Bukan nya dia udah tua tau pun bukan ia tidqk tampan. Tapi Rina sangat menolak perjodohan yang kedua orang tua nya sepakati dengan keluarga kiyai ini.
Alasan nya ia tidak mau di jodoh kan, karna yang di jodoh kan belum tentu bahagia. Dan juga bukah kah yang di jodoh kan ini menikah nya terpaksa bukan karna cinta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masuk lagi
Tiba-tiba Firdaus menutup pintu nya dengan cepat. Ia tidak melihat Rina yang naik keatas ranjang dengan selimut yang membungkus nya.
"Kamu kok di sana sih Rin, udah siap kamu ganti baju nya." kata Firdaus ketika melihat istri nya di atas kasur.
"Kamu tuh yang kenapa masuk lagi dengan cepat kekamar. Kan aku belum bilang pada mu jika aku sudah siap ganti baju." kata Rina cemberut.
"Bisa gak, gak usah cemberut gitu kamu nya. aku kan gak sengaja juga masuk lagi." kata nya.
"Memang nya kenapa kamu masuk lagi kekamar dengan cepat." kata Rina masih dalam selimut nya itu.
"Ada bunda di luar, aku takut di tanya sama bunda kenapa berada di luar padahal kan waktu sholat subuh." kata Firdaus.
"Apa bunda melihat mu di luar tadi". Kata Rina cemas.
"Ngak sih, aku buru-buru masuk pas liat bunda keluar dari kamar nya." kata Firdaus.
"Bagus deh, jika bunda gak lihat kamu ada di luar." kata nya.
"Bagus apa nya, kamu ngapain sih selimut di sini. Kedinginan kamu nya ya. Lama di kamar mandi tadi." kata Firdaus.
"Gak lah, aku belum siap pasang jilbab, jangan kan pasang jilbab baju aja belum selesai." kata Rina pada Firdaus.
" ya udah jika belum siap, pasang aja sekarang. Subuh udah mau habis lho sekarang." kata Firdaus.
"Yang benar saja, bagai aku bisa pasang baju jika kamu masih di sana." kata nya.
"Ya udah, aku kekamar mandi saja kalau begitu. Aku harap kamu bisa selesai secepat mungkin." kata Firdaus.
Firdaus pun berjalan menuju kamar mandi. Dalam hati ia berfikir, kenapa aku harus kekamar mandi hanya untuk menghindar istri ku pasang baju saja. Dia kan istri ku, sudah tak ada halangan untuk aku melihat nya. Tapi, ya sudah lah jangan di bikin tambah rumit lagi.
Sedang Rina dengan cepat memasang baju dan jilbab nya. Lalu dia menyiap kan tempat sholat untuk mereka berdua.
"Aku sudah siap, sekarang kamu boleh keluar dari kamar mandi." kata Rina dari luar.
"Apa kah harus seperti ini setiap saat nya Rin, sedang kan kamu adalah istri ku." kata nya pelan.
"Kamu bilang apa sih, aku gak dengar apa yang kamu kata kan itu." kata Rina.
"Tidak ada apa-apa, aku hanya berguamam sendiri." kata Firdaus.
Mereka pun melaksana kan sholat subuh berjamaah.
Setelah selesai sholat subuh, Rina dan Firdaus turun kebawah bersama. Kali ini ia harus masu kamar mandi lagi, untuk menggu Rina membenar kan jilbab nya. Supaya bisa turun bersama kebawah. Karna Rina takut bunda marah lagi pada nya.
Suami nya memang baik, ia hanya menurut saja apa yang Rina kata kan. Karna, itu lebih baik dari pada Rina mengangap nya musuh jika tidak ada kata mengalah.
Sesampai nya di bawah, ia melihat ayah dan bunda sedang duduk di ruang keluarga berdua. tak di lihat nya abi dan umi nya ada di sana.
"Maaf ayah bunda, dimana umi dan abi ya." kata Firdaus bertanya.
"Umi dan abi mu sedang di kamar nya nak, gak tahu lagi apa. Kata nya bentar lagi keluar." kata ayah.
"Ia, tunggu aja mungkin bentar lagi umi dan abi mu akan keluar dari kamar." kata bunda lagi.
Kalau temen ga boleh bobok bareng loh Firdaus 🤭 kalau teman tapi mesra dan sdh dpt segel halal ga ada yg berani protes 😄