" Gue jadi pembantu .... arrrrrrrrrr "
Gimana jadinya seorang anak sultan jadi ART⁉ Penasarankan,Ikuti terus kisahnya,bagai mana ribetnya mengurus dua bayi besar sekaligus padahal dirinya bukanlah babysister.
Dan bagai mana pula kisah cinta mereka akan berjalan jika mereka dipertemukana dengan keadaan sedemikian membingungkan.
Akan kah Diandra bisamenerima perasaan cinta itu dan akan kah Dimittriv benar - benar membuka hatinya untuk wanita lain jika dihati terkecilnya masih ada sosok Isbel mantan istrinya.
Lalu bisakah Diandra meluluhkan hatinya disaat dirinya tak yakin cintanya bersambut.
🐼🐼 Pantengin terus ya mentemen ceritanya 🐼🐼
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cipand, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
...KEMBALI KESINI LAGI...
#BEBERAPA JAM YANG LALAU
Diandra Voff..
Perutku rasanya tak enak semenjak tadi tapi masih bisa ku tahan karna aku sudah janji ke kak Mahes akan menemaninya keacara reuni SMAnya itu.
Namun semakin dirasa perutku semakin taknyaman saja rasanya,badan ku mulai tak bisa ku kendalikan karna menahan rasa sakit yang menusuk itu berimbas pula kepada tubuhku yang mulai lemas karna menahan sakit.
Keringat mulai bercucuran didaerah punggung dan keningku,sesekali kuusap keninggu dengan tangan,karna merasa sudah tak tahan dengan rasa sakit yang ku rasa akhirnya aku ijin ketoilet saja.
Karna tak mungkin aku mengacaukan acara itu ditambah kak Mahes pun merasa sangat senang tak mungkin aku mengacau bikin ribut dan malu diri sendiri.
*
Didalam bilik toilet perempuan sesekali ku hembuskan nafas ku untuk menetralkan rasa sakit yang teramat itu,entah apa penyebabnya aku pun tak mengerti,rasa sakit itu menjalar hingga menimbulkan rasa panas diarea dadaku rasanya mulai sesak,seakan oksigen diruangan ini tak cukup untuk aku hirup.
_ *Ada a**pa ini ? sebenarnya apa yang terjadi sama gue?kenapa rasa sakitnya malah semakin tersa* _ batin ku berucap.
" Ya Allah kenapa malah jadi panas gini,rasanya sesak nafas gue " gumam ku terbata.
Karna tubuhku semakin tidak bisa berdamai dengan keadaan akhirnya kuputuskan untuk keluar dari tempat ini, pelahan - lahan aku berjalan sembari memegangi are dada ku yang tersa begitu sesak.
Rasa sakit diare perut ku sedikit berkurang tapi malah berpindah kearea dada ku yang semakin terasa sesak saat aku berjalan,nafas ku mulai tak beraturan,ku hiraukan tatapan para manusia yang haus akan penjelasan itu.
Mungkin mereka bertanya - tanya ada apa dengannya ? mungkin itu arti dari tatapannya,ku percepat langkah ku kearah parkiran karna taxi onlen ku juga sudah datang dan menunggu ku diparkiran.
**
" Sesui alamat mba ?" tanya si supir saat aku sudah berada didalam mobil
" Iya pak .. Tolong lebih cepat ya pak " jawab ku sembari meminta tolong agar mempercepat laju mobilnya agar cepat sampai. Aku sudah merasa tak tahan.
Diperjalana menuju rumah sakit,berkali - kali aku mengingat sesuatu yang mungkin saja kulewatkan hingga badan ku menjadi seperti ini.
Dan pada saat aku mengingat - ingat baru sadar jika aku belum mengabari kak Mahes sedari tadi,karna fokus ku terhadap rasa dalam tubuhku hingga aku lupa akan kakak sepupuku itu.
Segera aku membuka clucth bag ku dan mengambil handpone genggam ku lantas mendial nomor telponnya.
Selang beberapa detik setelah panggilan tersambung suara kak Mahes terdengar dari sebrang sana bertanya kepada ku dimana keberadaan ku.
" Kamu dimana ? masih lama ?" tanya kak Mahes
" Aku dijalan.Tiba - tiba saja badan ku ga enak" bual ku
" Loh ko gitu.. Sekarang kamu dimana ?" tanya kak Mahes sedikit panik
" Dijalan, menuju rumah sakit om dokter sepertinya alergi ku kambuh " ucap ku akhirnya juju
" Kenapa ga bilang kakak si Di ... Kakak kesana sekarang deh " kembali kak Mahes berucap
" Ga usah ka aku bisa sendiri" cegah ku aku merasa tidak enak jika haru mengganggu acaranya.
" Tapi ... "
" Kak I'm ok. Kakak lanjut aja aku. Hem...Hemm.Bi...hem..sa .. sendiri ..hem.. kok" uca ku mulai tersengal
" Diiii " tiba - tiba saja kak Mahes membentak ku entah itu merasa panik atau apa
" Ada apa hes ?" seseorang disebrang telponbertanya kepada kak Mahes,sepertinya dia benar - benar merasa cemas.
" Sudah lah kak .. Aku baik - baik saja kakak lanjutkan saja dulu acaranya aku juga dah mau sampai ko " Jelas ku pada kak Mahesa
" 10 menit lagi kakak sampe " tandas kak Mahes kepada ku dan langsung mematikan sambungan telpon dari ku tanpa menunggu lagi sanggahan ku.
Hemmmm..... Ku hembuskan nafasku kembali agar menetralkan sesak yang terasa,sabar sebentar lagi aku sampai bertahan lah itu lah yang selalu terucap dalam hati ku.
'Ada apa hes ?' tiba - tiba saja pertanyaan yang tak sengaja ku dengar tadi terngiang ditelingaku dan jelas suara itu sangat familiar ditelinga ku tapi entah siapa aku tak tau.
" Siapa ya yang bertanya tadi ?" gumam ku.
" Maaf mba sudah sampai " ucap supir taxi onlen yang ku tumpangi,membuyarkan lamunan ku.
" Oh ... Sudah sampai " jawab ku
" Ini pak .. Trimakasih "ucap ku kembali sembari memberikan tiga lembar uang pecahan lima puluh ribu itu.
"Maaf mba ini kebanyakan " ucap si supir menahan gerakan ku yang akan membuka pintu mobil.
" Ambil aja buat bapak " jawab ku kembali membuka pintu mobil.
" Trimakasih kalau gitu mba" ucap si supir taxi itu.
" Sama - sama pak" jawab ku kembali sambil tersenyuk lantas melangkah pergi meninggalkan area parkir rumah sakit.
Author Voff...
Mahesa tiba dirumah sakit Medika tepat seperti yang dijanjikan,dia tak lagi menelpon Diandra,dia langsung keruangan Dokter Hendra dokter keluarga Wiratama itu.
Saat hendak keruangan dokter Hendra,Mahesa berpapasan dengan suster Zulfana salah satu suster kepsrcayaan dokter Hendra.
" Loh .. mas Mahes " sapa suster Zulfana
" Sus .." ucap Mahesa menghentikan langkahnya.
" Cari dokter Dendra ya ?" tanya suster Zulfana
" Iya sus, suster liat ?" tanyanya.
" Kata suster jaga didepan tadi sih sedang menangani seorang gadis yang sudah ada diruang rawat VVIV " jelas suster Zulfana karna dia baru datang jadi dia tak tau betul siapa pasien yang ditangani dokter Hendra.
" Ok ... Makasih kalau gitu " jawab Mahesa sembil berlalu pergi.
" Makin tampan saja sih itu orang " ucap suster Zulfana setelah Mahesa sudah tak nampak dihadapannya.
***
Dokter Hendra baru saja selesai memeriksa keadaan Dindra saat berbarengan dengan Mahesa masuk keruang rawat VVIV itu.
" Om... " ucap Mahesa
" Hesa " dokter Hendra
" Gimana ?" tanya Mahesa cemas.
" Kita bicara diluar saja biarkan Di istirahat dulu" ajak dokter Hendra,Mahes menuruti keinginan dokter Hendra yang sudah dianggap keluarga itu oleh keluarga Wiratama.
" Gimana om?" Mahesa bertanya tak sabaran.
" Tidak apa - apa kondisinya setabil,untung Di langsung kesini makanya cepat ditangani" jelas dokter Hendra.
" Memangnya Di kenapa dok ?" tanya Mehesa kembali.
" Alerginya kambuh mungikin Di tak sengaja memakan masakan yang ada Sefoodnya,makanya alerginya kumat." kembali Dokter Hebdra berucap.
" Tapi kali ini lumayan cukup parah juga sampai membuatnya sesak nafas tadi sempat diberikan selang oksigen untuk membantu memperlancar pernafasannya" kembali dokter Hendra berucap.
" Tapi tida ada yang membahayakan om ?" tanya Mahesa memastikan.
" Insa allah tidak ada,semuanya sudah normal hanya saja Di harus dirawat minimal dua hari ya agar badanya kembali vit " ucap dokter Hendra diangguki oleh Mahesa.
" Ya udah kalau gitu om harus kembali masih ada visit dua pasien lagi. Tiga jam lagi om visit kemari ya " jelas dokter Hendra berpamitan
" Baik om ... Terimaksih " ucap Mahesa yang dibalas dengan tepukan dibahu kanan Mahesa.
" Temani dia " ucap dokter Hendra sambil berlalu yang dijawab anggukan oleh Mahesa.
Dan pada akhirnya Diandra harus merasakan kembali diinfus dan kembali lagi kerumah sakit karna kecerobohannya sendiri.