NovelToon NovelToon
Suami Sombong Jatuh Cinta

Suami Sombong Jatuh Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Ratu Asmara

Vian dan Putri terlibat pernikahan kontrak yang konyol. Keduanya saling cuek satu sama lain, bahkan memiliki pujaan hati masing-masing. Seiring berjalannya waktu, Sifat sombong Vian pun terkikis oleh sikap jutek tapi perhatian dari Putri.

Nah lo, jadi, apakah Putri juga punya perasaan yang sama pada Vian? Penasaran?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratu Asmara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 29

Vanessa pergi ke bar untuk menghilangkan kepenatan, melihat

Vian yang marah padanya membuat perasaan wanita itu merasa sedikit kacau.  Tidak biasanya Vian marah padanya seperti apapun

perlakuannya,  tetapi hari ini, Vian

marah padanya hanya arena hal yang menurutnya sepele.

“Aneh,  tiba-tiba dia

marah, padahal biasanya nggak pernah marah. Aku curiga, pasti  ada hal yang dia sembunyikan.” Gumam Vanessa

sambil meneguk cocktail yang ada di tangannya.

“Hallo, boleh kenalan?” seorang lelaki dengan penampilan

elegan datang menghampiri Vanessa.  Wanita itu terpesona, dari penampilannya sepertinya pria ini lebih kaya

di bandingkan Vian. Jiwa penggodanya muncul begitu saja. Lelaki itu menyapa

Vanessa dengan bahasa Perancis, kemudian mereka mengobrol dengan bahasa

Perancis

Mangsa baru, sepertinya, berselisih dengan Vian ada bagusnya

juga. Sementara lelaki ini bisa jadi tambang uangku yang baru. Paling tidak

selama di sini.  Hmm... tapi sepertinya

aku harus mencari hadiah untuk minta maaf sama Vian. Setidaknya sekarang aku

harus bisa dekatin dia dulu.

“Hallo,  boleh. Namaku

Vanessa, nama anda siapa?”  Vanessa  memindah tempat duduknya agar dekat dengan

pria itu. Lirikannya yang sedikit nakal di tanggapi senyuman oleh pria asing

itu.

“Namaku Darren. Sendirian?” tanyanya, kemudian Darren

mengambil segelas cocktail dan mulai meminumnya.

“Iya, aku tidak punya pacar. Kamu juga sendirian?” Vanessa

balik bertanya pada Darren.  Ia

menatap  wajah Pria itu lekat-lekat.

“Wanita cantik sepertimu tidak punya pacar? Benarkah? Aku

tidak yakin.”  Darren menggeser letak

duduknya sehingga berhadapan dengan Vanessa. Pria itu memegang dagu Vanessa

tanpa penolakan.

“Aku baru saja putus denganpacarku. Dia diam-diam memiliki

pacar baru,  sebenarnya aku datang ke bar

ini untuk menghilangkan kesedihan.” Vanessa memasang wajah memelas, agar Darren

percaya dengan karangan ceritanya.

“Kasihan, kalau begitu temani aku minum. Kita pesan ruang

karaoke VIP,  malam ini, rasa sedihmu

akan hilang.” Lelaki itu memandang Vanessa enuh arti, merasa seperti gayung

bersambut, wanita itu mengangguk setuju. Darren memberikan kode kepada

seseorang.

“Silahkan, bos.”  Orang yang merupakan kepercayaan Darren itu menunjukkan jalan dan mereka

berdua mengikuti dari belakang.

“Santai saja, kamu boleh menganggapku siapa saja. Semuanya

malam ini aku yang traktir.” Darren merangkul Vanessa dan mereka berdua

memasuki sebuah ruangan karaoke kedap suara yang cukup mewah. Tampak beberapa

pelayan wanita menaruh beberapa botol minuman, setelah itu mereka semua pergi

dan meninggalkan kedua pasangan yang baru bertemu itu.

Malam itu, seolah Vanessa benar-benar melupakan Vian, lelaki

yang telah menjadi kekasihnya selama bertahun-tahun. Bicara tentang perasaan,

gadis itu menjalani hubungan  dengan Vian

sekian lama hanya karena lelaki itu dapat memenuhi kebutuhan finansialnya.  Awalnya, ia benar-benar mencintai Vian, namun

seiring waktu rasa cintanya memudar, di tambah lagi penolakan dari nenek Vian

yang membuat ia merasa hubungannya dengan Vian tidak akan berakhir indah.

Bukan hanya Darren, Vanessa juga memiliki banyak pria lain

di belakang Vian, hal itu yang membuat ia tidak merasa jenu meskipun Vian

jarang dapat menemaninya.  Seluruh lelaki

simpanan Vanessa tentu saja para pria kaya, yang dapat ia tarik isi dompetnya

dan tentu saja selalu membawanya makan di restoran berbintang. Kebiasaan hidup

mewahnya membuat wanita itu menempuh berbagai cara. Hingga tak jarang ia

menjadi simpanan para bos besar.

“Kamu cantik sekali Vanessa, bagaimana kalau kamu menjadi

kekasihku?” Darren merangkul Vanessa, keduanya sudah mulai mabuk karena banyak

minum.

“Kekasih? Aku tidak akan lama berada di Paris, beberapa hari

lagi aku akan pulang ke Indonesia.” Vanessa  yang telah sering minum, ia masih sedikit sadar. Ini adalah salah satu

trik tarik ulurnya, seberapa tertarik Darren padanya.

“Itu tidak masalah, aku akan mengunjungimu ke Indonesia jika

aku merindukanmu.”  Darren tertawa-tawa

tidak karuan, sepertinya lelaki itu benar-benar mabuk. Jari-jemarinya mulai

menari di pundak Vanessa.  Wanita itu

tidak menunjukkan reaksi menolak sedikitpun, ia sudah cukup biasa menghadapi

lelaki seperti Darren.

“Menjadi pacarku harus menerima kekuranganku, aku ini matre

Darren, banyak permintaan. Apa kamu bersedia memilliki pacar sepertiku?”

Vanessa membisikkan kalimatnya itu di telinga Darren, pria itu tersenyum, lalu

menyatukan kepala mereka dengan menempelkan jidat satu sama lain.

“Jangan bingung, sayangku. Aku punya banyak uang, kamu mau

apa saja pasti akan aku turuti. Mobil? Rumah? Semuanya bisa. Jadi bagaimana?

Apa kamu mau menjadi pacarku sekarang?” nada bicara Darren sedikit ngelantur karena ia sudah kehilangan

setengah dari kesadarannya.

“Baiklah, kalau begitu aku akan menerima kamu sebagai

kekasihku. Sekarang, marilah kita bersenang-senang. Aku akan menemanimu minum

sampai  pagi.” Vanessa mengisi lagi gelas

mereka yang telah kosong.

Sebenarnya seperti itulah kehidupan Vanessa di belakang

Vian. Ia adalah wanita yang suka hura-hura, berbeda dengan saat ia di hadapan

Vian, keliarannya berubah menjadi patuh, seperti kucing yang telah lama di

pelihara. Di depan Vian, Vanessa selalu berusaha menjadi wanita yang sempurna

tanpa cela. Meskipun ia sadar, kepura-puraannya sepertinya telah di baca oleh

nenek kekasihnya itu.

“Vanessa, maukah kamu menikah denganku?” pertanyaan Darren

seketika membuat Vanessa terdiam. Baginya, menikah saat ini bukan

merupakanimpian wanita itu. Ia masih ingin menikmati banyak waktu untuk menikmati

masa mudanya dengan bebas. Ia tidak ingin menjalani hubungan yang terikat

seperti  itu.

“Tentu saja, suatu saat kita akan menikah, tetapi bukan

sekarang. Bersabarlah..” setidaknya itu adalah jawaban yang paling mudah dan

dapat meredam perasaan Darren. Menolaknya mentah-mentah hanya akan  membuat lelaki itu curiga kepadanya.

“Aku akan menunggumu, Sayang.” Darren merebahkan kepalanya

di sofa tempat mereka berdua duduk. Kepalanya mulai pusing, ia ingin segera

merebahkan diri. Vanessa yang menyadari itu segera memapah Vian ke dalam

ranjang yang tersedia di dalam ruangan itu,  meskipun dengan susah payah.

Lelaki itu benar-benar tidak berdaya, Vanessa yang masih

setengah sadar menyunggingkan senyum mencurigakan. Ia tidak menyangka, Darren

cepat sekali mabuk. Wanita itu mencoba mengelus pipi Darren yang di tumbuhi

bulu-bulu tipis. Pria itu cukup tampan, jika di bandingkan dengan Vian,

keduanya tidak berbeda jauh. Mereka berdua memiliki karisma masing-masing.

“Kamu tampan sekali Darren.  Aku beruntung bisa memilikimu. Sejenak, mari kita lupakan semuanya.  Kamu pangeranku malam ini, Sayang...”  Vanessa menindih tubuh tak berdaya Darren,

dan memandangi wajah lelaki itu dengan lembut, perlahan wanita itu mendaratkan

sebuah kecupan singkat di bibir lelaki yang baru ia temui beberapa jam lalu

itu, ia sudah cukup biasa dengan bau alkohol yang menusuk hidung siapapun yang

menghirupnya. Tanpa ia sadari, kecupan-kecupan singkat itu berubah menjadi

sebuah ciuman panjang.

Vanessa selalu merasa hubungannya dengan pria lain jauh

lebih menantang.  Vian baginya seorang

pria yang membosankan,seringkali ia menolak saat Vanessa mencoba mengajaknya ke

tempat-tempat hiburan malam, termasuk bar. Menurut Vian, tempat seperti itu

tidak semestinya di kunjungi.

“Maafkan aku, Vian. Biarkan aku sedikit bermain-main kali

ini. Seandainya kamu sedikit mengurangi kecupuanmu itu, aku pasti akan mencoba

menjadikanmu satu-satunya dalam hidupku, meskipun aku tahu, itu tak akan pernah

mungkin... “ gumam Vanessa pelan.

Kira-kira, apa yang akan di lakukan Vanessa dan Darren?

Bagaiman kalau Vian tahu kelakuan  Vanessa?

1
Ray Jepara
Lumayan
Ray Jepara
Biasa
Nur Adam
smgt untuk krya mu thoor
Rima baharudin
wih...... mulutmu vian, tunggu kebucinanmu
Rima baharudin
visualnya sudah bikin aku meleleh kaka😍
Fredy: masukkin kulkas lg mba biar ga meleleh 😂😂
total 1 replies
aihhh visual nyaaa 😍😍😍😍
harwanti unyil
jangan terlalu banyak menghina entr malah jadi buncin
Dewi Nurmalasari
suka cerita nya g b|rtele2 n g terlalu banyak jahat2 yg g masuk akal
Dewi Nurmalasari
lah dia duluan yg bilang mo nik@hin cwe lain malah dia yg lebih sakit h@ti
Dewi Nurmalasari
yg ad malah dirimu yg hnacur sndri, gaya2 nerima erjodohna,, nnt malah shock klo tau putri dh nik@h
Dewi Nurmalasari
ngarep bilang bos
Dewi Nurmalasari
awas lu nyesel
Iis Isma
thor kpn vian tahu klo udah di selingkuhin sama vanesa
luiya tuzahra
puuut kmpungmu dimana siih ?klw dr penngambarannya gubuk reot miskin banget.
luiya tuzahra
ini yg ada bukan putri yg cemburu tpi vian yg bakalan uring2an ma vanessa krn cmburu hahah...
luiya tuzahra
ajak dolion aja put
luiya tuzahra
keren amat gaji 3jt bisa kuliah bisa ngebiayain adiknya 2 sekolah SMP blum lgi bwt bayar kos + makan sehari2....
yenni
baca dari bab satu sampai 20,
mulai suka dan coment.
lanjut....
panty sari
kapan ka kelanjutan nya
panty sari
hubungin dion biar putri jalan sama dion aja dari pada jadi obat nyamuk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!