu belum sadar dengan situasi saat ini, begitu juga dengan Dimas dan papa Bayu, mereka berdua hanya saling menatap dan menuggu kedua wanita berbeda umur itu selesai berpelukan.
"Sayang, kenapa kamu di sini? kata nya kamu ngak bisa datang kerumah" ujar mama Dinda.
"Tidak mah, Kia kan datang kerumah tuna...." Askia menghentikan ucapan nya saat menyadari sesuatu,
begitu juga dengan mama Dinda sejenak mereka terdiam.
Dimas yang melihat mamanya dan Askia kini terdiam pun menghampiri nya dan di ikuti oleh papa Bayu.
Askia sendiri ia masih mencerna semua situasi saat ini.
Tunggu tunggu.. ini kan rumah mama Dinda, lalu kenapa aku kesini, tapi kenapa mas Dimas membawa ku kesini, jangan bilang....
"Mama kenal sama Kia??" tanya Dimas sukses membuat Askia sadar dari lamaunannya.
"Mama???" ujar Askia.
"Ah iya, sayang kenalin ini mama dan ini papa, mama pa kenalin ini Askia tunangan yang sering Dimas bilang sam...."
"Mama udah kenal" ujar mama Dinda memotong ucapan Dimas .
"Eh!"
"Dimas pah, kalian ingat ngak mama pernah bilang kalau mama ada seorang gadis yang awal nya ingin mama jodohin sama kamu tapi ngak jadi dan akhir nya mama anggap sebagai putri mama?!" tanya mama dan di angguki oleh Dimas begitu juga dengan papa.
"Dialah orang nya, Ya Allah mama ngak nyangka ternyata mantu mama itu Kia??" ujar mama Dinda antusias.
Tanpa menunggu respos semua orang Dinda kembali memeluk Askia, Askia sendiri sudah sadar dari keterkejutan nya, sungguh ia tak pernah menyaka ini semua akan terjadi pada dirinya.
Ya allah rencana mu jauh lebih indah
________
Sedangkan di sebuah pusat perbelanjaan, terlihat sangat ramai, suara bising para pengunjung dan penjual bersatu saling tawar menawar.
Seorang gadis cantik yang berbalut dengan gamis berwarna navy dengan pasmina segi empat berwarna senada sedang sibuk menenteng beberapa kantung plastik.
ia terlihat sangat kerepotan,
setelah membayar ia menuju kemobil nya, namun saat hampir mendekati mobil seseorang menabrak diri nya dari arah belakang.
Dhuuukk
"Aauu" ringin gadis itu, kantung yang tadi ia jinjing pun terjatuh ke bawah dan berceceran.
"Sorry, nona tidak apa apa??" tanya si penambrak itu sambil mengulurkan tangan ke arah gadis itu.
Nia mendongakkan kepalanya mencoba melihat siapa yang menabrak nya hingga buat diri nya terjerembab ke bawah.
"Kamu!!!" ujar kedua nya bersamaan saat tatapan keduanya terkunci satu sama lain.
BERSAMBUNG......
jangan lupa tinggalkan jejak kalian sayang sayangku 😘 😘 😘 TERIMAKASIH
Humaira yg Sabar yah...
Lanjuuut Thooor..