Dianggap sampah karena kehancuran jiwa beladirinya, Keluarganya di asingkan dan bahkan hampir mati dengan tulang belakang yang hancur.
Namun tidak ada yang tahu…
Di dalam tubuhnya bangkit jiwa beladiri ganda legendaris yang belum pernah muncul di dunia ini.
Dengan kehidupan kedua di tangannya, dia hanya memiliki satu tujuan..
Menginjak semua orang yang pernah merendahkannya dan berdiri tak terkalahkan di bawah langit.
Tapi saat rahasianya perlahan terungkap, musuh yang datang untuk menghancurkannya semakin kuat…
Akankah dia menjadi penguasa tak terkalahkan, atau justru jatuh sebelum mencapai puncak?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jazzy bold, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Akhirnya Terbongkar
Mata Zhang Zhenfeng bersinar cerah, "Luar biasa, dari tingkat tiga ke tingkat lima kamu hanya memerlukan waktu sebulan, ini benar-benar luar biasa. Ayah merasa peningkatan kultivasimu bahkan jauh lebih cepat daripada sebelum kamu terluka."
"Entahlah, aku juga merasa seperti itu. Terlebih lagi disini Qi yang ada sangat padat " Zhang Tiangxia menjawab singkat.
Su Wanyue menatap anaknya dengan wajah yang mengandung banyak pertanyaan. Sebenarnya sebagai seorang ibu, dia merasa setelah anaknya sadar, dia tampak sedikit berbeda. Ini adalah naluri yang dia miliki sebagai seorang ibu. Hanya saja meskipun dia merasa anaknya tampak berbeda, dia tidak mengatakan apapun. bagaimanapun dia tetaplah anaknya.
"Zhang kecil." Su Wanyue menatap anaknya dengan ekspresi penuh harap, "Bagaimana dengan jiwa beladirimu? Bisakah kamu mengeluarkan jiwa beladirimu? Ibu ingin melihat."
Zhang Tiangxia ragu sejenak lalu bertanya, "Untuk apa ibu ingin melihat jiwa beladiriku?"
Zhang Tianxia merasa sedikit khawatir, jika kedua orang tuanya melihat jiwa beladirinya yang asli, mereka akan curiga kalau dia bukan Zhang Tianxia sebelumnya.
"Ibu hanya penasaran." Su Wanyue menjawab langsung. Dia menjadi semakin yakin kalau anaknya tampak sangat berbeda dari Zhang Tianxia sebelumnya.
Jika itu Zhang Tianxia sebelumnya, dia akan langsung menunjukkan jiwa beladirinya dengan sangat semangat, dan sikapnya juga seperti anak-anak pada umumnya. Namun, setelah Zhang Tianxia kembali sadar sejak kejadian koma tiga hari, dia tampak jauh lebih tenang, terkontrol, dewasa dan lebih sulit di pahami.
Semakin di pikirkan, semakin Su Wanyue Merasa yakin. Belum lagi dia bahkan sangat berani masuk ke hutan gunung Tuanglin, menghasilkan uang untuk pil yang menyembuhkan racun suaminya dan sekarang membeli rumah yang sangat luas.
Jika ini Zhang Tianxia sebelumnya, sangat mustahil melakukan itu.
Setelah terdiam beberapa saat, Su Wanyue kembali berkata, "Waktu itu saat di lapangan keluarga kamu menunjukkan kultivasi tapi tidak menunjukkan jiwa beladirimu. Ibu dan ayahmu belum pernah melihatnya sejak kamu sadar kembali. Karena dengan peningkatan kultivasimu secepat ini, ini tidak seperti seseorang yang jiwa beladirinya hancur."
Seketika ruangan kembali sunyi.
Zhang Zhenfeng menatap Zhang Tianxia dengan perasaan campur aduk. Sebagai seorang ayah, bagaimana mungkin dia tidak merasakan perubahan anaknya dalam sebulan ini. Namun yang ada di kepalanya, Zhang Tianxia saat ini tetaplah anaknya.
Saat ini, Zhang Yuer juga berkata, "Yah, kakak, Yuer juga ingin melihat jiwa beladirimu. Kebetulan sebentar lagi aku tujuh tahun. Aku juga bisa membangkitkan jiwa beladiri sendiri."
Zhang Tianxia merasa bingung, karena sebenarnya dia tidak ingin menunjukan jiwa beladirinya pada kedua orang tuanya. Namun jika tidak, mereka akan semakin memaksanya.
Melihat Zhang Tianxia masih diam, Zhang Zhenfeng menatap anaknya dengan wajah serius. "Zhang kecil. Tunjukkan saja."
Zhang Tianxia tidak punya pilihan, dia meletakan sumpit lalu berdiri. Dengan satu pikiran, sebuah sosok bayangan hitam setinggi hampir empat meter yang di lilit ular hitam keperakan muncul di atas kepala Zhang Tianxia.
Saat jiwa beladirinya muncul, udara seakan terdistorsi. Lalu Qi langit dan bumi di sekitar langsung tersedot habis.
Su Wangyue, Zhang Zhenfeng dan Zhang Yuer matanya melongo ketika melihat jiwa beladiri milik Zhang Tianxia yang sangat besar.
Karena umumnya, jiwa beladiri yang paling besar juga hanya seukuran dua meter. Dan biasanya jiwa beladiri itu bentuk hewan yang jelas atau bentuk senjata. Namun milik Zhang Tianxia ini jelas sangat aneh.
Namun bukan ini yang membuat ketiga orang terbengong. Karena jiwa beladiri Zhang Tianxia saat ini berbeda jauh dengan jiwa beladiri Zhang Tianxia sebelumnya.
"Ba.... Bagaimana bisa?" Su Wanyue seakan kehilangan jiwa. Wajahnya tampak sedikit lemas dan ada rasa kehilangan. Ketika melihat lagi jiwa beladiri Zhang Tianxia, dia merasa dunia seakan ingin runtuh. karena ini bukan jiwa beladiri Zhang Tianxia sebelumnya. Jiwa beladiri Zhang Tianxia sebelumnya adalah harimau perak bermata Tiga, namun sekarang jelas bukan harimau bermata tiga.
Sementara Zhang Zhenfeng hanya menatap bengong ke arah jiwa beladiri Zhang Tianxia, namun dia seolah bisa melihat sesuatu.
Hanya Zhang Yuer yang masih belum paham, dia hanya mengamati jiwa beladiri kakaknya dengan wajah penuh kekaguman.
Melihat reaksi mereka berdua, Zhang Tianxia tahu mereka pasti sudah menebak sesuatu, jadi pada saat ini dia berkata, "Apapun yang terjadi, aku tetaplah Zhang Tianxia."
Su Wanyue yang tadi masih terdiam seolah kehilangan jiwa, seketika langsung meneteskan air mata. Saat ini hatinya benar-benar yakin. Namun juga ada rasa bahagia.
Zhang Zhenfeng menatap Zhang Yuer lalu berkata, "Yuer, ayah dan ibumu perlu berbicara dengan kakak, jadi kamu kembali ke kamar dulu."
"Hum Hum." Zhang Yuer mengangguk kecil lalu berlari kedalam kamar.
Udara malam terasa sunyi, ketiga orang itu berdiri diam tak ada yang berani membuka percakapan terlebih dahulu.
Zhang Tianxia juga tidak tahu harus berbuat apa, jadi dia membiarkan kedua orang tuanya untuk membuka obrolan terlebih dahulu. Namun dia sudah memutuskan, dia akan berkata jujur.
Saat ini suara Zhang Zhenfeng berbicara terlebih dahulu, "Bagaimana bisa jiwa beladiri mu berubah?"
"Benar, " Su Wanyue berkata, "Tidak mungkin jiwa beladiri bisa berubah."
Zhang Tianxia menarik nafas berat lalu berkata, "Benar, secara umum, tidak mungkin jiwa beladiri yang hancur akan muncul kembali atau berubah menjadi jiwa beladiri baru. Bahkan jika jiwa beladiri yang hancur bisa di sembuhkan pun akan jadi jiwa beladiri yang cacat yang tidak akan bisa berkembang lagi."
Zhang Tianxia terdiam sejenak lalu berkata, "Aku tidak akan menyembunyikan ini dari kalian berdua. Sebenarnya aku bukanlah Zhang Tianxia yang kalian kenal. Atau lebih tepatnya, jiwa Zhang Tianxia sebelumnya sudah hancur namun tubuhnya tetap utuh. Sementara aku berasal dari tempat lain yang seharusnya pada saat itu aku juga sudah mati. Namun saat jiwaku akan hancur, aku tersedot pusaran ruang lalu hidup di tubuh Zhang Tianxia saat ini."
"Aku juga tahu dari kenangan Zhang Tianxia apa yang terjadi padanya bagaimana jiwa beladirinya hancur, itu bukan perbuatan gelombang monster, tapi perbuatan orang lain. Selain itu, meskipun aku bukan anak kalian yang sebelumnya, aku akan tetap menganggap kalian adalah orang tuaku, bagaimana pun aku hidup kembali di tubuh putra kalian. Jadi, aku akan mengabdikan diriku untuk kalian berdua dan adikku Zhang Yuer."
Setelah berkata, Zhang Tianxia menarik nafas lega. Sebelumnya dia merasa selalu tertekan di hatinya, namun entah kenapa, saat ini hatinya merasa sangat lega seolah sampul yang membelenggunya terlepas.
Namun disisi lain, dia juga sudah siap dengan apapun yang akan terjadi. Jika kedua orang tuanya tidak ingin mengakuinya atau akan mengusirnya, dia juga tidak keberatan. Setidaknya, rumah yang dia beli akan dia gunakan sebagai bentuk terima kasih.
Su Wanyue dan Zhang Zhenfeng saling pandang. Lalu mereka melangkah maju kemudian memeluk Zhang Tianxia dengan erat, "Tidak perduli apa, kamu tetap saja Zhang kecil kami."
Su Wanyue berkata sambil mengusap air matanya. Namun pada saat ini juga ada rasa lega di hatinya.
Zhang Zhenfeng juga mengangguk, "Ini adalah takdir. Tuhan mungkin punya rencana lain."
Keluarga itu berpelukan cukup lama sebelum akhirnya Zhang Zhenfeng seolah sadar sesuatu, lalu buru-buru dia melepaskan pelukan dan menatap Zhang Tianxia.
"Zhang kecil, kamu bilang kejadian di gunung Tuanglin itu bukan karena gelombang monster yang membuat jiwa beladiri mu hancur?"