- Lanjutan dari Novel My Possesive Husband
Awalnya rumah tangga Sean dan Dara berjalan dengan baik. Kebahagiaan selalu menyertai rumah tangga mereka setelah insiden penyerangan Mansion waktu itu. Namun seketika, semuanya berubah ketika datanglah sosok wanita dari masa lalu Sean dan Garvin. Dia datang dan menjalin hubungan tersembunyi dengan Sean Crishtian yang merupakan Ketua Geng Mafia Crowned Eagle sekaligus suami sah dari Andara Claire Crishtian.
Dara di hadapkan dengan dua pilihan terberat dalam hidupnya, yaitu bertahan dengan rasa sakit atau pergi menjemput kebahagiaan terbaru dengan sahabat Sean.
"Aku memang mencintai mu Sean. Bahkan sangat mencintai mu. Tapi maaf, aku tidak sekuat itu untuk bertahan dengan rasa sakit yang kamu berikan untuk ku. Tolong lepaskan aku. Biarkan aku pergi dengan laki-laki yang mencintai ku." - Andara Claire Crishtian.
"Bodoh. Aku tidak akan pernah melepaskan mu, Dara. Jika kamu melakukan itu, maka bersiaplah, orang disekeliling mu yang akan menerima akibat atas apa yang kamu perbuat. Katakan saja aku gila. Tapi inilah cara ku mempertahankan wanita yang aku cinta." - Sean Crishtian
Jangan lupa klik tombol Love ❤️ agar tidak ketinggalan info Update terbarunya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur Eva Fullandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. BERITA MENGEJUTKAN
Happy Reading 🥳
Langkah Lucas terhenti. Salah satu tangannya sibuk memeluk boneka Teddy bear kesayangannya. Sedangkan satu tangan yang lain ia masukkan ke dalam saku celananya. "I'm sorry Daddy. I was relaxing without wearing clothes. So I have to put on clothes first before meeting you." Ujar Lucas dengan tersenyum ceria.
Artinya : Maafkan aku Daddy. Aku tadi sedang bersantai tanpa menggunakan pakaian. Jadi aku harus menggunakan pakaian ku terlebih dahulu sebelum menemui mu.
Bram mendengus geli dengan jawaban Lucas tadi. Namun hal itu tidak bertahan lama. Ekspresinya langsung berubah datar lagi. "Bagaimana keadaan Geng Mafia The King Of Blood? Apakah semua berjalan baik-baik saja?"
Sebuah seringai tipis tersungging di bibirnya. "Semuanya berjalan dengan sangat lancar Dad. Bahkan kini Elden dan sahabatnya masuk ke dalam permainan Daddy."
Bram menatap datar ke arah Lucas. Seringai tipis menakutkan tersungging di bibirnya. "Kerja mu memang luar biasa Lucas. Lalu, bagaimana dengan Garvin? Apa kabarnya? Aku sudah lama tidak menemuinya." Tanya Bram sambil mengeluarkan sebuah putung rokok dari saku celana yang ia pakai.
"Garvin baik-baik saja Dad. Apa Daddy ingin menemuinya?" Tanya Lucas sambil duduk di kursi yang tersedia.
Dihisapnya putung rokok itu. Lalu dihembuskan dan mengeluarkan asap dari putung rokoknya. "Iya. Daddy ingin menemuinya. Sudah lama Daddy tidak bertemu dengannya." Jawabnya. Kedua mata Garvin tidak lepas dari foto yang terpajang di dinding. Tatapan dalam, penuh makna terlihat jelas dari kedua bola matanya. Bahkan, Lucas yang sudah memperhatikan dari tadi sudah mengerti jika Bram, pendiri Geng Mafia The King Of Blood tengah merindukan sosok Garvin.
"Apa Daddy ingin menemuinya sekarang?" Tanta Lucas sedikit ragu. Pasalnya, Daddy-nya ini sudah hampir 10 tahun lamanya tidak pernah menunjukkan batang hidungnya.
"Iya." Jawab Bram singkat.
Lucas terdiam di tempatnya. Tidak menyangka jika Daddy-nya akan menjawab "iya".
Suasana langsung berubah hening seketika. Tidak ada yang memulai pembicaraan lagi. Bram tetap setia menatap foto yang terpajang di dinding. Pandangannya terfokus pada sosok laki-laki yang memiliki tato hampir di seluruh tubuhnya. Wajahnya terlihat sangat datar dengan kedua bola mata tajam dan penuh intimidasi. "Dia benar-benar mirip dengan ku."
Sementara itu di tempat berbeda..
"Elden, kamu kenapa?" Suara lembut dari perempuan yang ia cinta membuat Elden langsung menoleh. Kedua bola matanya langsung bertemu dengan kedua bola mata teduh yang menyejukkan hati. Elden tersenyum dengan menggelengkan kepalanya pelan. "Aku baik-baik saja sayang." Jawab Elden. Setelah itu langsung menghadapkan tubuh nya dengan tubuh istrinya.
Lexa menatap kedua bola mata Elden. Berusaha mencari sebuah kejujuran melalui kedua mata Elden. Namun, nihil. Lexa tidak menemukan kejujuran sama sekali dadi kedua mata suaminya. Hanya terlihat keraguan dan ke khawatiran yang dapat Lexa tangkap. "Jangan berbohong pada ku El." Di genggamnya salah satu tangan Elden. Sekarang, Elden dan Lexa tengah berada di tepi kolam renang Mansion.
Elden sudah menduganya. Jika Lexa pasti tidak akan mempercayai perkataannya. Lexa memang perempuan satu-satunya yang peka terhadap perasannya.
"Katakan pada ku El. Apa yang sedang kamu pikirkan? Apa yang membuat kamu menjadi seperti ini?" Tanya Lexa secara beruntun. Lexa tidak ingin jika suaminya berubah menjadi seperti dulu lagi.
Elden menggelengkan kepalanya. Bibirnya seakan terkunci secara rapat. Tidak tau harus berkata apa. "El, aku istri kamu. Aku milik kamu dan kamu milik aku. Kamu tidak sendiri, El. Bukannya kamu sendiri yang bilang kalau apapun yang terjadi kita akan bersama-sama terus." Ujar Lexa yang terus berusaha membujuk Elden. Lexa khawatir jika terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan. Apalagi jika sosok Elden yang dulu kembali. Hal itu semakin membuat Lexa merasa takut.
Elden menatap sendu wajah perempuan yang ia cinta. Lalu, salah satu tangan nya bergerak untuk mengusap sayang pipi cabi istrinya. "Aku sedang memikirkan kejadian masa lalu sayang. Aku juga sedang memikirkan hubungan Garvin dengan Sean." Lirihnya pelan. Pada akhirnya Elden tidak bisa berbohong pada istrinya.
Sebuah senyuman tersungging di bibir Lexa. Lexa faham betul dengan perasaan suaminya. Elden memang lebih suka memikirkan nya sendirian. "El, percaya sama aku. Semua pasti akan baik-baik saja. Apapun yang terjadi ke depannya, kita pasti bisa melalui ini semua." Ucap Lexa dengan lembut. Berusaha meyakinkan suaminya.
Cup
Di kecup nya pipi kanan Elden dengan sayang. "Ciuman itu sebagai hadiah untuk suamiku yang tercinta."
Seketika itu juga Elden langsung tersenyum. Perasaan nya sudah jauh lebih tenang dari sebelumnya. Kegundahan dan kegelisahannya mulai sedikit berkurang.
"Ingat El, kita sudah melalui ini bersama-sama. Dari dulu sampai sekarang. Kita bisa melaluinya. Mulai dari Ayah kamu hingga kedua orang tuaku. Nyatanya kita bisa melalui ini semua." Lexa berusaha meyakinkan Elden dengan mengingat kembali perjuangan yang telah mereka lakukan di masa lalu.
Elden mengangguk. Masih mengingat betul bagaimana perjuangannya untuk mencapai di titik sekarang.
Lexa bernafas lega. "Ingat, kita pasti bisa melalui ini semua bersama-sama. Selamanya." Kata Lexa penuh semangat.
Elden yang melihat istrinya bersemangat juga ikut bersemangat. "Iya sayang. Terimakasih." Sebuah senyuman tersemat di bibir Elden. Membuat ketampanan Elden naik dua kali lipat. Meskipun mereka berdua sudah mempunyai cucu, Lexa akui jika gaya romansa mereka seperti anak ABG yang di mabuk cinta.
Drrt.. Drrt.. Drt..
Ponsel Elden yang terletak di lantai bergetar, tanda sebuah panggilan masuk. Lexa langsung menunduk untuk melihat siapa yang menelfon suaminya itu. "Rafael." Gumam Lexa.
Dengan terburu-buru Elden mengangkatnya. "Ada apa Raf?" Ujar Elden tanpa basa-basi lagi.
"El, gawat."
Elden mengernyitkan kening nya. Sedangkan jantungnya berdetak dua kali lipat lebih cepat dari biasanya.
"Katakan Raf." Titah Elden dengan tegas.
Sedangkan Lexa hanya diam dan mengamati setiap ekspresi wajah Elden.
"Bram selama ini ternyata masih hidup."
Deg
Dunianya seakan hancur begitu saja.
"Jangan bercanda!" Bentak Elden.
"Aku tidak bercanda El. Aku sudah menemukan beberapa bukti keberadaan nya. Dan yang meninggal waktu itu bukanlah Bram. Tapi..."
Tut..
Panggilan terputus. Ponsel Elden jatuh ke dalam kolam.
Kedua bola mata Lexa membulat sempurna. "El, ponsel kamu jatuh!" Jerit Lexa. Ponsel yang Elden gunakan adalah ponsel baru. Baru lima bulan yang lalu Elden dan Lexa membelinya.
Tubuh Elden terdiam bagaikan patung. Selama ini yang ia takutkan terjadi. "Lexa.."
Lexa langsung menatap wajah suaminya itu. "El, kenapa wajah kamu pucat?" Kedua tangannya langsung menyentuh wajah Elden. Pandangan mereka saling terkunci satu sama lain.
"Bram masih hidup Lexa. Bram kembali."
Bagaikan tersambar petir di siang bolong, Lexa langsung terdiam dengan mulut yang sedikit terbuka. "A--pa?"
Apa yang Lexa takutkan selama ini benar-benar terjadi.
***
- UP setiap hari jam 3 pagi 🥰
- Jangan lupa tinggalkan jejak dengan menekan tombol like 👍 dan tinggalkan jejak juga di komentar ya. Tidak vote gpp kok. Asal kalian kasih like dan komentar positif buat aku..🥺❤️ Tolong bantuannya 🙏
Jangan lupa follow instagram mereka ya 🤘
@eldencrishtian
@lexacrishtian
@garvincrishtian
@seancrishtian
@daracrishtian
@kenzocrishtian
@crownedeagle_03
@nickalbertreal
@raraagathareal
Dan yang mau tau spoiler semua karyaku untuk next chapter bisa follow instagram aku juga 😊
instagram: @fullandari
Kalian bisa tau info tentang Update semua karyaku, bisa memberi kritik atau saran lewat DM atau QnA, bisa ngobrol bersama pemain My Possesive Husband dan menambah teman disana 😊
😭😭😭😭