" Hei Leha, turun gak ? " Ibunya Juleha berkacak pinggang di bawah pohon mangga.
" Bentaran ! Nanggung "
Masih dengan santai nangkring diatas pohon mangga.
Bagaimana kisah perjalanan rumah tangga antara Juleha dan Zainal dan pasangan lainnya yang menikah karena minta dijodohkan ? ikuti terus kisahnya
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Mendadak nikah ( 5 )
Melihat Sarah yang memunggunginya karena menyembunyikan rasa malunya, Abdul menggaruk garuk kepalanya yang mendadak gatal.
Bang Dul sepertinya lupa cuci rambut, gegara belum belah duren, eh apa hubungannya ? Sabar bang Dul bentar lagi lebaran.
" Sar, Haris ada ngubungin kamu gak ? "
Jemari tangan Abdul tanpa sadar bergerak mendekati rambut Sarah dan mulai memeganginya, memilih milin dengan pelan.
Sarah yang menyadari jika Abdul bermain main dengan rambutnya yang dibiarkan tergerai bebas diatas bantal, menjadi tegang.
" Eng-enggak Bang, pasti masih sibuk dengan istrinya lah Bang, ngapain juga harus ingat Sarah, lagi pula udah gak penting juga "
" Oh "
Respon yang cukup pendek dari bibir Abdul.
" Rambut mu indah, Sar "
Sarah hanya diam, tidak tahu harus merespon apa, dia tetap memunggungi Abdul karena jika berbalik, itu akan merusak keasikan Abdul yang sedang bermain main dengan rambutnya.
Abdul tidak lagi mengatakan apa apa selain hanya memegangi rambut Sarah hingga tertidur.
Sarah sendiri karena rambutnya yang terus dipermainkan oleh Abdul menciptakan keenakan tersendiri pada kepalanya sehingga iapun ikut tertidur.
...*****...
" Dek, ternyata punya istri itu enak ya ? "
Zainal yang baru pulang dari kantor sembari duduk duduk santai sambil nonton TV berkata pada Juleha yang ikut duduk menemaninya.
Juleha melirik ke arah Abdul yang baru keluar dari dalam kamar.
" Bisa bobok siang, asal gak keterusan aja "
Zainal menahan tawanya, Juleha tetap diam tanpa berkomentar.
" Jangan nyidir Zai ! Langsung aja ngomong "
Abdul mendudukkan bokongnya di sebelah Zainal.
" Masih puasa kan ? "
" Jangan ngawur ! "
Sembur Abdul.
Zainal tergelak.
" Dek, ke dapur sana, nempel aja ama laki ! Emang dikasih apa sih sama Zai ? "
Abdul mengusir Juleha yang masih duduk anteng di sebelah Zainal.
" Eh Bang, Leha baru ketemu dengan bang Zai, nah Abang dari tadi ngerem terus di kamar bareng kak Sarah, ngapain hayo ? kemarin aja nganggep adik, gimanaaa gitu rasanya, baru juga satu malem udah..."
Juleha mencibir lucu.
" Jangan digitukan bibirnya sayang, Abang jadi pengen gigit nih "
Zainal menatap mesra sembari menowel pelan dagu Juleha.
" Memangnya Leha permen pengen digigit terus "
" Kamu lebih manis dari pada permen lho "
Zainal menyatukan dahinya dengan dahi Juleha, sebelah tangannya membelai pipi Juleha.
" Woi, kalian kira ini dikamar kalian ? masih ada Abang lu disini Jul "
ucapan tidak terima keluar dari mulut Abdul yang dianggap obat nyamuk oleh Zainal dan Juleha.
Zainal terkekeh.
" Sori Abang ipar, lupa kalau masih ada orang lain di sini "
Abdul melengos.
Juleha sedikit malu lalu bangun dan berjalan menuju ke arah dapur untuk bergabung dengan Ibunya dan Sarah.
" Bagaimana dengan Abdul, Sar ? dia memperlakukan lu dengan baik kan ? "
terdengar tanya ibunya Juleha pelan pada Sarah yang tengah menyiangi sayur kangkung.
" Baik, buk "
" Syukurlah, lu kudu sabar jika Abdul masih rada rada kaku, namanya juga dadakan jadi laki "
" Iya buk, Sarah ngerti, bang Abdul pada dasarnya memang baik, kita juga udah bergaul lama, cuma karena sekarang udah jadi laki bini, ya kami sama sama masih canggung aja buk "
Sarah menjawab malu malu.
" Kamu waktu menikah dengan bang Zai, gimana Jul, canggung juga gak ? "
Sarah beralih pada Juleha yang ikut membantunya menyiangi kangkung.
Ia juga mengetahui jika Juleha menikah dengan Zainal tanpa proses pacaran terlebih dahulu.
" Bang Zai kan emang demen sama Leha, kak ? ya enggak secanggung kakak lah "
" Lu ge-er bener jadi perempuan " Sela Ibunya.
" Ih, kan memang bener buk, kalau enggak masa' bang Zai tiba tiba ngelamar Leha "
" Tapi kamunya juga suka kan ? "
Sarah menggodai.
" Dikit sih "
" Kalau sekarang ? "
Sarah kepo juga.
" Tahu sendiri kak, bang Zai paling pinter membuat Leha merasa menjadi perempuan yang paling dicintainya kak, gimana Leha gak klepek klepek "
Jangankan Juleha, yang jomblo aja sampai kejengkang kalau dengar Zainal ngegombal.
Banyak kata kata pujian yang Juleha ucapkan, Sarah hanya tersenyum, ia berharap kelak Abdul juga akan membuat dirinya merasa sebagai wanita yang paling dicintai Abdul bukan seperti saat ini, mungkin Abdul baik padanya karena Sarah anak dari Uwaknya.
" Jangan kecil hati, terima Abdul seutuhnya, jangan pernah lagi mengingat laki laki tidak bermoral itu, buang jauh jauh dia dari hati lu, insya Alloh, lu akan bahagia seperti yang Leha alami saat ini "
Ibunya Juleha memberikan tepukan lembut pada bahu Sarah, karena ada rona sedih diwajahnya ketika mendengar celotehan dari mulut Juleha tentang kebahagiaannya.
...*****...
...🌿🌿🌿🌿🌿🌿...
..
maraton bacanya
Mira bete lagi nih, Thor ada dendam ya sama mira👻
👍🏼👏🏼🙏🏼☕
haduh porsinya pas Pasan bang jali👻
emang somplak mereka
hore Mahmud otw nikah juga Ama Lusi 👻🌹
rezeki nomplok si Abdul nikah nga modal 👻
awas ada yang kebakar leha👻
bang Zai ada yang kepanasan 👻